
Hari telah sore saat pertarungan itu berakhir, Gou Long sudah membereskan sisa-sisa pertempuran sekaligus mengubur kedua mayat tersebut. Dia melambaikan tangan pada Hauri dan Feng Yueyin, kemudian melesat ke salah satu dari lima bukit yang berbentuk seperti kelopak bunga dari Gunung Teratai.
Hauri dan Feng Yueyin segera melesat, dan mengikuti siluet bayangan Gou Long yang bergerak ke puncak Gunung.
Gunung ini dinamakan dengan Gunung Teratai karena memiliki puncak Gunung utama yang tinggi, dan di sekelilingnya berdiri 5 bukit lain yang membentuk seperti kelopak bunga teratai.
Dengan bentuk yang unik seperti itu, untuk membangun sebuah Mansion di Gunung ini akan menghabiskan biaya yang sangat banyak. Setelah memerhatikan bentuk dan area-area tertentu dari Gunung ini, Gou Long segera menyadari kebenaran dari perkataan Tuan Penguasa Kota.
“Hemm... Setelah melihat langsung Gunung ini, aku rasa kita akan membangun rumah gua saja, dengan pemandangan yang indah dan bentuk Gunung yang unik, rumah gua akan terlihat lebih alami untuk tempat utama kultivasi, sedangkan aula utama kita akan membangunnya di tengah-tengah yang lembah yang di apit oleh bukit-bukit ini.” Ujar Gou Long memecah kesunyian sore itu.
“Kau tentukan saja posisi untuk bangunan, sedangkan untuk bentuk dan gayanya ikut model dan seleraku! Bagaimana?” Hauri ikut mengomentari.
“Memangnya bagaimana model bangunan yang Cici pikirkan?” tanya Feng Yueyin penasaran.
“Ini gaya bangunan dari Ras tanah kelahiranku, sudah pasti akan sangat unik dan berbeda dengan gaya Ras Manusia.”
“Baik! Kalau begitu terserah kau saja, bagiku yang terpenting nyaman dan terlihat alami.” Ujar Gou Long, menanggapi percakapan dua gadis itu.
“Sudah pasti sangat alami dan nyaman.” Jawab Hauri, yakin dan pasti.
***
Sudah seminggu mereka menetap di Gunung Teratai, dan di sana saat ini sudah mulai terlihat beberapa orang sewaan yang bertugas dan memahat Gunung itu seperti yang diatur oleh Hauri, rancangan dari gadis itu sangat akurat dan alami, dia bahkan tidak merusak bentuk Gunung itu sendiri.
__ADS_1
Mulai dari pembangunan tangga spiral yang mempermudah untuk menaiki puncak utama, sampai dengan ruang-ruang batu di dalam Gunung itu sendiri. Pintu masuk yang kecil seperti pintu gua, namun isi di dalamnya yang luas. Padahal ini masih rancangan awal dan belum sepenuhnya selesai.
Hauri seperti telah menyiapkan segala sesuatu dengan sangat matang, dari segi bentuk dinding dan langit-langit ruangnya, dia tidak mau para pekerja itu membuat dinding dan langit-langit langsung dengan batu atau tanah.
Tapi hauri meminta mereka menempeli dinding dengan balok-balok kayu, juga menambahkan tiang-tiang besar sebagai penyangga, kemudian baru menempelkan kayu lainnya di langit-langit setiap ruangan.
Para pekerja ini, dapat memahami apa yang di maksud Hauri karena memang pekerjaan sehari-hari mereka adalah para pemahat dan kuli bangunan. Menurut perkiraan Hauri pembangunan ini akan siap secara menyeluruh setelah 5 bulan, dan dalam seminggu ini mereka baru menyiapkan dua ruang sementara untuk tempat tinggal Gou Long dan Feng Yueyin.
Gou Long sudah menunggu 2 orang pemilik plakat Gunung tersebut selama seminggu ini, namun keduanya belum terlihat mendatangi Gunung Teratai.
Dalam rentang waktu ini Gou Long sudah pasti tidak melupakan kultivasinya, dia sudah menyerap Roh Siluman Serigala Bulan yang menghabiskan 2 hari kultivasi dalam penyerapannya, sehingga saat ini petir yang dimiliki Gou Long bukan saja petir perak, namun juga petir hitam pekat.
