
Sedikit meremehkan sabetan palu hitam berat Gou Long di arah titik butanya, Leng Bian menyunggingkan senyum penuh ejekan. Dalam setengah tarikan nafas selanjutnya, dengan kecepatan yang tidak dapat diikuti mata kultivator biasa, gerakan cengkeraman sangat jitu di keluarkan Puncak Ranah Kaisar Agung tersebut.
Palu berat milik Gou Long tercengkeram dengan erat, itu seperti jepitan baja pada kawat berduri. Pergelangan tangan kanan si pemuda terasa bergetar dan hampir saja terpelintir. Pikiran dari Gou Long dengan cepat melakukan kalkulasi untung dan rugi dari gerakan selanjutnya yang akan ia persenkan pada Leng Bian.
Gou Long tidak menjadi ragu sama sekali, Elemen Qi kekacauan menjadi pilihan yang sangat tepat. “Kau ingin merampas palu milikku? Huft, nih kuberikan secara cuma-Cuma. Namun, kau harus merasakan persen tambahan dariku.”
Tangan kiri Gou Long dengan sebat menggunakan salah satu jurus tiga belas pukulan penghancur tulang merengsek masuk ke arah ketiak kanan dari Leng Bian.
Deru dari pukulan itu membawa angin tajam. Tapi, Leng Bian benar-benar seorang kultivator puncak. Serangan dalam jarak sangat dekat yang dilepaskan Gou Long itu masih dapat dielaknya tepat sebelum serangan tersebut benar-benar masuk ke bawah sendi ketiak.
Dua jual beli serangan singkat itu benar-benar telah membuka mata banyak orang di sana. Hanya dalam sekejap saja keduanya membuat orang lain tidak bisa bernafas secara normal.
Di platform paling tinggi, mau tidak mau semua Puncak Ranah Kaisar Agung memuji ketangkasan, serta ketabahan Gou Long. Dengan basis kultivasi tiga tingkatan lebih rendah dari mereka, anak muda itu bisa bersaing ketat dan memberikan perlawanan tangguh pada Leng Bian.
“Ini bukan pertarungan yang mudah bagi Saudara Leng.” Chu Ling Bau Menyipitkan mata, ada sedikit kekhawatiran bahwa Leng Bian kembali akan memperoleh kekalahan.
Jika itu benar-benar terjadi, maka kali ini mereka akan berada pada posisi semakin sulit–Bagaimana mungkin Puncak Ranah Kaisar Agung turun tangan bersama-sama hanya untuk menangkap satu orang buronan pada tingkatan kultivasi Puncak Ranah Kaisar Surgawi? Itu akan sangat mencoreng nama baik dari para Kaisar Agung.
“Apa kau meragukan kualitas dari seorang Puncak Ranah Kaisar Agung?!” Lu Banxia mencemooh, dia semakin tidak suka pada dua orang Kaisar Agung itu. “Mungkin saja kalian berdua memang belum cocok untuk berada pada posisi tingkatan yang sama dengan kami.”
“Lu Banxia! Engkau terlalu meremehkan orang lain.” Chu Ling Bau mengepalkan tangan keras, geletuk dari buku-buku jarinya ikut terdengar.
Lu Banxia tidak peduli, orang itu sekarang lebih fokus pada penglihatannya ke pertarungan yang kembali berlanjut di platform utama.
__ADS_1
Leng Bian sekarang tidak berani meremehkan Gou Long. Dia mendengus kesal. “Keparat! aku akan lebih serius terhadap mu.”
Puncak Ranah Kaisar Agung itu segera memforsir Kaisar Qi secara gila-gilaan, tekanan berat segera terasa di sana. Langit seakan menggila karena daya ledakan dari tenaga dalam Leng Bian.
Dalam satu gerakan cepat, Leng Bian menyerang Gou Long dengan tinju yang telah ia lapisi Kaisar Qi berwarna kuning emas pekat bahkan terlihat sedikit kehitaman.
Gou Long tidak mau mengadu keras dengan keras. Meskipun berada dibawah tekanan, tapi Teknik Memindah Jasad yang sudah sangat matang memudahkan anak muda itu menghindar tinju beruntun dari Leng Bian.
“Gerakkan dan refleks yang sangat bagus.” Pujian secara tulus keluar dari mulut Leng Bian. “Namun, sampai kapan kau akan terus mengelak anak muda? Ha ha ha ....”
