
Mendapatkan pukulan yang sama untuk kedua kalinya, Gou Long melepaskan jepitan pada golok, tubuhnya berkedip dan menghilang dari hadapan Dian Tek Nau.
Orang itu terlihat kelabakan karena kehilangan lawannya. Tepukan ringan terasa di bahunya dari arah belakang, namun tenaga dalam yang dibawa tepukan ringan itu seperti tekanan dari sebuah gunung besar menindihnya.
Dengan memaksakan tenaga dalam, Dian Tek Nau berusaha keras melawannya.
“Hai! Ke mana kau melihat! Lawanmu ada di belakang,” ejek Gou Long.
“Kau tahu pantangan dasar dari setiap pertempuran! Emosi dan rasa marah jangan sampai menguasaimu, kau sudah kalah.” Lanjut Gou Long.
Ketika Gou Long sedang berkata-kata, Dian Tek Nau berbalik dan berusaha menebas Gou Long dengan golok berat miliknya, tangan kiri Gou Long dengan sigap menahan tebasan golok tersebut.
“Baaaaaankkkk!” benturan tenaga dalam yang melapisi tangan kiri Gou Long setebal 1 inci dengan golok berat terdengar.
Dian Tek Nau dapat merasakan telapak tangannya terasa seperti akan mengelupaskan kulit, getaran dari benturan terasa merambat sampai ke bahu.
“He he he!” tawa dingin Gou Long kembali terdengar, bersamaan dengan rasa sakit dan sengatan tenaga dalam elemen petir melanda kepala si tinggi besar. Dan terus merambat, menjalar ke seluruh meridian serta merusak semua organ dalam Dian Tek Nau.
Yang terjadi adalah, Gou Long dengan tangan kiri menangkis golok, sedangkan tangan kanannya dalam gerakan simpel kembali menyentil, yang dia sentil adalah kepala dari orang tersebut.
Gou Long juga dengan halus mengalirkan tenaga dalam elemen petir, sebanyak 70 persen energi murni meluncur melalui sentilannya.
Ini adalah bentuk kontrol tenaga dalam tingkat tinggi, yang tidak merusak kulit, namun menghancurkan semua isi dalam, halus dan rapi.
Sadis! Ya itu adalah kematian yang sangat sadis, darah keluar dari semua lubang tubuh Dian Tek Nau, setelah berkelonjotan sesaat, jiwanya benar-benar sudah meninggalkan raga.
Gou Long mengambil cincin penyimpanan dan golok berat milik Dian Tek Nau, “Besi yang sangat bagus! Sangat cocok untuk berlatih dan memperkuat tenaga gang.” Gumamnya.
__ADS_1
Setelah membiarkan mayat tersebut begitu saja, Gou Long segera melesat kembali ke arah reruntuhan, dia sengaja mencari sebuah ruangan dari bangunan yang sudah tertutupi lumut tebal.
Penasaran dengan pil yang dia racik dan belum sempat melihatnya, Gou Long duduk bersila dan mengedarkan kesadaran spiritualnya ke dalam cincin penyimpanan.
Kesadaran spiritual Gou Long sedikit lama menemukan pil tersebut, memang sebelumnya belum sempat ia masukkan ke dalam botol giok, karena kedatangan It Hong Taysu terpaksa dilemparnya begitu saja ke dalam cincin.
Duduk bersila selama 10 menit akhirnya dia mengeluarkan pil tersebut, itu adalah pil yang tidak memiliki bau dan tidak berwarna, bening begitu saja, tapi apa yang ada di dalamnya terlihat jelas.
Itu seperti energi yang sangat besar, dan penuh kekacauan, seperti hawa langit dan bumi yang memadat ketika seseorang melakukan penerobosan ranah.
“Aneh! Ini hanya Pil Super Semesta biasa, pil ini hanyalah pil yang didapat berdasarkan resep,”
“Jadi apa arti dari cahaya dan petir yang menyambar pil?”
Gou Long terus berpikir keras, kemudian dia baru teringat dengan adanya pil lain yang masih di dalam Pot Alkimia, pil itu juga dengan tergesa-gesa dia simpan tadi malam.
