Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 108. Pedang Phoenix Es


__ADS_3

Gou Long sedikit terkejut ketika gadis pelayan itu membawa Manager Paviliun ke hadapannya, “Tuan Manager! Tuan Muda inilah yang menjual barang-barang dalam jumlah besar hari ini, dan saat ini menurut perkiraan hamba jumlah yang harus kita bayar ke Tuan Muda ini 6500 keping emas.” Ujar pelayan tersebut pada Manager Paviliun.


Manager Paviliun ini terlihat bengong sesaat setelah mendengar jumlah keping emas yang harus mereka keluarkan, kemudian dia tersenyum dan memperkenalkan diri, “Aku Manager Gong, mulai sekarang segala keperluan Tuan Muda aku yang akan mengurusnya,”


Manager Gong kemudian mengeluarkan Token Platinum dari Paviliun Harta dan menyerahkannya pada Gou Long, “Ini adalah Paviliun Harta Karun cabang dari pusat Daratan Tengah, nanti ketika Tuan Muda bepergian dan masuk ke Paviliun Harta Karun yang ada di kota-kota lain cukup dengan memperlihatkan Token ini, tuan muda telah menjadi pelanggan VIP di Paviliun kami.” Manager Gong menjelaskan.


“Junior Gou Long, kalau itu pengaturan dari Manager Gong, junior ini tidak akan berlaku sungkan,” Jawab Gou Long, lalu mengambil Token Platinum yang diserahkan Manager Gong padanya.


“Aku juga perlu Artefak pedang pendek yang biasa digunakan perempuan, dengan kategori artefak Ranah Surgawi, apa Manager Gong bisa menunjukkannya padaku?” tanya Gou Long, melanjutkan ucapannya.


“Kami memiliki persediaan Artefak terbaik di kota ini, mari Tuan Muda!” jawab Manager Gong, dia segera bergerak memimpin Gou Long ke lantai tiga dari gedung Paviliun Harta.


Manager Gong memperlihatkan beberapa pedang simpanan terbaik yang ada di Paviliun Harta, dan semuanya ditolak Gou Long, hingga akhirnya Gou Long melihat sebatang pedang pendek dengan hiasan burung Phoenix di gagang pedang.


Menurutnya pedang inilah yang sangat cocok dengan Feng Yueyin, “Pedang yang bagus! Juga memiliki hawa dingin salju yang sangat pekat,” Guman Gou Long.


“Aku ingin pedang itu, bagaimana menurut Manager Gong apakah pedang itu dijual?” lanjut Gou Long memastikan pilihannya.


“Pedang Phoenix Es, pedang ini ditempa dengan berbagai item langka sehingga menjadi pedang dengan kualitas Ranah Surgawi, namun dengan dimasukkan sehelai bulu Phoenix Es pada saat penempaan, pedang ini selalu memberontak ketika dia tidak merasa cocok dengan orang yang memegangnya,”


“Sisa-sisa jiwa Phoenix yang ada dalam pedang belum ada yang berhasil menjinakkannya, termasuk aku sendiri. Apakah Tuan Muda yakin untuk memilikinya?” Manager Gong menjelaskan kondisi pedang kemudian baru memastikan pilihan Gou Long.

__ADS_1


“Pastikan saja harganya Manager Gong! Kurangi dari emas yang akan kuterima dari item-item yang kujual tadi!” Tegas Gou Long


“Baik! Tuan Muda dapat menunggu sebentar dilantai bawah, selagi petugas pelayan kami melakukan pencatatan terhadap transaksi hari ini.” Manager Gong segera memimpin Gou Long ke lantai bawah dan mempersilahkan dia duduk di ruangan semula. Dia sendiri kemudian segera berlalu dari hadapan Gou Long.


Tak lama menunggu, Pelayan yang pada awalnya melayani Gou Long kembali lagi, “Tuan muda! ini semua hasil penjualan Tuan Muda setelah dipotong harga pedang 300 keping emas, semuanya berjumlah 6200 keping emas. Di dalam cincin ini sudah dimasukkan pedang, emas, dan catatan transaksi.” Ujarnya sambil menyerahkan cincin penyimpanan pada Gou Long.


Gou Long menerima cincin tersebut, dia mengucapkan terima kasih pada pelayan yang melayaninya dengan baik setelah terlebih dahulu memberikan 2 keping emas sebagai hadiah pada pelayan tersebut, kemudian segera berlalu dari Gedung Paviliun Harta Karun.


Setelah berhenti dan mempersiapkan kembali perbekalan serta stamina semua anggota rombongan di Kota Huang Feng sehari semalam, mereka tidak berleha-leha dan segera melanjutkan perjalanan selama 7 hari lagi langsung ke pusat Daratan Tengah di mana Asosiasi Alkemis beroperasi.


