Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 301. Strategi Tiga Gelombang


__ADS_3

Di bawah pohon pek Puncak Gunung Teratai ….


Siauw Xiezy dan Eira sudah menunggu di sana, mereka belum mengganti wujud layaknya permintaan Gou Long.


Siluet tiga bayangan manusia mendatangi. “Kalian belum berganti ke wujud yang aku minta?” Gou Long hanya bisa menepuk kepalanya dengan ringan.


“Kita akan meninggalkan Gunung Teratai, menyelesaikan hutang piutang, baik itu darah, janji dan segala kekacauan yang diciptakan lawan di daerah Selatan.” Sorot mata Gou Long terlihat menajam, panas, penuh dengan dendam, tangannya bahkan ikut mengepal keras.


“Setelah segalanya, perkara di sana harus diselesaikan dengan segera, dan hanya bisa berharap kita memperoleh akhir yang baik, aku tidak boleh menunda terlalu lama sumpah hati iblis yang pernah kuucapkan.” Gou Long menjelaskan alasan meninggalkan Gunung Teratai dengan segera.


Eira segera teringat janji dan sumpah yang pernah diucapkan oleh Gou Long pada Kakek Kwee, saat mereka terjebak di dalam lubang sumur. “Siluman bau, apa yang kau tunggu! Segera berubah menjadi kalajengking kecil.” Setelah mengetuk keras kepala Siauw Xiezy, Eira langsung berubah menjadi rubah kecil.


Ding Jia Li dan Hua Mei tersenyum kecil, melihat kelakuan Eira. 


Siauw Xiezy juga segera berubah bentuk. “Kalian berdua masuk ke dalam cincin budak!” pinta Gou Long, anak muda itu terlihat serius. “Ini adalah perjalanan panjang dan melelahkan.”


Walaupun enggan, Eira dan Siauw Xiezy, terpaksa masuk ke dalam cincin budak. Gou Long menyerahkan cincin tempat Eira berdiam pada Hua Mei, dan Siauw Xiezy pada Ding Jia Li.


***


Tanggal ke lima belas hari terang bulan, itu adalah sepuluh hari pasca pengunduran diri Gou Long dari posisi Master Paviliun Gunung Teratai.


Kota Huang Feng, kota yang terletak di penghujung Daratan Tengah dan berbatasan dengan daerah Selatan.  


Di salah satu warung arak terbesar kota tersebut, di ruang khusus kedap suara di lantai dua.

__ADS_1


“Ye Jieko, harus bergerak cepat kembali ke Sekte Naga Langit. Sedangkan He Twako, dan Murong Cici, bergerak kembali ke Kota Xia Yu, kita akan melihat Kondisi Kota Xia Yu terlebih dahulu.” Seorang pemuda tampan yang diapit dua wanita muda cantik, memberi arahan pada tiga orang muda lain di ruangan tersebut.


Orang yang disapa He Twako menoleh ke salah satu dari tiga perempuan cantik disitu. “Apa Junior Gou tidak terlalu mempersulit Junior Ye? Kenapa kita tidak bersama-sama saja kembali ke Sekte Naga Langit terlebih dahulu?”


Orang-orang yang sedang mengatur rencana ini adalah Gou Long, kedua Istrinya, He Fei, Ye Xuan dan Murong Qiu.


“Awalnya aku juga berniat seperti itu, He Twako. Tapi aku kemudian menyadari, kalau kita kembali ke Sekte Naga Langit bersama-sama. Bukankah pergerakan kita ini akan ketahuan dengan mudah?” Gou Long, menjelaskan alasan permintaannya.


Ia melanjutkan, “Lagi pula …” Gou Long, melihat Murong Qiu dengan tatapan pilu. “Harus kukatakan dengan sebenarnya … ayah Murong Cici, dicegat oleh para kepala keluarga lain dari Kota Xia Yu, empat tahun yang lalu, tidak termasuk keluarga Xia.”


Gou Long menarik nafas dalam. “Kehadiran Murong Cici di Kota Xia Yu, pasti akan membuat mereka terkejut, mereka jelas akan merasa bukan lawan dari Murong Cici, yang sudah berada pada tingkatan Ranah Surgawi Tahap Awal–”


Saat itu, Murong Qiu menjadi sangat terkejut, dia memang sudah berniat mengusut orang-orang yang mencegat rombongan mereka empat tahun yang lalu.


