Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 200. Gu Chuisan Menunjukkan Belangnya


__ADS_3

“Gu Chuisan yang kubicarakan bukan permasalahan lahan yang kau jual, kau boleh terus berkura-kura dalam perahu, tapi mari kita dengarkan apa yang akan dikatakan kedua orang ini!” ujar Gou Long, dia membuka urat gagu dari dua orang yang dia totok tadi, lalu melemparkan mereka ke atas tanah bersalju.


“Sekarang, kalian harus menjawab apa yang kutanyakan secara rinci! Kalau tidak! Ha ha ha...” Ancam Gou Long, tertawa keras, dia membuat gerakan menggorok leher, “Selama kalian memberi keterangan yang jelas terhadap apa yang kuinginkan, nyawa kalian akan terjamin.” Lanjut Gou Long tegas dan mengerikan.


Kedua orang yang ditotok dan dijinjing Gou Long tadi adalah dua orang petugas patroli yang mengikuti Eira delapan malam yang lalu, Gou Long telah mengenali mereka saat mereka keluar bersama prajurit lain yang berjumlah seratus lima puluh orang. Mereka berdua petugas bermarga Thi dan Zen.


“Baik! Mari kita lihat apa yang ingin kau sampaikan melalui dua orang prajurit itu! Ha ha ha...” jawab Gu Chuisan, dia tidak tahu bahwa apa yang jadi permasalahannya dengan Gou Long bocor karena mulut kedua orang ini.


Gu Chuisan bahkan merasa para bawahannya tidak tahu tindakan semena-mena yang telah ia lakukan selama ia menjadi Penguasa Kota Tian Yu, dia masih menganggap dirinya sebagai seorang Penguasa Kota yang baik.


Gou Long mengeluarkan Eira dari balik jubahnya, “Kalian berdua pasti tahu binatang ini?” memperlihatkan rubah putih itu pada kedua petugas tersebut.


Melihat rubah putih muda yang mereka ikuti delapan malam lalu, raut keterkejutan terlihat dari kedua orang prajurit ini.


Sekarang para prajurit lain dan seniman bela diri lainnya, termasuk Gu Chuisan keheranan melihat raut wajah keterkejutan dari dua orang prajurit Mansion Kota.


“Ha ha ha! Penatua Gou kenapa mesti melibatkan semua orang-orang yang ada di Mansion ini, padahal Penatua Gou hanya punya urusan dengan dua orang prajurit itu, dua orang itu kalau memang telah menyinggung Penatua Gou, maka terserah bagaimana Penatua Gou mengurusnya.” Ujar Gu Chuisan menebak asal permasalahan yang akan diusut Gou Long.


“Huft! Permasalahanku denganmu! Bukan dengan mereka.” Jawab Gou Long menunjuk Gu Chuisan dan dua orang prajurit itu bergantian.


Menghadapkan wajah sepenuhnya pada kedua orang prajurit tersebut, “Nah, sekarang kalian berdua coba ulangi percakapan yang telah kalian lakukan sambil berbisik delapan malam yang lalu!” perintah Gou Long, hawa membunuh dikeluarkannya.

__ADS_1


“...” Kedua orang prajurit itu tidak bisa menjawab, mereka takut untuk mengulang kembali percakapan yang telah mereka lakukan sebelumnya.


Mereka takut penguasa kota akan membunuh mereka kelak.


Menunggu beberapa tarikan nafas, Gou Long menjadi kesel, mendekati kedua orang itu, “Plak! Plak!” mereka berdua mendapatkan hadiah tamparan keras dari Gou Long, “Baik! Kalian tidak mau bercerita, sekarang jawab saja apa yang kutanyakan, satu jawaban tidak sesuai satu tamparan akan mengenai kalian.” Ancam Gou Long.


“Benarkah orang-orang penguasa kota kalian keluar berburu sebulan yang lalu?”


“...” kedua orang itu tidak menjawab, namun keduanya membuat gerakan anggukan cepat.


“Jawab!” teriak Gou Long memerintah.


“Be-benar.” Jawab keduanya serentak dan tergagap.


Gou Long tidak peduli pada ucapan Gu Chuisan, “Berapa jumlah orang yang dibawa penguasa kota? Apa ranah kultivasi mereka? Jika jawaban kalian tidak seragam kalian berdua akan mendapatkan tamparan lagi.” Lanjut Gou Long tetap mengancam dan memperlihatkan sorot mata kekejaman.