Perjalanan selama 7 hari ini menjadi lebih aman karena mereka sudah memasuki Daratan Tengah, juga dengan lambang alkemis yang tertera di pakaian mereka sehingga tidak mendapatkan gangguan yang mengancam hidup. Walaupun tetap ada gangguan dari penjahat kelas teri yang tidak pernah mengenal Lambang Alkemis.


Di sore hari ketujuh rombongan ini baru sampai ke Pusat Asosiasi Alkemis, dan langsung disambut oleh beberapa pelayan. Memang kedatangan mereka telah terlebih dahulu diberitahukan oleh Suma Xiulan pada Pusat Asosiasi Alkemis melalui merpati pos.


Sehingga kedatangan mereka tidak mengherankan Pusat Asosiasi Alkemis, dan mendapat penyambutan dari Pelayan Asosiasi, pelayan yang menyambut mereka menjelaskan untuk pertemuan resmi akan diadakan besok pagi, sedangkan malam ini mereka langsung boleh beristirahat di kamar masing-masing yang sudah disediakan.


Mereka dengan patuh mengikuti pengaturan yang ditentukan oleh Asosiasi Alkemis. Apalagi penempatan kamar mereka berdekatan dan berhadap-hadapan dengan sebuah lapangan berlatih yang memisahkan jarak antara kamar mereka semua.


Gou Long tidak langsung ke kamar sendiri, karena saat ini hari masih sore, dia bergerak ke kamar Feng Yueyin, “Yueyin Siomei! Keluarlah ke halaman berlatih, aku ingin melihat perkembangan ilmu pedangmu!” perintah Gou Long setelah terlebih dahulu mengetuk pintu kamar Feng Yueyin.


Tak lama kemudian tindak kaki dari gadis itu terdengar, berikut muncul dengan orangnya. Gou Long segera memimpin gadis itu ke halaman berlatih dan meminta dia untuk memainkan Ilmu Pedang Gadis Suci.

__ADS_1


Dengan patuh Feng Yueyin segera mengeluarkan pedang dan mulai memainkan Ilmu Pedang Gadis Suci, hanya sebentar saja kehebatannya segera terlihat, baik kesiur angin dan deru lengan baju yang tertiup angin terdengar serta menambah indah gerakan pedang dari Ilmu Pedang Gadis Suci.


Suara dari teriakan dan hawa pedang yang mengaum keras turut mengundang orang-orang lain keluar dari kamar mereka kemudian ikut menonton latihan pedang Feng Yueyin.


Han Zhong dan Gou Long yang memiliki pemahaman lebih baik dalam ilmu silat selalu memperbaiki dan memberi pencerahan pada Feng Yueyin tiap kali gerakan gadis itu terlihat kaku.


Walaupun yang berlatih Feng Yueyin, akan tetapi bagi Suma Xiulan, Chung Munna dan Chung Bau Im yang mendengar penjelasan-penjelasan dari Gou Long dan Han Zhong ikut mendapatkan manfaat dalam pemahaman ilmu pedang.


Setelah berlatih jurus satu putaran, Gou Long meminta Feng Yueyin berhenti sebentar, “Yueyin Siomei tangkap ini! Coba ulang kembali gerakan jurusmu pakai pedang itu.” Dia melemparkan Pedang Phoenix Es pada Feng Yueyin.


“Baik Long Gege!” jawab gadis itu patuh.


Feng Yueyin menangkap pedang tersebut, dan segera bergerak mengulang permainan Jurus Ilmu Pedang Gadis Suci. Begitu pedang tersebut keluar dari sarungnya, hawa dingin seperti musim salju segera merebak di halaman berlatih itu.


Kemudian hawa dingin tidak hanya keluar dari pedang, tubuh Feng Yueyin juga ikut mengeluarkan hawa dingin salju, baik pedang dan tubuh  Feng Yueyin saling beresonansi antara satu dan lainnya.


Baik gerakan ilmu pedang dan pernafasan dari Feng Yueyin terlihat normal dan tidak ada gangguan, sehingga permainan pedangnya lebih baik dari permainan sebelumnya, pedang itu sendiri seperti mengenal tuannya, padahal Feng Yueyin belum memberi cap darah pada Artefak itu.


“Gadis ini memiliki darah Phoenix Es!” bisik Eira pada Gou Long, dia tiba-tiba saja keluar dari cincin budaknya dan hinggap di atas bahu Gou Long.


“Iya... Pantas saja si Penjual budak mengatakan gadis ini tidak dapat mengeluarkan api setelah sekian lama, darahnya tidak terikat dengan Phoenix Api, tapi sebaliknya dia berdarah murni Phoenix Es.” Balas Gou Long mengirim suara dengan tenaga dalam pada Eira.

__ADS_1


__ADS_2