
Sementara itu, Gou Long dan Ding Jia Li yang terkurung di dalam kubah cahaya kuning tersebut, mendapatkan keajaiban lainnya.
Dari bola kristal berwarna kuning itu keluar sebentuk ilusi yang membuat keduanya mabuk, baik Gou Long maupun Ding Jia Li sudah membentengi diri dengan pertahanan kesadaran spiritual, namun keduanya tetap saja hanyut, mabuk lupa diri, antara sadar dan tidak.
“Berada di sini merupakan takdir, sampai ke sini merupakan takdir, berhasil membuka segel-segel yang berlapis-lapis di area ini merupakan takdir...” dengungan suara gaib yang hanya bisa didengar oleh Gou Long dan Ding Jia Li mulai berbicara.
“Kultivasi Peri adalah jalan kultivasi keabadian, manusia fana tak akan sanggup bertahan, kecuali saling menanggung penderitaan, jika hati tak rela hanya ada jalan kematian...”
“Mati muda sebuah kehinaan, takdir tidak dapat dielakkan, jodoh tak dapat dihindarkan...”
“Nasib kalian sudah ditentukan...”
Suara gaib itu menghilang, kemudian bola kristal itu pecah menjadi dua, yang satu melesat masuk ke dalam dantian perut Ding Jia Li dan yang satu lagi masuk ke dalam dantian perut Gou Long.
Dess!
Dess!
Dess!
Dantian mereka terasa seperti mau meledak, hamparan tenaga dalam tiba-tiba mengalir lebih padat, Gou Long yang memiliki 3 dantian terbuka bahkan tidak dapat menampung energi yang membengkak ini.
Dalam keadaan setengah sadar dan mabuk keduanya segera duduk berdiam berkultivasi mencoba mengontrol tenaga besar yang tiba-tiba masuk ke dalam tubuh. Namun itu sia-sia saja, rasa panas tak tertahankan mulai melanda keduanya.
Lalu bayangan jiwa samar muncul di depan mereka berdua, bayangan tanpa kaki yang melayang begitu saja.
“Anak manusia percuma saja kalian melawan, itu tidak akan berguna, ini adalah Kultivasi Ganda Ras Peri...”
Bayangan tersebut kemudian menunjuk Gou Long, “Bocah laki-laki! kau dengan sengaja daku undang kemari, kau memiliki landasan kultivasi peri, kau mewarisi tekad peri...”
“Sedangkan kau bocah perempuan! Daku sudah melihat isi pikiranmu... informasi yang diberikan gurumu salah seluruhnya, tapi ini juga takdirmu...”
__ADS_1
“Ingat! Kultivasi Peri adalah jalan keabadian... Kalian manusia tidak dapat bertahan, kecuali dengan penyatuan... Dalam jalan keabadian daku ikat kalian sebagai pasangan...” Setelah berkata-kata seperti itu, bayangan tersebut menghilang sepenuhnya.
Panas dalam tubuh kedua anak manusia itu semakin menjadi-jadi, muka keduanya sudah sangat memerah, ada hasrat tertahan yang harus dilepaskan.
Keduanya terbuai dalam keindahan semu yang harus segera dituntaskan.
Saat hasrat sudah sampai pada puncaknya, saat itulah prinsip ilmu ekonomi secara terminologi harus diuraikan. “Yaitu bagaimana cara memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas berhadapan dengan sumber daya yang terbatas.” Ini adalah prinsip umum.
Namun saat ini prinsip ekonomi khusus yang harus dipakai. “Memenuhi kebutuhan manusia perut dan di bawah perut.” Maka saat inilah ayam jantan berkokok kegirangan.
Entah berapa lama waktu yang dilalui keduanya, ketika akhirnya Gou Long bangkit lalu kembali berpakaian dengan rapi. Dia bahkan menampar-nampar pipinya beberapa kali, apakah ini mimpi? Tapi si gadis yang pernah dilihat Gou Long di sungai tempo hari masih tertidur pulas di depannya.
Aliran tenaga dalam Gou Long terasa normal dan tidak ada lonjakan.
Ini bukan mimpi, dan saat ini gadis itu sudah membuka matanya menatap Gou Long lama, raut wajah dan tatapan sorot matanya menggambarkan perasaan sayang, cinta, benci dan marah beriringan.
