Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 206. Mengantar Jiwa


__ADS_3

“Keparat! Kau berani!” laki-laki dengan otot besar menjadi sangat marah pada Gou Long saat menyadari Gou Long memanfaatkan hamburan-hamburan salju yang mengaburkan penglihatan dan menyerang orang paling lemah di antara mereka bertiga.


“Kenapa tidak berani! Kalian hanya semut di mataku.” Ejek Gou Long, walau perkataan ini tidak sepenuhnya benar, mengejek dan membuat lawan marah dalam perkelahian pasti akan memberi keuntungan lebih bagi orang masih bisa berlaku tenang.


Berhasil memberi pukulan telak pada si Gemuk Buntal, Gou Long kembali berpindah jasad, itu tepat berada di sisi kiri orang yang penuh dengan otot besar, “He he he!” terkekeh senang menikmati pertarungan, “sekarang kau coba rasakan Jurus Tiga Belas Penghancur Tulang milikku!” seraya berkata seperti itu, dia mengayunkan Palu Besar, sehingga meninggalkan retakan lain di atas tanah, membiarkan palu itu melesak begitu saja di dalam tanah, Gou Long baru kemudian melanjutkan menyerang dengan yang diucapkannya.


“Wuuut!” pukulan Gou Long membawa kesiur angin dingin, menerobos masuk ke arah rusuk kiri si Otot Besar, “Dukk!” dia berhasil menghindar dari serangan Gou Long, tapi Gou Long juga mengganti tonjokannya dengan tusukan lima ujung jari, tak dapat dielakkan, tusukan Gou Long telah masuk ke arah rusuk si Otot Besar.


Energi murni yang melapisi tubuh penuh otot itu retak besar, bahkan hampir saja jari-jari tangan Gou Long yang tajam bagaikan ujung pedang merobek seluruh isi perutnya andai ia tidak bergerak cepat menyurut mundur ke belakang.


Dari arah belakang si Tinggi Kurus juga bergerak mencoba memukul punggung Gou Long yang tak terjaga, namun usahanya sia-sia saja, dengan sigap kaki Gou Long terangkat ke atas membentuk tendangan menyilang, yang dengan segera menghentikan serangan si Tinggi Kurus.


Kemudian dengan mudah tangannya meraih kembali Palu Besar yang dibiarkan melesak begitu saja di dalam tanah tadi, Gou Long telah berpindah jasad ke tempat semula, menjauh dari ketiga orang itu.


Itu semua terjadi sangat cepat, bahkan si Gemuk Buntal yang terpelanting belum sempat bangun, Gou Long sudah membagi pukulan lain pada twako mereka, serta menghentikan serangan yang datang padanya.


Sontak kejadian ini membuat ketiga orang itu tambah beringas, si Gemuk Buntal bangkit, di sela-sela bibirnya terlihat tetesan darah, dia terluka dalam pasca terkena pukulan telak Gou Long.


Hanya dalam lima gebrakan awal, lawan muda mereka telah memberikan kerugian yang tidak kecil pada mereka bertiga, kenyataan ini membuat mereka menyadari lawan bukanlah Ranah Surgawi Tahap Awal biasa saja, kesombongan yang mereka perlihatkan di awal saat ini sudah menghilang, sorot mata mereka tajam menatap Gou Long, mereka tidak mau terjadi salah langkah untuk kedua kalinya.

__ADS_1


Sementara, di sisi lain hal tidak jauh berbeda juga terjadi, Ding Jia Li di atas angin bisa dengan mudah mematahkan setiap serangan lawan, perbedaan kekuatan sangat kentara, ia hanya membutuhkan lima puluh gerakan untuk mendesak lawan tuanya.


Terdesak dan tinggal menunggu waktu kekalahan, si Wanita Genit berniat meminta bantuan dari salah satu rekan lakinya, namun sudut matanya melihat rekan-rekan lakinya lebih parah dari dia sendiri, bahkan si Gemuk Buntal sudah terluka dalam.


“Apa orang yang menjadi target mereka sekuat itukah?” berpikir seperti itu fokusnya pada pertarungan menjadi berkurang, “Whoosshh!” sebuah telapak yang dilepaskan Ding Jia Li, melayang tepat ke arah wajahnya, tidak sempat mengelak.


