Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 181. Upacara Penobatan


__ADS_3

“Saudara Thi tidak tahukah? Dua hari yang lalu, aku mendengar percakapan orang-orang tersebut dengan penguasa kota, salah satu dari mereka seperti meminta bayaran lebih dari penguasa kota,” jawab petugas patroli yang bermarga Zen


“Dia tidak sadar telah meninggikan suaranya dan membentak Penguasa Kota, beruntungnya penguasa kota masih sabar dan hanya menghukum kurungan penjara pada orang tersebut. dia marah pada penguasa kota yang memberikan informasi salah,” lanjutnya.


“Katanya, ‘Informasi dari Penguasa Kota, buruan mereka adalah seorang pemuda dengan Kultivasi Ranah Langit Tahap menengah’ namun, faktanya pemuda itu tingkat Awal Ranah Surgawi, sehingga korban dari mereka malah berjatuhan sejumlah sepuluh orang, dengan yang lainnya penuh luka-luka...”


Orang bermarga Zen menarik nafas dalam, lalu dia kembali menyambung perkataannya, nada suara dari kata-kata ini sangat lirih, “Aih! Orang-orang itu sangat kasihan, berurusan dengan Penguasa Kota kita harus sangat berhati-hati, Penguasa Kota kita adalah serigala berbulu domba, orangnya sangat licik, dia tidak segan menghukum dan membunuh orang-orang yang tidak disenanginya...”


“Penguasa Kota kita juga salah seorang praktisi bela diri dengan ranah yang sangat tinggi, dia seniman bela diri Puncak Ranah Surgawi. Hanya saja, dia menyembunyikan Ranah Kultivasinya dengan sangat baik.” Petugas patroli bermarga Zen mengakhiri ceritanya.


“Hush! Segala sesuatu tentang penguasa kota sebaiknya jangan kita bicarakan! Walau dengan nada suara yang sangat lirih. Aku tidak mau istriku menjanda di usia mudanya, sedangkan anakku masih sangat kecil, ingat! Di sini, tembok, pohon dan bunga bisa berbicara.” Petugas patroli bermarga Thi kembali mengingatkan.


“Aiiihh! Karena mengingat pemuda itu, aku juga ikut menyesali nasib hidupku, pemuda itu tiada henti membuat kegemparan, sekarang selebaran tentang penobatan Penatua Luar Asosiasi Alkemis, Saudara Thi juga pasti telah melihatnya...” petugas bermarga Zen kembali berbicara pada topik awal mereka.


Gou Long merasa tidak perlu mendengar lagi percakapan mereka. Dia memilih tidak mengikuti lagi kedua petugas ini. Percakapan tersebut, walau dengan nada yang sangat lirih, namun tidak lepas dari pendengaran tajam Gou Long.


Eira yang berhasil menggiring orang-orang ini secara tidak langsung ke arah Gou Long juga telah kembali dan hinggap di bahu Gou Long.


Misteri orang-orang yang menghadangnya tempo hari sudah terpecahkan sebanyak sembilan puluh persen, yang dibutuhkan Gou Long saat ini hanya rahasia dibalik segel dan mantra teleportasi dua arah.


Karena mengingat, hari penobatannya sebagai Penatua Luar Asosiasi Alkemis, Gou Long tidak melanjutkan pengintaian ini, dia sudah memiliki rencana lain pada Penguasa Kota Tian Yu. ‘Gu Chuisan’ orang ini pasti akan menyesali ketamakannya yang belum memperoleh tindakan balasan apa-apa pun selama ini.

__ADS_1


Para Penguasa Kota yang memiliki sifat serigala berbulu domba dan selalu melakukan kejahatan secara sembunyi-sembunyi seperti ini termasuk penguasa yang paling dibenci Gou Long, entah berapa orang rakyat biasa yang menderita karena sifat buruk ini.


***


Hari penobatan Penatua Luar Asosiasi Alkemis yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Sejak semalam, halaman tempat didirikan platform penobatan utama sudah ramai dikerumuni oleh seniman dan praktisi bela diri dari berbagai Klan dan juga Sekte.


Masing-masing mereka menepati tempat-tempat yang sudah di atur oleh Asosiasi Alkemis.


