Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 375. Pertemuan Yang Diatur


__ADS_3

Bing Feng memperlihatkan ekspresi datarnya. “Kau boleh berlega hati. Ku yakin Nona Xue juga tidak akan tergesa-gesa untuk pergi ke sini nanti.”


Meskipun pemuda itu telah menghilangkan ke ruang lain, tapi dia masih sempat mendengar perkataan dari Bing Feng.


***


Mansion Tuan Kota, Kota Enghiong. Mo Xiaohu baru saja kembali dari pelelangan, di ruang tamu keluarga ia menjumpai wanita muda nan cantik jelita sedang bercakap-cakap ringan dengan ayahnya, Mo Thian Ki. 


“Bibi, sudah lamakah engkau di sini?! Padahal hari sudah terlalu larut?!” Mo Xiaohu mengepalkan tangan di depan dada memberi hormat pada wanita muda yang disapanya bibi. 


Kemudian dia dengan ringan meloncat manja ke dalam pelukan ayahnya. 


Mo Thian Ki tersenyum masam, memperlihatkan raut ketidaksenangan hati. “Gadis nakal, sudah berapa kali Ayah katakan agar engkau tidak berpakaian seperti ini, pakaian laki-laki sangat tidak pantas engkau kenakan.”


Mo Xiaohu mendapatkan ucapan ketus bernada keras dari sang ayah, melepaskan diri dari pelukan si ayah, dia berlari manja ke dalam pelukan bibi. “Bibi Xue, Bibi sekarang harus berbicara untukku. Akal-akalan Bibi membuat Ayah marah pada keponakan.” 


Hal ini tidak sepenuhnya dapat menyalahkan sang ayah, dia tahu anak gadisnya itu sangat suka berpakaian seperti laki-laki sejak kecil. Dalam pikiran gadis itu, anak dari Tuan Penguasa Kota haruslah gadis yang kuat, tidak boleh asal ditindas. Bahkah, bisa dengan mudah mengalahkan para laki-laki.


Karena pikiran seperti itu, Mo Xiaohu sering bergaul dengan anak-anak laki-laki seusianya dengan berpakaian seperti anak-anak laki-laki dan menyembunyikan fakta yang sebenarnya bahwa dia adalah seorang gadis.


Namun, di saat bersama dengan ayah, ibu dan bibinya, gadis ini terlihat begitu manja. Meskipun begitu, selama dua tahun belakangan sifatnya mulai berubah seiring bertambahnya usia, dia sudah lebih menyukai cara berpakaian seperti perempuan pada umumnya, anggun dan indah.

__ADS_1


Sementara, wanita muda nan cantik jelita yang disapa Mo Xiaohu dengan sebutan bibi adalah sosok yang sudah sangat terkenal di Guild Pemburu Kota Enghiong. Dia adalah Nona Xue. Istri dari Tuan Penguasa Kota Mo Thin Ki adalah adik kandung dari Nona Xue, Xue Lian.


Xue Lian telah berkali-kali meminta pada Xue Yue untuk mencarikan jodoh yang setimpal bagi putrinya Mo Xiaohu. Tapi, sebelum kedatangan Gou Long ke Kota Enghiong, Xue Yue tidak memiliki calon yang tepat bagi Mo Xiaohu.


Xue Yue tersenyum lembut, bahkan dia mengelus-elus kepala Mo Xiaohu. “Bibi akan berbicara untuk mu, kau pikir kenapa Bibi mau berlama-lama di kediaman kalian jikalau bukan karena menunggu kepulanganmu.”


“Sekarang kembalilah ke kamarmu, Bibi akan menyusul sebentar lagi!” perintah Nona Xue pada keponakannya Mo Xiaohu. 


Mo Xiaohu patuh, setelah mengecup lembut wajah bibinya gadis itu berbalik sambil berkata, “Keponakan akan bercakap-cakap dengan ibu sebentar.”


Sekarang di sana hanya ada Mo Thian Ki dan Xue Yue. “Apa maksud saudari ipar dengan perkataan, saudari yang akan berbicara bagi gadis kecil itu?”


“Saudara Ipar Mo, hal itu hanya urusan belakangan. Yang paling ingin aku dengar adalah apa keputusanmu jika Gadis Mo kecil itu berpartisipasi di kompetisi empat keterampilan. Ini harus saudara ipar beri keputusan sekarang juga.” Xue Yue mengalihkan pembicaraan sejenak, hal ini lebih penting daripada hal lain untuk sementara waktu.


