Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 94. Perkelahian Di Depan Penginapan


__ADS_3

Suma Xiulan yang baru turun, dan melihat suasana warung makan pagi itu sudah mulai ramai, dia seketika itu bergegas ke sudut yang dilihatnya telah duduk Han Zhong dan Gou Long, “selamat pagi Paman Han! Selamat pagi saudara Gou!” sapanya.


Baik Han Zhong maupun Gou Long menjawab serentak, “Selamat pagi Nona! Mari silahkan duduk.” Suma Xiulan terlihat heran karena belum melihat Kedua bersaudara Chung yang belum turun dari kamar mereka. Han Zhong segera menjelaskan, “Mereka berdua sedang berbelanja kebutuhan perjalanan kita nantinya,” Dia sengaja tidak menjelaskan hal-hal yang dapat membuat emosi Gou Long naik.


“Nona silahkan pesan makanannya.” Lanjut Han Zhong. Suma Xiulan segera memanggil pelayan dan memesan beberapa makanan yang disukainya.


Ketenangan pagi itu, berubah menjadi keributan ketika 6 orang berbaju hitam dan memakai topeng serigala masuk ke dalam warung. Semua orang tahu, inilah Organisasi Ordo Setan Hitam yang di ceritakan penghibur semalam.


Perasaan takut terlihat di wajah semua tamu yang sedang makan pagi itu, namun tidak ada yang berani keluar dari warung tersebut.


Han Zhong, Suma Xiulan dan Gou Long mengerti, orang-orang itu sedang mengejar mereka.


“Mata-mata mereka sangat cepat bergerak, bahkan di kota pinggiran daerah Selatan mereka dapat menemukan rombongan para Alkemis.” Pikir Gou Long


Orang-orang dari Organisasi Ordo Setan Hitam yang sudah melihat setelan Alkemis yang di pakai Gou Long dan kawan-kawannya seketika itu juga mendekat, salah satu dari mereka berkata dengan nada lirih dan mengancam, “Serahkan saja apa yang diincar atasan kami! Kami dapat menjamin nyawa kalian akan selamat.”


Nada suara orang bertopeng ini, terdengar serak dan menyeramkan, Gou Long seperti pernah mendengar nada suaranya, tapi dia lupa di mana pernah mendengar nada suara ini.


Gou Long sengaja menunggu tanggapan dari Suma Xiulan. Namun, baik Suma Xiulan maupun Han Zhong malah menatap ke arahnya, mereka ingin dia yang mengurus perkara ini secepatnya. Sambil mengetuk-ngetuk meja makan dengan jari-jarinya Gou Long menjawab, “Hemmm!... Nyawa sendiri belum tentu terjamin, bagaimana mau menjamin nyawa orang lain...”


Baik ekspresi dan nada suara yang diucapkannya sangat datar, tidak ada ancaman dari raut wajahnya. Dia seperti sedang berkata-kata pada diri sendiri, seperti orang yang menasihati diri sendiri.


Akan tetapi orang-orang dari Ordo Setan Hitam yang mendengar ini, terlihat menahan geram sampai gigi mereka bergemelutuk. Orang yang tadi mengancam kembali buka suara, “Nyawamu sudah tidak masuk dalam daftar jaminan! Kalian berdua bagaimana?” dia percaya diri karena tidak dapat mengukur dasar kultivasi pemuda itu, sedangkan dia sendiri sudah di Ranah Langit tahap menengah, tidak mungkin usia semuda itu bisa mencapai Ranah Langit tahap menengah.

__ADS_1


“Kalian keluar sendiri atau aku yang akan melempar kalian keluar dari sini! Kita bertarung di luar.” Ancam Gou Long, dia tidak menunggu tanggapan dari Suma Xiulan lagi kali ini.


“He he, jangan terlalu percaya diri bocah.. Ka-k..”


Belum habis ucapan orang itu, dia terpaksa bergerak menjauh dari meja makan, karena gerakan Gou Long yang terlalu cepat, orang itu memang berhasil mengelak, tapi kawan-kawannya yang lain berjumlah 5 orang dalam sekejap di totok Gou Long, dan tidak bisa bergerak.


“Braaak!” salah satu jendela rumah makan patah dan hancur, lima sosok tubuh kaku terlempar keluar melalui jendela rusak itu, hanya menyisakan satu orang bertopeng lagi di dalam warung tersebut. Apa yang dilakukan Gou Long itu terasa panjang untuk dijelaskan. Tapi, baik gerak tubuh, totokan dan gerakan melempar sangatlah cepat.


