
Percaya diri Siauw Xiezy berkata, “Akan ku mainkan perannya sebaik yang aku bisa, tenang saja! Ingat Master Paviliun masih sehat dan dalam kondisi sangat baik, kau tidak perlu khawatir.” Kembali Siauw Xiezy mengingatkan perkataan yang diucapkan semalam.
“Eum!” Feng Yueyin mengangguk kecil, “Siluman bau! Masih ada yang kurang! Suaramu masih serak, itu juga harus kau ubah sehalus suara Long Gege!” Feng Yueyin mengingatkan.
“...” Seperti sengaja tidak mendengar, Siauw Xiezy terus berjalan keluar, rasa percaya diri yang tinggi terlihat dari auranya. Wajah yang menyunggingkan senyuman, mengambil peran dari Gou Long.
***
Gou Long sudah menyerah dengan niatnya untuk segera keluar dari ruang hampa tersebut, Dia membungkus tubuh Kakek Kwee dengan elemen es, akan sangat menguras tenaga terus mempertahankan Domain sebesar itu dalam ruang hampa.
Demi membawa keluar mayat Kakek Kwee kelak Gou Long dengan berat hati memasukkan mayat Kakek Kwee ke dalam cincin budak.
“Eira! Kau juga harus masuk ke dalam cincin budak, kali ini pelatihan keras akan ku ulangi kembali.” Perintah Gou Long lembut.
Eira juga patuh kembali masuk ke dalam cincin budak yang lain, ia tahu Gou Long tidak bisa terus menerus mempertahankan Domain yang luas untuk melindunginya.
Ruang hampa dan kekosongan bukan suatu tempat yang bisa untuk dibuat permainan, terhisap ke dalamnya sama dengan hukuman mati bagi orang biasa, belum lagi efek dari energi dan daya hancur sangat besar juga muncul dari sana.
Percakapannya dengan Kakek Kwee masih teringat di benak Gou Long.
“Energi kehampaan adalah energi penghancuran mutlak, semua hancur tidak berbekas.”
“Lantas kenapa Domain dari Energi Murni milikku tidak hancur kek?”
“Itu karena Energi Murni dalam tubuhmu juga telah muncul elemen ketiga, yaitu elemen hitam kehampaan.”
__ADS_1
Saat ini Gou Long sendirian di dalam Domain miliknya, perlahan-lahan Domain besar itu diperkecil dan hanya membungkus seluruh tubuh Gou Long.
Iseng! Dia ingin mencoba kebenaran dari perkataan Kakek Kwee sebelumnya, terlalu banyak barang rampasan dalam cincin penyimpanan Gou Long yang belum sempat dia pisah-pisahkan.
Yang ditinggalkan di Paviliun sebagian besar yaitu Artefak tingkat tinggi yang sangat berharga, dan Artefak tersebut tidak digunakan Gou Long.
Gou Long mengeluarkan salah satu Artefak kelas rendah, itu hanya berupa Artefak pedang Ranah Bumi.
Dilemparkannya Pedang itu ke dalam dimensi kehampaan, terlepas dan tidak terlindungi dari Domain, mata tajam Gou Long melihat secara perlahan pedang tersebut terkikis, lalu menghilang tidak berbekas. Bahkan pecahan kecil sebesar debu pun tidak bersisa.
“Kekuatan dan efek pelahap yang sangat mengerikan! Itu memang tidak memiliki daya ledakan, namun kerusakan yang ditimbulkan Energi Kegelapan ini lebih berbahaya dari Energi Murni yang mengeluarkan ledakan dan daya hancur besar…” Batin Gou Long.
“Energi Murni dari kehampaan ini bekerja dengan sangat halus.” Gumamnya.
Gou Long menjadi sangat tertarik dengan kekuatan dari kehampaan. Melihat efek ajaib dan luar biasa itu, semangat untuk berlatih lebih keras serta menguasai teknik agar bisa keluar dari ruang hampa ini semakin menggebu dalam hati Gou Long.
Menutup mata, dan membuka kesadaran spiritual, Gou Long bersila, dia membuang segala pikiran negatif yang muncul, niat dan segala ditetapkan. Sesaat saja, Gou Long tenggelam dalam kultivasi.
Hanyut, perlahan Gou Long terombang-ambing di dalam ruang gelap kehampaan ini itu.
