Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 321. Dewi Dari Kahyangan


__ADS_3

Saat Xiao Ziyan belum bisa menjawab, Gou Long telah melanjutkan perkataannya, “Aku berharap Nona Xiao tidak menyukaiku …” Gou Long menghela nafas panjang, jejak kekhawatiran dan kerinduan terlihat di wajah, padahal baru satu-dua hari berpisah. “Aku laki-laki yang sudah beristri.”


Gou Long memperlihatkan cincin pernikahannya pada Xiao Ziyan, cincin yang indah dengan guratan kecil nama tiga orang tertera di sana; Gou Long, Hua Mei dan Ding Jia Li.


Untuk sesaat Xiao Ziyan terlihat salah tingkah. “Pemburu Gou terlalu banyak berpikir. Mari kita lanjutkan perjalanan, bangunan yang bisa kita sewa untuk keperluan Saudara Gou harus kita dapatkan hari ini.”


Gadis itu melesat cepat ke depan, meninggalkan Gou Long di belakangnya. Xiao Ziyan sedang coba menghilangkan kecanggungan yang terjadi sesaat tadi.


“Nona Xiao, maafkan ucapanku yang tidak berkenan dihatimu.” Gou Long menyesalkan ucapan tadi, seraya bergerak cepat mengimbangi gerakan Xiao Ziyan.


Si gadis berpaling, dan tersenyum cerah. “Apa yang Pemburu Gou katakan? Bisakah kau ulangi sekali lagi, aku tidak mendengar dengan jelas.” Xiao Ziyan memainkan peran, jelas sekali itu hanya kepura-puraan, orang lain di jalanan juga dapat mendengar secara pasti permintaan maaf Gou Long tadi. 


Namun si pemuda bukanlah orang yang bodoh, dia sangat paham. “Ha ha ha …” setelah tertawa keras yang mengejutkan semua orang di jalanan. “Mari kita bergegas,” ajak Gou Long.


Tapi, dalam hati ia sangat berterima kasih. “Nona Xiao sengaja berlagak pilon, seakan-akan percakapan sebelumnya tidak pernah terjadi. Sehingga ia tidak membutuhkan permintaan maaf dariku. Semua yang ia lakukan untukku hari ini, benar-benar pertolongan yang sangat tulus. Kelak pasti akan aku balas kebaikan ini.”


Tidak terlalu jauh dari Guild Pemburu, Gou Long dan Xiao Ziyan mendapatkan bagunan yang disewakan. Itu hanya bangunan satu lantai, serta memiliki empat ruangan. Gou Long merasa ini sudah lebih dari cukup. 


Pemilik bangunan menyewakan dengan harga sepuluh kristal kelas tinggi untuk satu tahun. Jumlah yang benar-benar tidak dimiliki Gou Long. Namun, memikirkan keuntungan yang bisa didapatkan dari hasil penyulingan Alkimia, jumlah tersebut bisa ia peroleh hanya dalam dua sampai tiga bulan. 


Pembayaran ini semua dipinjamkan oleh Nona Xiao.


Hari itu mereka juga pergi ke pusat kota tempat taruhan pada pertarungan hidup dan mati diselenggarakan. Tapi, Gou Long tidak memasang taruhan. Ia khawatir Huo Cin Lam pasti akan kalah, dan kebanyakan masyarakat juga memasang taruhan pada Kiat Cu Pat. 

__ADS_1


“Semoga Huo Twako bisa mengalahkan orang kurang ajar tersebut.” batin Gou Long. 


Setelah semuanya selesai Gou Long dan Xiao Ziyan berpisah. Anak muda itu langsung kembali ke Guild Pemburu, membawa Bing Feng bersamanya dan pindah ke toko yang baru saja ia sewa.


Gou Long juga tidak menunggu hari esok, dia tidak menunda, mempersiapkan segala hal terkait pembukaan toko Alkimia. Baik itu ruang penyulingan dan gambar Array api, tidak lupa pula ia menulis pamflet dengan ukiran biasa dan tidak istimewa, benar-benar pamflet yang sangat biasa, bahkan tidak di cat sama sekali.


“Menyediakan jasa penyulingan Alkimia–Upah berdasarkan pil yang ingin disuling bisa dikonsultasikan. Bahan harus dibawa sendiri, pemilik toko hanya menyediakan jasa penyulingan, bukan jasa pengadaan barang.” Begitulah bunyi pamflet yang dipasang Gou Long.


