Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Bab. 60. Rumput Mahkota Dewa


__ADS_3

Setelah sekian lama, bau harum dari Manifestasi Langit dan Bumi semakin meluas, akhirnya di tempat tersebut muncul juga herbal yang di tunggu-tunggu.


Itu berupa sebatang rumput berwarna kebiruan, di atasnya berbentuk bunga seperti mahkota, dan di dalam mahkota tersebut ada buah yang belum matang, itu adalah Rumput Mahkota Dewa.


Buah itu jelas belum matang, ketika buah tersebut matang akan berwarna merah, seperti buah tomat. Saat ini, buah tersebut masih kecil, dan berwarna putih kehijau-hijauan. Namun, bau harum darinya terus menyebar sampai radius ratusan tombak.


Akan membutuhkan waktu tiga hari agar buah tersebut matang. Dalam masa itu, Gou Long, Hua Mei dan Eira menetap di situ, menghabiskan waktu dengan duduk bersila, menyerap hawa murni.


Gou Long lebih banyak bermain-main dengan artefak baru, tongkat emas.


Gou Long juga melihat kembali buku ilmu silat, yang dibeli dari Manager Lan. Entah kebetulan atau keberuntungan, Manager Lan juga memberi Gou Long salah satu ilmu tongkat, Ilmu Tongkat Pengguncang Langit.


Ilmu yang terdiri dari tiga puluh gerakan, beserta sepuluh perubahan untuk setiap gerakannya.


Dengan penemuan itu, Gou Long malah asyik berlatih ilmu tongkat selama dua hari, sampai akhirnya dia berhasil menguasai Jurus Tongkat Pengguncang Langit, tongkat emas yang jatuh ke tangan Gou Long sungguh berbeda dengan ketika dipegang oleh siluman kingkong.


Tongkat itu, di tangan Gou Long dalam Jurus Tongkat Pengguncang Langit, seperti hidup saja, melenting-melenting dan sangat lentur dengan arah keprukan yang tidak bisa ditebak.


Begitulah, kesibukan di tempat itu, sampai hari ketika buah dari Rumput Mahkota Dewa akan matang sepenuhnya, di sore hari nanti.


Sayangnya, semua yang terjadi tidak seperti Gou Long inginkan. Bau harum dari Buah Rumput Mahkota Dewa selama seharian itu semakin tinggi dan luas, bahkan mencapai radius bermil-mil saja.


Di pagi hari itu, area tempat tersebut telah berkumpul banyak murid-murid Sekte Naga Langit lain, setelah Gou Long perhatikan, tidak kurang dari dua puluh kelompok.


Sebagian kelompok, membentuk lima orang yang sudah berkumpul di sana. Bau harum dari Buah Rumput Mahkota Dewa sungguh mengundang minat setiap hidung yang mencium.


Gou Long sangat yakin, saat siang nanti kelompok yang hadir pasti akan bertambah, bisa jadi akan muncul sampai setengah dari peserta pra kompetisi.

__ADS_1


Beruntungnya, tidak ada siluman yang hadir di tempat tersebut, itu tidak lepas dari peran Eira yang melepaskan hawa siluman.


Gou Long tidak mau ambil pusing dengan murid-murid Sekte Naga Langit. Ini kesempatan untuk mengurangi jumlah peserta pra kompetisi menjadi setengah, tanpa harus mencari-cari mereka.


Lagi pula, sudah sejak semalam Gou Long terus duduk berjaga di dekat rumput tersebut, dia tidak akan takut keduluan murid-murid lain, mengingat jaraknya yang sangat dekat dengan rumput tersebut.


Murid-murid yang baru datang juga melihat, sudah ada salah satu dari murid perguruan mereka yang menjaga tempat itu. Tapi ketamakan hati terhadap suatu Manifestasi dari Langit dan Bumi menggoyahkan prinsip mereka. Siapakah yang dapat menahan rasa ingin memiliki? Setidaknya mereka juga berharap memperoleh buah dari rumput tersebut, walau dengan jalan perkelahian.


Keberanian murid-murid lain untuk mendapatkan buah itu, juga karena mereka tidak mengenal Gou Long, dalam pandangan mata mereka, Gou Long itu bukanlah murid elite ataupun murid top dari Sekte Naga Langit, wajar saja mereka semua meremehkan Gou Long.


