Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 171. Cara Lawan Kabur


__ADS_3

Dua puluh bayangan manusia berpakaian hitam serta menutup wajah seperti ninja, mengepung tempat Gou Long berdiri.


Tak ada dari orang-orang yang mengepung tersebut buka suara. Kemudian hawa membunuh yang sangat besar menekan tempat tersebut, berikut munculnya orang lain yang bersetelan sama dengan mereka.


Dari cara datang orang terakhir ini dialah pemimpinnya, orang ini juga memiliki tingkat kultivasi paling tinggi di antara mereka semua, yaitu Puncak Ranah Surgawi, sedangkan dua puluh orang pengikut yang lainnya semua pada tingkat Puncak Ranah Langit.


Gou Long dapat merasakan tingkat kultivasi orang tersebut karena orang ini melepaskan tekanannya sejak awal.


Begitu tiba si pemimpin buka suara, “Tidak percuma kami menunggu di sini lebih dari tiga puluh hari! He he he...” si Pemimpin tertawa terkekeh, “Dengan tingkat kultivasi Ranah Langit Tahap Menengah, harta yang begitu berharga tidak pantas berada di tanganmu, serahkan Pil itu! Nyawamu akan kami pertimbangkan.” Ucap si pemimpin, meminta dan mengancam.


Gou Long memperhatikan kedua puluh satu orang itu, “Orang yang memimpin menilai kultivasiku masih di Ranah Langit, dia pastilah bukan dari Klan dan Sekte besar, karena aku menangkis serangan mereka tadi secara sembarangan dia masih menilai kultivasiku berdasarkan satu bulan lalu, orang ini pasti orang yang pernah berjumpa denganku.” Pikir Gou Long.


“Kalau kukatakan...” Gou Long sengaja menahan ucapannya, ingin melihat sorot mata yang akan ditunjukkan orang-orang itu.


“Jangan banyak alasan! Serahkan saja!” perintah si Pemimpin, mendelikkan matanya pada Gou Long.


Tak ada ekspresi lain dari para pengikutnya, semua menunggu perintah.


“Pil itu sudah kugunakan, apa kau akan percaya?” bohong Gou Long.


“Tidak masalah kalau pil itu sudah kau gunakan...” si Pemimpin melemparkan botol giok pada Gou Long, “Iris nadi di lenganmu, isi botol giok itu dengan darahmu, dalam darahmu pasti masih terkandung khasiat dari pil itu.” Perintah si Pemimpin.


“Ha ha ha!..” Gou Long tertawa keras, “Pola pikir macam apa ini? Meminum darah orang yang memakan pil, leluconmu seperti orang bodoh.” Setelah berkata Gou Long tidak menunggu tanggapan si Pemimpin, dia bergerak menonjok orang di ulu hati.


Angin dari tonjokan itu sudah terasa, walau tonjokan belum sampai.


“Hooo! Rupanya kau sudah melangkah ke Ranah Surgawi.” ujar si Pemimpin terkejut, sekaligus bergerak mengadu tonjokan dengan Gou Long.

__ADS_1


Baaaannkkk!


Boooomm!


Ledakan tenaga dalam karena beradu tonjokan antara sesama Ranah Surgawi terdengar, retakan kecil ruang hampa terlihat mengiringi adu tonjokan tadi.


Keduanya tersurut mundur, namun Gou Long tersurut lebih jauh, itu hampir tiga tombak. Si pemimpin, memanfaatkan momentum luncuran tubuhnya bergerak ke belakang, “Kalian semua maju! Keroyok dan cincang dia! Tidak dapat darah, dagingnya juga pasti mengandung khasiat pil tersebut.” Perintah si Pemimpin sadis.


Dua puluh orang pembantunya segera bergerak maju menyerang Gou Long, mereka semua merupakan seniman bela diri pengguna tombak, jurus-jurus pengguna tombak sangat berbeda dengan pengguna pedang, jarak serangan mereka juga lebih jauh.


Hawa dua puluh serangan tombak menekan Gou Long dari segala arah, tidak ada tempat untuk mengelak kecuali melesat ke atas, namun Gou Long tidak berniat mengelak, dia ingin merasakan tekanan dari dua puluh orang Puncak Ranah Langit.


“Huuuh! Tak ada yang istimewa dari tekanan kalian semua...” tepat ketika hawa tombak hampir mengenai badannya, dengan golok berat di tangan Gou Long melakukan gerakan memutar, menangkis semua hawa tombak.