“Bangkitlah! Pakai kembali pakaianmu, lalu stabilkan dulu kultivasimu! Baru kita akan berbicara lebih jauh,”
Tidak berkata apa-apa, gadis tersebut bangkit dan berpakaian kembali, terus saja duduk bersila berkultivasi menstabilkan tenaga dalam. Sesaat kemudian dia membuka mata, hawa murninya sangat normal serta tak ada yang perlu distabilkan.
Setelah berpikir sejenak, gadis itu berkata, “Pertama, namaku bukan Jia Li tapi Ding Jia Li. Kedua, kau yakin menganggapku orangmu? Kalau kau yakin kau harus memecah masalahku, barang yang diinginkan guruku telah hilang gara-gara kau, bagaimana kau akan menyelesaikannya?” raut wajah gadis itu terlihat memerah tidak jelas entah karena marah atau karena malu.
“Itu hal yang mudah, karena kamu orangku, maka sudah tentu kesusahanmu ini akan kubereskan,”
“Ini ambillah! Katakan saja pada gurumu benda ini yang kau temukan berdasarkan petunjuk dari peta pemberiannya.” Ujar Gou Long, sambil menyerahkan botol giok berisi Pil Super Semesta.
“Apa itu? Pasti sampah tidak bermanfaat.” tanya Ding Jia Li, heran. Namun tangannya dijulurkan mengambil botol giok pemberian Gou Long.
“Tidak mau? Ya sudah, kutarik saja kembali...” jawab Gou Long, bahkan tangan yang menyodorkan sedikit digerakkan seperti menarik kembali.
“Jangan!...” Potong gadis itu, tangannya bergerak cepat mengambil botol giok di tangan Gou Long.
__ADS_1
“Memangnya apa ini?” lanjut gadis tersebut bertanya heran.
Saat ini hanya murid-murid dari Sekte Teratai Biru yang tidak mengetahui bahwa Gou Long memiliki Pil yang diberkahi langit dan bumi, saat itu kedatangan mereka memang terlambat.
“Itu Pil yang paling diincar dunia persilatan saat ini,” Jawab Gou Long santai.
“Sudahlah! Sekarang bagaimana cara kita keluar dari kubah berwarna kuning ini?” lanjut Gou Long.
“Jangan kau pikir dengan memberikan ini, hatiku telah luluh! Cabul! Dengan pil ini kau hanya masuk pertimbangan sementara.” Ketus gadis tersebut, raut wajahnya terlihat lebih merah. Kemudian dia memakai kembali cadarnya, “Coba saja langsung keluar.” Lanjutnya.
Benar saja gadis tersebut langsung melesat menembus kubah berwarna kuning dan menghilang di balik sana. Gou Long juga tidak tinggal diam, dia ikut melesat menembus kubah tersebut.
Setelah keduanya keluar, kubah tersebut menghilang dengan sendirinya, akan tetapi satu keanehan terus-menerus terlintas di kepala Gou Long, “Apa yang terjadi? Bukankah ini sudah berlalu lebih dari seharian? Lantas kenapa gadis-gadis ini masih bertarung dengan Siluman Naga Kelas Ke-1?”
Gou Long sudah tidak memiliki waktu untuk memikirkan keanehan ini, dia lebih terfokus pada Siluman naga kelas ke-1 yang sedang bertarung dengan para gadis di sana.
Apalagi setelah melihat dengan seksama, naga tersebut jenis Naga hitam dengan api petir, sangat cocok untuk menjadi Roh ketiga yang diikat Gou Long.
“Tahan serangan kalian! Naga ini biarkan aku yang mengurusnya!” teriak Gou Long, dia tidak menunggu jawaban dari para gadis itu, segel transformasi roh di keluarkan.
Dengan roh serigala bulan, Gou Long mengembangkan teknik memindah jasad bergerak membombardir seluruh badan naga tersebut dengan ledakan petir hitamnya.
Serangan-serangan yang seakan-akan merobek ruang hampa ini membuat para gadis tersebut mundur dengan sendirinya, panggung pertempuran sepenuhnya menjadi hak milik Gou Long.
Tatapan mata penuh kekaguman tak dapat disembunyikan, bahkan masing-masing dari mereka ikut bergumam, “Tokoh mana pendekar muda ini? Kenapa namanya tak pernah ada yang mendengungkan?”
Di sana... sorot mata kekaguman dan perasaan hangat di dada lebih terasa oleh seorang gadis yang terus berusaha menyembunyikannya.
______
Naga Hitam ini kalau di ilustrasikan seperti Night Fury di film How To Train Your Dragon. Naga Hitam yang menembak bola-bola petir dari mulutnya.
__ADS_1