Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Bab. 67. Roh Suci


__ADS_3

Sukses dengan tahap pertama, Gou Long melanjutkan pada tahap kedua, yaitu menstabilkan perputaran dari segel itu agar tidak mengganggu dantian yang lain.


Tahapan menstabilkan dari segel ini sangat rumit, hampir satu jam Gou Long berkultivasi tahap kedua, bulir-bulir keringat berjatuhan di dahi. Hingga, akhirnya, kesusahan itu terlalui juga.


Setelah kedua tahapan terlewati Gou Long membuka mata, Kultivasi Tranformasi Roh tahap ketiga harus ditunda dahulu. Dia membutuhkan roh yang kuat untuk melengkapi tahap ketiga. Setidaknya, harus roh dari siluman kelas kedua atau kelas ketiga.


“Berapa lama aku berkultivasi? Apa kau nyaman untuk tidak kembali ke bentuk pedang sementara waktu?” tanya Gou Long pada Hauri yang saat itu dilihatnya sedang duduk termenung.


Hauri tidak sadar bahwa Gou Long telah selesai berkultivasi tampak terkejut. Lamunannya teralihkan oleh ucapan Gou Long, dia tersenyum manis. “Tidak lama, hanya sekitar empat dupa. Begini lebih baik. Apalagi kau tidak memiliki teman untuk berbicara saat ini, kan.”


Gou Long terpesona melihat senyuman itu, keanggunan Hauri yang bagaikan seorang putri kerajaan telah kembali. Gou Long tidak ingat kapan terakhir kali melihat Hauri tersenyum indah seperti itu.


Setiap kali dia memanggil Hauri dalam bentuk manusia, pembawaannya seperti seorang perempuan yang sedang dalam kondisi tidak baik, selalu jutek dan marah-marah.


Gou Long tanpa sadar berujar, “Sangat jarang melihatmu tersenyum seperti itu. Kau bagaikan bidadari yang sesungguhnya.”


Gou Long baru tersadar setelah kata-kata itu keluar dari bibirnya.


“Hei! Benarkah aku sangat cantik seperti perkataan mu tadi itu?” Hauri dengan senyuman yang lebih indah memastikan apa yang didengarnya dari Gou Long.


Wajah yang memerah, serta menutupi rasa malu, Gou Long mengangguk kecil. Dia mengalihkan pembicaraan. “Kita belum makan sejak kemarin, aku akan mencari bahan makanan, dan membuatkan makanan yang enak, tunggulah di sini.”

__ADS_1


Gou Long melesat pergi, setelah menunggu selama satu dupa, bayangan Gou Long telah kembali membawa dua burung hutan yang sudah dikuliti dan dicuci bersih. Seperti yang diucapkannya, dia mulai memanggang kedua burung itu, bau harum dari masakan Gou Long, segera menggugah selera Hauri.


Tepat ketika kedua burung itu sudah disajikan, Hauri langsung menyantap dengan lahap. Gou Long tidak mau kalah, segera menggerogoti burung panggang itu sampai habis. Mereka sama-sama tertawa, menertawakan kerakusan masing-masing.


Kebahagiaan kecil mereka berakhir ketika Gou Long bangkit. “Untuk melengkapi tahap ketiga dari Kultivasi Tranformasi Roh. Aku membutuhkan roh yang baik, kalau bisa mendapatkan roh dari siluman kelas kedua sudah sangat baik. Namun, andai tidak mendapatkan dari kelas kedua, kelas ketiga sudah memberiku kepuasan tersendiri.”


“Mari kita cari siluman dengan kategori dua kelas itu. Apa kau mau memberikanku saran jenis roh siluman apa yang sangat cocok dengan kultivasiku saat ini?” Gou Long menutup ucapannya dengan bertanya pendapat Hauri.


“Hemm, akan aku jelaskan padamu, dengarkan sebaik mungkin! Ini akan sangat lama,” ucap Hauri, mulai membuka penjelasan.


“Dalam silsilah kerajaan Ras Monster dan siluman. Mereka memiliki beberapa Ras yang dianggap sebagai Roh Suci. Dari sudut pandang bangsa manusia, yang terkuat dari Roh Suci bangsa monster dan siluman yaitu Naga dan Phoenix.”


