Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 92. Pasar Gelap


__ADS_3

Pemabuk itu boleh saja berlalu dari hadapan semua pengunjung warung tersebut. Namun, kata-kata terakhir sebelum dia tumbang telah tinggal serta membekas dalam di hati dan pikiran semua orang yang mendengarkannya.


Mau tidak mau orang-orang itu memikirkan juga terhadap apa yang di ucapkan laki-laki mabuk barusan.


Benar apa yang diucapkan pria mabuk itu, yang sesat bukan kultivasinya, tapi budi pekerti yang dimiliki oleh jiwa seseoranglah yang harus dilihat, baik atau sesatkah.


Para pengunjung warung ini, masing-masing sekarang memiliki juga niat yang sama, mereka sangat ingin melihat bagaimanakah bentuk rupa pemuda yang bisa mengobrak-abrik Sekte Naga Langit atau si Pengendara Petir itu sendiri. Secara tidak langsung nama si Pengendara Petir telah melekat di hati mereka.


Suma Xiulan dan rombongannya yang merasa tidak ada hal yang menarik lagi di arena pementasan segera menyelesaikan makan dan minumnya, mereka masuk ke kamar masing-masing. Chung Munna dan Chung Bau Im berbagi kamar, Han Zhong dan Gou Long juga berbagi kamar.


Gou Long berkata pada Han Zhong bahwa ia akan keluar sebentar karena ada sesuatu yang hendak di belinya. Tidak menunggu jawaban Han Zhong, Gou Long segera turun ke lantai satu dan berjalan menuju ke pengurus penginapan, dia melambaikan tangan agar pengurus itu mendekat.


“Tuan Alkemis ada yang bisa kami bantu?” tanya pengurus tersebut.


“Paman! Di kota ini, adakah toko yang menjual cincin penyimpanan, akan tetapi yang disimpan bukanlah harta atau benda, melainkan makhluk hidup dan binatang peliharaan?” ujar Gou Long dengan suara lirih.


Sorot mata pengurus penginapan itu terlihat ragu sejenak, dia semakin mendekatkan diri ke arah Gou Long, lalu berkata dengan nada yang sangat lirih, “Apakah yang tuan muda maksudkan adalah cincin budak? Hemm...”


“Aku tidak tahu apa namanya, aku hanya ingin mempermudah binatang peliharaanku ini. Aku tidak ingin ketika terjadi pertarungan dia ikut terkena hawa murni dari pertarungan, atau hal-hal lain yang akan membahayakannya.” Jawab Gou Long sambil memperlihatkan Eira pada pengurus tersebut.

__ADS_1


“Oo... Kalau cincin itu yang tuan muda cari, barang tersebut hanya dijual di Pasar Gelap, sebelah Timur Kota ini ada gang kecil di sana. Gang kecil itu merupakan pintu masuk ke Pasar Gelap.” Ujar pengurus tersebut menjelaskan.


Gou Long memberikan sekeping emas pada pengurus itu untuk informasi yang diberikannya, yang kemudian diterima dengan ucapan terima kasih dan rasa syukur tak terhingga terlihat dari sikap pengurus tersebut. Gou Long mengabaikan tanggapan itu, dia segera keluar dari warung dan melesat ke arah Timur Kota, tujuannya yaitu pintu masuk ke Pasar Gelap.


Benar saja! Setelah berputar-putar sesaat, Gou long  menemukan Gang yang dimaksud oleh pengurus penginapan tadi. Segera saja dia bergerak masuk ke dalam Gang tersebut, ini seperti masuk ke dalam labirin panjang. Sampai pada akhir Gang, Gou Long menemukan tangga yang menuju ke dalam lorong bawah tanah.


Tidak berlama-lama, Gou Long bergerak masuk ke dalam lorong, dia berhenti karena dua orang dengan postur tubuh tinggi besar berdiri tepat di depan pintu terakhir di ujung lorong.


“Aku ingin berbisnis, barang ini tidak dapat kutemukan di mana pun, mohon tuan berdua memberi jalan...” Ujar Gou Long sopan


Kedua penjaga itu menatap Gou Long dalam tatapan mata penuh selidik. Bukannya menjawab ataupun memberi jalan, salah satu dari mereka malah bergerak dan menekan Gou Long dengan kuat. Gou Long dapat merasakan tenaga sebesar gunung mulai menekannya.


