Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 202. Mendominasi


__ADS_3

Gu Chuisan masih berdiri di tempat semula, namun lututnya terlihat gontai setelah membantu rekan-rekan dua puluh lima seniman bela diri itu.


Jarak kekuatan yang diperlihatkan Gou Long dengan mereka terlalu melebar jauh, kekuatan tempur anak muda itu bahkan lebih kuat dari Puncak Ranah Surgawi.


Di tempatnya berdiri, Gou Long memalingkan wajahnya pada dua orang prajurit yang berbau pesing karena mengompol, memperlihatkan senyum sadis pada mereka berdua. Golok berat dikeluarkannya, menambah rasa takut pada kedua orang itu karena melihat golok besar tersebut.


Bukan hanya kedua orang itu saja yang saat ini sangat ketakutan, penduduk yang melihat keributan itu dari sela-sela jendela rumah juga merasakan perasaan yang sama, teror mental yang diberikan Gou Long saat menyerang dalam sepuluh tarikan nafas tadi benar-benar terasa dan membuka mata semua orang yang ada di sana.


Ding Jia Li tidak menyangka Long Gegenya bisa setegas ini dalam hal membunuh, anak muda yang terlihat lembut itu, masih bisa tersenyum setelah mengepruk kepala para prajurit dengan tangannya.


Kembali menghadap ke arah Gu Chuisan dan keronco-keronconya, “Sekarang apa kalian masih memiliki niat yang sama atau berniat untuk undur diri?” ini bukanlah sebuah pertanyaan, namun lebih bersifat pada ejekan.


Sebagian prajurit yang tidak memahami maksud Gou Long malah menjawab ucapan tersebut, “Am-ampuni kami... kami akan keluar dari barisan pengepungan...” tergagap dan penuh dengan ketakutan memohon ampun pada Gou Long.


“Hooo! Masih mau menyelamatkan diri! Sekarang sudah tidak pantas, kesempatan hanya datang sekali, yang kedua kali adalah keberuntungan...” Ujar Gou Long mengabaikan para prajurit yang meminta ampun tadi.


“Baiklah! Karena ular ini bukanlah ular yang berbahaya, maka kepalanya yang akan kutebas paling akhir, ha ha ha! Bersiaplah!” setelah tertawa lepas, Gou Long memberi peringatan akan kembali menyerang mereka.


Sadar tidak akan ada pengampunan dari Gou Long mereka sudah bersiap-siap kembali menerima serangan.


Berada di bawah tekanan Domain Gou Long, prajurit dengan kultivasi Ranah Langit Tahap Awal sudah sangat kesusahan bergerak, wajar saja Gou Long dengan mudah membunuh tiga puluh orang prajurit.

__ADS_1


Sekarang mendengar ucapan Gou Long itu, apalagi telah melihat sendiri tumbangnya kawan-kawan mereka, prajurit yang masih bersisa seratus dua puluh orang ini harap-harap cemas, masing-masing tidak ada yang mau menjadi korban pertama Gou Long.


“He he he!...” terkekeh senang, Gou Long tidak langsung bergerak, “Aihh! Kalian ini, aku hanya bercanda! Nyawa kalian paling akhir akan kucabut, saat ini diam dan berdiri yang baik di tempat!” perubahan dari raut wajah tertawa dan raut wajah kebengisan terlihat kentara saat memerintah tadi.


“Gu Chuisan! Mampuslah!” lanjut Gou Long, seraya bergerak dengan golok berat di tangan, berpindah cepat ke depan Gu Chuisan, golok berat diayunkan Gou Long dalam Jurus Pedang Petir Membelah Langit.


Mata golok muncul secara acak, tidak dapat diketahui oleh Gu Chuisan dari arah mana munculnya serangan.


Kondisi orang ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan para keronconya yang lain, walaupun Gu Chuisan seorang kultivator Puncak Ranah Surgawi, namun ia bukanlah orang yang benar-benar hebat seperti para Patriak atau Matriak Sekte.


Berada di bawah tekanan Domain milik Gou Long sudah membuat ia sangat kesusahan, terlebih lagi ia juga membantu meringankan tekanan domain milik Gou Long terhadap seniman bela diri yang masih bersisa lima belas orang.


Begitu mata golok datang menyambet, sedikit kelimpungan Gu Chusian masih bisa mengelak beberapa kali, Kagum! Gou Long memuji “Sangat baik! Kau masih memiliki refleks yang bagus, agar kau lebih leluasa, akan kuringankan tekananmu!...”


