Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 185. Nada Alkimia Legendaris


__ADS_3

Gou Long tahu Ho Peng telah menyelesaikan racikannya, akan tetapi Gou Long tidak mau peduli dengan Ho Peng, dia lebih terfokus pada pilnya, terus bergerak dalam Teknik Pemadatan Pil Telapak Sembilan Dewa, Gou Long memukul dan menampar Pot Alkimia miliknya berkali-kali.


Mengambil jeda sesaat dan menarik nafas dalam, kembali Gou Long mengulang teknik tersebut, dia memusatkan seluruh pemahaman dan usaha terbaiknya dalam pemadatan pil ini, kesalahan kecil akan menyebabkan usaha hampir dua jam setengah yang telah berlalu akan sia-sia seluruhnya.


Pot Alkimia Gou Long bergetar serta berputar tiada henti, seirama dengan pukulan-pukulan Gou Long dengan teknik pemadatan pilnya.


“Dengg!”


“Dengg!”


Dua kali secara berturut-turut Pot Alkimia milik Gou Long berbunyi. Namun, tutup dari pot itu tidak terbuka, juga tidak menerbangkan pilnya.


“Apa ini?”


“Apa yang telah terjadi?”


“Kenapa pil itu tidak keluar terbang seperti milik Ho Peng?”


“Apa dia telah gagal?”


“Sangat disayangkan! Asosiasi Alkemis telah menampar wajah mereka sendiri!”


“Tapi kalau memang telah gagal, kenapa tidak meledak? Dan lihat, pemuda itu masih terus menampar dan memukul pot alkimia miliknya, seputus asa itukah dia?”


Perkataan-perkataan bernada lirih, karena Pot Alkimia Gou Lou sudah bersuara, tapi pil tidak kunjung keluar dari pot itu. Semua orang tidak tahu apa yang telah terjadi, termasuk itu Patriak dan para Tetua Asosiasi Alkemis. Bahkan Ho Peng yang bertanding dengan Gou Long juga tidak mengerti apa yang telah terjadi saat itu.


Gou Long mendengar semua suara lirih yang terus keluar dari mulut hadirin di sana, baik itu yang menyayangkan ataupun yang mengejeknya. Dia tidak peduli, Gou Long terus fokus dan mencurahkan semua pemahaman Alkemisnya ke tahap paling kritis ini.


Kemudian...

__ADS_1


“Ding!” bunyi lain terdengar sekali dari Pot Alkimia tersebut.


Pot Alkimia milik Gou Long bergetar lebih kencang serta berdering. Ketegangan terlihat di wajah semua orang.


Lalu...


“Ding! Ding! Ding! Ding!”


Suasana di halaman itu menjadi hening untuk sesaat, orang yang berbisik-bisik dan berbicara tiba-tiba mengabaikan ucapan kawan bicara dan bisik-bisik mereka.


Pot Alkimia Gou Long mengeluarkan bunyi lainnya, sekarang keanehan terjadi di sana, di platform utama beberapa orang tetua Asosiasi Alkemis yang sebelumnya duduk di atas kursi mereka turun duduk bersila dan mulai berkultivasi, meninggalkan tatapan iri dari Patriak Shi.


Begitu juga yang terjadi di kursi tamu, orang itu dari murid Asosiasi Alkemiskah, dari Klan besar atau dari klan kecilkah, generasi muda atau generasi tuakah, bahkan orang entah berantah yang tidak bernama sekalipun.


Banyak dari mereka telah duduk bersila dan berkultivasi. Orang-orang yang duduk berkultivasi ini benarlah orang yang sangat beruntung.


Kebetulan saja orang itu berada di dekat rombongan Kuil Budha Emas. It Hong Taysu mendengar ucapan tersebut, sebelumnya dia juga tidak berbicara apa-apa, It Hong Taysu juga telah melihat satu-dua orang Biksu dari Sektenya juga ada yang duduk bersila, sehingga menimbulkan keheranan dari murid-murid lainnya.


“Haaaah!” dia menghela nafas panjang.


Suara helaan nafasnya bahkan dapat didengar oleh beberapa orang Patriak Sekte dan Klan yang berdekatan dengan tempat rombongan Kuil.


“Apakah Taysu mengetahui apa yang telah terjadi?” Kui Ong Cinjin bertanya padanya.


“Aku juga ingin bertanya pada Taysu hal sama yang telah ditanyakan oleh Cinjin Tua.” Matriak Sekte Teratai Biru ikut menimpali ucapan dari Kui Ong Cinjin, dia sebelumnya juga telah melihat salah satu muridnya ikut berkultivasi.


