
Senyuman lebar tercetak di bibir Gou Long, “Junior ini akan mendengarkan apa yang ingin Patriark Hua sampaikan.” Jawab Gou Long. Ia melihat Hua Cu Sian menunggu tanggapannya tadi.
“Penatua Gou pasti belum mengetahui dalam waktu dekat ini, akan ada kompetisi antara Tujuh Klan Besar…” (Ch.119)
“Namun pada tahun ini, yang akan berpartisipasi dalam turnamen Tujuh Klan Besar tidak hanya anggota Klan saja, turnamen tahun ini Enam Sekte Utama juga akan ikut berpartisipasi…” Hua Cu Sian terlihat sedang berpikir keras.
“Patriark ini ingin Penatua Gou membantu Klan Hua agar bisa menjadi juara lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, namun ini yang akan sedikit menyulitkan, status Penatua yang melekat pada Penatua Gou tidak membolehkan para Penatua untuk berpartisipasi di dalamnya…”
“Permintaan dari Patriark ini, Penatua Gou bantu meracik beberapa pil agar generasi muda Klan Hua bisa menembus Ranah Surgawi sebelum kompetisi itu dimulai.” Hua Cu Sian mengakhiri ucapannya, wajahnya serius dan terlihat menuntut ia tidak ingin adanya penolakan.
Semua tetua yang hadir di aula pertemuan Klan juga memperlihatkan raut wajah yang sama, mereka setuju dengan apa yang diucapkan Sang Patriark Hua Cu Sian. Sedangkan Kakek Zhou tetap memperlihatkan raut wajah seperti kebiasaannya, tidak peduli dan menikmati arak dari cangkirnya.
Murong Qiu dan Hua Mei terlihat sama seperti Kakek Zhou. Yang dibicarakan tidak terkait dengan mereka, jelas keduanya tidak akan peduli.
Gou Long tidak langsung menjawab, dia terlebih dahulu menatap Kakek Zhou, walau tidak ada tanggapan dari orang tua itu, kembali ia tersenyum, “Pil racikan Junior ini akan sangat mahal, apalagi pil itu akan merangsang penerobosan Ranah Surgawi bagi orang yang meminumnya, meraciknya bukan masalah bagi Junior ini…”
Gou Long menjeda kata-kata, pemuda ini tetap saja mencari keuntungan untuk dirinya sendiri dalam hal apapun, “Pertama; Patriark Hua harus menyediakan bahan-bahan untuk meracik pil tersebut…”
Tersenyum sejenak, ia melanjutkan, “Kedua; Junior ini ingin kedua Nona itu, juga harus berpartisipasi dalam turnamen tersebut.” Gou Long menunjuk Murong Qiu dan Hua Mei.
Semua orang juga paham maksud sebenarnya dari Gou Long agar kedua Nona tersebut bisa menembus Ranah Surgawi secepatnya.
__ADS_1
Dalam hal ini Patriark Klan Hua juga sejak awal telah mendaftarkan nama kedua Nona itu, sebagai dua peserta Klan Hua dari lima orang yang akan berpartisipasi nantinya.
“Permintaan Penatua Gou sudah pasti akan kami terima, dalam hal herbal dan bahan-bahan pelengkap, Penatua Gou boleh melihat-lihat sendiri gudang herbal Klan Hua. Lagi pula sejak awal Patriark ini telah memasukkan kedua Nona muda sebagai peserta.” Jawab Patriark Hua, tidak menyembunyikan sama sekali.
“Lalu, kapan kompetisi itu akan berlangsung?” tanya Gou Long.
“Itu… Tiga bulan lagi, masih banyak waktu bagi Penatua Gou berkunjung lagi ke sini dan meracik pil tersebut.” Patriark Hua menjelaskan.
“Kalau begitu! Junior ini sepakat dengan pengaturan dari Patriark Hua…” Gou Long menepuk Duan Hong Ya, minta ia maju ke tengah-tengah aula, “Kali ini, Duan Tua yang akan menjadi juru bicara dari Junior.”
Duan Hong Ya bangkit, berjalan perlahan ke tengah-tengah aula, tidak lupa pula memberi hormat pada semua orang yang ada di sana, “Duan Tua ini bertindak sebagai penyambung lidah dari Master Paviliun Gunung Teratai, dalam hal ini kami pihak Gunung Teratai memberanikan diri menyampaikan lamaran pada permata Klan Hua, Nona Hua Mei adanya…”
Duan Hong Ya menarik nafas dalam, “Lamaran agar Nona Hua, bersedia menjadi pendamping Hidup dari Master Paviliun kami, dengan jalinan hubungan ini secara tidak langsung juga akan menguatkan kedudukan dua sisi di Daratan Tengah ini…” yang dikedepankan adalah keuntungan dari ikatan perjodohan itu, walau semua orang juga tahu kedua muda-mudi itu terikat jalinan cinta.