Tapi, kemudian di sisinya satu persatu terdengar suara, “Whosshh! Aaakk!” seniman bela diri yang bersisa lima belas orang tumbang satu persatu, terkena telapak pukulan yang dilepaskan Gou Long dengan tangan kirinya.


Hampir tidak ada perlawanan sama sekali, Gou Long terlalu mendominasi, kalau sebelumnya hanya sepuluh tarikan nafas, maka saat ini dia menggunakan lima belas tarikan nafas, baik kecepatan berpindah maupun pukulan serangan yang dilepaskan Gou Long tidak ada yang bisa mengelaknya.


Terlalu kuat, iya! Dia terlalu kuat untuk menjadi lawan dari seniman bela diri Puncak Ranah Langit.


Selesai membantai lima belas seniman bela diri tersebut, “Bagaimana Tuan Penguasa Kota, apa bebanmu menjadi lebih ringan?” tanya Gou Long, saat itu dia telah kembali berdiri di tempat semula. Seringai jahat disunggingkannya.

__ADS_1


Gu Chuisan tidak bisa menjawab, dia melihat ke sekeliling, seluruh seniman bela diri Puncak Ranah Langit telah mati semuanya, lima belas orang yang terakhir tadi semuanya menghangus hitam, bau daging terbakar tercium memenuhi udara.


Sementara seratus dua puluh orang sisa Prajurit Mansion Kota terlihat tambah gemetaran, semangat bertarung dan mental mereka telah jatuh seluruhnya, perbedaan ranah kultivasi yang sangat kentara, seperti sekumpulan semut yang ingin menyeberangi kayu yang dipenuhi api, hanya akan membakar diri sendiri.


Gu Chuisan berdiri gontai, baru sekarang ia menyesali ketamakannya, inilah akibat terlalu ambisius, seorang Penguasa Kota yang ingin menjadi layaknya para Patriak Klan besar atau Sekte Utama, sekarang apa yang telah dirintisnya secara sembunyi-sembunyi selama bertahun-tahun ini hancur sudah, hanya karena kesalahan memilih target.


“Keparat! Kau harus mampus!” geram Gu Chuisan, perubahan terlihat dari auranya, pembawaannya sekarang seperti orang yang akan menyerang dengan kalap, pedang dikeluarkan. Dengan pedang di tangan dia menerjang Gou Long, membabat secara membabi buta.


Gou Long dengan santainya mengelak setiap serangan yang dilancarkan Gu Chuisan, orang ini gagal dengan serangannya pada Gou Long, malah bergerak menerjang ke arah Ding Jia Li dan menebasnya dengan tebasan beruntun.


Ding Jia terus berusaha mengelak sebisanya, satu tebasan pedang Gu Chuisan merobek lengan bajunya.


Melihat tindakan itu, Gou Long menjadi sangat marah, “Keparat! Kau berani?” dia berpindah cepat, menangkis serangan pedang itu dengan golok beratnya, “Traangg!” bunyi beradu golok dengan pedang. Tangan Gu Chuisan terasa linu sampai ke pundaknya.


Menyurut mundur sedikit, dia melihat mata pedang, gompal besar tercetak di sana.


Kesempatan itu digunakan Gou Long, dia tidak mau berlama-lama, membiarkan orang licik seperti Gu Chuisan ini malah akan merugikan Gou Long sendiri.


Pola segel tangan lain dengan cepat dibuat Gou Long, “Segel Suci! Naga Petir Kirin!” lirihnya.


“Ha ha ha!... Selamat tinggal, sampai jumpa lagi di Akhirat kelak! Kau sangat beruntung, kematianmu memperoleh penghormatan dariku dengan jurus yang sangat kuat ini.” Ucap Gou Long.

__ADS_1


Dengan sedikit menggerakkan tangan, naga petir hitam itu melesat cepat ke arah Gu Chuisan, mulutnya yang terbuka lebar seakan melahap Gu Chuisan.


“...” Gu Chuisan tidak sempat menjawab, wujud naga dari petir hitam itu terlalu cepat mendatanginya. “Gleggar jedarr!” ledakan guntur menyertai kematian Gu Chuisan yang telah matang dan berbau daging seperti seniman bela diri lainnya yang telah lebih dahulu mati.


__ADS_2