
Gou Long yang sudah melesat ke sisi It Hong Taysu, melihat kelima Biksu yang baru tersadar dari linglung sedang mencari-carinya, tanpa sadar dia tertawa keras karena terbawa suasana.
“Ha ha ha!”
Dia baru menyesali sikap yang kurang pantas itu ketika Bun Hong Taysu yang memimpin Barisan Toya Lima Unsur menegur kelima Biksu tersebut, “Apa yang sedang kalian cari? Barisan ini sudah kocar-kacir, pertarungan sudah berakhir.”
“Mohon Sicu maklumi pemandangan yang kurang enak ini terjadi tepat di depan mata Sicu! Murid Kuil kami memang belum sempurna berlatih tenaga dalam.” It Hong Taysu berkata setelah menatap wajah Gou Long sesaat.
Ciangbunjin ini benar-benar seorang yang sangat bijak, dalam posisi Kuilnya terlihat memalukan, dia masih tidak marah bahkan bersikap rendah diri dengan mengakui kekurangannya.
“Taysu tidak perlu berkata seperti itu! Sikap junior yang tidak sepantasnya tadi mohon jangan dimasukkan ke dalam hati.” Gou Long dengan tulus meminta maaf atas kelakuannya tadi.
Sementara kelima Biksu tadi juga meminta maaf pada Ciangbunjinnya, kemudian segera berlalu dari arena latihan setelah diperintahkan oleh Jin Hong Taysu.
Hari sudah siang seutuhnya, sebelum Gou Long sempat berpamitan, It Hong Taysu memaksa Gou Long makan jamuan di kuil mereka, walaupun itu hanya berupa nasi putih dengan lauk sayuran serta teh sebagai pelengkapnya.
Perjamuan bertempat di ruang tunggu tamu Kuil Budha Emas, yang terlibat di sana hanya tujuh orang Biksu tua dari generasi Hong saja.
Selama makan itu hubungan Gou Long dengan para Biksu tua ini menjadi lebih akrab, Bahkan It Hong Taysu ingin menahan Gou Long seharian dan memintanya menginap di Kuil Budha Emas untuk semalam.
“Sicu Muda kenapa begitu tergesa-gesa?” pada akhirnya Jin Hong Taysu bertanya seperti itu, pertanyaan yang mewakili semua Biksu tua ini, termasuk It Hong Taysu.
Hanya karena It Hong Taysu seorang Ciangbunjin, sehingga dia menjaga wibawanya dan tidak terlalu bertanya kepentingan orang lain, toh kalau orang itu ingin bercerita atau membeberkan alasannya orang itu pasti akan bercerita sendiri.
“Sebenar Taysu pasti sudah bisa menebaknya, bukankah sembilan hari lagi akan dibuka Tanah Suci Para Pendekar!” ujar Gou Long.
“Sejujurnya! Junior belum tahu lokasi pasti di mana portal itu akan dibuka, junior perlu mencari posisi portal itu juga nantinya.”
“Bukankah ini suatu kebetulan! Atau kita memang sedang berjodoh, kalau itu yang menjadi alasan Sicu, Lolap akan menemani Sicu nanti, kita akan berangkat bersama.” Ujar It Hong Taysu.
__ADS_1
“Haaaah!”
Gou Long keheranan, dan tanpa sadar membuka mulutnya lebar.
“Tidak perlu heran Sicu Muda, untuk kejadian sebesar ini sudah pasti murid-murid kami juga akan berpartisipasi...” Sie Hong Taysu mulai buka suara.
“Mereka sudah duluan berangkat sehari sebelum kedatangan Sicu Muda ke Kuil ini. Rombongan kami dipimpin langsung oleh 3 orang murid It Hong Ciangbunjin sendiri,”
“Nanti saat sudah di sana, Ciangbunjin akan memperkenalkan mereka padamu. Kuil kami juga termasuk salah satu dari 10 pemegang kunci portal,”
“Bagaimana mungkin portal itu akan dibuka kalau tidak hadir salah satu dari pemegang kuncinya?” Sie Hong Taysu mengakhiri penjelasannya.
“Jadi...” Gou Long terlihat ragu untuk bertanya, “Tak perlu ragu Sicu! Kalau ada yang ingin disampaikan, katakan saja!” ujar It Hong Taysu.
“Karena para Taysu sudah mengetahui akan hal ini, junior tidak mau berlama-lama, kapan kita akan berangkat?”