“Swoooooshh!”


Semua hawa tombak dibuyarkannya dengan hawa pedang yang lebih tebal, retakan ruang lebar dan besar terlihat dari hawa pedang yang keluar melalui golok berat di tangan Gou Long.


Golok berat diayunkan beriringan dengan ucapan peringatan tadi, “Traaankk!” beruntung orang tersebut dapat menangkisnya. Namun, tangan yang memegang tombak terasa remuk dan patah tulang.


Setelah memberi serangan kejutan pada orang pertama, Gou Long berpindah dengan Teknik Memindah Jasad, dia memilih secara acak orang-orang yang akan diberi serangan kejutan yang sama.


Walaupun kedua puluh seniman bela diri ini semua pada tingkat kultivasi Puncak Ranah Langit, namun kualitas ilmu silat dan fondasi tenaga dalam mereka berbeda satu sama lain. Sehingga tidak semuanya bisa selamat dari ayunan cepat golok berat Gou Long, delapan dari dua puluh orang mati dengan kepala hancur berhamburan.


Si Pemimpin yang terus memperhatikan, cara turun tangan Gou Long yang cepat dan tidak pernah menyia-siakan setiap gerakan, sadar bahwa tidak akan ada keuntungan kalau ini terus berlanjut.


Apalagi dia telah mencoba tenaga dalam Gou Long saat mengadu tonjokan sebelum, ini tidak akan ada keuntungan untuk dia, bahkan semua anak buahnya bisa mati tak bersisa, berpikir seperti itu lantas ia melepaskan sebuah pukulan telapak pada Gou Long.

__ADS_1


“Keparat! Coba kau rasakan Pukulan Telapak Hantu!” teriaknya.


Swwooossshhh!


Sebuah bayangan telapak putih dan panas melesat cepat ke arah Gou Long.


“Kau jadi tidak sabaran dan ingin merasakan kemampuanku! Bagus!” ujar Gou Long, dia juga melepaskan sebuah pukulan telapak dengan delapan puluh persen tenaga dalam.


Hawa dingin merebak, mengiringi lesatan telapak putih pucat yang dilepaskan Gou Long.


Swwooossshhh!


Ceesshhh!


Kedua pukulan telapak yang beradu, saling membuyarkan satu dengan yang lainnya, uap dan kabut tebal muncul untuk sesaat menutupi penglihatan mata.


Bersamaan itu terdengar teriakan perintah si Pemimpin, “Tinggalkan pertempuran! Sayangi nyawa kalian, dia terlalu kuat tidak akan ada keuntungan bagi kita, kecuali kematian...”


“Huuh! Ingin kabur! Kalian harus minta izin dariku terlebih dahulu.” Ejek Gou Long, lalu bergerak cepat tidak membiarkan lawan-lawannya kabur begitu saja. Namun, dia hanya berhasil menebas dua kepala lagi, sedangkan yang lainnya menghilang bagaikan ditelan bumi.


Gou Long mengedarkan aura dan kesadaran spiritual, mencoba melacak arah pelarian orang-orang tersebut, akan tetapi aura mereka pun menghilang entah ke mana. Dan yang paling aneh, mayat delapan orang korban pertamanya juga ikut raib.


Tidak kehabisan akal, Gou Long mengambil cincin penyimpanan dari dua mayat yang masih bersisa di tempat itu. Mengedarkan kesadaran spiritual ke dalam cincin penyimpanan, setelah jeda sesaat Gou Long menghela nafas.


Dia mengeluarkan beberapa lembar kertas mantra dari cincin penyimpanan tersebut.


“Ini adalah mantra teleportasi dua sisi, mereka telah memasang Array teleportasi di tempat lain, aihh! Percuma saja, pasti saat ini Array itu telah mereka rusak,” gumam Gou Long, setelah puas memerhatikan kertas mantra di tangannya.

__ADS_1


“Kenapa kalian sangat tamak pada harta yang bukan milik kalian? Aihh, bunuh membunuh ini, kapankah akan berakhir?...” lanjutnya, berkata seperti itu dia juga menggali lubang dengan tenaga dalam dan melemparkan kedua mayat tersebut ke dalam lubang.


Percuma melihat wajah kedua mayat ini, pasti tidak akan dikenalinya.


__ADS_2