
Sebelum benar-benar meninggalkan Sekte Teratai Biru, Gou Long berkeliling sebentar di sana, ditemani Pengurus rumah tangga sekte, yang menjelaskan segala sesuatu hal-hal yang tidak dimengerti Gou Long.
Siluet bayangan Ding Jia Li mendatangi, itu diketahui Gou Long dari wangi tubuh gadis tersebut, sekian lama bergaul dengan Ding Jia Li, Gou Long telah sangat hafal akan bau parfum gadis itu.
“Gege!” sapa Ding Jia Li.
Gou Long menoleh, berkata pada Pengurus rumah tangga sekte, “Tinggalkan kami berdua!” perintahnya.
Patuh, pelayan itu berlalu.
Menunggu sejenak, “Gege akan segera pergi dari sini?” tanya Ding Jia Li.
“Iya! Gege akan segera kembali ke Gunung Teratai, walau Gege sadar akan ada lagi Organisasi Pembunuh yang mengejar Gege, namun ini juga kesempatan untuk mencari informasi terkait mereka, Gege juga akan menyelidiki Organisasi Ordo Setan Hitam,” Tersenyum, Gou Long memperlihatkan topeng identitas petinggi organisasi tersebut pada Ding Jia Li.
“Gege memiliki topeng ini dan juga seperangkat pakaian hitam khas mereka, dengan kedua barang ini akan sangat memudahkan Gege bergerak memata-matai mereka.” Gou Long mengakhiri ucapannya.
“Gege!” Lirih, Ding Jia Li kembali menyapa Gou Long.
“Hemm! Jia Li ‘er ingin berjumpa dengan Mei ‘er! Perasaan hati Jia Li ‘er kurang tenang, merasa bersalah pada Mei ‘er, Jia Li ‘er ingin minta maaf pada Mei ‘er...” lanjutnya, nada suara gadis itu terdengar sendu.
Gou Long semakin mendekatkan diri pada Ding Jia Li, menarik Ding Jia Li ke dalam pelukannya, mengelusnya lembut, ada kedamaian saat mereka dalam posisi seperti itu, lama... baru kemudian Gou Long menatap dalam pada mata Ding Jia Li, “Kelak kesempatan itu akan datang, kita bertiga pasti akan berpetualang bersama,” Jawab Gou Long menenangkan.
Berkata seperti itu, Gou Long mengecup kening Ding Jia Li, gadis itu membiarkan saja, ada kenikmatan dari sana, sedikit memberanikan diri, kecupan Gou Long berpindah pada bibir merah indah si Gadis.
Itulah kecupan bibir pertama yang dirasakan Gou Long dan Ding Jia Li secara sadar, kecupan yang dilandasi saling memberi dan menerima, bukan karena adanya faktor ketiga seperti sebelumnya, sehingga ini terasa lebih nikmat dan saling menghayati.
__ADS_1
Kecupan lembut, yang diterima dan dibalas lembut oleh Ding Jia Li, lama.. kecupan itu berubah menjadi ciuman pagutan liar, hawa dingin salju berubah menjadi hawa yang memanas.
“Whoossh!”
Hembusan salju dingin kembali terasa, karena terbawa angin yang sedikit keras, alam seperti memberikan kode tersendiri pada dua insan itu, “Dua anak manusia cukup! Jangan melampaui batas!” andai alam dapat berkata-kata, ucapan itu akan terdengar.
Hawa dingin yang menyadarkan keduanya, serta mendinginkan kepala mereka, saling melepaskan pagutan dan pelukan, keduanya tersipu malu.
Suasana menjadi hening, tak tahu apa yang harus dikerjakan.
“Hemm, Jia Li ‘er! Gege akan pergi sekarang, Jaga dirimu!” tidak menunggu lebih lama Gou Long langsung melesat keluar dari Sekte Teratai Biru, tidak melihat ke belakang sedikit pun.
Gou Long yakin, andai ia melihat ke belakang saat itu, maka rasa enggan untuk berpisah sementara waktu akan kian membesar, baik itu dalam dirinya atau dalam diri Ding Jia Li.
“Gege! Berhati-hatilah! Sampai jumpa lagi...” teriak Ding Jia Li, seraya berlari dua langkah ke depan, seakan-akan teriakannya tidak terdengar jelas di telinga Gou Long. Padahal itu tidak perlu dilakukan, Gou Long jelas mendengar teriakkannya.
