Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 396. Tidak Takut


__ADS_3

Gou Long melihat sepuluh orang itu dengan tajam. “Aku bisa memberikan kemudahan bagi kalian semua.”


“Tapi, itu tergantung kalian, jika kalian ingin mati, aku juga bisa memberikan kematian cepat pada kalian. Percayalah, di mataku, kalian hanya sekumpulan semut. Jadi saran yang paling baik dariku, tetap berdiri ditempat kalian.”


Sepuluh orang tersebut juga telah menyadari, kekuatan tempur saudagar muda itu sangat tinggi. Tidak ada dari mereka dapat mengukurnya, tapi, satu hal yang pasti. Yaitu tekanan dan nafas dari saudagar muda tersebut terasa sangat menyesakkan serta mendominasi.


“Nafas yang sangat kuat.” Sepuluh orang tersebut berkata-kata dalam hati. 


Kalau kesetiaan yang tidak diperlukan hanya berakhir dengan kehilangan nyawa. Itu benar-benar sebentuk kebodohan yang hakiki.


Salah satu dari sepuluh orang tersebut mengepalkan tangan di depan dada. “Aku akan mengikuti keinginan Saudagar Muda. Terkait pimpinan kami, mau diapakan itu terserah saudagar muda saja.” 


Orang tersebut langsung pergi dan mencari selamat sendiri. Dia tahu, Gou Long tidak akan mempersulit, ucapan Gou Long sebelumnya menjadi patokan dari orang tersebut. Permintaan Gou Long untuk tidak turut campur dan berdiri di tempat malah disikapi dengan pergi begitu saja dari sana.


Sembilan orang lain, melihat tindakan salah satu kawannya dan tanggapan datar yang diperlihatkan Saudagar Muda itu, sekarang memilih jalan selamat juga. 


Satu persatu mereka melakukan tindakan yang sama dengan orang paling pertama. Si pemilik hamba sahaya hanya bisa mengutuk dalam hati atas sikap pengecut dari bawahannya.


“Aku yakin kau sedang mengutuk bawahan mu di dalam hati. Bukankah begitu?” Suara Gou Long terdengar di telinga orang tersebut. Mencemooh penuh ejekan. “Jangan salahkan mereka, salahkan dirimu sendiri yang tidak kompeten, lemah serta bermata buta. Kau berharap mereka menyelamatkan nyawa sampah mu?!”


“Melihat dari kesetiaan mereka yang sangat tipis itu, aku yakin kau juga sangat kejam pada bawahanmu.”


Orang di dalam jepitan tangan Gou Long tidak bisa berkata-kata, hanya menyisakan wajah yang semakin pucat. Gou Long menotok alur perputaran Kaisar Qi milik orang tersebut. Dia juga menotok urat lemas lain sehingga orang itu tidak bisa bergerak sama sekali.

__ADS_1


Hua Mei tanpa diperintah Gou Long melesat ke salah satu kandang yang mengurung Patriark Qiau. “Paman Qiau, selamat bertemu kembali meskipun pertemuan ini sedikit kurang pantas.”


Patriark Qiau hanya mengangguk ringan, ia coba menutupi perasaan malu. Orang sekelas dirinya, Patriark Klan Besar, hampir saja menjadi budak di Dunia Kaisar Peri ini.


Gou Long mengayunkan tangan dan memasang penghalang kedap suara. “Sekarang jelaskan, bagaimana engkau bisa menjadikan Paman Qiau sebagai tawanan dan calon hamba sahaya.” Gou Long memperlihatkan senyum sadis. “Kau tidak bisa berbohong. Aku bisa bertanya keseluruhan cerita ini pada Paman Qiau.”


Pemilik pasar hamba sahaya ini adalah seorang yang sangat realistis. Dia sadar nyawa sendiri tidak akan selamat. Tidak berkata jujur hanya akan menambah penyiksaan pada diri sendiri sebelum ia sendiri benar-benar mati.


Namun, akan lebih menyenangkan kalau juga bisa memberikan ancaman rasa ketakutan pada anak muda yang terlihat sadis ini.


Meski dalam keadaan tidak baik seperti itu, tapi, kesombongan tetap ada pada diri orang tersebut. Ia tertawa keras. “Engkau telah mencampuri urusan yang seharusnya tidak perlu engkau campuri. Perkakas tua yang berdiri di belakang pasar hamba sahaya ini sangat kuat–”


“Aku tidak peduli pada ancaman mu.” Gou Long memotong cepat. “Jelaskan saja kisah Paman Qiau.” 


