
Orang-orang ini juga dapat memaklumi cara Leng Kun mengundang masuk ke dalam aula, sehingga tidak ada yang mempermasalahkan hal tersebut.
Sebagian ada yang menebak-nebak, “Apa yang telah terjadi? Apa benar yang tampil tadi adalah samaran? Lantas kemana pemuda itu? Di saat-saat penting selalu menghilang bagai ditelan Bumi, lalu akan muncul secara tiba-tiba di saat genting…”
Mereka mengikuti Leng Kun masuk ke dalam aula, tidak perlu disuruh atau diminta, ini hanyalah pertemuan dadakan dan tidak resmi masing-masing dari mereka tidak peduli dengan tata kesopanan dan budaya.
Yang memulainya duluan adalah Kui Ong Jin, “Junior Leng! Kami boleh duduk dan makan minum sesuka hati kan?”
“Terserah Senior dan rekan bela diri yang lain, Paviliun Gunung Teratai ini tidak mempermasalahkan segala jenis tata krama dan sopan santun dalam percakapan.” Jawab Leng Kun.
Saat itu mereka semua melihat orang-orang Paviliun Gunung Teratai yang sudah menunggu di dalam aula pertemuan yaitu; Feng Yueyin, Yu Yihua dan Duan Hong Ya, tidak terlihat Gou Long di sana.
“Apa benar yang tadi kami lihat bukan Pemuda Gou?” batin orang-orang itu.
Han Zhong yang telah lama mengenal Gou Long, menatap Suma Xiulan serta Chung Munna dan Chung Bau Im sesaat, anggukan ringan diperolehnya, orang-orang ini setuju Paman Han yang menjadi juru bicara.
Apalagi setelah mendengar jawaban Leng Kun, dia tidak dapat menahan diri, tidak menunggu It Hong Taysu ataupun Patriark lain yang berbicara.
Han Zhong bertanya, “Benarkah yang tadi tampil dan berpidato bukan Saudara Muda Gou? Kemanakah perginya?” yang ditatap Han Zhong adalah Feng Yueyin.
Ia menuntut jawaban dari gadis itu.
Ekspresi wajah Feng Yueyin memperlihatkan sedikit kerutan, ia terlihat tertekan karena pertanyaan itu.
“Silahkan duduk terlebih dahulu Paman Han dan rekan-rekan seniman bela diri lainnya, Leng Twako akan menjelaskan secara lengkap…” Jawab Feng Yueyin, ia menyerahkan segalanya pada penjelasan Leng Kun.
“Terjawab sekarang atau sebentar lagi, situasi seperti ini tetap sama bagi kita, tidak perlu tergesa-gesa Paman Han.” Lanjut Gadis itu.
__ADS_1
Kebenaran dari ucapan Feng Yueyin tadi dapat dirasakan semua orang.
Mereka patuh memilih tempat duduk.
Kemudian Leng Kun mulai menjelaskan segalanya, sejak awal Gou Long berpamitan dan membawa serta Duan Hong Ya bersamanya.
Patriark Klan Hua serta Kakek Zhou juga membenarkan adanya kehadiran pemuda tersebut di Klan Hua.
Baru saat Leng Kun menceritakan tentang tempat terakhir Gou Long singgah bersama Duan Hong Ya, tatapan semua orang sekarang terasa menyerang telak orang tua bernama Duan Hong Ya.
Cerdas! Orang tua ini juga menceritakan seperti apa yang telah ia ceritakan pada penghuni Paviliun Gunung Teratai dua hari yang lalu.
“...” anggukan kepala terlihat hampir di seluruh ruangan, orang-orang ini berusaha mencerna keseluruhan cerita.
“Jadi siapa tadi yang tampil dan menyamar layaknya si Sadis itu?” tanya Kui Ong Cinjin, ia memanggil Gou Long dengan julukan Sadis, baru-baru ini ia telah mendengar betapa sadisnya Gou Long membunuh lawan-lawannya saat di Tanah Suci Para Pendekar dari murid tertua Gak In liang.
Melihat Leng Kun yang kelabakan di bawah banyaknya pasang mata yang menatap, Feng Yueyin tersenyum kecil. Ia menjadi kasihan pada Leng Twako-nya.
