Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 289. Siu Lan


__ADS_3

Gou Long dan Eira terus melesat cepat tanpa berhenti, memang seperti niat awal Gou Long yang tidak ingin menetap walaupun sehari di Kota Lan Lianhua.


Tiga hari kembali berlalu, untuk mencapai Gunung Teratai hanya menyisakan satu hari perjalanan, namun Gou Long, tidak langsung menuju ke Gunung Teratai, dia akan secara terang-terangan mampir di Toko Mantan Pendekar, tanpa menggunakan topeng yang menyamarkan wajah.


Gou Long dan Eira perlahan memasuki toko, Seorang pelayan menghampiri, “Tuan Muda akan melihat-lihat sendiri setiap barang ada di toko kami? Ataukah Tuan Muda membutuhkan pelayan pendamping dari kami?”


Suasana di dalam toko ini terlihat sangat berbeda dengan saat terakhir kali Gou Long ke sini, bahkan wajah para pelayan tidak ada yang pernah dilihat. Gou Long, coba mencari kepastian, “Aku tidak membutuhkan pelayan pendamping khusus.”


Gou Long dan Eira teras melihat-lihat setiap sudut dan barang-barang unik yang terpajang di toko tersebut, “Eira! Artefak jenis apa yang ingin kau miliki?”


“Terserah kau saja! Tapi aku sangat ingin memiliki sebatang pedang pendek.” Eira menjawab, mata indahnya tertuju pada sebatang pedang yang tergantung di dinding toko.


“Mata Nona sangat tajam, sekali lihat Nona langsung bisa mengenali pedang Ranah Surgawi, walau tempahannya terlihat kasar, pedang itu memiliki atribut kayu. Konon kata si penempa ia mendapatkan hati kayu ribuan tahun dari seseorang yang pernah bertahan hidup di Tanah Suci Pendekar, lalu si penempa berhasil menempa pedang itu,” suara perempuan muda terdengar dari belakang Eira dan Gou Long.


“Unsur elemen kayu di dalamnya sangat unik, selain mengeluarkan bau harum, kuat, dan memiliki efek penetral racun. Pedang Itu dinamakan dengan, Pedang Hati Suci,” suara tersebut mengakhiri penjelasannya.


Gou Long dan Eira berbalik, melihat ke arah asal suara.


“Kau! ….” 


Dua orang sama-sama terkejut, baik itu Gou Long maupun si pemilik suara. Sesaat keduanya tidak bisa melanjutkan perkataan yang terhenti.

__ADS_1


Gou Long mengambil inisiatif, ia mengepalkan tangan di depan dada, “Selamat berjumpa kembali Manager Lan! Setelah sekian tahun tidak berjumpa, perkenalkan gadis di sisi ku ini adalah adik kecilku, dia baru saja turun Gunung, dan masih sangat buta dengan Dunia Persilatan. Namanya Gou Yilan.” Gou Long berbohong tentang identitas dari Eira.


Manager Lan/Siu Lan menentramkan hati. Terlalu lama ia menahan penderitaan, tiga tahun ia secara sembunyi-sembunyi mencari kabar akan pemuda ini, ia bahkan hampir putus asa saat berada di sisi si Nyonya Gila Berwajah Malaikat. Akhirnya hari ini langit kembali mempertemukannya dengan pemuda itu.(Ch.42-43)


Setelah mengepalkan tangan di depan dada, Siu Lan berkata, “Tuan Muda Gou! Selamat berjumpa kembali, bagaimana kalau Tuan Muda Gou menikmati satu atau dua cangkir teh di ruang VIP kami,” Siu Lan mengundang Gou Long. “Nona Gou juga harus ikut serta.”


“Mari Lan Cici!” belum sempat Gou Long menjawab, Eira telah terlebih dahulu menerima undangan tersebut.


Siu Lan kemudian meminta pelayan untuk mengantar Pedang Hati Suci ke ruang VIP yang akan ia gunakan untuk menjamu kedua orang tersebut.


Gou Long sendiri memang sudah berniat menerima undangan tersebut, dia telah melihat raut dan postur tubuh Siu Lan yang berbeda dengan saat terakhir mereka berjumpa, Gadis itu terlihat lebih kurus dan pucat. Gou Long sangat tahu Toko ini berkaitan erat dengan Ordo Setan Hitam, namun perkembangan organisasi tersebut selama tiga tahun ini jelas tidak terlalu diketahui Gou Long.