***
Siauw Xiezy memainkan perannya dengan sangat baik, ia bisa menyampaikan pidato saat peresmian Paviliun dengan sangat lancar, hampir tidak ada cacat sama sekali, semua itu terlihat begitu sempurna.
Adakalanya, saat salah seorang peserta yang hadir di sana ingin melihat kebolehan dari Ilmu Silat yang dimiliki Gou Long.
__ADS_1
“Master Paviliun Gou! Kami ingin melihat kau memainkan beberapa jurus Ilmu Silat, agar mata kami semakin terbuka akan kehebatan dari Paviliun Gunung Teratai.” Terdengar teriakan yang sengaja disamarkan, namun nada suara itu tidak memprovokasi juga tidak mengejek, itu murni permintaan agar acara peresmian ini menjadi lebih heboh.
Memang begitulah setiap acara yang diadakan oleh seniman bela diri, rasanya tidak lengkap kalau belum menunjukkan kebolehan dalam bertarung.
Siauw Xiezy yang menyamar sebagai Gou Long pun tidak keberatan untuk mempraktikkannya.
Dia memainkan beberapa gerakan-gerakan Ilmu Silat hebat yang jarang terlihat, dia juga mempraktikkan beberapa gerakan Jurus Ilmu pedang yang sangat hebat. Walau bagi orang-orang yang pernah melihat Gou Long bertarung akan merasa setiap gerakan itu berbeda dengan Jurus yang pernah mereka lihat Gou Long mainkan.
Namun tidak ada yang mempermasalahkannya, “Anak muda itu bisa melangkah ke Ranah Surgawi dalam usia masih sangat muda, wajar saja dia memiliki keberagaman Ilmu Silat dan Ilmu Pedang yang jarang terlihat.” Pikir mereka.
Selesai ia berpidato dan mempraktikkan Jurus Ilmu Silat, Siauw Xiezy juga berkunjung pada para tamu satu persatu, saat itulah para Patriark yang mengenal kepribadian Gou Long merasakan adanya perubahan pada gerak sikap dan cara bertutur kata.
Tapi itu tidaklah kentara, baiknya para Patriark ini tidak langsung mengambil keputusan secara membabi buta. Mereka semua menunggu saat acara itu benar-benar telah berakhir di sore hari.
Satu persatu tamu undangan dan seniman bela diri lepas yang berkunjung hanya sekedar untuk melihat keramaian pergi meninggalkan Gunung Teratai.
Yang tinggal di sana hanya beberapa orang saja, itu adalah Patriark Klan Hua, Matriark Sekte Teratai Biru dan muridnya Ding Jia Li, Patriak Sekte Pedang suci dan muridnya Gak In Liang, It Hong Taysu dan murid premannya Huan Tay Seng, Kakek Zhou, Hua Mei serta Murong Qiu, dan yang terakhir yaitu orang-orang dari Asosiasi Alkemis.
Bagi orang-orang Asosiasi Alkemis, Paviliun Gunung Teratai seperti rumah kedua bagi mereka, ini ultimatum langsung Patriark mereka.
Sehingga semua orang yang dekat dengan Gou Long dari Asosiasi Alkemis tetap tinggal, mereka juga merasakan, yang tampil sangat baik ini jelas bukan Gou Long.
Array pertahanan Gunung Teratai kembali diaktifkan dan menutup seluruh Gunung Teratai, tanpa adanya Gou Long kekuatan Gunung Teratai masih sangat lemah, ini harus menunggu setidaknya satu atau dua tahun agar para penghuni lain bisa kembali menembus tingkatan ranah dengan memanfaatkan aura Langit dan Bumi yang sangat melimpah di sana.
Leng Kun dan Feng Yueyin tahu, orang-orang yang memilih tinggal untuk sementara waktu ini karena memiliki suatu hal yang ingin dibacakan dengan Gou Long.
__ADS_1
Bertindak layaknya wakil dari Paviliun Gunung Teratai, Leng Kun mendatangi, setelah memberi penghormatan pada semua orang, “Junior tahu, para Patriark dan kawan-kawan seniman bela diri memiliki beberapa hal yang ingin dibicarakan, mari kita bicarakan di aula pertemuan!” ajaknya.
“...” Leng Kun tidak menunggu jawaban dari mereka semua, dia memimpin berjalan masuk ke aula pertemuan.