***


Masih di Domain Ras Manusia, ini adalah wilayah yang sangat dekat dengan Domain Ras Peri. 


Wilayah gurun yang sangat gersang, dan panas. Hanya oasis yang menjadi tempat masyarakat bergantung untuk hidup.


Pemimpin kedua suku hanyalah manusia dengan tingkat kultivasi Ranah Kaisar Tahap Menengah. Sedangkan pasukan kedua belah pihak terbagi rata pada tingkat Ranah Kaisar Tahap Awal. Peperangan antara kedua suku terjadi hampir di sepanjang tahun saat musim panas, yang sangat mengesalkan adalah kedua kepala suku tidak pernah mendapatkan kata sepakat dan saling melakukan gencatan senjata.


Padahal, andai mereka berdua bersedia duduk mendinginkan kepala dan bermufakat akhir yang baik pasti akan mereka peroleh.


Saat itu adalah puncak siang hari di mana matahari sedang teriknya. Orang-orang di sana sedang berperang sengit, darah bercampur keringat menguap ke udara yang sangat panas. Memualkan orang yang mencium bau tersebut.


Sebagai dari pengikut kedua belah pihak, dengan sengaja berbaring pura-pura terbunuh. Namun, sesekali melihat suasana peperangan, begitulah rasa capek dan penat telah menyerang mereka, sehingga bahkan mereka menjadi malas untuk terus melanjutkan peperangan.


Lalu peperangan itu benar-benar telah berhenti ketika orang-orang yang berpura-pura tewas karena kelelahan berteriak keras.

__ADS_1


“Lihat! Sesuatu muncul dari langit!” 


Teriakan itu menghipnotis semua orang yang sedang bertarung. Secara tidak langsung mereka mendongak ke atas, dan benar saja, memang ada sesuatu di langit meluncur turun dengan kecepatan tinggi ke arah mereka.


Dasar mereka semua hanyalah orang-orang primitif yang hanya tahu berperang sehingga tidak pernah terjadi peningkatan pada kultivasi. Cara berpakaian mereka pun demikian seadanya. 


Ketika suara lain terdengar, ini bahkan lebih menghipnotis dari sebelumnya. “Itu adalah D-dewi yang t-turun dari kahyangan. Mak! D-dewi benar-benar akan menghukum kita s-semua karena terus berperang setiap tahun.” Teriakan ketakutan dan terbata-bata. Tidak jelas siapa yang meneriakkan itu.


Karena teriakan tersebut, mereka semua takut dan gemetar, orang-orang yang berpura-pura mati karena kelelahan juga telah bangkit dan gemetar. 


Kedua kepala suku berinisiatif cepat, mereka sama bersimpuh di atas lutut dan kepala yang ditenggelamkan rendah hingga menyentuh tanah. “Apa yang kalian semua tunggu? Lekas, lekas lakukan seperti yang kami lakukan, jika kalian ingin selamat!” perintah keduanya.


Memang sosok yang meluncur turun dari langit itu adalah Hua Mei yang baru saja keluar dari portal teleportasi. Dia telah berpengalaman dan dapat mengontrol kesadaran saat keluar dari portal.


Dari ketinggian ia berkali-kali melepaskan pukulan di udara agar daya luncur melambat, dan itu berhasil dengan baik.


Namun, Hua Mei sempat terkejut melihat manusia yang terlihat dalam pakaian primitif, mereka semua sedang bertempur. Lalu ketika ia memfokuskan kesadaran spiritual, ia telah melihat orang-orang itu berbicara dalam bahasa yang tidak dimengerti. 


Mereka menunjuk-nunjuk ke arahnya, raut wajah masyarakat primitif itu tiba-tiba berubah dan berdiri dalam keadaan gemetar. Terus meluncur turun, Hua Mei semakin terkejut saat ia melihat mereka semua tiba-tiba saja sujud di atas tanah.


Tidak ada dari mereka yang berani melihat ke arah Hua Mei yang sedang meluncur turun. Dasar gadis itu memang pribadi yang cerdas, sekilas lihat dia telah mengetahui mereka salah paham terhadap dirinya.


Terus meluncur turun, senyum lebar mengembang di wajah gadis itu serta memperlihatkan keagungan yang sangat sempurna. “Aku akan bermain peran seperti yang kalian pikirkan,” batin Hua Mei.

__ADS_1


__ADS_2