Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 283. Kerinduan Gou Long


__ADS_3

“Iya!” jawab Gou Long singkat, lalu ia berjalan ke meja, menuangkan teh dan minum, saat ini ia juga sama seperti Sang Paman, sangat ingin meneguk beberapa cangkir arak ke dalam perutnya.


“Sejak dahulu dan entah sampai kapan, menjadi hal yang tabu adanya kedekatan internal antara golongan putih dengan golongan hitam…”


“Aku! Gou Long, sangat bangga memiliki Ayah dan Ibu yang berani melanggar prinsip-prinsip umum dan memecah ketabuan itu!” teriak Gou Long keras. Secara tidak langsung, teriakan tersebut mengagetkan Gou Fei.


“Ha ha ha…” Gou Fei, tertawa panik, ia bangkit dari duduk, perasaan gila Gou Long ikut dirasakannya, “Aku juga sangat bangga memiliki Kakak yang eksentrik seperti Gou Han.” Gou Fei berteriak keras.


Keduanya tersenyum lega, berteriak seperti itu meringankan hati mereka


***


Selama dua hari selanjutnya, Gou Long benar-benar memberi pelajaran Alkima pada seluruh anggota Klan Gou yang pernah mempelajari Alkimia.


Orang-orang ini sangat antusias, pemahaman Alkimia yang diajarkan Gou Long benar-benar tidak pernah mereka dapatkan, Apalagi pemahaman Alkimia Gou Long sendiri sebelumnya sudah sangat hebat, sebelum ia memperoleh berkah dari Nada Alkimia Legendaris ia sudah bisa meracik pil dengan jumlah maksimal sembilan pil, atau yang biasa disebut Alkimia Sembilan Seri.


Saat ini, Gou Long sudah memahami, Alkimia Tiga Belas Seri, Alkimia Lima Belas Seri, dan Alkimia Tujuh Belas Seri. Walaupun apa yang diajarkan Gou Long pada mereka belum mencapai tahap tersebut, hanya pada tahap Alkimia Tujuh Seri, namun itu tetaplah hal yang sangat luar biasa bagi Klan Gou.


Di hari-hari yang lain, Gou Long selalu menemani Kakek Gou Wenzhi, orang tua itu memang sedih saat Gou Long menceritakan perihal Ayah dan Bundanya yang telah meninggal, tapi kemudian ia bisa menerima takdir hidup yang telah berlalu, lagi pula orang yang sudah mati pasti tidak akan bisa hidup kembali.


Satu hal yang belum diceritakan Gou Long adalah, perihal dirinya sendiri yang tidak bisa terus menerus tinggal di Klan Gou.


Itu adalah malam terakhir, di mana Gou Long berniat pergi dari daerah Utara besok pagi.


Gou Long berjalan pelan ke kamar Kakek Gou Wenzhi, setelah ia masuk ke dalam, “Permisi Kek! Bagaimana kalau kita berjalan-jalan, kakek harus mulai terbiasa lagi dengan udara malam.” Gou Long menawarkan.


“Baik! Ini seperti bernostalgia dengan mendiang Ayahmu saja,” jawab Gou Wenzhi, riang.


Kakek Gou Wenzhi langsung memimpin, dia membawa Gou Long ke tebing belakang arena berlatih Klan Gou, memang itu adalah tempat yang paling disukai olehnya, baik saat Kakek Gou Wenzhi menyendiri atau saat ia berkultivasi.

__ADS_1


Keduanya berdiri, dalam keheningan, sama-sama menatap langit malam, secara samar Kakek Gou Wenzhi menangkap helaan nafas halus Gou Long. Tanpa disadari si pemuda, Kakek Gou Wenzhi melihat pada pemuda itu.


Ada kerinduan yang mendalam di wajah pemuda tersebut, si Kakek membiarkan Gou Long terhanyut dalam lamunannya.


Gou Long, yang awalnya mempunyai niat untuk berpamitan dari Kakek Gou Wenzhi, saat ia melihat langit malam, ia tidak dapat menahan kerinduan di hatinya.


“Mei ‘er, Jia Li ‘er! Bagaimana kabar kalian saat ini?” batin Gou Long, perlahan mata pemuda itu mulai berair, dia benar-benar sangat merindukan kedua calon istri dan kerabat-kerabat dari Paviliun Gunung Teratai.


“Long ‘er!...” Kakek Gou Wenzhi menyapa, membuat Gou Long kembali ke kenyataan.


“Iya Kek! Long ‘er!...”


“Kakek tahu! Long ‘er akan segera meninggalkan Klan ini, makanya Long ‘er mengajak Kakek ke berjalan-jalan saat ini kan!” Gou Wenzhi memotong cepat perkataan Gou Long, pengalaman hidup membuat si Kakek sangat cepat menyadari maksud dari Gou Long.


“Emm!...” 


Anak muda itu tidak dapat menutupinya, dia hanya mengangguk kecil.


“Kapan Long ‘er akan berangkat?” Kakek Gou Wenzhi bertanya, dia sadar sepenuhnya tidak mungkin menahan Gou Long di sini, dengan kualifikasi Ilmu bela diri dan Ilmu Alkimia dari si cucu, daerah Utara ini akan sangat kecil baginya.


