
Seperti ingin menguji kelincahan ilmu meringankan tubuh milik Gou Long, Kakek Awan Putih sengaja berjalan santai, tapi dalam kondisi seperti itu, kecepatannya tidak menurun sama sekali, bahkan Gou Long tidak sanggup mengejar.
Padahal, saat itu Gou Long sudah mengembangkan ilmu meringankan tubuh, Walet Menunggang Angin. Serta dipadukan dengan tenaga dalam tingkat tinggi. Namun, tetap saja Gou Long tidak dapat mengejar kakek itu.
Lantas, Gou Long berteriak, “Kakek Awan Putih Tunggu, aku tidak sanggup menyaingi kecepatan mu, Kek, sejujurnya, Kakek terlalu cepat berjalan.”
“Ha ha ha ... bocah, aku hanya berjalan dan kau terbang dengan ilmu meringankan tubuh, seharusnya siapa yang di depan?” sindir Kakek Awan Putih.
“Siapa yang menjadi gurumu di Sekte Naga Langit? Murid yang begini berbakat saja dia tidak becus mengajar,” lanjut Kakek Awan Putih bergerutu.
Mendengar gerutuan dari kakek Awan Putih, wajah Gou Long sedikit memerah, malu. Hal ini dikarenakan pengakuannya yang sudah berguru. Namun, pada hakikatnya, Gou Long belum pernah punya guru yang benar-benar membimbing.
Kakek Zhou memang membawanya masuk ke Sekte Naga Langit, tapi Kakek Zhou belum mengajari apa-apa selama Gou Long berada di sekte. Dengan kata lain, selama ini Gou Long belajar sendiri.
“Guruku, salah satu penatua di Sekte Naga Langit, Zhou Yun atau Kakek Zhou,” jawab Gou Long tidak menutupi.
“Hoo! Apa ilmu silat si bocah sadis itu sudah merosot seperti ini? Bocah dengan bakat bagus sepertimu saja, dia tidak becus melatihnya?” Raut wajah keheranan tergambar jelas pada ekspresi wajah dan nada ucapan Kakek Awan Putih.
“Bukan begitu, Kek! Selama ini, belum pernah ada yang melatihku dan membimbingku dengan benar. Aku belajar ilmu silat dengan membaca-baca dan mempraktekannya langsung sendiri tanpa bantuan orang lain,” sanggah Gou Long.
“Hoo ... ini merupakan kisah baru, coba kau jelaskan secara rinci,” tuntut Kakek Awan Putih.
“Tidak ada yang bisa aku jelaskan, Kek! Memang begitu adanya, aku baru tinggal sehari di Sekte Naga Langit, kemudian aku sudah dihukum pengasingan ke Hutan Seribu Ilusi.” Gou Long menjelaskan dengan singkat.
__ADS_1
“Hah! Ada kejadian unik seperti itu di dalam Sekte Naga Langit, dan kau berhasil keluar dari Hutan tersebut?”
“Iya, Kek. Aku baru saja keluar dari hutan itu, enam hari yang lalu.”
Kakek Awan Putih, berhenti tiba-tiba dan berbalik menghadap Gou Long. “Bocah, coba ulurkan tangan kananmu.”
“Baik, Kek!” jawab Gou Long, menutup percakapan serta menyodorkan lengan kanannya pada Kakek Awan Putih.
Kakek Awan putih menekan beberapa titik pada lengan, Gou Long. Mulutnya secara samar berkata, “Tulang yang baik.” Di lain saat, ekspresi wajah Kakek Awan Putih mengerut, seperti orang yang kecewa, kemudian berubah lagi tersenyum senang.
Merasa cukup memperhatikan struktur tulang, dan tubuh Gou Long. Kakek Awan Putih kembali membuka percakapan. “Bocah, apa kau ingin bergerak seperti gerakan ku? Aku akan mengajari triknya, tapi sebelum itu–” Sedikit ragu, Kakek Awan Putih berhenti sejenak.
“Maukah kau menahan penderitaan dan rasa sakit? Kalau kau, sangat berbakat dan beruntung ini akan selesai dalam satu atau dua jam, kalau kau biasa-biasa saja akan butuh satu minggu lebih. Kemungkinan terburuk, kau yang akan mati, Bagaimana?” Akhirnya, Kakek Awan Putih menepis keraguan dengan bertanya kesediaan Gou Long.
“Baik, kita masih punya waktu dua jam sebelum malam tiba, hal yang paling penting, dan harus kita lakukan saat ini adalah menyeimbangkan ketiga dantian mu dab memperbaiki melancarkan meridian yang tersumbat. Kalau begitu, Kau berkultivasilah, lalu ikut arahan ku.”