Lagipula, dengan melihat kondisi Siu Lan, jelas gadis itu memiliki hal yang ingin dia sampaikan secara pribadi pada Gou Long.


Saat tiba di ruangan VIP, Siu Lan mempersilahkan Gou Long dan Eira duduk, dia sendiri juga duduk di depan keduanya.


Siu Lan beberapa kali menarik nafas panjang, ada raut kecemasan tergambar di wajahnya, Gou Long tersenyum lembut, dia menatap Eira sejenak ejekan terlihat di ujung bibir Gou Long.


“Kau selalu mengejekku dahulu, bukankah firasatku saat itu benar, ada yang aneh dengan kepribadian Manager Lan.” Gou Long mengirim pesan suara tenaga dalam pada Eira.


“Sudahlah! Sekarang kau harus membuka percakapan, tidakkah kamu melihat raut wajahnya yang terlihat cemas?” Eira mengingatkan, mungkin karena mereka makhluk dengan jenis yang sama, walau berbeda Ras, sehingga Eira lebih peka.

__ADS_1


Gou Long tidak langsung membuka percakapan, dia menuangkan teh yang telah tersedia di dalam ruangan tersebut, sementara Siu Lan masih menarik nafas dalam, dia tidak hanya terlihat cemas, namun juga seperti orang yang berpikir keras, menunggu kesempatan yang tepat.


Si pelayan datang, mengetuk pintu dan masuk, setelah Siu Lan mempersilahkannya, itu adalah Pedang Hati Suci yang diminta Manager Lan untuk diantarkan ke sana.


Pelayan tersebut, segera pergi setelah Siu Lan memerintahkannya. baru kemudian Manager Lan menarik nafas lega.


“Hmm ….” Gou Long berdehem kecil, “Nona Lan mengundang kami berdua ke sini, jelas bukan hanya sekedar undangan biasa, menurut perkiraanku ada hal yang sangat penting ingin Nona Lan sampaikan padaku. bukankah begitu?!”


Siu Lan tidak langsung menjawab, ia menatap Gou Long dalam, sorot mata yang penuh dengan permohonan, ada tiga titik keraguan di sana, namun tujuh titik ketetapan hati lebih terang tercetak dalam sorot mata itu.


Kembali ia menghela nafas panjang, “Sebelumnya, aku akan memberi tahu pada Tuan Muda Gou berapa kondisi khusus, kalau Tuan Muda bisa menerima kondisi ini, maka aku tidak akan sungkan lagi pada Tuan Muda.”


Tiga garis kerutan terlihat di dahi Gou Long, ujung kelopak matanya bahkan terlihat meruncing, “Hmm, aku ingin mendengar kondisi khusus itu.” Setelah berpikir sejenak Gou Long sangat yakin bisa menyelamatkan diri, jika Manager Lan bermain trik nantinya, “Kau boleh memperlihatkan raut wajah yang menyedihkan atau apapun, saat ini aku telah sangat berpengalaman pada jebakan-jebakan kalian,” batin Gou Long.


Eira tidak terlalu peduli pada percakapan itu, dia berusaha sebaik mungkin bersikap layaknya manusia, Rubah itu bahkan coba menuangkan teh ke dalam cangkir, lalu menyeruput secara perlahan dan elegan.


Siu Lan coba menentramkan hati, ia menarik nafas dalam, “Maaf Tuan Muda Gou! Aku tidak akan berbelit-belit, kondisi khusus yang kumaksudkan adalah ….” Siu Lan menunduk dalam, ia tidak berani melihat Gou Long, “Aku telah memata-matai Tuan Muda selama tiga tahun, walau tidak membuahkan hasil, dan ini bukanlah keinginanku ….”


Berkata seperti itu, Siu Lan menjeda ucapannya, ia mengangkat kepala, dalam penglihatannya, tidak terlihat ekspresi keterkejutan dari Gou Long, yang muncul hanyalah senyum kecil di wajah Sang Pemuda.


“A-apa yang terjadi? A-pa dia telah tahu kondisi khusus ini?” jantung Siu Lan berdegup kencang seakan-akan peperangan besar telah terjadi di sana.

__ADS_1


__ADS_2