Namun, tidak semua dari mereka ingin mendapatkan buah tersebut. Ada juga yang tahu diri dan ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Sudah tentu sebagian yang hadir disitu telah memiliki kristal yang ditandai oleh Patriark sekte, ini juga kesempatan untuk mengambil dan membawa kabur kristal dari kelompok lain.


Ya! Begitulah sifat dari battle royale, harus pandai memanfaatkan situasi dari para peserta lain.


“Ini bukanlah ancaman, aku hanya memberi muka pada kalian sesama saudara perguruan. Jangan berpikir, bahwa aku tidak memperingatkan kalian nantinya.”


Setelah berkata seperti itu, Gou Long mengabaikan mereka semua, ia kembali duduk berjaga di tempat semula. Ketika, suara seseorang yang mengejek terdengar di situ.


“Huh! Bisanya omong besar, kau pikir dengan kualifikasi sepertimu bisa mengancam semua orang yang ada di sini, kau mengandalkan apa? Di sini sangat ramai, kau hanya berdua dengan si Cantik itu ....”


Gou Long melihat orang yang berbicara itu, baru saja tiba di tempat tersebut. Dia adalah Oey Yong dan Kelompok yang dipimpin oleh sepupunya sendiri, Oey Gang.


Semua orang yang hadir juga membenarkan apa yang dilakukan oleh Oey Yong tadi, apalagi dia datang dalam kelompok elite sekte.


“Oo ... kawan lama yang berbicara,” ujar Gou Long singkat.

__ADS_1


“Siapa yang menjadi kawanmu? Dasar sampah. Sampah sepertimu akan selamanya sampah. Ha ha ha.” Oey Yong kembali mengejek Gou Long, lalu tertawa terbahak-bahak.


Siluet bayangan tubuh bergerak tanpa aba-aba, ketika Oey Yong merasa kerah baju tertarik dan tubuhnya tiba-tiba berpindah tempat, tepat berada di samping Rumput Mahkota Dewa. Hal ini, membuat ia menghentikan tawa dalam sekejap.


Itu adalah Gou Long yang punya pekerjaan, dia bergerak dengan Teknik Memindah Jasad, dalam sekejap berpindah tempat dan tanpa dapat dicegah oleh Oey Gang, Gou Long berhasil mengunci Oey Yong di tangannya.


“Keparat, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku, kalau tidak aku akan mematahkan lenganmu,” teriak Oey Yong.


Gou Long malah mengabaikan teriakan Oey Yong, tangan kanan yang mengunci. Tangan kiri bergerak lincah memberi tamparan keras di wajah Oey Yong. Telapak lima jari tercetak merah, di kedua pipi Oey Yong. Lantas, ia kembali berteriak, “Keparat! Aku akan membunuhmu.”


“Ha ha ha ... sudah tidak bisa berkutik seperti ini masih punya keberanian untuk mengancam,” ucap Gou Long, sambil menambahkan beberapa tamparan keras ke wajah Oey Yong.


”Plaakk ... Plaakk ... Plaakk ....”


Wajah dari Oey Yong sudah lebam memerah karena tamparan Gou Long.


Oey Gang yang melihat itu berniat menolong sepupunya, dia mulai bergerak, ketika suara Gou Long terdengar. “Berani ikut campur, sepupumu akan aku bunuh sekarang juga ... ha ha ha ....”


Baik intonasi, sorot mata dan suara tawa yang dingin membuat Oey Gang berhenti seketika Itu juga. Ini bukan sekedar ancaman, Gou long benar-benar akan membunuh sepupunya kalau dia bergerak.


“Kau! ... Kalau kau terus memperlakukannya seperti itu, akan aku pastikan kau tidak hidup dan tidak mati kelak,” pada akhirnya, Oey Gang hanya bisa mengancam Gou Long seperti itu.


Gou Long yang mendengar itu, semakin menjadi-jadi dan terus menampar Oey Yong hingga beberapa giginya copot. Wajah Oey Yong sudah seperti gajah bengkak, tidak bisa dikenali lagi.


“Bangsat! ... Ku-kurang ajar.”


Oey Yong masih bisa berteriak, dan mengutuk dalam kondisi seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2