Patuh pada permintaan Gou Long, “Ini kuda Penatua Gou, telah siap ditunggangi!” ujar Pengurus Kuda.
Puas dengan cara si Pengurus merawat kuda, walau hanya beberapa jam, Gou Long memberikan sepuluh keping perak pada Pengurus itu, “Ini bonus untuk Paman karena telah merawat kudaku dengan baik.”
Mengabaikan tanggapan dari Pengurus itu, Gou Long menaiki kuda, ia benar-benar telah keluar dari area Sekte Teratai Biru.
Terus berkuda menuju Kota Lan Lianhua, sebelah tangannya digerakkan, mengeluarkan topeng kulit tipis yang berfungsi sebagai pengganti roman wajah, Gou Long menjadi seorang pria yang berusia dua puluh enam tahun, kumis tipis terlihat dari topeng itu.
“Aku tidak boleh berlama-lama di Kota Lan Lianhua, memakai topeng seperti ini, aku rasa tepat, sebelumnya aku juga telah membuat keributan di Kota tersebut, terlebih lagi keributan itu karena anak Tuan Penguasa Kota, aku yakin, orang-orang utusannya sudah menungguku.” Batin Gou Long, membenarkan pola pikirnya yang memakai topeng.
__ADS_1
Memang tepat seperti yang Gou Long pikirkan, baru saja dia akan memasuki Pusat Kota Lan Lianhua, dua orang seniman bela diri Ranah Surgawi Tahap Menengah menghentikan laju kudanya.
“Saudara! Berhenti sejenak!” teriak kedua orang tersebut, mereka tidak mencurigai Gou Long sedikit pun.
“Perkenalkan, kami perwira khusus Mansion Penguasa Kota,” ucap salah satu dari mereka, sedangkan yang lainnya mengeluarkan selebaran. Di sana tergambar wajah anak muda berusia delapan belas tahun.
“Apa saudara melihat anak muda di dalam gambar melewati jalanan ini? Tanya orang yang memegang gambar.
“Junior tidak melihat!” jawab Gou Long singkat, dalam hati ia tertawa, “Orang yang kalian cari akulah orangnya, dasar kumpulan orang-orang tak tahu diri.” Batinnya.
“Tolong minggir! Junior tidak bisa menunda perjalanan lebih lama.” Pinta pemuda tersebut pada kedua orang itu.
“Baiklah Saudara Muda! Silahkan melanjutkan perjalanan.” Mempersilahkan kembali Gou Long bepergian, mereka jelas tidak mengetahui pemuda itu adalah orang yang mereka cari, sebelumnya keduanya juga tidak pernah tahu bagaimana aura dari Gou Long.
Andai keduanya hadir saat Gou Long menekan Tuan Muda Ge, mungkin saja kedua orang ini akan bisa merasakan aura milik Gou Long, sehingga anak muda tersebut tidak akan bisa mengelabui mereka dengan mudah.
Terus memacu kudanya, Gou Long baru berhenti saat masuk ke warung makan, dia makan seadanya, mengisi kembali perbekalan, baik itu roti kering maupun arak.
Terlalu lama sudah ia meninggalkan Gunung Teratai, itu sudah hampir sebulan lamanya. Sudah saatnya kembali ke Gunung Teratai.
“Entah bagaimana kondisi mereka saat ini? dan bagaimana perkembangan dari pembangunan Gunung tersebut?” pikir Gou Long, seraya terus berkuda.
Ada sedikit kekhawatiran terbesit di hati Gou Long, ia terlalu banyak mengikat permusuhan secara tidak sengaja dengan orang-orang Sekte Besar, dan Klan Utama.
Jika orang-orang itu hanya akan mengejar ia, itu bukan suatu masalah bagi Gou Long, namun jika orang-orang tersebut mendatangi Gunung Teratai, maka hal tersebut kan menjadi sangat berbahaya.
__ADS_1
Gou Long yakin, Array pertahanan dan penyerangan yang diatur Leng Kun hebat, namun. Hanya mengandalkan Array saja, sampai kapankah hal itu akan terus bertahan.
Berpikir seperti itu, semakin kencang Gou Long memacu kudanya. Perjalanan pulang ini, ia tidak tergesa-gesa juga tidak berleha-leha.