“Du-dua pu-puluh orang Tetua Gou, dengan ranah kultivasi Puncak Ranah Langit.” Perlahan perasaan takut pada Penguasa Kota menghilang, keduanya telah berpikir lebih jernih, bahwa Penguasa Kota tidak peduli pada nasib mereka, menjawab setiap pertanyaan Gou Long lebih baik dari pada diam lalu kena tamparan.


“Baik sekali! Andai sejak awal kalian menjawab dan berlaku cerdas seperti ini, bukankah kalian tidak perlu mendapatkan tamparan.” Gou Long memuji, “Nah sekarang hanya beberapa pertanyaan sisa, berapa orang yang kembali dari berburu? Apa mereka mendapatkan buruannya?...” Gou Long menunjuk prajurit bermarga Zen, “Kau saja yang jawab!” perintahnya.


Sekilas Gou Long dapat melihat perubahan dari raut wajah beberapa seniman bela diri dan Gu Chuisan setelah Gou Long bertanya pertanyaan itu, namun mereka berusaha terus tenang dan menyembunyikan perubahan raut wajah mereka.

__ADS_1


“Yang kembali dengan selamat, namun penuh dengan luka-luka berat berjumlah sepuluh orang. Mereka kembali dengan tangan kosong, tidak memperoleh apa pun.” Ujar prajurit bermarga Zen Lancar, tanpa takut sama sekali.


Puas dengan jawaban orang bermarga Zen, “Bagus! Bagus! Nyawamu sekarang sudah terjamin tidak akan melayang.” Gumam Gou Long.


Untuk sesaat rasa takut akan terbongkarnya perbuatan busuk yang pernah dilakukannya, dihilangkan oleh Gu Chuisan. Dia ingin terus melihat apa yang akan dilakukan pemuda itu, walaupun Gu Chuisan sudah bisa menebak apa yang menjadi keluhan Gou Long.


“Eira! Keamanan dari prajurit ini, kuserahkan padamu.” Lanjut Gou Long, bergumam.


Sekarang semua orang kecuali Ding Jia Li merasakan keheranan, mereka mengira Gou Long telah gila dan sedang berbicara pada diri sendiri.


“Penatua Gou! Apa yang ingin kau keluhkan, sampaikan saja, kenapa mesti bertele-tele seperti ini?” salah satu dari seniman bela diri Mansion Penguasa Kota buka suara, kesal dengan Gou Long yang terlalu sok menindas.


Dia ini bukanlah orang yang termasuk ke dalam dua puluh seniman bela diri para penyergapnya tempo hari, sehingga ia tidak bisa menebak apa yang diinginkan Gou Long.


“Nah sekarang pertanyaan terakhir dan yang paling penting, apa yang mereka buru?” Gou Long menunjuk orang bermarga Thi, “Pertanyaan tadi giliran kau yang menjawab, kecerdasanmu dalam menjawab menentukan jaminan dari nyawamu...” Dia benar-benar tidak peduli pada seniman bela diri yang mempertanyakan tindakannya tadi.


Sekarang raut wajah sepuluh orang seniman bela diri yang selamat saat penyergapan itu terlihat memucat, Gu Chuisan sendiri seperti tidak peduli, dia yakin sanggup menghadapi Gou Long, karena ranah kultivasinya Puncak Ranah Surgawi serta bantuan dari dua puluh lima orang seniman bela diri Puncak Ranah langit.


“Ha ha ha!...” Gu Chuisan tertawa keras, “Prajurit Thi! Tidak perlu kau menjawabnya, akan kujawab pertanyaan itu untukmu,” Gu Chuisan mengangkat tangannya ke atas, “Kepung mereka!” perintahnya.


Para prajurit Mansion Kota dan dua puluh lima orang seniman bela diri sekarang bergerak mengepung ketat Gou Long, Ding Jia Li dan kedua orang prajurit yang tertotok.

__ADS_1


“Penatua Gou! Masih belum terlambat bagimu untuk menyerahkan Pil yang kau racik malam itu, kau sudah memakannya? Ha ha ha, siapa yang percaya!” Gu Chuisan secara berterang sekarang membongkar sendiri bahwa merekalah yang menyergap Gou Long demi mendapatkan Pil yang diberkahi Langit dan Bumi.


__ADS_2