
Seminggu berlalu semenjak Gou Long menyatakan akan menarik diri dan berkultivasi secara tertutup, saat ini dia merasa kultivasi paska kenaikan Ranah Surgawi Tahap Awal sudah kembali stabil.
Tidak langsung keluar dari ruang kultivasi, Gou Long yang masih dalam posisi duduk bersila memanggil Hauri, perwujudan gadis peri tersebut segera muncul di hadapan Gou Long.
“Apakah sekarang saat yang tepat untuk bercerita? Banyak hal yang tidak dapat aku pahami telah terjadi, terlebih tentang Koridor Penghubung Tiga Dunia.” Gou Long buka suara ketika siluet bayangan Hauri muncul di depannya.
Tidak lantas menjawab, Hauri berjalan dan duduk di kursi batu, “Kau bisa bertanya apa saja yang mengganjal hatimu, akan kujawab berdasarkan pengetahuanku.” Jawabnya singkat, senyuman manis diperlihatkan ketika berkata-kata tadi. Seakan-akan masa kembalinya ke Alam Peri semakin dekat saja.
“Kau mengatakan Tanah Suci Para Pendekar adalah sebuah koridor yang menghubungkan tiga dunia/alam, itu masih samar bagiku, aku ingin mendengar informasi secara lengkap.” Gou Long menunjukkan ekspresi keheranannya.
“Hal ini akan merepotkan kau lagi,” ujar Hauri.
“Pertama; Kau harus kembali ke tempat portal yang membuat dirimu bisa berada di Koridor Penghubung Tiga Alam, bagaimana kau bisa masuk ke sana? Apa ada kunci tertentu? Atau menggunakan Pola Array Teleportasi?” lanjutnya memastikan.
“Itu...” Gou Long mengingat kembali bagaimana portal tersebut dibuka, “Mereka menggunakan sepuluh pedang yang dimiliki oleh Patriak dari setiap Klan dan Sekte Utama, dengan memasukkan pedang itu ke dalam semacam tugu batu, di tugu itu sudah ada lubang tempat pedang.” Jawab Gou Long masih dengan ekspresi mengingat kejadian telah lalu.
“Tepatlah seperti yang aku pikirkan!” jawab Hauri, kemudian dia melanjutkan perkataannya, “Kau harus kembali ke sana, dan perhatikan lagi tugu batu tersebut, kuyakin di puncak paling atas dan itu pasti luput dari penglihatan semua Patriak Sekte, ada sebuah lubang pedang lainnya...” Sekarang Hauri yang terlihat seperti berpikir.
“Tidakkah kau memperhatikan pedang yang mereka gunakan? Apakah pedang mereka mirip dengan Pedang Peri Ilusi? Tanya Hauri.
“Iya! Sekilas itu terlihat sangat mirip.”
“Nah! Andai kesebelas pedang dimasukkan ke dalam lubangnya masing-masing, maka akan terbuka portal lain, itu kemungkinan besar portal ke Alam Peri,” Ujar Hauri, raut kegembiraan sekarang terlihat lebih jelas di sorot matanya.
“Tapi tenang saja, aku tidak akan memaksamu membawaku kembali ke Alam Peri saat ini, kutahu masih terlalu banyak hal yang harus kau kerjakan di alam ini. Apa tentang koridor ini sudah jelas bagimu?” lanjutnya, memastikan.
“Hal pertama yang mengganjal hatiku telah sirna, ada dua hal lain yang masih mengganjal, apa kau tahu kenapa aku menerobos Puncak Ranah Langit di sana tanpa ada ujian dari langit dan bumi? Lalu saat keluar bisa melangkah ke Ranah Surgawi?” Gou Long balas bertanya.
“Itu... Untuk ujian langit dan bumi memang tidak berlaku di sana, bukan untuk dirimu saja, tapi untuk semua orang yang menerobos ranah di sana. Lalu kau bisa menebus Ranah Surgawi secara cepat, apa kau menemukan penemuan aneh di tempat itu?”
“...” Gou Long terlihat enggan menjawab, wajahnya memerah, “Sudahlah! Lupakan saja, itu sudah tidak mengganjal hatiku lagi, keberuntunganku yang besar sehingga bisa melangkah ke Ranah Surgawi di usia yang masih sangat muda.” Ujar Gou Long, menutupi apa yang terjadi antara dia dan Ding Jia Li.
__ADS_1
Hauri juga tidak bertanya lebih lanjut, “Sekarang apa masih ada hal yang ingin kau tanyakan? Kalau tidak ada, aku akan kembali ke tempat biasa.” Hauri bertanya, mengakhiri rasa sungkan yang terjadi sesaat tadi.
Gou Long berpikir sejenak, rasanya permasalahan Kultivasi Ganda Ras Peri tidak cocok untuk ditanyakan pada peri dengan jenis kelamin wanita, “Tidak ada, kau boleh kembali.” Jawab Gou Long.
Mendapatkan jawaban seperti itu, Hauri segera menghilang, kembali ke bentuk tato pedang.
Gou Long bangkit dari duduk bersila lalu berjalan ke meja dan kursi batu di ruangan itu, duduk di sana, dia mengeluarkan barang-barang yang dia temukan dari dalam cincin penyimpanan milik Tan Koai.
Menjejerkan di atas meja batu, itu adalah peta dari gulungan kulit binatang, sepasang pakaian hitam, topeng paruh elang dan Kitab cara melayang gubahan Tan Koai.