Karena kekuatan yang diperlihatkan Gou Long sangat besar, sedikit banyak nyali kedua penjaga pintu ini menciut. Mereka berdua membungkuk hormat ke arah Gou Long sambil berkata, “Silahkan Tuan Muda!” lalu mereka bergeser serta membukakan pintu masuk Pasar Gelap bagi Gou Long.


Dari Gang sampai masuk ke sini sangatlah sepi, akan tetapi pemandangan di dalam Pasar Gelap sangat ramai, jalanan dan toko-toko di sini terlihat indah dan terang benderang karena lampion yang dipasang berjajar serta sangat teratur.


Gou Long bahkan bisa melihat segala jenis bentuk manusia di sini, dari yang pemabuk, penipu bahkan pembual.


Pasar Gelap memang berbeda dengan pasar umumnya, di sini bahkan ada yang menjual jasa penunjuk arah. Begitu melihat wajah asing Gou Long, orang-orang yang menjual jasa ini segera saja berdatangan dan mulai menawarkan jasa serta melebih-lebihkan kemampuan masing-masing.

__ADS_1


Dengan luas area pasar yang hampir 2 mil lebih, maka hal yang wajar ketika para pedagang pasar gelap butuh orang-orang yang bekerja khusus sebagai penunjuk area.


Gou Long mengabaikan mereka semua, karena fokusnya tertuju pada satu pojok ruas jalan. Dia melihat seorang penjual jasa penunjuk arah yang tidak mempromosikan jasanya secara berlebihan. Hanya sebuah pamflet tulisan saja yang menjelaskan bahwa dia juga penjual jasa tersebut.


Teman penunjuk arah seperti inilah yang sangat disukai Gou Long, orang tidak cerewet dan bergerak ke intinya langsung. Lantas dia segera bergerak ke orang tersebut dan berkata, “Saudara! Berapa sewa yang harus aku bayar agar aku bisa menggunakan jasa saudara sebagai pemanduku?”


Laki-laki tersebut tidak berkata apa-apa, dengan acuh dia hanya mengangkat tangannya dan memperlihatkan dua jarinya, Gou Long mengeluarkan dua keping perak. Laki-laki tersebut membuat gerakan penolakan, dengan perasaan hati yang bertanya-tanya Gou long mengeluarkan 2 keping emas, tidak ada penolakan dari laki-laki tersebut, yang kemudian membuka suaranya.


“Tuan Muda ingin di pandu ke mana? Tuan Muda tidak perlu heran, tarif jasaku lebih mahal dari mereka karena ketika Tuan Muda berkunjung lagi ke Pasar ini, Tuan Muda tidak perlu membayarnya, bayar sekali untuk 5 kali kebutuhan Tuan Muda.”


Mendapatkan penjelasan seperti itu, telah menutupi rasa penasaran Gou Long, yang kemudian berkata singkat, “Antarkan aku ke toko yang menjual cincin budak!”


“Mari Tuan Muda, akan kuantar ke tempat terbaik yang aku tahu.” Dia langsung bergerak memimpin dengan ilmu meringankan tubuh. Gou Long segera mengikuti gerakan pemandu itu, tak lama kemudian mereka sampai ke sebuah tempat. Ini bukan toko, tapi lebih mirip dengan pasar budak kecil yang memajang berbagai jenis siluman dan manusia yang dijadikan budak sebagai contoh bagi orang-orang yang akan membeli budak.


Ketika mereka hadir di situ, si Penjual langsung mendatangi, dengan ramah dia berkata, “Budak jenis mana yang ingin tuan miliki, tuan bisa melihat-lihat terlebih dahulu, sebagai contoh kami sudah memajang beberapa yang sesuai dengan kriteria aslinya, yang asli lebih bagus dari model ini.”


Sudah sampai di pasar budak, dan melihat budak-budak yang dipajang. Gou Long menjadi tertarik untuk melihat lebih jauh.


“Bawa dan perlihatkan padaku semua koleksimu! Dari yang terjelek sampai yang terbaik.” Ujarnya datar.

__ADS_1


Si penjual tidak menolak ketika Gou Long berkata seperti itu, dia mengetahui dari jubah yang dipakai Gou Long adalah seorang Alkemis. Dan bukan hal biasa ketika para Alkemis dianggap memiliki kekayaan yang lebih banyak dibandingkan pesilat biasa.


__ADS_2