Dengan menyerap Roh tersebut, tingkat kultivasi Gou Long kembali meningkat walau belum bisa merasakan akan terjadinya penerobosan Ranah. Hawa murni di dalam tubuhnya terasa sangat tenang dan tidak meledak-ledak.
Penemuan ini seperti melengkapi Ilmu Alkimia yang sudah di hafal Gou Long sebelumnya, terlebih lagi Kitab Racun ini sangat komplit, mungkin karena kecerdasan dari si Racun Tua yang sedikit lebih rendah, sehingga tingkat ilmu yang dia miliki tidak sehebat apa yang tertulis di dalam kitab ini.
Gou Long bukanlah orang baik yang suci seutuhnya, terlebih setelah hampir setahun berkelana dan berpetualang di dunia persilatan. Sifat-sifat kultivator sebagian besar sudah bisa dipahami Gou Long, jadi baginya belajar Ilmu Racun dan meracik beberapa pil racun atau meracik racun yang tidak berbentuk pil termasuk pada kategori pengembangan diri.
Siang hari kedelapan di Gunung teratai, terlihat seorang pemuda yang berusia 20 tahun mendatangi, dari penampilannya, orang itu seperti seorang sastrawan terpelajar dan tidak ada tanda-tanda ahli silat dari pemuda ini.
Dia datang dan langsung menghampiri para pekerja rekonstruksi Gunung tersebut, “Paman! Apa ada seseorang yang menyuruh paman dan pekerja lainnya untuk membangun bangunan baru di Gunung ini? aku ingin bertemu dengan orang yang memperkerjakan paman sekalian!” tanya pemuda tersebut pada salah satu dari pekerja di sana.
“Tuan Muda ingin bertemu dengan pemilik baru dari Gunung ini?” balas bertanya pekerja tersebut.
__ADS_1
“Iya! Apa paman mengetahui orangnya?”
“Aku tidak mengenalnya Tuan Muda, tapi aku tahu orang yang mengenal pemilik Gunung ini, mari tuan muda aku kenalkan dengan orangnya saja!” ajak pekerja tersebut.
“Baik! Tolong paman pimpin jalannya!” ujar pemuda tersebut, mempersilahkan pekerja itu memimpin jalan.
Pemuda tersebut kemudian mengikuti pekerja yang memimpin jalan membawanya bertemu dengan seorang gadis yang dalam pandangan pemuda itu terlihat sangat cantik.
Kecantikan gadis ini sangat alami, dengan warna kulit seputih salju, wajah yang bulat seperti bulan, dengan alis tipis serta hidung yang mancung, melengkapi kesempurnaannya bibir yang tipis berwarna kemerahan.
“Nona Muda! Tuan Muda yang ini ingin bertemu dengan Tuan Gou!” ucap pekerja itu pada Feng Yueyin yang membuat pemuda tersebut tersadar dari pesona Feng Yueyin yang sesaat.
“Baik Paman! Paman boleh kembali bekerja!” ujar Feng Yueyin kemudian berbalik menghadap ke arah pemuda yang datang bersama pekerja tersebut.
“Senior ingin bertemu dengan Long twako? Mari aku antarkan!” Ujar Feng Yueyin.
“Nona Muda tidak perlu berlaku sopan dan sungkan, aku hanya orang tidak terkenal, namaku Leng Kun! Nona sendiri siapakah?” pemuda tersebut memperkenalkan diri dan bertanya nama Feng Yueyin.
“Siomei bernama Feng Yueyin! Leng Twako juga tidak perlu berlaku formal padaku!” jawab Feng Yueying, ia langsung menghilangkan bahasa sopan santun di antara mereka.
“Sudah berapa lama Gunung ini mulai di tempati?” tanya Leng Kun penasaran.
“Belum lama Leng Twako! Baru seminggu yang lalu kami menempati Gunung ini.” Jawab Feng Yueyin singkat.
__ADS_1
Percakapan itu terhenti ketika di hadapan mereka terlihat Gou Long sedang menyongsong kedatangan Feng Yueyin dan Leng Kun.