Memperhatikan semua barang-barang itu, “Tingkat kultivasiku saat ini sama dengan tingkat kultivasi Tan Koai, Ranah Surgawi tahap awal, aku juga bisa melakukan teknik melayang seperti miliknya, dengan barang-barang ini rasanya lebih mudah menyusup ke markas mereka dari pada menyerang mereka secara langsung. Akan kumata-matai saja mereka,” Gumam Gou Long.
Dengan jari-jari yang mengetuk-ketuk meja batu berpikir keras, “Sebaiknya, hal ini kubicarakan dengan It Hong Taysu dan Kui Ong Cinjin terlebih dahulu.” Lanjut Gou Long mengambil keputusan pasti.
Menyimpan kembali barang-barang yang berjejer di atas meja batu, dia melesat keluar dari ruang kultivasi tertutup.
Saat itu Matahari masih tepat di atas kepala, yang menunjukkan waktu siang hari. Gou Long melesat ke tempat Feng Yueyin dan Leng Kun yang sedang mengatur Array, itu adalah area yang akan mereka jadikan Kebun Herbal, Feng Yueyin sedang menanam Herbal sedangkan Leng Kun yang mengatur Arraynya.
Eira juga terlihat di sana, membantu Feng Yueyin, dia menggali lubang di tanah dengan cakar tajamnya.
“Iya! Ada hal yang sangat mendesak, apakah Array pertahanan Gunung ini sudah selesai? Kalau sudah selesai segera aktifkan saja!” Perintah Gou Long.
Eira dan Feng Yueyin mendengar Gou Long akan keluar lagi, mendatangi.
“Aku akan ikut bersamamu kali ini!” ujar Eira, tegas.
“Kau boleh ikut,” jawab Gou Long, lalu kembali dia meminta kepastian tentang Array pada Leng Kun, “Bagaimana dengan Array? Apa bisa diaktifkan sekarang?” tanyanya.
“Saudara Gou boleh berlega hati, Arraynya telah sempurna.” Jawab Leng Kun, dia kemudian mengeluarkan alat pengontrol Array berupa piringan segi delapan, lalu mengaktifkan Array Gunung Teratai.
Bayangan kubah biru tebal segera naik perlahan lalu mulai menyelimuti area Gunung Teratai dan sekitarnya.
__ADS_1
Gou Long menghela nafas lega setelah melihat munculnya kubah Array tersebut.
“Baik sekali! Aku akan keluar sekarang, sebaiknya Array ini harus selalu aktif, kuyakin akan ada banyak pendendam yang mencari perkara denganku, kutakut mereka akan mencari perkara dengan orang-orang di sini,” Gou Long menjelaskan, “Siauw Xiezy! Kau tidak boleh ikut kali ini, tapi menetaplah di sini bersama mereka.” Lanjutnya, berkata pada Siluman Kalajengking dan menyerahkan makhluk itu pada Feng Yueyin.
“Master Paviliun boleh berlega hati, dua puluh orang Ranah Surgawi menyerang bersama tidak akan dapat menembus Array susunanku.” Leng Kun menyombongkan diri. Dia menyerahkan semacam token pada Gou Long, “Dengan ini, Saudara Gou bisa bebas keluar masuk ke dalam pola Array tanpa ada halangan.” Leng Kun menjelaskan.
Gou Long mengambil token itu, “Terima kasih banyak!” dia kemudian menghadap ke arah Feng Yueyin, “Yueyin Siomei! Jaga diri dan berlatihlah dengan rajin,” pesan Gou Long, lalu kembali menghadap Leng Kun, “Saudara Leng! Kutitip Siomei padamu, sampai jumpa lagi.” Gou Long tidak menunggu jawaban mereka, dia langsung melesat pergi dari Gunung Teratai.
“Long Gege berhati-hatilah, dan jaga diri baik-baik!” teriakan Feng Yueyin terdengar bergema dan saling sahut-sahutan di Gunung Teratai.
“Iya! Kalian jaga diri juga!” suara lembut Gou Long terdengar mengalun di telinga mereka, dan tidak ada gema sama sekali. Betapa Kontrol tenaga dalam tingkat tinggi diperlihatkan dalam mengirim suara itu.
Bergerak cepat, Gou Long tidak langsung ke Lembah Gunung Berkabut, dia mengubah rencana awal ingin meneliti tugu batu karena teringat hal sepele yang sering dilupakannya ‘Ujian Alkemis’. Dia bergerak menuju pusat Kota Tian Yu, saat ini dia sangat ingin mengambil ujian Alkemis serta memperoleh pengakuan resmi sebagai seorang Alkemis.
Sambil bergerak dan bersiul-siul kecil, Gou Long juga memikirkan Ding Jia Li, “Entah bagaimana keadaan gadis itu saat ini? Aku juga harus ke Sekte Teratai Biru kelak, gurunya merupakan salah satu dari sepuluh orang pemilik pedang kunci portal.” Tanpa sadar ia bergumam dan menghentikan siulan-siulan kecil dari mulutnya.
“Siiiiinnggkk!”
“Siiiiinnggkk!”
Beberapa panah dan senjata rahasia tiba-tiba melunjur deras dan menyerang Gou Long dari segala arah.
Serangan itu segera saja menghentikan gerakan ilmu meringankan tubuh Gou Long.
Dia lantas berputar seperti gasing, dengan golok berat di tangan, menepis semua senjata rahasia yang di arahkan padanya.
“Traaaankkk!”
“Traaaankkk!”
“Traaaankkk!”
__ADS_1
Bunyi benturan senjata rahasia yang terus ditepis Gou Long dengan golok tebalnya.
Begitu semua serangan itu berakhir, “He he he! Keluarlah tak perlu kalian bersembunyi lagi, berani menyerang maka berani menanggung akibatnya.” Gou Long terkekeh dan mengancam.