Kemudian, Kakek Awan Putih menjelaskan segala sesuatu yang diketahuinya tentang kondisi tubuh Gou Long saat ini.
Kakek Awan Putih, memang memuji kondisi tulang Gou Long saat itu. Namun, tenaga dalam Gou Long dapat dirasakannya tidak stabil, juga sangat kacau. Apabila dibiarkan terus-menerus maka akan menghambat kemajuan kelak.
Hal ini, disebabkan karena Gou Long yang berlatih kultivasi semenjak dini, sampai sekarang tanpa bimbingan dari seorang ahli, dia berkultivasi sendiri dengan bermodalkan kitab-kitab yang diperoleh.
Sehingga, Gou Long tidak pernah tahu, apakah cara dia berkultivasi sudah benar atau salah?! Gou Long hanya membenarkan pemahamannya sendiri, karena dia tidak pernah merasa ada kelainan dalam tubuhnya.
__ADS_1
Andai, Gou Long lebih jeli, dia pasti akan menyadari ada kelainan dari kondisi tubuhnya. Contoh, ketika dia bertarung, hanya kalah energi sedikit dengan mudah dia terluka dalam, beradu tenaga dalam keras dengan keras, Gou Long dengan mudah terluka dalam.
Padahal, saat pertama sekali belajar Teknik Dewa Obat Tangan Sakti, tubuh Gou Long sudah digembleng, sehingga memiliki daya vitalitas yang tinggi serta efek regenerasi sel, daging dan tulang. (Gou Long sudah lupa, readernya juga lupa. Hanya Authornya yang belum lupa).
Kelainan Tubuh Gou Long yang paling fatal yaitu dia terburu-buru membuka tiga dantian utama. Dantian di pusar, di dada dan di tengah-tengah kepala.
Pada umumnya, setiap kultivator menampung energi Langit dan Bumi di salah satu dari tiga titik dantian utama. Kebanyakan dari kultivator menampung di bawah pusar, karena lebih mudah dilatih. Sangat jarang ada yang berhasil membuka tiga dantian secara bersamaan.
Membuka tiga dantian utama, pada hakikatnya akan sangat bermanfaat, kalau bisa menstabilkan ketiganya dan menampung energi Langit dan Bumi secara merata.
Tapi, ketika energi tersebut tidak dialokasikan secara merata, maka akan mengakibatkan beradunya arus tenaga dalam dari tiga dantian utama. Yang akan memberi efek penyumbatan pada meridian, hal inilah yang terjadi pada tubuh Gou Long saat ini.
Sudah sejam lamanya, Kakek Awan putih membimbing Gou Long untuk menyeimbangkan energi Langit dan Bumi di ketiga dantian utama. Raut wajah Gou Long yang awalnya tenang, terus berubah-ubah menahan rasa sakit yang menusuk sampai ke relung-relung tulang.
Saat itu, ketiga dantian utama telah stabil dalam menampung serta menyerap energi Langit dan Bumi dengan merata, sekarang tahap terakhir yaitu; menghilangkan penyumbatan pada meridian. Tahap ini tidak terlalu sulit, Gou Long hanya butuh waktu lima belas menit, lalu wajahnya menjadi lebih cerah. Mereka berdua berhasil memperbaiki kesalahan kultivasi pada tubuh Gou Long.
Gou Long membuka mata, lalu berterima kasih pada Kakek Awan Putih.
“Bocah, tidak perlu berterima kasih, sudah menjadi tugas dari generasi tua sepertiku untuk membimbing generasi muda, untuk ke depannya berkultivasilah seperti yang ku ajarkan tadi, ketiga dantian mu harus kau bagi sama rata tenaga dalam,” ucap Kakek Awan Putih.
Menahan rasa malu, dia melanjutkan. “Baiklah bocah, hari juga sudah malam, he he he ... apa kau memiliki makanan lebih? Kakek sudah sangat lapar, besok pagi Kakek akan mengajarimu cara berjalan seperti Kakek berjalan. Oiya! ... Peliharaan mu itu, Kakek tahu dia seekor Siluman Rubah Ekor Sembilan, kelas kesatu. Jadi katakan padanya agar keluar, jangan terus-menerus bersembunyi di balik jubah, ha ha ha.”
Gou Long, lantas berkata pada Siluman Rubah. “Eira! ... Keluarlah, kau temani Senior Awan Putih bercakap-cakap, aku akan masak makanan yang lezat untuk kalian.”
__ADS_1