“Haaah!” It Hong Taysu kembali menghela nafas, dia menggelengkan kepalanya, “Yang jelas mereka telah memperoleh pencerahan, hal lainnya lolap tidak terlalu paham, tapi Zhou Tua! lolap yakin dia paham...” jawab It Hong Taysu.


“Maukah Saudara Zhou menjelaskan apa yang telah terjadi di sini! Lolap dengar Saudara Zhou juga pernah mempelajari Alkimia dulu.” Pinta It Hong Taysu pada Kakek Zhou yang hadir di kursi tamu Klan Hua.

__ADS_1


Sekarang semua tatapan mata orang-orang yang tidak mengerti, mengharapkan penjelasan dari Kakek Zhou. Termasuk semua Patriak yang terlihat kebingungan, jelas tidak ada satu pun dari mereka yang memperoleh pencerahan.


“Ha ha ha! Aku dulu memang pernah mempelajari Alkimia...” Jawab Kakek Zhou, dia terlihat enggan melanjutkan ucapannya, “Tapi aku tidak berbakat sama sekali pada jalan Alkimia! Hey! Generasi muda Shi, kau turun ke sini sebentar!” teriaknya Pada Patriak Shi, halus dan tidak mengganggu kultivasi orang-orang yang mendapatkan pencerahan.


Kakek Zhou sangat pantas berteriak seperti itu, dia ini termasuk generasi-generasi paling tua jika dibandingkan praktisi bela diri lainnya yang ada di situ.


“Coba kau jelaskan pada kami semua apa yang terjadi saat ini!” lanjut Kakek Zhou, saat itu sosok Patriak Shi telah berdiri di depan mereka.


Sementara itu suara “Ding! Ding! Ding!” yang muncul dari Pot Alkimia milik Gou Long terus berbunyi tiada henti mengiringi Pot yang terus berputar dan bergetar.


Tanpa berbasa-basi, Patriak Shi menjelaskan, “Itu adalah Nada Alkimia Legendaris, bagi kita itu hanya bunyi ‘ding ding ding’ biasa, tapi bagi orang-orang yang sedang berkultivasi ini, mereka telah memperoleh bisikan Langit, pencerahan dari Surga. Ini adalah puncak tertinggi dari Ilmu Alkimia...” Suara dari Patriak Shi bergetar dan penuh kecemburuan.


“Mereka benar-benar telah beruntung, kelak orang-orang ini pasti akan bisa membuat terobosan sendiri di bidang Alkimia. Nada ini hanya diperuntukkan untuk orang-orang pilihan yang telah dipilih Langit, bahkan aku sendiri yang notabene seorang Alkemis Ranah Surgawi, tidak memperoleh bisikan ini... Haaah!...”


Kembali Patriak Shi menghela nafas panjang, “Lihatlah dia!” Patriak Shi menunjuk Ho Peng, yang terlihat berdiri linglung di platform yang sama dengan Gou Long, “Dia masih terus berusaha menolak keputusan surga...” Patriak Shi tidak menjelaskan secara rinci apa yang telah terjadi dengan Ho Peng.


Semua mereka juga telah melihat Ho Peng yang berdiri linglung di sana, Gou Long juga telah ikut duduk berkultivasi, sedangkan Pot Alkimia milik Gou Long terus bergetar serta bunyi ‘ding ding ding’ belum terlihat tanda-tanda akan berhenti.


“Orang itu, telah kalah sepenuhnya, walaupun Penatua Gou tidak berhasil meracik pil Ranah Surgawi nantinya, namun dia jelas telah memperoleh apa yang diimpikan oleh semua Alkemis. Apa yang didapatkannya dari Nada Alkimia Legendaris jelas lebih banyak dari yang orang lain dapatkan.” Patriak Shi mengakhiri penjelasannya.


Mendapatkan penjelasan yang sangat detail dari Patriak Shi, mereka semua sudah memahami secara gamblang situasi saat ini. Sekarang wajah mereka juga ikut terlihat penuh dengan kecemburuan.


“Kenapa dalam Ilmu Bela Diri tidak ada nada atau bisikan Langit seperti ini, bukankah Langit terlalu pilih kasih?”


Begitulah bunyi ucapan batin dari semua wajah penuh kecemburuan itu saat ini.


_________


Spesial Thank pada Author Momo yang telah menjelaskan dengan lebih lengkap tentang Alchemic Dou Tone dalam novelnya "Martial Peak"

__ADS_1


__ADS_2