Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 88. Permasalahan Kultivasi Eira


__ADS_3

Selesai menyantap makanan, Gou Long meminta Hauri untuk segera masuk kembali ke bentuk tato pedang. Lalu dia kembali mengambil arah yang memutar dan turun ke kaki Gunung Petir, Gou Long mendatangi sebuah rumah petani, dia mengambil pakaian lusuh dari jemuran belakang rumah petani itu.


Gou Long sengaja memilih pakaian yang penuh dengan robekan, dia juga tidak lupa meninggalkan beberapa keping perak dan sebait tulisan di lantai kayu beranda rumah petani tersebut.


“Terima kasih untuk pakaiannya, dan beberapa keping perak itu sebagai ganti rugi dari pakaian saudara.”


Dia melakukan ini semua, hanya untuk penyamaran sementara agar murid-murid dari Sekte Naga Langit tidak dapat melacak jejaknya. Bisa saja Gou Long membunuh setiap murid yang akan melacak jejak keberadaannya, akan tetapi Sekte Naga Langit tetaplah sekte yang pernah menjadi tempat tinggalnya.


Lagi pula Sekte Naga Langit merupakan sekte lurus golongan putih, murid-murid yang melacak jejak Gou Long pun hanyalah murid suruhan dari Penatua Mu Yuan, karena hal itu Gou Long berpikir untuk menghindar terlebih dahulu dari mereka.


Gou Long juga tidak ingin terus-menerus menambah jumlah korban dari pesilat golongan putih yang mati dan terluka di tangannya, sementara jumlah pesilat golongan hitam yang mati hanya bisa dihitung jari.


Berpikir demikian, saat ini rasa-rasanya dengan tingkat ilmu silat dan tenaga dalamnya yang sudah sangat tinggi dia belum berbakti terhadap prinsip-prinsip kependekaran. Semua masalah dan perkelahian yang dilalui Gou Long saat ini hanya permasalahan dan dendam pribadi.


Setelah menghela nafas sejenak, Gou Long membuang pikiran yang mengganggunya dan segera mengembangkan Teknik Memindah Jasad menuju ke Bukit Serigala.


***


Bunyi roda kereta dan telapak kaki kuda yang melintasi jalanan setapak di Bukit Serigala pagi hari itu terdengar sangat tergesa-gesa, seperti ada yang sedang mengejar kereta tersebut. Padahal hari masih sangat pagi, bahkan sinar kuning matahari pagi belum sepenuhnya muncul


“Saudara! Maaf, tolong minggir sebentar.”

__ADS_1


Dari kejauhan terdengar teriakan itu, meminta orang yang sedang berjalan santai di depannya agar memberi ruang jalan kepada mereka. Begitu tergesa-gesanya kereta kuda tersebut, sampai-sampai tidak bisa memperlambat jalur laju kecepatannya.


Tidak mau mencari perkara, laki-laki yang berpakaian seperti petani itu bergeser ke samping, dan sekilas melihat ke arah kereta kuda tersebut.


Itu adalah rombongan yang terdiri dari 5 orang, 2 orang yang berkuda di depan, seorang kusir kereta, dan 2 orang lainnya yang juga berkuda di belakang kereta. Ketika rombongan itu melewati laki-laki yang berpakaian seperti petani tersebut, samar-samar dari balik jendela kereta yang bergoyang dia dapat melihat sesosok perempuan ada di dalam kereta itu.


Rombongan itu berlalu begitu saja karena menganggap laki-laki tersebut hanyalah seorang petani biasa yang pagi-pagi buta ini hendak berkebun atau bercocok tanam mengais rezeki. Begitu juga sebaliknya petani ini tidak mau ambil peduli kepada rombongan yang berlalu begitu saja di depannya.


Laki-laki berpakaian petani ini adalah Gou Long, ini merupakan pagi hari ketiga perjalanan jauhnya dari Lembah Gunung Petir menuju bukit ini, Gou Long bergerak tanpa berhenti. Dia bergerak cepat dengan Teknik Memindah Jasad di malam hari dan berjalan santai seperti masyarakat yang tidak mengerti ilmu silat di siang hari.


Setelah melakukan perjalanan seperti itu selama dua hari penuh, dan hanya beristirahat sebentar di sore hari menjelang magrib. Akhirnya pagi hari ini dia telah sampai di Bukit Serigala, Gou Long terus berjalan seperti biasa menuju ke tempat dia berkelahi dengan si Pemburu Kitab tempo hari.


Gou Long yakin Eira juga akan ke sana, mungkin saja dia bahkan sudah duluan tiba di tempat itu, kemudian menunggunya di sana. Tepat ketika Gou Long tiba di sana, dia belum menemukan wujud dan keberadaan Eira, Gou Long lantas melesat ke salah satu pohon besar. Lalu duduk bersila di atas dahan pohon itu, berkultivasi dan menyebarkan hawa keberadaannya agar dikenali oleh Eira.