“Terkait barang hantaran…” Duan Hong Ya mengeluarkan lima peti dari dalam cincin penyimpanannya.
“Dukk!”
“Dukk!”
Lima peti berjejer di tengah-tengah aula pertemuan.
__ADS_1
Duan Hong Ya membuka kelima peti tersebut, Yang pertama, berisi emas penuh, dua peti berisi perhiasan dan pakaian wanita, semuanya barang-barang pilihan, barang yang dibeli dari toko-toko ternama di Kota Tian Yu, sedangkan sisa dua peti itu berisi artefak dan pil untuk yang akan sangat berguna bagi Klan Hua.
“Hantaran dan ucapan lamaran telah kami sampaikan! Sekarang bagaimana tanggapan dari Penatua dan Patriark Klan Hua?” tuntut Duan Hong Ya, tidak menunggu jawaban, ia berjalan kembali ke tempat duduk semula.
Berbisik-bisik sejenak dengan para Penatua, Patriark Klan Hua tertawa besar, “Ha ha ha…” puas tertawa ia melanjutkan, “Kami tidak akan mempersulit kedua sisi, merupakan suatu kehormatan besar bagi kami mendapatkan lamaran dari Master Paviliun yang sedang naik daun. Lamaran dari Master Paviliun kami terima.”
Hua Mei terlihat memerah setelah Sang Patriark menerima lamaran dari Gou Long, itu tidak dapat disembunyikan sama sekali, sementara raut wajah Kakek Zhou juga terlihat berbeda, ada kelegaan dari wajahnya, rasa khawatir Klan Hua akan mempersulit Hua Mei sempat muncul di hati Kakek Zhou, perkara lama masih sedikit terbayang di benaknya.
Patriark Hua menepuk tangan, “Plok! Plok!” seorang pengurus rumah tangga Klan muncul, “Pindahkan barang-barang hantaran itu ke Rumah Mei ‘er!” perintah Patriark Hua pada pengurus tersebut.
“Baik Patriark!” patuh mengerjakan seperti perintah Sang Patriark, itu hanya berjalan selama lima belas tarikan nafas, pengurus tersebut segera berlalu setelah menyimpan barang-barang hantaran ke dalam cincin penyimpanan.
Patriark Klan Hua ingin segera mengetahui hal lain yang akan dibicarakan Gou Long, lantas berkata, “Kedatangan Penatua Gou ke sini, Patriark ini yakin bukan hanya terkait lamaran tadi, Penatua Gou dapat menyampaikannya secara berterus terang.”
“...” tidak langsung menjawab, Gou Long berdiri, dan memberikan penghormatan pada semua orang yang hadir di aula utama Klan Hua, “Permintaan Junior agak sedikit lancang, Junior tidak dapat menyampaikan pada semua orang yang hadir di sini!”
Berkata seperti itu, Gou Long menghadap ke arah Hua Cu Sian, “Junior minta pada Patriark Hua agar sekiranya hal ini hanya kita saja yang berbicara. Junior ingin berbicara empat mata dengan Patriark!”
Ia tahu akan sangat tidak sopan menyuruh Kakek Zhou langsung pergi dari aula tersebut, lantas Gou Long mengirim suara tenaga dalam pada Kakek Zhou, “Guru! Murid akan menghadap Guru setelah pertemuan ini, juga akan murid jelaskan segala sesuatu yang murid bicarakan dengan Patriark Hua.”
Kakek Zhou menganggukkan kepala, mengerti sepenuhnya, bukan Gou Long tidak ingin ia tahu apa yang akan mereka bicarakan, tapi ia tidak ingin Penatua Klan Hua yang lain mengetahuinya.
__ADS_1
Tidak menunggu perintah dari Patriark Klan Hua, “Mari kita kembali, Long Gege mu akan berkunjung, setelah pertemuan ini.” Kakek Zhou Mengajak Hua Mei dan Murong Qiu kembali ke rumah mereka.
“...” Keduanya patuh, tidak berkata-kata bangkit mengikuti Kakek Zhou, baik Hua Mei maupun Murong Qiu mendapatkan bisikan yang sama dari Gou Long, dengan cara penyampaian yang berbeda.