
Dalam beberapa tarikan nafas dan rasa sedih dari Ge Yizing, di gelanggang pertempuran Gongsun Yang dan Gou Long telah beberapa kali saling ganti serangan.
Keduanya masih sama-sama menggunakan pukulan telapak, Gou long tidak tergesa-gesa sama sekali dalam pertarungan ini, dia memainkan tiga jurus secara bergantian, Jurus Delapan Belas Pukulan Penakluk Naga, Jurus Tiga Belas Pukulan Penghancur Tulang dan Jurus Pedang Angin dan Petir.
Anak muda ini benar-benar keluar dari kebiasaan para pesilat umum, dia menggabungkan jurus tersebut secara acak, kemudian gerakan cepat dari Ilmu Meringankan Tubuh Walet Menunggang Angin juga memperlihatkan kelas yang sesungguhnya.
“Whooshh!”
“Whooshh!”
Kesiur angin dan hawa pukulan yang menyebar, terasa menusuk kulit para pasukan perbatasan.
Percikan-percikan kilat kecil terlihat dengan mata kepala sendiri, pertarungan itu kian menambah rasa deg-degan di hati setiap pasukan terhadap kehebatan Gou Long.
Namun begitu, Gongsun Yang bukanlah kesemek lembut, orang ini juga membuktikan kelasnya, yang tidak terlihat seperti Kultivator biasa, dia bisa mengelak setiap serangan Gou Long, dia bahkan bisa membalas setiap pukulan Gou Long tanpa terluka.
“Pomp!”
“Boom!”
Saat itu, kembali pukulan mereka berdua beradu keras di udara. Sekian lama bertarung Gou Long belum bisa melihat jenis latihan yang dilakukan oleh Gongsun Yang.
“Harus ku akui kau sangat hebat!” Gou Long memuji secara jujur, setelah beradu pukulan tadi, keduanya sama-sama tersurut mundur satu tombak ke belakang.
“...” Gongsun Yang tidak menjawab, senyum ejekan dan aura misterius terus muncul dari tubuhnya.
Eira keluar dari balik baju Gou Long, dan naik ke salah satu batang pohon di samping jalan tersebut, dia lantas mengirimkan pesan transmisi suara pada Gou Long, “Hati-hati! Aura yang kurasakan dari Gonsun Yang itu lebih seperti aura siluman, mungkin saja dia Raja Siluman yang mengambil wujud manusia.”
“Jangan khawatir! Dengan Ranah Kultivasi dan daya loncatan dari Kultivasi ku saat ini, Raja Siluman juga sangat mudah ku kalahkan.” Gou Long balas mengirimkan transmisi suara.
__ADS_1
“Aku tidak khawatir, aku hanya mengingatkanmu agar sedikit berhati-hati dari hal yang tidak terduga…”
Sementara itu, Ge Yizing setelah meratapi kematian anaknya, perlahan diturunkan mayat tanpa kepala tersebut dari pangkuannya secara lembut. Dia melesat ke belakang Gou Long.
“Komandan Pasukan! Aku mengangkat dan memfasilitasi sumber daya kultivasimu bukan untuk menjadi penonton, bantu Tuan Gongsun melenyapkan keparat itu…” perintah Ge Yizing, tegas.
Mendapatkan perintah, saat itu Komandan Pasukan Perbatasan yang juga telah berhasil melepaskan diri dari tekanan Gou Long melesat cepat ke sisi yang berbeda. Hal ini tidak lain karena disebabkan oleh pertarungan Gou Long dengan Gongsun Yang. Pertarungan itu membuat tekan Domain Ranah Surgawi yang dilepaskan Gou Long sedikit melemah.
Ge Yizing, Gonsung Yang, dan Komandan Pasukan Perbatasan, sekarang membentuk segitiga dan mengurung Gou Long di tengah-tengah mereka.
“Bagus! Bagus! Kalian sudah berinisiatif sendiri untuk mengepung tanpa kumintai.” Gou Long menarik nafas panjang, “Ha ha ha…” ia tertawa besar.
“Bocah bau! Dendam ini hanya bisa kau cuci dengan darahmu! Mampuslah…” Ge Yizing sudah sangat murka, bahkan urat-urat di dahinya terlihat menonjol, dia langsung menyerang Gou Long dengan sepasang pena berbulu halus sebagai senjata. Serangan yang menghentikan tawa Gou Long.
Penggunaan senjata pena seperti itu sangat jarang ada di Dunia Persilatan, dengan permainan jurus-jurus yang cepat, sepasang pena tersebut seperti sepasang ular lincah, menari-nari dan mencari kesempatan untuk melakukan totokan.