“Aku sengaja berbuat seperti ini agar aku tidak perlu membunuh murid-murid Sekte Naga Langit yang terus melacak jejakku,” jawab Gou Long


“Oiya! Kultivasimu tidak ada peningkatan sama sekali, saat ini kau masih setara dengan siluman kingkong yang aku lawan di Pagoda Dimensi Lain 2 pekan yang lalu, kalau begini terus aku takut kau hanya akan menjadi sasaran empuk bagi kultivator Ranah Surgawi nantinya.” Perasaan khawatir Gou Long terlihat dari ucapannya.


“Jangan salahkan aku!... ini semua karena dirimu, apa Cici Hauri tidak menjelaskannya padamu? Saat pertama kali aku mengikat kontrak jiwa denganmu, bukankah Cici Hauri yang paling terlihat penasaran dengan keputusanku, yang terlalu mudah memilih untuk mengikat kontrak jiwa denganmu?” Jawab Eira balik bertanya.


“Haaaah! Karena diriku?” kejut Gou Long sambil menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


“Bagaimana mungkin ini karena diriku?” lanjutnya, bertanya heran.


“Tampaknya Cici Hauri memang belum menjelaskannya padamu... Kultivasi Ras Siluman juga memiliki keunikan tersendiri seperti kultivasi Ras Manusia, namun demikian Kultivasi Ras Siluman jelas lebih rumit,” Eira mulai menjelaskan permasalahannya.


“Mulai dari dasar, Ras Binatang Buas akan berubah menjadi Ras Siluman setelah menyelesaikan kultivasi selama 100 tahun, itu pun hanya berada pada tingkatan kelas ke-4, kemudian meningkat harus berkultivasi 200 tahun untuk naik ke kelas ke-3, Begitu terus meningkatnya jangka waktu yang dibutuhkan untuk berkultivasi setiap kali ingin menaikkan kelas,”


“Akan tetapi ini berbeda dengan diriku yang terlahir langsung dari Ras Siluman. seingatku, saat aku kecil dahulu aku sudah berada di tingkat kelas ke-4, dan aku hanya butuh waktu 600 tahun kultivasi agar bisa naik ke tingkat kelas ke-1 atau setara dengan Ranah Surgawi dunia manusia,”


“Sejujurnya, Ras Siluman bisa melangkah ke tingkatan Raja Siluman dan Roh Suci, namun, bagiku hal itu entah berapa ratus tahun yang kubutuhkan untuk melangkah ke tingkatan tersebut,”


Gou Long terus menyimak dengan seksama setiap penjelasan Eira, hati kecil Gou Long berkata,


“Akan sangat disayangkan Ras Siluman yang mati karena bertemu dengan Ras Manusia yang lebih superior darinya, dia sungguh telah menyia-nyiakan ratusan tahun kultivasinya secara percuma,”


“Oleh karena hal inilah mungkin Ras Manusia sangat jarang bertemu Ras Siluman, kecuali Ras Siluman ini benar-benar yakin bisa mengalahkan Ras Manusia, atau Ras Manusia sendiri yang masuk ke daerah tertentu lalu memburu Ras Siluman.”


“Nah! Permasalahanku ada pada dirimu, Ras Siluman yang mengikat kontrak jiwa dengan Ras Manusia akan memiliki kondisi khusus dan konsekuensi lain, dalam kasus diriku, terjadi penurunan tingkatan kelas ke kelas ke-2, walau dalam penglihatannya aku masih di kelas ke-1,”


“Namun demikian, ini akan meningkat kembali seiring dengan naiknya Ranah Kultivasi dirimu nantinya, bahkan suatu saat aku bisa saja melangkah ke Tingkat Raja Siluman karena dirimu, bukankah ini pernah aku katakan sebelumnya?” tegas Eira di akhir penjelasannya.


Gou Long berpikir sejenak, seperti memahami sesuatu dia memastikannya, “Jadi intinya... Semakin meningkat kultivasiku semakin meningkat pula dirimu, seperti terikat dan saling mengimbangi?”

__ADS_1


“Iya! Begitulah.” Jawab Eira dengan singkat.


“Hmmm, sejujurnya kita akan berangkat ke utara, perjalanan menuju utara sudah pasti akan melewati Daratan Tengah. Dan di sana, aku yakin kultivator dengan Ranah Surgawi pasti sangat banyak, sehingga aku tadi khawatir dengan kultivasimu yang belum meningkat.” Gou Long akhirnya menjelaskan asal dari kekhawatirannya.


__ADS_2