Di platform utama terlihat beberapa kursi dan meja megah dengan ukiran-ukiran naga, yang dicat dengan warna emas. Platform ini dilengkapi dengan atap, agar orang-orang yang menempati tempat itu tidak terkena bunga-bunga salju yang terus berjatuhan dari langit.


Di samping platform utama juga didirikan platform lainnya. Platform ini kosong, tidak ada meja dan kursi di sana, ini lebih seperti tempat untuk memperkenalkan Gou Long dan juga memperkenalkan Pil terbaru mereka.


Kemudian satu persatu petinggi-petinggi Asosiasi Alkemis terlihat muncul, ini dimulai dari Patriak Shi, begitu muncul dia terus melesat naik ke atas platform utama. Kemudian mengikuti dua orang Wakil Utamanya dan terus berlanjut semua Penatua Asosiasi Alkemis, Gou Long juga ikut hadir di deretan Penatua.


Mereka semua terlihat gagah dan garang, dengan jubah Alkemis berwarna keemasan beserta sebuah lencana Alkemis Ranah Surgawi ditempelkan dengan indah di dada jubah tersebut. lencana ini bisa dicopot, dan disimpan di dalam cincin penyimpanan


Orang-orang itu segera memilih tempat duduk di kursi mewah yang telah di sediakan.


Tidak lama setelah para petinggi ini muncul, baru kemudian beberapa orang generasi muda dari Asosiasi Alkemis juga muncul, orang-orang ini melesat ke platform lainnya yang kosong, lalu mengeluarkan meja sembahyang lengkap dengan dupanya.


Setelah segalanya dirasa siap serta selesai, anggota muda dari Asosiasi Alkemis itu melesat turun dan berbaur di antara para hadirin undangan.

__ADS_1


Patriak Shi, bangkit dan berpidato singkat, mengucapkan terima kasih atas kehadiran setiap tamu undangan, kemudian dia mulai memimpin upacara penobatan Gou Long.


Gou Long mengikuti apa yang dilakukan oleh Patriak Shi, termasuk penghormatan pada leluhur Alkemis serta menyampaikan doa untuk mereka dengan dupa sembahyang.


Bagi Gou Long sendiri, menghormati leluhur para Alkemis sama dengan menghormati dan memanjatkan doa untuk gurunya sendiri, mengingat dia ini pewaris satu-satunya dari Dewa Obat Tangan Sakti.


Penobatan itu berjalan dengan teratur dan khidmat sampai akhir dari upacara tersebut. Kemudian Patriak Shi kembali membuka suara dengan pengerahan tenaga dalamnya, “Hadirin sekalian! Dengan selesainya upacara penobatan ini, maka dengan resmi aku umumkan bahwa Saudara Gou Long mulai hari ini dinobatkan sebagai Penatua Luar dari Asosiasi Alke...”


“He he he!...” suara terkekeh keras, menekan suara dan memotong ucapan dari Patriak Shi.


“Asosiasi Alkemis benar-benar telah menurunkan pamornya sendiri sebagai salah satu dari Enam Sekte Utama yang mendominasi di Daratan Tengah ini,” lanjut suara orang yang terkekeh baru saja.


“Sangat lucu! Hanya seorang pemuda bau kencur dan baru berumur delapan belas tahun sudah berani diangkat menjadi Penatua!”


“Hanya berdasarkan rumor pil yang diberkahi Langit dan Bumi lalu Asosiasi Alkemis mau saja mengangkatnya menjadi Penatua. Bukankah ini lelucon terhebat zaman ini!” suara orang yang terkekeh tadi mengakhiri ucapan provokatifnya.


“Ha ha ha!...” suara tawa berkakak lain ikut terdengar dari sudut lainnya.


“Tepat! Sangat tepat! Siapa yang benar-benar melihat secara langsung dia meracik pil? Tujuh Klan Besar dan Enam Sekte Utama tidak ada yang benar-benar melihat pemuda itu meracik pil, kapasitas dan kualitasnya masih dipertanyakan, bagaimana mungkin Asosiasi Alkemis sangat berani memberikan padanya Lencana Alkemis Ranah Surgawi? Asosiasi Alkemis sedang bercanda!”


Orang yang tertawa berkakakan tadi ikut menimpali dan menyatakan keberatan atas pengangkatan Gou Long sebagai salah satu dari Penatua Luar Asosiasi Alkemis.

__ADS_1


__ADS_2