Gou Long tetap menghiraukan setiap patah kata yang keluar dari mulut Leng Bian. Andai ia memainkan Jurus Pedang Tarian peri, besar kemungkinan akan sangat mudah mengalahkan Leng Bian. Tapi, bagaimana dengan Kultivator lain?
Gou Long bukanlah pribadi yang akan mengorbankan nyawa orang lain tanpa alasan yang tepat. Berpikir keras, bagaimana cara mengalahkan Leng Bian, rasanya rahasia Teknik Kultivasi Ruang Angkasa harus bocor dalam pertarungan ini.
Leng Bian terus mencecar si pemuda dengan tinju beruntun dan hawa tekanan Kaisar Qi yang meluap-luap. Dia menyerang sambil menyunggingkan senyum penuh ejekan, setelah melihat Gou Long yang berloncatan bagaikan monyet sedang menghindari api.
“Jangan senang dulu kau!” Getaran tongkat emas dan percikan kilatan petir merah dalam balutan Kaisar Qi dan tekanan Naga mengaum keras berusaha merengsek diantara tinju beruntun Leng Bian. Gou Long mengigit bibir, ia sudah tidak peduli dengan ngilu yang dirasakan setiap kali tongkat beradu dengan tinju Leng Bian.
Itu sangat menyiksa si pemuda, keringat mulai keluar deras ditubuh Gou Long. Meskipun begitu nafas nya masih terdengar stabil.
Sementara Leng Bian melihat keadaan Gou Long terus tertawa, seakan kemenangan akan segera diraihnya, padahal Gou Long secara rahasia sedang mempersiapkan serangan kejutan.
Perlahan cahaya merah di sekujur tubuh Gou Long berganti dengan hitam yang kian menggelap, setiap kali tongkat emas beradu dengan kepalan tangan Leng Bian, retakan ruang hampa tercetak di platform utama.
__ADS_1
Pada awalnya, orang-orang menganggap itu hal yang biasa, karena ini adalah puncak eksistensi terkuat sedang bertarung.
Tapi kemudian, setelah retakan ruang hampa yang muncul terlihat teratur dan tidak kunjung menghilang setelah beberapa tarikan nafas. Setiap seniman bela diri di sana, tidak bisa tidak untuk tercekat menahan nafas sejenak. “Kenapa ruang hampa yang muncul tidak kunjung menghilang?”
Di platform paling tinggi, para Puncak Ranah Kaisar Agung memicingkan mata tajam melihat ke arah keanehan yang muncul di gelanggang pertempuran.
Lu Banxia pertama sekali menyadari. Tersenyum mengejek Leng Bian, dia bergumam lirih, “Anak itu–dia bahkan bisa menggunakan Teknik Kultivasi Ruang Angkasa. Pertarungan ini semakin jelas siapa yang kalah dan menang.”
Sesaat para Puncak Ranah Kaisar Agung memalingkan wajah ke arah Lu Banxia. Namun, kemudian mereka kembali melihat ke arah pertarungan dan menemukan kebenaran pada perkataan Lu Banxia.
Leng Bian sendiri segera menyadari keanehan dari serangan Gou Long. Kemudian, pada saat ia melihat wajah si pemuda yang kian lama semakin terlihat serius segera menyadari ada bahaya besar siap melanda dirinya.
Gou Long tiba-tiba saja menyunggingkan senyum, segala tekanan dan penderita yang telah ia tahan sekian lama sekaranglah saat tepat untuk membalas.
“Tebasan Kehampaan!” Dengan tongkat emas Gou Long melakukan tebasan dan searah dengan jalur ujung tongkat emas retakan ruang hampa besar muncul.
Gou Long tidak berhenti begitu saja, dia bergerak dan berpindah ke lima sisi, seperti menutup jalur keluar dari Leng Bian. Pada setiap sisi kemunculan anak muda itu, tebasan yang sama dilakukan.
Dengan tebasan seperti itu, lorong ruang hampa besar muncul dan menyedot Leng Bian beserta Gou Long dengan keras.
Semua orang melihat apa yang terjadi dengan mata membeliak besar, tidak percaya.
“Itu Teknik Ruang Angkasa! Tapi sayang, dia belum menyempurnakan teknik tersebut, dan sekarang malah mau mati bersama dengan Kaisar Agung Leng Bian.” Teriakan keras dari salah satu penonton telah melepaskan sesak nafas keterkejutan dari semua orang.
__ADS_1