Mereka berdua juga bukan anak kecil, sehingga Kakek Gou Wenzhi tidak bertanya lain hal, seperti kenapa tidak menatap disini saja? Atau lain-lainnya.


“Besok pagi.” Gou Long menjawab singkat.


Sekilas Kakek Gou Wenzhi menatap dalam pada pupil mata Gou Long, ia menemukan tekad yang tidak bisa diubah, dan juga kerinduan yang tak tertahankan lagi.


Orang tua ini pernah merasakan penderitaan karena kerinduan, dia lebih mengerti dari siapapun bagaimana sakitnya hal tersebut. 


“Haaahh!” Kakek Gou Wenzhi menghela nafas panjang, lanjutnya, “Baiklah! Sebelum Long ‘er berangkat, jangan lupa persiapkan bekal secukupnya…”

__ADS_1


“Kakek tidak berniat menahan kepergian Long ‘er? Kakek juga tidak bertanya alasannya kenapa?” kejut Gou Long.


“Ha ha ha…” Orang tua itu tertawa senang, lalu ia memegang dadanya yang tersedak karena tawa, “Kita sama-sama laki-laki dewasa… Kakek tahu Long ‘er memiliki banyak hal yang Long ‘er rindukan di tempat lain…”


“Lagi pula, Kakek telah memahami dua hal penting, sebagai laki-laki dua ini sangat tidak disukai, yang pertama; dikekang dan yang Kedua; terlalu di perhatikan atau di sayang-sayang, sehingga laki-laki akan merasa martabatnya layak anak kecil saja…”


“Kalau Long ‘er berniat mengatakan, maka hal-hal tersebut sudah pasti akan Long ‘er ceritakan.” Kakek Gou Wenzhi mengakhiri perkataannya, lalu ia menghirup udara malam, dalam dan menikmatinya.


“Emm…” Tatapan mata Kagum akan karakter si Kakek terpancar dari sorot mata Gou Long, “Maafkan Long ‘er kek! Di Daratan Tengah sana, Long ‘ er telah mendirikan Paviliun Gunung Teratai, saat ini mungkin sudah dalam tahap perkembangan. Ini sudah tiga tahun Long ‘er tinggalkan, karena satu dan dua hal lainnya…”


“Kemudian, Long ‘er juga sudah memiliki dua orang tunangan, keduanya Putri-putri terbaik dari Klan dan Sekte besar golongan putih Daratan Tengah…” Gou Long terlihat sedikit meragu untuk melanjutkan ucapannya.


Gou Wenzhi menyadari sikap Gou Long yang menghentikan perkataan, lantas dia menyakinkan anak muda tersebut, “Lanjutkan saja!”


Setelah menarik nafas panjang, “Dalam hati Long ‘er, telah berencana yaitu setengah tahun lagi, Long ‘er ingin mengikat keduanya dalam ikatan pernikahan…” 


” Sedangkan, Kakek harus segera berbenah diri, menyembuhkan stamina dan semangat, juga meningkatkan kualitas latihan dari Klan, tiga bulan lagi, Kakek dan beberapa paman berangkat ke Daratan Tengah, Long ‘er akan menyiapkan utusan yang menjemput Kakek dan para Paman di perbatasan daerah Utara dan Daratan Tengah nantinya…”


“Long ‘er ingin pernikahan Long ‘er dihadiri oleh para Paman dan Kakek, urusan administrasi dan segala macam, tidak perlu Kakek pikirkan lagi, kekayaan Long ‘er sendiri cukup untuk menghidupi tujuh turunan….”


Gou Wenzhi, hanya mengangguk ringan, dalam hati ia berkata, “Cucu baik! Dia mengkhawatirkan aku akan menolak pernikahan, sehingga sejak awal sudah menjelaskan status dari kedua gadis itu, kemudian dia juga tidak mau segala biaya operasional dikeluarkan oleh Klan, anak ini sadar Klan sedang tidak baik-baik saja secara keuangan…”


“Benar-benar anak yang sudah sangat mandiri, padahal baru berusia dua puluh satu tahun.”


Mimik wajah diganti secepat mungkin oleh Gou Wenzhi, tersenyum sumringah, ia berkata, “Bagus sekali, segala hal-hal yang baik tidak boleh ditunda, Long ‘er tidak perlu menjelaskan banyak hal lain lagi pada anggota Klan Lain,  Kakek sendiri yang akan memberi pengumuman kelak…”


Gou Wenzhi menepuk ringan kedua bahu Gou Long, lalu ia melanjutkan perkataannya, “Klan Gou akan mendukung dan mendoakan segala yang terbaik buat Long ‘er, juga tidak akan pernah menghambat potensi besar yang masih ada pada dirimu…”


Begitulah saat percakapan antara para lelaki terjadi, mereka pasti lebih mengedepankan rasionalitas jika dibandingkan dengan perasaan. 

__ADS_1


Sehingga percakapan yang terjadi antara si Kakek dan cucunya itu menjadi lebih mudah, bahkan di penghujung malam, mereka mengakhiri dengan minum arak bersama di tebing tersebut.


__ADS_2