Xue Yue tersenyum tenang. “Kali ini aku yakin Kota ini akan berjaya, bahkan gadis kecilmu itu besar kemungkinan akan mendapatkan jodoh yang setimpal. Dia juga telah setuju akan berpartisipasi dalam Kompetisi Empat Keterampilan kali ini.” 


Kepercayaan diri yang tinggi terlihat jelas di dalam mata dan kemantapan kata-kata dari Nona Xue. Penguasa Kota Mo menjadi percaya setelah ia melihat kepercayaan diri yang ditunjukkan Xue Yue.


“Kalau begitu, selama beberapa bulan ke depan, gadis Mo Kecil aku titipkan padamu Saudari Ipar.”


“Eumm.” Xue Yue mengangguk kecil. “Sekarang, yang tadi keponakan ingin agar aku berbicara baginya ini—Aku lah yang meminta dia untuk berpenampilan layaknya lelaki hari ini. Aku ingin dia melihat sendiri calon laki-laki yang menurutku cocok menjadi suaminya—”

__ADS_1


“Benarkah!” Mo Thian Ki tersentak kaget, dia memang sudah lama mengharapkan agar Mo Xiaohu bisa segera membuka hati dan menemukan jodoh yang cocok bagi dirinya sendiri.


“Benar,” jawab Nona Xue, tapi kemudian dia menghela nafas panjang. “Namun itu tergantung mereka juga kelak, kita hanya mempermudah dan mencari jalan saja. Sedangkan Kecocokan, itu akan tergantung mereka sendiri sesama generasi muda.” 


“Nah, karena hal itu pula aku meminta dia untuk berpakaian layaknya laki-laki. Aku sadar anak muda yang kurasa sangat cocok menjadi pendamping Keponakan Mo belum memiliki Artefak terbang, dan benarlah seperti dugaanku dia akan ke Paviliun Artefak paling besar yang dimiliki Kota Enghiong ini. Ini seperti takdir benar-benar telah berpihak pada Keponakan Mo.” Nona Xue memperlihatkan senyum penuh kebahagian.


Xue Yue benar-benar telah sangat mengharapkan agar ikatan perjodohan akan benar-benar terikat antara Gou Long dengan Mo Xiaohu. Padahal dia tidak tahu sama sekali kondisi Gou Long yang sebenarnya.


Mo Thian Ki bangkit dan mengakhiri percakapan mereka, Xue Yue juga beranjak pergi ke kamar Mo Xiaohu.


Saat ia tiba di sana, Mo Xiaohu telah berganti pakaian dengan hanfu bercorak perempuan, warna hanfu yang dikenakan gadis ini, biru cerah layaknya warna langit. Hiasan bunga-bunga bwee tersulam indah di bagian bawah hanfu, ikat pinggang dari sutra yang dililitkan di pinggang menambah kesan bentuk tubuhnya yang aduhai dibalik pakai yang serba tertutup.


Mo Xiaohu benarlah wanita cantik yang tiada tara, kecantikan gadis ini tidak dapat ditandingi oleh Nona Xiao ataupun Nona Xue sendiri. Kulit Mo Xiaohu bagaikan giok, putih tak ada cacat sama sekali.


Tidak memakai riasan saja ia sudah sangat cantik, apalagi jika ia memakai riasan, dengan bentuk wajah bulat telur, dan sepasang lesung pada pipi, menambah aura kecantikannya.


“Aduh! Keponakan Bibi terlihat sangat cantik malam ini?!” Xue Yue sesaat terpesona dengan penampilan Mo Xiaohu. 


Saat seorang wanita bisa membuat wanita lain terpesona pada kecantikannya, maka itu adalah puncak dari kecantikan seorang wanita. “Apa keponakan Bibi sedang kasmaran?! Sangat jarang melihat keponakan berpakaian begini cantik dan indah.”


Mo Xiaohu memerah, dia tersenyum yang memperlihatkan deretan gigi putih rapi dan terawat indah. Mo Xiaohu tidak menjawab, tapi berjalan ke arah Xue Yue, menggamit lengan sang bibi dan membawa bibi duduk diranjang tidur.

__ADS_1


Percakapan sesama wanita terjadi di dalam kamar tersebut ….


__ADS_2