Begitu Ge Yizing bergerak menyerang, Komandan Pasukan Perbatasan juga langsung bergerak, orang ini sudah tentu pengguna tombak, dengan dukungan Artefak tingkat tinggi, permainan jurusnya sangat indah, terlebih gerakan Tombak Naga Terbang ke Langit. Gerakan tersebut diawali dengan belitan dari tali di samping mata tombak dan dilanjutkan dengan tusukan ke atas tepat di bawah dagu.
Mendapatkan tiga serangan beruntun, Gou Long mencibir, “Huft! Hanya begini saja serang kalian bertiga?!”
Sambil mencibir, Gou Long berkedip-kedip cepat Memindahkan Jasad beberapa kali, sudah tentu Teknik ini lebih baik serta lebih cepat jika dibandingkan dengan Jurus Walet Menunggang Angin. Cara dia mengelak, berpindah-pindah tempat terlihat sangat elegan bagi pasukan perbatasan yang menonton di luar gelanggang.
“Sangat cepat! Bagaimana ia menambahkan kecepatan yang tadinya masih bisa kita ikuti?!” batin ketiganya.
Saat ketiga lawannya sedang kelimpungan mencari posisi Gou Long, “Aaarrggh!” teriakan terdengar.
“Ssstt!”
“Pomp!”
__ADS_1
“Kletangg!”
Suara tombak jatuh juga terdengar.
Berjarak tiga tombak dari Ge Yizing dan Gongsun Yang, Gou Long melayang di udara, di tangan kanannya, terlihat Komandan Pasukan meringkuk tidak bisa bergerak, Gou Long mencubit Sang Komandan tepat di tengkuk.
“Aaarrgghh!”
Erangan kesakitan tiada henti terdengar, “T-tolong ampuni nyawaku…” lirih, Komandan Pasukan meminta pada Gou Long, “Aku janji! Tidak akan ikut campur urusan Penguasa Kota Lagi, aku janji rela meninggalkan jabatan Komandan…”
“Huft! Saat kau mau mampus baru janji ini dan itu! Sekarang, andai aku lebih lemah dari kalian bertiga, sudah pasti aku sudah mati ribuan kali di bawah serangan gabungan kalian…” berkata seperti itu, Gou Long mengabaikan rengekan kesedihan dari Komandan Pasukan Perbatasan.
Sadis! Dia mencubit leher Komandan tersebut keras, kepala dan badan Sang Komandan terjatuh berdebuk di tanah, sedangkan lehernya hancur berhamburan, darah yang keluar bak pancuran menerpa seluruh tubuh Gou Long.
Melihat dua adegan pembunuhan sadis Gou Long, Ge Yizing menjadi tambah marah. Dia menoleh pada Gongsun Yang, “Sampai kapan Tuan akan terus seperti ini! Apa menunggu semua orang di sini mati? Baru Tuan akan lebih serius saat bertarung?”
Sikap acuh tak acuh yang diperlihatkan Gou Long sedikit berubah karena perkataan Ge Yizing, “Ho! Jadi anda masih menyimpan kartu truft?!” dia menegas, “Jangan di simpan! Anda akan mati sebelum anda sempat mengeluarkannya…”
“Ha ha ha…” tertawa besar, Gongsun Yang tidak mau kalah, ia mencibir, “Kau sendiri yang meminta Raja ini.. Jangan menyesal! Kau adalah lawan pertama yang membuat Raja ini mengeluarkan puncak kehebatan setelah bertahun-tahun tanpa tandingan…”
Gongsung Yang lantas membuka pakaian atas, memperlihatkan otot-otot tangan dan dada yang bidang, tangannya bergerak cepat membentuk segel unik.
Lalu, lonjakan tenaga dalamnya meningkat pesat, tubuhnya berubah berapi-api dengan urat-urat besar yang memperlihatkan cahaya terang layaknya aliran lahar dari Gunung Berapi.
Bagi Gou Long, apa yang diperlihatkan Gongsun Yang terlihat seperti Mode Berserkers dari Ras Siluman. Tapi itu bukanlah mode tersebut.
Transmisi suara Eira kembali terdengar di kepala Gou Long, “Benar dugaanku! Gongsun Yang ini Raja Siluman yang mengambil bentuk manusia, dan ini bukanlah Mode Berserkers. Menurut perkiraan ku, dia pastilah Raja Siluman dari Ras Singa Api Emas.”
Mendapatkan transmisi suara dari Eira, Gou Long lantas berlagak sok tahu, yang karena sikapnya itu membuat hati Sang Raja Siluman sendiri ikut terkejut.
__ADS_1
“Ho! Raja Siluman Ras Singa Api Emas! Apa hebatnya?!” sedikit menyombongkan diri, Gou Long melanjutkan, “Kau bisa ku kalahkan hanya dalam lima puluh gerakan…”
Walau pada kenyataannya, dia tidak yakin bisa mengalahkan Raja Siluman itu, andai Gou Long tidak mengambil bentuk Transformasi Roh.