
Sementara, di sudut lain halaman depan portal ada beberapa kelompok yang belum juga ikut masuk seperti kelompok Gou Long dan kelompok Oey Gang.
Yang paling menonjol disitu adalah Kelompok tersebut, mereka beranggotakan wanita semua, dan uniknya mereka semua merupakan gadis-gadis tercantik dari semua gadis yang pernah dilihat oleh para Laki-laki.
Yang memimpin kelompok itu seorang gadis. Kalau dilihat dari segi usia, gadis itu sedikit lebih tua daripada Gou Long, dia terlihat seumuran dengan He Fei, sembilan belas tahun, akan tetapi bisa saja gadis itu lebih tua, usia pasti dari gadis tersebut, tidak bisa ditebak Gou Long.
Hal luar biasa dari gadis ini adalah, wajah yang sangat mirip dengan Hua Mei, baik dari struktur bentuk oval love, juga kulit putih yang seperti susu.
Perbedaan antara dia dengan Hua Mei bahwa, gadis itu tampak lebih matang dengan kesan genit dari gerak tubuh. Cara dia berpakaian juga sangat menantang jiwa para lelaki.
Semua hal dari gadis itu dalam mata Gou Long persis seperti Hua Mei, menurut Gou Long kalau Hua Mei versi anak-anak. Maka, gadis di depan mereka itu versi dewasanya Hua Mei.
Hua Mei, melihat kelompok gadis itu terlihat kesal. Tergambar jelas perasaan yang mencerminkan kekesalan, benci serta marah di dalam raut wajahnya.
Tak jauh dari kelompok Gadis itu, ada kelompok lain yang dipimpin seorang pemuda parlente dengan kulit wajah halus, rambut yang tersisir rapi, juga gaya berpakaian yang sangat mewah.
Gou Long tahu, kelompok ini yang dikenal dengan kelompok tuan muda tertampan, Sekte Naga Langit. ini bukan tidak ada alasannya sama sekali. Sejak tadi, para gadis-gadis yang hadir disitu terus berbisik-bisik, dan saling berlomba melirik ke kelompok pemuda tersebut.
Para gadis ini, seperti mendapatkan berkah kalau sampai pemuda parlente itu tersenyum, padahal senyuman pemuda parlente tersebut belum tentu ditujukan untuk mereka.
Lucunya, sejak tadi gaya tubuh dan mata pemuda itu hanya tertuju pada Hua Mei dan Murong Qiu, seakan-akan dia penasaran kenapa kedua gadis ini tidak mencuri-curi lirik ke arahnya sama sekali.
Begitulah, suasana di halaman depan portal menuju lantai ketiga Pagoda Dimensi Lain, ada banyak kelompok unik yang beranggotakan empat sampai dengan lima orang dengan Kultivasi Ranah Bumi Tahap Puncak dan Ranah Langit Tahap Awal.
__ADS_1
Satu persatu kelompok itu terus masuk ke portal, hingga akhirnya, hanya menyisakan beberapa kelompok saja.
Tidak lama kemudian, kelompok yang dipimpin Oey Gang yang masuk. Ketika mereka lewat di depan kelompok Gou Long, mereka kembali menunjukan gerak tangan yang menggorok leher sambil menunjuk Gou Long.
Kemudian berlanjut, kelompok yang dipimpin si gadis berparas mirip Hua Mei. Sebelum masuk gadis tersebut melemparkan senyuman yang sangat indah, ke arah Gou Long dan kawan-kawannya. Hal ini, segera saja membuat Ye Xuan salah tingkah di tempatnya berdiri.
Sebelum masuk ke portal, gadis tersebut berkata beberapa patah kata pada Hua Mei. “Mei ‘er! Cici akan menunggumu di dalam. Berhati-hatilah nanti, Cici tidak akan pilih kasih.”
Gadis itu tertawa, dia berbicara seperti menunjukan rasa kasih sayang. Namun, orang akan sadar yang dia ucapkan adalah sepatah kalimat ancaman.
Satu persatu, kelompok lain juga terus ikut masuk ke dalam portal, hingga akhirnya hanya menyisakan kelompok Gou Long, dan kelompok pemuda parlente.