Saat Gou Long akan mengeluarkan pot Alkimia, tangan kanan dan otot deltoid di mana tato pedang tergambar tiba-tiba terasa sangat menyakitkan. Rasa sakit yang sama seperti saat Hauri pertama kali masuk ke sana, saat di Hutan Seribu Ilusi.
Kemudian bayangan Hauri samar muncul di depan Gou Long, kali ini dia muncul dengan sendirinya, tanpa dipanggil oleh Gou Long.
“Kenapa kau ada di sini?” tanya Hauri.
“Apanya yang salah? Ini adalah Tanah Suci Para Pendekar yang dibuka setiap 10 tahun sekali, dan baru tadi terbuka.” Jawab Gou Long menjelaskan.
“Dengarkan dengan seksama! aku tidak bisa bercerita banyak, saat dalam pedang saja sangat tersiksa, apalagi di luar sini, jiwaku seperti tersegel dengan keras,”
“Ini bukanlah Tanah Suci Para Pendekar, ini hanya sebuah koridor penghubung Tiga Dunia, sepuluh ribu tahun yang lalu ini merupakan medan perang besar antara Tiga Ras terkuat, wajar saja Ras Manusia mengatakan ini Tanah Suci dengan banyak sumber daya yang tak terpikirkan,”
__ADS_1
Hauri kemudian mendekati dan menempelkan jarinya di kening Gou Long, “Waktuku tidak banyak, itu adalah peta lengkap koridor ini, peta yang secara turun-temurun telah dimiliki semua Ras Peri,”
“Saat kau berhasil keluar dari koridor ini aku akan menjelaskan segala yang aku ketahui,”
“Kunci dari koridor ini juga merupakan kunci agar aku bisa kembali ke Negeri Para Peri.” Hauri mengakhiri perkataannya seiring dengan menghilang bayangannya yang samar dan kembali ke dalam bentuk tato pedang.
Mendapat penjelasan lain tentang Tanah ini dari Hauri, Untuk sesaat Gou Long lupa dengan pil dan pot Alkimia, dia malah kembali duduk bersila dan mulai berkultivasi.
Melihat peta pemberian Hauri pasti sama dengan membaca Kitab Emas, harus melalui kultivasi.
Sebentar saja, Gou Long segera dapat melihat detail area Tanah Suci Para Pendekar, Peta pemberian Hauri ini pastinya lebih lengkap dan luas di bandingkan apa yang dimiliki oleh Sekte dan Klan yang berpartisipasi di Tanah Suci Para Pendekar.
Tapi Gou Long tidak tahu akan kenyataan itu, karena dia juga tidak pernah melihat peta yang dimiliki oleh setiap Sekte dan Klan. Di Peta yang diberikan Hauri, bahkan ada beberapa tempat yang di beri tanda khusus, sebagai daerah bebas perang, serta daerah pemukiman setiap ras yang ikut berperang.
Peta ini juga sangat unik, yang di proyeksikannya dalam bentuk relief, bahkan reruntuhan tempat Gou Long menetap ini juga terproyeksi dengan jelas, namun tentunya tidak berlumut seperti saat ini.
Hanyut dalam kultivasi dan menjelajahi setiap sudut-sudut tertentu dari peta, Gou Long bahkan menghabiskan waktu berjam-jam, dia membuka matanya saat matahari terbenam dan hari sudah malam.
Perlu diingat! Koridor Penghubung Tiga Dunia ini juga sama seperti dunia lain yang mengalami perputaran waktu sehingga muncul waktu siang dan malam.
Gou Long mengeluarkan makanan kering, dan menikmatinya dengan sedikit campuran arak, selesai menyantap makanan Gou Long melanjutkan kultivasi serta memulihkan stamina yang sudah terkuras banyak.
Fondasi kultivasi juga perlu distabilkan kembali, terlebih paska peracikan Pil Super Semesta yang terlalu banyak memeras energinya.
Saat ini dia sudah merencanakan bahwa esok hari akan menuju ke arah timur, dari peta yang diberikan Hauri, di arah timur terdapat sebuah Makam Panglima Peri. Namun makam tersebut di segel dengan pola segel tertentu.
_________
__ADS_1
Koridor Penghubung Tiga Dunia tidak dipakai, untuk selanjutnya tetap dipakai dengan Tanah Suci Para Pendekar.