Perhatikan Gou Long teralihkan. Dia meninggalkan orang yang ingin diinterogasi, berbalik dan mendekati Patriark Qiau. “Maaf, Paman. Aku akan memeriksa kondisi tubuh dan tenaga dalam paman.”


“Silahkan saja.” Patriark Qiau berpasrah pada tindakan Gou Long. Anak muda itu seorang Alkemis sekaligus tabib luar biasa, sudah pasti banyak jalur meridian yang tidak dipahami orang lain telah dipahami oleh si pemuda.


Tangan Gou Long bergerak lincah, menekan dan memijat beberapa titik tertentu dari tubuh Patriark Qiau. Raut wajah Gou Long berubah-ubah sesuai dengan setiap pijatan dan totokan pada tubuh Patriark Qiau.


Hua Mei terlihat cemas. “Ge, bagaimana kondisi Paman Qiau?!”


Gou Long tidak menjawab. Dia terus fokus pada pekerjaannya.

__ADS_1


Setelah hampir seperempat dupa, Gou Long menghela nafas panjang. Dia bergumam lirih, “Ini akan memakan waktu lebih dari apa yang aku perkirakan.”


Menghadap kembali pada pemilik pasar hamba sahaya. “Aku berubah pikiran, dan aku tidak peduli pada kekuatan yang ada dibelakang kalian. Terkait hal lain aku bisa bertanya pada Paman Qiau. Nah, sekarang apa kau memiliki perkataan terakhir?!”


“Perkataan terakhir?! Ha ha ha, kau akan menyesal anak muda … aku yakin engkau juga tidak akan lama lagi menyusulku, dan kalian semua para pengecut, juga tidak akan lepas dari tangan perkakas tua itu.” Si pemilik pasar hamba sahaya berteriak keras, melampiaskan kekesalan hatinya pada sepuluh orang bawahan yang hanya ingin selamat.


“Menyesal?! Aku telah berkali-kali melewati jurang antara hidup dan mati, dan aku tidak pernah menyesalinya. Nah, sekarang saatnya engkau mati. Tapi, sebelum itu, engkau bisa menilai sendiri kemampuan ku ini.” Gou Long menyunggingkan seringai setan, penuh dengan ejekan terhadap ancaman orang tersebut.


Tenaga dalam hitam kekosongan dipadatkan pada ujung jari. Sekali ayunan tangan menyilang, robekan besar ruang hampa muncul di sana.


“Teknik Ruang Angkasa ….” Pemilik pasar hamba sahaya bergidik ngeri. Mulutnya terlihat sedikit terbuka, ingin mengucapkan beberapa patah kata lagi.


Namun, itu tidak kesampaian sama sekali. Gou Long telah menjepitnya di tengkuk dan melemparkan orang tersebut ke dalam ruang hitam hampa.


Patriark Qiau berdiri termangu-mangu, ini pertama kali dia melihat teknik membuka ruang kosong seperti itu. Dia menjadi takjub, dan bergumam lirih. “Benarlah, ombak yang di depan selalu lebih kecil dari ombak yang di belakang.”


Gou Long telah menutup kembali ruang hampa yang ia buka. “Mari kita tinggalkan tempat ini!”


Memimpin rombongannya kembali ke penginapan elit tempat mereka sewa sebelumnya. Sambil pergi seperti itu, Gou Long masih berbaik hati. Dengan pengerahan tenaga dalam. Suara lembut berdengung di telinga kesepuluh orang lain di sana.


“Kalian telah mendengar sendiri ancaman yang diberikan oleh pimpinan kalian. Kalau kalian ingin selamat, bunuh semua hamba sahaya di sini! Bakar tempat ini, dan pergilah sejauh yang kalian bisa. Jangan berniat membebaskan atau mengadopsi hamba sahaya di pasar ini. Mereka semua di segel dengan sebentuk segel khusus. Aku dapat menjamin bentuk segel itu sangat susah untuk kalian uraian.”


Wajah sepuluh orang itu terlihat sedikit meragukan keterangan Gou Long.

__ADS_1


Suara yang dipancarkan Gou Long masih terdengar. “Mau percaya atau tidak itu terserah kalian–aku hanya sedikit memberikan kebaikan pada kalian …” Suara Gou Long ikut menghilang seiring dengan menghilangkannya empat orang itu dari jarak pandang mata sepuluh orang petugas pasar hamba sahaya.


__ADS_2