Bukan hanya Murong Qiu, itu termasuk Hua Mei, Ding Jia Li, He Fei dan Ye Xuan, menatap Gou Long penuh selidik, mereka keheranan dengan informasi lengkap yang diperoleh Gou Long.


“Hah, Kalau aku tidak berkata yang sebenarnya, kalian pasti akan terus menuntut. Hal ini tidak perlu kalian herankan … sama seperti saat Organisasi Ordo Setan Hitam, menyusupkan Mendiang Penatua Mu Yuan ke dalam sekte Naga Langit …” Gou Long jelas memperlihatkan ekspresi serius, sehingga orang-orang itu menunggu sampai akhir dari ucapanya.


“Selama pengembaraanku ke berbagai tempat, aku selalu menjadikan Organisasi Ordo Setan Hitam sebagai musuh utama, lantas aku juga memiliki mata-mata yang telah berhasil menyusup dengan sempurna di sana.”


Mereka semua mengangguk ringan, puas terhadap keterangan Gou Long. 


“Jadi maksud Gege, setelah mereka melihat Murong Cici, orang-orang itu akan menghindar atau berusaha kembali melenyapkan Murong Cici, dengan keterbatasan mereka, pasti akan minta bantuan dari kekuatan penyokong utama …” ujar Ding Jia Li.


Gadis itu melanjutkan, “Dan berdasarkan keterangan dari mata-mata Gege, penyokong mereka adalah Organisasi Ordo Setan Hitam.”

__ADS_1


“Adik ipar, benar-benar cerdas, bahkan bisa dengan mudah memahami maksud dari penjelasan Junior Gou–” Ye Xuan mengacungkan jempolnya pada Ding Jia Li, ia memuji dengan tulus.


“Sudahlah, tidak perlu kau mengobral upak pada Adik ipar. Tolong Junior Gou lanjutkan penjelasan ini.” He Fei, tidak membiarkan mulut ceriwis dari Ye Xuan berkata yang tidak perlu.


“He Twako, Kau …” Ye Xuan terlihat geram, dia hanya bisa mengernyitkan bulu kening, dan memelototi He Fei dengan tajam.


Tawa riuh pecah, sikap konyol yang diperlihatkan Ye Xuan, benar-benar masih sama seperti dulu. Kakak perguruan kedua Gou Long itu, belum berubah sama sekali setelah empat tahun berlalu.


Gou Long melanjutkan kembali maksud dari strategi penyerangan mendadak terhadap Organisasi Ordo Setan Hitam, yang bermukim di Sekte Lembah Tengkorak.


Murong Qiu dan He Fei harus mengikuti, orang-orang yang berniat melenyapkan Nona anak dari Mantan Penguasa Kota Xia Yu itu, Gou Long sendiri akan menyerang secara terang-terangan.


Saat mereka terfokus pada serangan dari Gou Long, lalu gelombang orang-orang yang takut dan berniat meminta bantuan juga datang. Hal ini, akan memecah fokus dari Organisasi Ordo Setan Hitam.


Saat itulah penyerangan secara habis-habisan dimulai, yang menjadi tokoh utama haruslah Ye Xuan. Dia harus bisa membawa dan meyakinkan orang-orang dari Sekte Naga Langit, termasuk itu para pemimpin biro yang sudah lama tidak turun Gunung.


Ini adalah strategi serangan tiga gelombang.


Mereka semua setuju dengan strategi yang diatur Gou Long. Mengingat perjalanan melewati hutan perbatasan akan menghabiskan waktu sekitar satu bulan tujuh hari. 


Kemudian, perjalanan menuju Kota Xia Yu dan Sekte Naga Langit juga akan menghabiskan waktu kurang lebih tiga hari perjalanan. Maka, Gou Long memutuskan penyerangan akan dilakukan di awal bulan kedua setelah pertemuan ini.


Namun, Gou Long tetap berpesan agar mereka selalu mengirim berita agar hari yang mereka tentukan sesuai dan tanpa halangan sama sekali.


Setelah pertemuan itu berakhir, masing-masing mereka berpisah. He Fei, Ye Xuan dan Murong Qiu, sedangkan Gou Long pergi dengan kedua orang istrinya.

__ADS_1


__ADS_2