Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 115. Sengit! Gou Long Vs Setan Arak


__ADS_3

Kendi arak yang dipegang oleh Setan Arak juga berlaku sebagai sebuah senjata baginya, kendi itu sudah berkali-kali dicoba pecahkan oleh Gou Long dengan tusukan tenaga dalam yang keluar dari ujung jari Gou Long, namun itu termasuk dalam Artefak Ranah Surgawi yang bisa digunakan sebagai tameng untuk menangkis serangan dari Artefak Ranah Surgawi lainnya.


Setelah berkelahi sekian lama, Gou Long menyadari bahwa hal wajar bagi Setan Arak untuk merasa lebih superior daripada Racun Tua, baik dari segi daya tahan dan fondasi tenaga dalamnya yang memang lebih luas dibandingkan Racun Tua.


Intensitas dari pertarungan mereka semakin meningkat tajam, mereka berdua sama-sama memainkan jurus-jurus dan pukulan tangan kosong. Setan Arak tidak hanya terkenal dengan Arak Anggur Surgawinya, namun Jurus Setan Mabuk yang dimainkannya juga tidak kalah hebat.


Gou Long padahal sudah memainkan 13 Pukulan Penghancur Tulang, akan tetapi kendi itu memang Artefak yang sangat alot, setiap kali pukulan Gou Long terlihat hampir mengenai badan serta anggota tubuh lain dari Setan Arak, dia dengan mudahnya lolos dari pukulan, baik itu karena mengelak atau karena menangkisnya dengan kendi tersebut.


Beberapa kali mereka beradu pukulan dan jotosan, dan kebanyakan dari pukulan Setan Arak dengan tepat mengenai perut dan dada Gou Long yang membuat ia sedikit sempoyongan, Setan Arak kemudian melanjutkan dengan tendangan sapuan ke arah kaki Gou Long dan memutar tubuhnya lalu menambahkan sebuah tonjokan ke arah kepala.


Hebat memang Jurus Setan Mabuk yang dimainkannya, dalam beberapa tarikan nafas saja, dia dapat melancarkan tiga serangan tendangan dan pukulan beruntun pada Gou Long.


Dalam keadaan sempoyongan Gou Long meloncat ringan agar terhindar dari tendangan sapuan, kemudian tangannya bergerak indah menangkis dan mencengkeram tangan Setan Arak yang menonjok kepalanya.


Tidak berhenti di situ saja, tangan Setan Arak yang tercengkeram ditarik Gou Long sehingga badan Setan Arak ikut condong ke arah Gou Long, yang kemudian melepaskan sebuah pukulan telapak dan dengan telak mengenai dada dari Setan Arak.


“Baangg!”


Pukulan telapak itu mengeluarkan suara keras karena beradu dengan hawa murni setebal 1 inci yang menyelimuti dada Setan Arak.


Mereka berdua sama-sama terdorong mundur dua tombak ke belakang, Gou Long segera menarik nafas dan melancarkan kembali perputaran hawa murni yang sempat kacau karena mendapatkan beberapa pukulan telak tadi.


Di depannya Setan Arak terlihat kembali meneguk Arak Anggur Surgawi yang dengan segera meningkatkan tenaga dalamnya.

__ADS_1


Jeda sesaat ini dimanfaatkan Gou Long dan membentuk segel tangan dengan cepat, “Segel Suci! Domain Petir!” teriak Gou Long. Di langit pada ketinggian 10 tombak tercetak sebuah pola lingkaran Array besar yang berwarna keperakan pekat, mereka berdua seperti terpenjara di dalam area Array besar ini.


Tangan Gou Long terus bergerak cepat, melanjutkan dengan segel tangan yang lain, “Segel Suci! Naga Petir Kirin!” ujar Gou Long dengan lirih, untuk jurus sehebat ini tidak perlu berteriak keras, lagi pula orang yang menjadi lawannya sudah melihat munculnya seekor naga di atas kepala mereka berdua.


Dari Array besar Domain Petir tersebut, petir-petir yang menyambar tiada henti kemudian memadat dan membentuk seekor naga, ukurannya tidaklah besar, hanya seukuran manusia dengan panjang 4 meter.


Suara mencicit yang muncul dari naga ini memekakkan telinga, naga tersebut terus berputar-putar di bawah pola Array seperti menunggu gerakan tangan Gou Long.


“Ha ha ha... Coba kau terima naga ini! Makhluk ini tidak akan hilang sebelum mengenai sasarannya!” lanjut Gou Long, tangannya terlihat membuat gerakan mengayun.


Naga petir tersebut seperti memahami maksud ayunan tangan Gou Long, dia turun dan berputar-putar beberapa kali di sekeliling Gou Long dan kemudian dengan pesat bergerak ke arah Setan Arak.


Setan Arak kembali meneguk araknya beberapa tegukan, awalnya dia berniat menyerang Gou Long untuk mematahkan jurus itu, akan tetapi setelah melihat naga petir itu berputar dan mengelilingi tubuh Gou Long, niat itu diurungkannya, Setan Arak segera memadatkan tenaga dalam serta mengalirkan dan membungkus kendinya setebal 2 inci.