Suasana warung yang tadinya penuh dengan gambaran wajah ketakutan, sekarang berbalik menjadi kekaguman. Han Zhong dan Suma Xiulan yang pernah diselamatkan Gou Long, saat itu mereka belum melihat kecepatan gerakan Gou Long. Apa yang mereka liat tadi sangat luar biasa, mulut mereka berdua sampai terbuka karena kagum.


“Keparat! Kutunggu kau di luar!...” ucap pria yang berhasil menghindar barusan, dia yakin kalau diruang sempit seperti ini dia akan kalah setelah melihat gerakan cepat Gou Long, dia sendiri tidak bisa bergerak secepat itu di dalam ruang sempit.


Pria tersebut bergerak cepat, ikut melesat keluar melalui lubang jendela yang rusak, dia langsung bergerak ke arah kawan-kawannya yang tertotok dan membuka totokan mereka semua.


Gou Long juga segera ikut melesat keluar, “Ha ha ha... Akan kuberi jeda untuk kalian semua agar bisa mengambil nafas. Kalian aku perbolehkan untuk menyerang bersama-sama.” Ejeknya setelah memperdengarkan suara tawanya yang dingin.


Tamu-tamu yang merasa tertarik ikut keluar ingin menonton perkelahian itu.


“Bocah keparat! Bersiaplah untuk mampus!” teriak pria itu geram karena ejekan Gou Long.


Lagi-lagi Gou Long menanggapi mereka dengan ejekan, “Kuberi kalian beberapa jurus gerakan tanpa balasan dariku, hahaha... Ingat! Aku bukan Alkemis biasa yang tidak bisa bersilat, aku adalah Alkemis luar biasa yang tidak kalian bayangkan.” Dia juga memberi mereka peringatan.


“Keroyok dia! lakukan dengan cepat!” perintah si pria yang bertindak seperti pemimpin orang-orang bertopeng.

__ADS_1


“Pilihan yang cerdas, serang sepuas kalian! Tidak akan aku balas, Nona Suma! Tolong hitung dengan keras sampai 10 gerakan...” ujar Gou Long selagi mengelak serangan mereka.


Pertarungan sengit pun terjadi di depan warung tersebut, 6 orang bertopeng mengeroyok Gou Long sendirian, hawa pedang yang dilepaskan pengeroyok menyebar ke segala arah. Para penonton yang sebagian besar para pesilat walau belum mencapai Ranah Langit, hawa pedang yang menyebar ke arah mereka bisa di tepis.


Seperti yang di ucapkannya, Gou Long benar-benar tidak membalas setiap serangan dari pengeroyok, dia bergerak cepat berpindah-pindah posisi dengan Teknik Memindah Jasad. Bagi para pengeroyok yang menebas Gou Long, mereka seperti menebas daun yang tertiup angin.


Sesekali Gou Long bahkan dengan sengaja memperlambat gerakan dan mengejek mereka serta menyentil badan pedang yang hampir mengenai jubahnya.


“Tiiinngg!” suara dentingan dari sentilan keras Gou Long bahkan terdengar sampai ke dalam warung.


Sementara itu Suma Xiulan terus menghitung setiap gerakan dari serangan lawan Gou Long dengan keras, semua penonton bahkan juga ikut menghitung.


“Delapan!... Sembilan!... Sepuluh!...” tepat ketika hitungan sepuluh terdengar. Gou Long berkata dengan dingin, “Sekarang giliranku!...” suaranya terdengar menjauh seperti terbawa angin.


“Terima dulu ini yang pertama, sebagai bentuk perkenalan. Sebaiknya kalian mengelak atau menangkisnya bersama-sama.” Sambil berkelahi dan berbicara dia masih sempat melepaskan pukulan.


Semua pesilat yang menonton hanya bisa menggelengkan kepala oleh kelakuan Gou Long, namun kelakuan itu sejalan dengan apa yang dia kerjakan.


“Syyiuutt!!” Bunyi dari sebuah telapak besar yang melesat cepat ke arah pengeroyok Gou Long.


“Aku sudah memperingatkan kalian, sebaiknya kalian mengelaknya... Ha ha ha.” Ejek Gou Long tepat setelah dia melepaskan sebuah Pukulan Telapak Arhat sebagai pukulan perkenalan bagi mereka.


Mendapatkan Pukulan Arhat besar mengarah ke arah mereka, bersama-sama mereka menahan dan membalas keras dengan keras.

__ADS_1


“Duaarr!” bunyi dari adu pukulan yang menyebabkan debu mengepul tinggi dan menggetarkan tanah di depan warung itu..


Alam seperti menjerit oleh perkelahian sesama anak manusia ini.


__ADS_2