“Plaakk!” itu hanya telapak pukulan biasa, seperti tamparan seorang gadis pada perempuan murahan. Dia hampir terpelanting karena pukulan itu, topeng perempuan tersebut lepas terbang dari wajah, di pipinya tercetak telapak lima jari hasil rajah dari tangan Ding Jia Li, itu berwarna kebiruan.


“Bagaimana? Hadiah pertama dariku untuk mulut embermu, kau sangat berani menggoda lakiku! Sudah tua masih tidak tahu diri.” Damprat Ding Jia Li.


Sekarang Ding Jia Li baru bisa melihat raut wajah dari perempuan tersebut. bentuk wajahnya hanyalah bentuk kecantikan yang sangat pasaran, tidak ada kelebihan atau keunikan tertentu untuk jenis kecantikannya yang bisa benar-benar menarik orang lain atau bisa membuat orang lain betah untuk menatap wajahnya dalam jangka waktu yang lama.


“...” tidak bisa berkata-kata, sambil mengeram marah wanita genit itu meninggalkan Ding Jia Li, melesat dan bergabung dengan tiga orang rekannya yang lain.


Saat itu pertarungan antara Gou Long dan tiga orang lain sedang sengit-sengitnya, si Gemuk Buntal sudah sangat kesusahan, rambutnya acak-acakan, luka dalam yang telah bertambah parah, dua orang lainnya juga terluka, namun tidaklah separah si Gemuk Buntal.


Ini tidak lepas karena Gou Long menekan mereka dengan Domain miliknya, tekanan Domain membuat gerakan lawan melambat, walaupun Gou Long tidak sepenuhnya menggunakan Domain Es pada jurus Segel Suci, hanya bermodalkan Domain Ranah Surgawi saja sudah sangat membuat ketiga lawannya kesusahan.


Walaupun ketiga lawannya berusaha melawan Domain dengan Domain, sekali lagi perbedaan mencolok antara mereka terlalu jauh, juga termasuk pada fondasi kultivasi, Gou Long dengan Roh Iblis Salju jelas memiliki fondasi kultivasi yang mencapai ratusan tahun.

__ADS_1


Seperti dengan sengaja, setiap serangan yang dilepaskan Gou Long dengan Palu Besarnya dia mengganggu pergerakan dari si Otot Besar sedangkan pukulan-pukulan telapak selalu diarahkan pada si Gemuk Buntal, dan serangan yang dilepaskan si Kurus Tinggi selalu dielakkannya.


Hal itulah yang membuat si Gemuk Buntal menjadi orang yang paling menderita pada pertarungan ini, lalu dengan terjunnya si Wanita Genit ke dalam gelanggang pertempuran, sama halnya mengantar daging ke dalam mulut harimau.


Pertarungan antara Ranah Surgawi sangat berbeda dengan pertarungan antara Ranah Langit, ini karena Ranah Langit tidak memiliki unsur Domain.


Niat hati ingin memperkuat rekan-rekannya dan diri sendiri, ini malah menjadi bumerang dan melemahkan diri sendiri.


Tidak lama setelah masuk ke dalam gelanggang pertempuran tersebut, tekanan tenaga dalam yang dia rasakan malah membuat ia tidak bisa bergerak, Gou Long langsung membinasakan dia dengan sebuah Pukulan Telapak Arhat yang menggunakan elemen es dan hampir sembilan puluh persen tenaga dalam pada pukulan tersebut.


“Whosshh!”


“Kraaakkk”


Balok-balok es muncul menyertai pukulan itu. Dengan telak kena pada tubuh Wanita Genit, tubuhnya membiru beku dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki.


Ketiga orang rekan laki-lakinya tidak ada yang bisa menolong, mereka ngeri melihat pukulan yang dilepaskan Gou Long, terlebih balok-balok es yang muncul itu sangat berbeda dengan es biasa, seperti mengandung inti es yang sangat dingin.


Melihat itu Gou Long berkata, “Huftt! Dasar kumpulan sampah! Cinta kalian pada wanita itu hanya sebatas kenikmatan sehari, kalian bahkan tidak ada yang mencoba menyelamatkannya.” Cibir Gou Long.

__ADS_1


“...” Tidak ada dari ketiga orang itu yang menjawab ucapannya, kesempatan tersebut dipergunakan mereka untuk menarik nafas dan meringankan tekanan dari Domain milik Gou Long.


__ADS_2