Naga Petir Kirin yang melesat cepat ke arahnya segera disongsong dengan lemparan kendi, namun benar seperti ucapan Gou Long, naga itu tidak akan menghilang sebelum mengenai targetnya.


“Baangk!! Dharrr!” bunyi ledakan memekakkan telinga serta menggetarkan bumi.


Debu mengepul tinggi, gelanggang pertempuran untuk sesaat tidak dapat dilihat, Hauri yang berdiri di samping Feng Yueyin bergumam, “Tidak disangka... Bocah itu bahkan bisa mengembangkan Jurus Segel Suci sampai pada tingkatan ini...” Hauri terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sementara Feng Yueyin, terlihat gemetaran dan pucat pias karena melihat Naga Petir tadi, baru hari ini dia melihat makhluk yang sangat mengerikan seperti itu, apalagi makhluk itu tercipta dari kumpulan petir-petir.


Dia jelas tidak mengetahui makhluk itu adalah hasil dari jurus Gou Long, ketika naga tersebut turun dan mengitari Gou Long beberapa kali, Feng Yueyin dapat merasakan jantungnya seperti terhenti untuk sejenak, nafasnya tersumbat di rongga dada.

__ADS_1


Ketakutan itu baru menghilang ketika Hauri yang berdiri di samping, menepuk bahunya pelan sehingga Feng Yueyin terkejut, “Apa yang kau takutkan? Naga itu adalah jurus dari Long Gege.” Ujar Hauri menjelaskan pada Feng Yueyin.


Setelah ketakutannya menghilang Feng Yueyin terduduk lemas di atas tanah, kakinya terasa tidak bertenaga, betapa takutnya dia tadi.


Di gelanggang pertempuran, setelah menerima secara langsung serangan naga petir yang super panas itu, tubuh atas Setan Arak saat ini terlihat memerah seluruhnya, bajunya hangus tak berbekas, hanya menyisakan celana yang berlubang besar bekas-bekas hangus terbakar.


“Sangat kuat dan sangat berbahaya!” ujarnya, “Khuk... Khuk... Khuk...” dia terbatuk keras beberapa kali, kemudian kembali meneguk Arak Anggur Surgawi. Kerugian yang sangat besar kali ini didapatkannya, Arak Anggur Surgawi kali ini tidak dapat menyembuhkan luka dan tidak dapat meningkatkan tenaga dalamnya.


Ini pertanda beberapa meridiannya rusak parah, arus tenaga dalamnya banyak terhambat, “Khuk.. Khuk.. Khuk..” kembali ia terbatuk keras, disertai keluarnya sekepal darah dari mulutnya.


“Bocah keparat! Jurus tadi kuyakin juga sangat menguras tenaga dalammu, bersiaplah untuk mampus!” dalam geramnya Setan Arak memaki Gou Long.


Kesempatan yang sesaat ini kembali dimanfaatkan Gou Long, dan membuat segel tangan yang lain, “Segel Suci! Domain Es!” teriak Gou Long, saat itu di bawah kaki mereka berdua tergambar pola Array lain yang berwarna putih pucat.


Hawa sangat dingin merebak di tempat tersebut, Gou Long melanjutkan dengan gerakan tangan lain, “Segel Suci! Penjara Es!” semua ini dilakukan Gou Long hanya dalam waktu yang sangat singkat, sehingga tidak ada kesempatan bagi Setan Arak untuk menyerang Gou Long.


Tiba-tiba saja seluruh tubuh Setan Arak membeku dan terbungkus tebal dengan balok es, kematian jelas tidak dapat dihindarkan lagi, jangankan untuk menyerang, untuk bergerak saja dia tidak bisa.


Setelah di bakar sehingga kulit dan daging memerah, kemudian di lanjutkan dengan pendinginan super. Dapat dipastikan kalau dia bergerak sedikit saja, otot, daging dan seluruh tulang-tulangnya akan retak dan jatuh satu persatu.


Di depan sana, Gou Long belum berhenti dengan Jurusnya, “Segel Suci! Tombak Es!” teriaknya. Dari Array putih pucat tersebut meluncur 3 tombak es, dan dengan telak menembusi tiga tempat dari tubuh Setan Arak yang terbungkus balok es. Dia mati dalam keadaan berdiri dengan balutan balok es serta tombak es yang menancap di tubuhnya.


“Huffft! Kalau ingin membunuh seseorang, langsung bergerak ketika ada kesempatan, tidak perlu banyak berbicara, karena orang lain tidak akan menunggu ucapanmu selesai.” Gou Long bergumam setelah menghela nafas panjang.

__ADS_1


Dia mendekati mayat Setan Arak yang terbungkus balok es, kemudian memecahkan balok es, mengembat cincin penyimpanan serta kendi arak, lalu Gou Long mengalihkan pandangannya pada mayat si Racun Tua, di sampingnya masih tergeletak Artefak Pedang beracun, Gou Long mendekati mayat itu dan juga mengembat Artefak Pedang tersebut.


Walau pedang itu berhawa racun, namun tetap saja pedang tersebut berada pada tingkatan Artefak Ranah Surgawi yang sudah tentu akan berharga mahal.


__ADS_2