“Anak ini benar-benar tidak mau menunda apa saja yang sudah direncanakannya!” Batin It Hong Taysu.
***
Bepergian dengan It Hong Taysu, tidak sama bepergian dengan orang biasa, selama dalam perjalanan, Biksu ini tiada henti berderma dan menolong orang menurutnya kesusahan.
Perjalanan yang seharusnya hanya memakan waktu 3 hari, menjadi lebih lambat dan malah menghabiskan 5 hari.
Namun, Gou Long tidak mempermasalahkannya, selama perjalanan itu Gou Long banyak belajar tentang Kultivasi pada It Hong Taysu, terlebih tentang rahasia dari penerobosan Ranah.
Gou Long menceritakan dengan sejujurnya bahwa tenaga dalamnya sudah mandek dan tidak mengalami peningkatan, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda penerobosan ranah.
Saat ini, tiap kali berkultivasi dia seperti mengisi kembali tenaga dalam yang dihabiskan ketika bertarung atau tenaga dalam yang digunakan untuk bepergian dengan ilmu meringankan tubuh.
__ADS_1
Ya! Walau bagaimanapun penjelasan yang dia peroleh dari It Hong Taysu, tetap saja pengalaman kultivasi setiap orang berbeda-beda.
Seorang kultivator hanya akan memperoleh manfaat yang nyata, ketika dapat melihat langsung proses penerobosan ranah dari kultivator lainnya.
Ketika tiba di Kota Tian Yu, Gou Long segera mencari penginapan dan memesan dua kamar berdampingan, dia juga berpesan pada pengurus penginapan agar setiap pagi dan petang mengantarkan makanan bagi mereka berdua.
Khusus untuk It Hong Taysu, cukup nasi putih dan sayur-mayur.
Saat itu adalah 4 hari menjelang dibukanya Tanah Suci Para Pendekar, tempat di mana portal itu berada terletak di Lembah Gunung Berkabut, itu hanya setengah hari perjalanan dari Kota Tian Yu.
Gou Long sudah berpesan pada It Hong Taysu bahwa dia tidak akan keluar dari kamar selama 3 hari, mendapat pesan seperti itu It Hong Taysu segera memahami, “Mungkin anak ini bersiap untuk menerobos ranah.” Pikirnya, walau kemudian apa yang dia pikirkan salah sepenuhnya.
Gou Long sudah jelas tidak akan mempersiapkan penerobosan ranah untuk dirinya sendiri di sembarang tempat.
Dua kali melakukan penerobosan ranah pada tingkatan Ranah Langit, kekacauan yang ditimbulkannya sangat luar biasa, dengan pengalaman seperti itu, seandainya melakukan penerobosan Ranah di tengah-tengah kota, sudah pasti dia akan menjadi pusat perhatian.
Karena pesan itu pula, seharian penuh It Hong Taysu tidak keluar dari kamarnya, dia berniat untuk menjaga proses penerobosan ranah Gou Long, namun tanda-tanda pemadatan hawa langit dan bumi tidak kunjung muncul.
Yang jelas dirasa dan diketahui dengan pasti oleh It Hong Taysu adalah bau herbal dan hawa panas yang menyengat muncul dari kamar Gou Long, “Rupanya dia juga seorang Alkemis.” Pikinya.
Oleh karena itu, keesokan hari It Hong Taysu keluar dari kamarnya dan meninggalkan Gou Long di kamar samping, sebelum pergi dia terlebih dahulu mengirim pesan suara tenaga dalam pada Gou Long.
“Lolap akan melihat dan mencari keberadaan murid-murid kuil Lolap, sore nanti Lolap akan kembali.”
“Taysu tidak perlu khawatir! Junior bisa menjaga diri!” jawab Gou Long dengan mengirim pesan suara juga pada It Hong Taysu.
Memang 3 hari ini akan digunakan Gou Long untuk meracik pil, stok pil yang dimilikinya juga sudah menipis.
Sejak kemarin Gou Long sudah 5 kali secara berturut-turut meracik pil, setiap satu putaran dia berhasil meracik pil dalam jangka waktu 3 jam, dan berhasil memadatkan 6 pil di setiap putarannya.
__ADS_1
Pil yang diracik Gou Long adalah Pil Penyembuh Luka Dalam, dan Pil Perangsang Hawa Murni, karena tingkat kultivasi Gou Long Ranah Langit, maka sudah tentu pil yang dihasilkannya juga di Tingkat Langit.