“Siluman inilah yang tampil layaknya Long Gege tadi.” Feng Yueyin memperlihatkan Kalajengking kecil di dalam telapak tangannya, sejak awal Feng Yueyin telah yakin akan ada yang bertanya seperti itu, sehingga ia memaksa Siauw Xiezy untuk mengecilkan diri, serta ikut dengannya sementara waktu.
Kecuali orang-orang yang sudah tahu macam Hua Mei dan Murong Qiu, yang lainnya sangat terkejut dengan kehadiran Siluman tersebut.
Bahkan itu termasuk It Hong Taysu, Kui Ong Cinjin dan juga Patriark Klan Hua. Orang yang terakhir disebutkan bisa menguasai diri dengan cepat karena teringat pembicaraannya dengan Gou Long beberapa hari yang lalu.
Ada juga beberapa orang lain yang bisa menahan rasa kejut, seperti Ding Jia Li, dan orang-orang Asosiasi Alkemis, mereka pernah melihat makhluk unik bersama Gou Long. Sehingga bisa menahan rasa kejut.
“Tidak heran, entah berapa jenis siluman unik lagi yang dimiliki bocah tersebut, orang ini benar-benar tidak bisa dibuat main. Pasukan tempurnya kelak pasti sangat hebat.” Batin mereka.
__ADS_1
Dalam bentuk kecil seperti itu, mereka semua tidak bisa melihat dasar Kultivasi dari Siauw Xiezy, namun mereka tahu, tingkatannya sama dengan mereka semua, terlebih saat Siauw Xiezy menyamar layaknya Gou Long sebelumnya, ia memperlihatkan tingkat kultivasi Ranah Surgawi.
Pemahaman umum, hanya Siluman dengan tingkat kelas ke-1 yang bisa menyamai kultivasi Ranah Surgawi.
Rasa kagum pada Gou Long secara tidak langsung meningkat di hati mereka, “Bagaimana bocah itu menjadikan Siluman kelas ke-1 sebagai bawahan? Padahal para Siluman memiliki egoisme sendiri karena masa hidup mereka yang lebih panjang...”
“Lagi pula, para Siluman selalu menganggap diri mereka lebih superior jika dibandingkan Ras Manusia.”
Menggelengkan kepala, mereka semua jelas tidak memiliki jawaban yang tepat terhadap pertanyaan yang timbul dalam pikiran masing-masing.
Feng Yueyin melepaskan Siauw Xiezy ke lantai, “Pergilah!” perintahnya, ia melambaikan tangan.
Seperti mendapatkan kebebasan, Siauw Xiezy langsung pergi dengan cepat dan menghilang dari sana.
“Lantas kemanakah menghilangnya Master Paviliun kalian?” Apa kalian tidak khawatir?” Kui Ong Cinjin bertanya, setelah melihat beberapa hal unik yang membuat ia juga berpikir untuk menjadikan para siluman sebagai penjaga Sekte Pedang Suci kelak, “Apa mungkin ia sedang mencari siluman baru sebagai bawahan?” lanjutnya.
“Ha ha ha…” ledakan tawa pecah gara-gara ucapan konyol Kui Ong Cinjin. Ucapan itu juga sedikit mengangkat beban pikiran masing-masing.
“Sancai… Sancai.. lolap yakin hal itu tidak mungkin terjadi, Master Gou memang konyol, tapi dia tidak sekonyol itu, dan meninggalkan acara peresmian Paviliun yang telah ia bangun dari nol.” Ujar It Hong Taysu.
“Benar apa yang Taysu ucapkan, Gege memang konyol tapi dia tidak mengingkari janji,” Feng Yueyin menimpali, lalu ia melanjutkan, “Kami memang khawatir, tapi…”
“Tapi apa?” Hua Mei dan Ding Jia Li memotong serentak, kedua calon istri Gou Long ini terlihat khawatir, namun saat ini wajah keduanya memerah, karena berkata-kata di saat yang bersamaan.
Keduanya saling menatap sejenak, kemudian Hua Mei yang berkata ramah, “Silahkan Cici Ding yang bertanya!”
Ding Jia Li tersenyum ramah, “Cici hanya bertanya sebatas tapi apa saja, tidak ada kelanjutannya.”
__ADS_1
Ucapan dari Feng Yueyin menghentikan percakapan dari mereka berdua, “Tapi, Siauw Xiezy berkata untuk tidak perlu khawatir, Long Gege dalam keadaan baik-baik saja, bahkan tenaga dalamnya juga sedang meningkat pesat.”