Dengan arogan pemuda parlente tersebut berkata, “Huh, sekumpulan kumbang hitam bau juga ingin mencium harum bunga. Sadar diri sekarang lebih baik daripada menyesal nanti.”
Yang menjawab dan membalas ejekan itu sudah tentu Ye Xuan. Gou Long dan kawan-kawan yang lain ikut tersenyum melihat tingkah Ye Xuan.
Tanpa berkata apa-apa, kelompok yang dipimpin pemuda parlente segera masuk kedalam portal. Mereka sadar, kalah dalam berkata-kata bukan berarti kalah dalam ilmu bela diri. Dia berniat untuk membalas tindakan yang dilakukan Ye Xuan tadi dengan ilmu silat nanti.
Gou Long menarik nafas sedikit, walaupun dia hebat, rasa gugup tetap ada. Sama seperti saat dia masuk ke Hutan Seribu Ilusi, juga merasa seperti ini, saat itu. Lantas Gou Long berkata, “Apa yang kita tunggu lagi? Ayo, kita juga harus segera masuk ke dalam!”
Gou Long memimpin masuk ke dalam portal, diikuti oleh Hua Mei, He Fei, Murong Qiu dan yang terakhir Ye Xuan. Mereka merasakan sensasi seperti terhisap ke sebuah lubang yang tak berujung, lalu terlempar dari langit yang tinggi terus meluncur deras ke bawah.
“Lepaskan pukulan Telapak Arhat ke bawah, arah tanah. Lalu manfaatkan daya tolak untuk memperlambat daya luncur ke bawah,” perintah Gou Long yang menyadarkan semua kawan-kawannya.
__ADS_1
Memang tadi ketika terhisap, Gou Long lah yang pertama sekali sadar, ini berkat pengalaman-pengalaman, dan petualangan yang dilalui Gou Long selama ini, sehingga instingnya lebih awas jika dibandingkan dengan teman-teman yang lain.
“Telapak Arhat!” teriak Gou Long, dia melepaskan lima kali, Pukulan Telapak Arhat untuk berjaga-jaga. Mungkin saja kawan-kawan yang lain belum bisa mencerna situasi mereka saat itu.
Benar saja, Hua Mei yang belum terlalu kembali ke kesadarannya, hampir saja jatuh ke tanah dengan telak, beruntung Gou Long bergerak sebat dan lincah, berhasil menangkap serta mengurangi daya luncur Hua Mei.
Mereka berlima mendarat dengan selamat di atas tanah, tanpa ada yang terluka sedikitpun. Walau keterkejutan belum menghilang, dari raut wajah kawan-kawan Gou Long.
Saat itu, di depan mereka terbentang pemandangan seperti dunia lain di luar sana, Gunung dan bukit-bukit serta pepohonan yang rimbun dan lebat, ini sama seperti mereka bepergian keluar dari Sekte.
Gou Long melebarkan kedua tangan, dan menghirup udara di tempat itu, tarikan nafas yang dalam dan panjang. Sangat terasa baginya hawa ini sama seperti hawa di Hutan Seribu Ilusi, sangat murni serta menyegarkan.
Gou Long mengeluarkan Eira dari balik jubah, lalu menyerahkan rubah itu ke pangkuan Hua Mei, yang diterima oleh gadis itu serta mengelus-elus siluman rubah tersebut dengan lembut.
Seperti yang telah direncanakan, mereka akan berpisah dulu untuk sementara waktu, dalam skema Gou Long berdua dengan Hua Mei, sedangkan He Fei, Murong Qiu dan Ye Xuan membentuk kelompok tiga orang.
Setelah saling mengingatkan untuk berhati-hati, dan jangan terlalu memaksakan diri, mereka berjanji akan berjumpa kembali di depan pintu keluar dari Lantai Ketiga Pagoda Dimensi Lain tepat di hari keempat belas nanti.
Lalu, sambil menggandeng tangan Hua Mei, Gou Long terus melesat ke arah hutan lebat.
“Murong Cici! Sampai jumpa lagi, Cici berhati-hatilah!” teriak Hua Mei pada Murong Qiu.
Wajah Hua Mei tampak kemerahan karena senang bercampur malu, bisa bepergian dengan Gou Long.
__ADS_1