“Beberapa yang aku tahu, ada Roh Suci Rajawali Emas, Roh Suci Merak Tujuh Warna, Roh Suci Rubah Ekor Sembilan–oh, iya! Eira yang ikut bersamamu, dia adalah keturunan Roh Suci. Sayang, dia sendiri tidak menyadari silsilah keturunannya.”


“Kemudian Roh Suci terakhir yang aku ketahui adalah sang penguasa lautan, Roh Suci Paus Putih. Kebanyakan dari roh suci ini sangat susah untuk dilacak, sehingga manusia hanya menganggap mereka hanyalah mitos belaka. Namun, dapat aku pastikan bahwa mereka benar-benar ada.”


“Untuk status penyesuaian dengan kultivasimu. Aku akan lebih menyarankan, saat ini kita akan berburu siluman serigala petir, atau Siluman elang bulu emas. Kedua binatang ini, yang satu fokus pada elemen petir dan yang satu lagi elemen angin.”


“Setelah kupikir berulang kali, yang paling cocok denganmu hanya siluman elang bulu emas, elemen petir milikmu sudah sangat hebat. Andai bisa digabungkan dengan energi angin dari elang bulu emas–bukankah elemen petir milikmu akan sangat menakjubkan?!”


“Juga perlu kau ketahui, elang bulu emas termasuk salah satu dari peranakan Roh Suci Rajawali Emas, kelak kalau ranah-mu sudah mencapai Ranah Surgawi, kita akan mencari peranakan roh suci dari keturunan langsung Rajawali Emas.”

__ADS_1


Hauri mengakhiri penjelasannya serta memberikan saran pada Gou Long.


“Hemm, lalu bagaimana cara kita mencari siluman elang bulu emas saat ini?”


“Itu, kau–kau pikir lah sendiri! Ha ha ha,” jawab Hauri, dia menertawakan Gou Long.


“Kau, kan tadi minta saran dariku. Nah, saran dariku begitulah adanya. Sedangkan cara mencarinya, kau pikirkan sendiri saja.” Sambung Hauri, meledek Gou Long.


“Ya sudahlah, tak dapat seperti itu juga tidak apa-apa. Mari kita cari siluman apa saja yang ada di sini, kita cari kelas kedua saja,” jawab Gou Long. Dia memimpin bergerak keluar dari ngarai tersebut yang kemudian segera diikuti oleh Hauri.


Mereka berdua terus bergerak, Gou Long tiba-tiba berhenti. ”Apa tidak sebaiknya dirimu kembali masuk ke tempat biasa? Aku takut, kau akan kelelahan kalau terjadi pertarungan nanti.”


“Baiklah! Nanti, saat kau tidak kuat, kau bisa memanggilku,” jawab Hauri, siluetnya langsung menghilang dan masuk ke dalam otot lengan Gou Long.


Gou Long tidak langsung bergerak, dia melihat token teleportasi pra kompetisi yang diikatkan di pinggang. Jumlah peserta tertera di token itu hanya bersisa dua ratus peserta lagi. Di urutan paling atas semua nama anggota kelompoknya masih tertulis, artinya mereka belum tereliminasi.


Tersenyum puas, Gou Long lantas bergerak ke arah barat. Tujuh mil dari sini adalah area yang tidak jauh dari portal untuk keluar dari lantai Ketiga Pagoda Dimensi Lain.


Dia sengaja memilih daerah barat, mengingat daerah barat merupakan hutan lebat yang beriklim dingin. Padahal ini hanya dalam area yang terbatas dari lantai Ketiga Pagoda, tapi bisa-bisanya hutan itu merupakan hutan salju. Ini juga bentuk keanehan dari dunia yang berdiri sendiri.


Area dengan iklim ganas selalu lebih banyak siluman daripada makhluk lain, ini adalah pengetahuan dasar bagi para pesilat. Gou Long terus melesat ke arah itu, pengalamannya yang selalu menempuh banyak bahaya seakan-akan mempertajam insting. Naluri dan pilihan untuk pergi ke area yang seperti ini sudah benar.

__ADS_1


__ADS_2