
Gou Long mengambil semua cincin penyimpan orang-orang yang telah dibunuhnya, setelah mengecek isi dalamnya tidak ada barang-barang yang terlalu berharga, hanya ada pil-pil penyembuh, Artefak Ranah Langit, dan beberapa keping emas.
“Huftttt! Hanya sampah!”
“Apakah saudara sudah puas menonton? Saudara bisa langsung keluar dari persembunyian, semua yang terjadi di sini saudara sudah melihatnya, aku tidak keberatan untuk mendengarkan tujuan saudara,”
Gou Long tiba-tiba saja berkata, kesadaran spiritual dan indra yang lebih tajam saat dalam mode transformasi roh dapat merasakan jejak nafas lain yang sejak tadi menonton keseluruhan pertarungan seru dan baru saja berakhir.
“Tak perlu putar lidah, kalau saudara ingin selamat katakan saja apa yang saudara inginkan sejak awal.” Lanjut Gou Long, dia yakin orang ini terus menonton karena berada pada dua kondisi.
Pertama, biarkan singa bertarung serigala makan sisa, dia berharap stamina Gou Long yang bertarung satu lawan lima berkurang banyak dan dapat mengambil keuntungan darinya.
Yang kedua, menyadari Gou Long yang terlalu perkasa, sehingga terus menahan nafas serta mengurungkan niat awal dan menunggu saat yang tepat untuk pergi. Posisi ini lebih dominan pada orang tersebut.
Tapi sayang jejak nafasnya tertangkap Gou Long.
Dengan mengembangkan senyum, menutupi keterkejutan, orang tersebut keluar dari persembunyiannya, “Saudara muda sangat hebat! Orang tua ini hanya sekedar lewat, kemudian menikmati sedikit pertarungan seru yang baru saja berakhir,”
“Orang tua ini tidak akan mengganggu saudara muda lebih jauh, sebaiknya orang tua ini undur diri sekarang.”
Orang ini, seorang tua yang sudah berumur 43 tahun, namun sampai saat ini masih tersendat kultivasi di tingkat Puncak Ranah Langit. Begitu keluar dari persembunyian, dia memberi hormat perkenalan pada Gou Long, kemudian beranjak mengundurkan diri.
Gou Long yang memiliki rencana lain pada orang ini menghentikan tindakannya, “Tunggu!...” teriak Gou Long, sambil memperlihatkan seringai jahat, “Kutahu saudara tua juga memiliki niat yang sama dengan para bangkai ini, tapi...” senyuman Gou Long mengembang.
“Saudara tua sadar akan kemampuan diri sendiri, sehingga membuat junior yang muda ini kagum akan sifat saudara tua yang kenal diri sendiri dan sayang nyawa,”
“Namun!...” lagi-lagi Gou Long menahan ucapannya, yang membuat orang tua itu terasa harap-harap cemas, “Saudara tua sudah di sini kenapa terlalu cepat pergi? Kalau memang saudara tua ingin segera berlalu, setidaknya saudara tua juga harus meninggalkan sesuatu yang berharga untuk junior ini...”
Orang itu setelah mendengar setiap kata-kata yang keluar dari mulut Gou Long, menjadi sangat geram, tapi tidak diperlihatkan.
Batinnya berkata, “Bocah keparat! Dia bahkan berniat menguras hartaku, dasar perampok kecil!”
__ADS_1
Ia kemudian melepaskan cincin penyimpanannya, “Saudara muda ingin kompensasi dari orang tua ini! Hanya ini yang kupunya, saudara muda silahkan lihat sendiri!” ujar orang tersebut sambil melemparkan cincin penyimpanannya pada Gou Long.
Gou Long menangkap cincin itu, dan melemparnya kembali, “Aku tidak butuh kompensasi seperti ini, Bagaimana dunia persilatan Daratan Tengah mengenal senior?” tanya Gou Long.
“Tidak terlalu istimewa, tapi aku memiliki kenalan yang baik dengan beberapa Penguasa Kota Daratan Tengah, mereka semua mengenal Duan Hong Ya.”
“Baik sekali!” ujar Gou Long.
“Nah, kompensasi yang aku inginkan darimu adalah kau harus bekerja untukku...”
“Makan ini! Aku tidak pernah benar-benar percaya pada orang lain yang baru saja bertemu denganku, dengan memakan pil pemberianku, ini menjadi bukti ketulusanmu.” Perintah Gou Long dengan raut wajah mengancam.
Yang disodorkan Gou Long adalah pil berukuran kecil dengan warna hitam.
Sadar akan kekejaman dan sifat sadis Gou Long, Duan Hong Ya dengan patuh mengambil pil yang disodorkan Gou Long, dia tidak bertanya pil apa itu, dan terus saja menelannya.
Itu terasa asin, pahit, juga memualkan, hampir saja dia memuntahkannya.
“Tidak ada alkemis yang bisa menghilangkan serangga itu dari dalam tubuhmu, hanya pil obat dariku yang bisa menahannya untuk sementara waktu!”
Mendengar ucapan Gou Long wajah Duan Hong Ya terlihat pucat pias, dia percaya sepenuhnya apa yang diucapkan pemuda ini, mengingat pemuda ini berhasil memurnikan pil yang menggemparkan.
Gou Long yang sudah menghilangkan mode transformasi roh, berjalan mendekati Duan Hong Ya.
Lirih dia berbisik, “Sekarang yang kuinginkan darimu, kau harus menyebarkan apa yang kau lihat tadi, usahakan agar banyak pesilat takut denganku kalau mereka sayang nyawa... Mayat-mayat ini jangan dikubur, biar mereka melihat sendiri bagi yang tidak percaya.. Ha ha ha!” setiap ucapan ini terdengar mengancam dan sadis.
“Kau boleh pergi! Dan ingat untuk mengambil penawar setiap tiga bulan sekali di Gunung Teratai.” Usir Gou Long.
“Terima kasih untuk segala kebaikan saudara muda.” Ujar Duan Hong Ya, ia segera berkelabat meninggalkan Gou Long di sana.
Hati Duan Hong Ya sangat geram, kali ini dia benar-benar sudah jatuh dalam genggaman siluman. Dia menyesali dirinya sendiri yang serakah pada harta orang lain.
__ADS_1
“Keparat! Kenapa aku harus tamak pada barang milik bocah itu!”
Sementara itu, setelah kepergian Duan Hong Ya, Gou Long menghela nafas panjang, kemudian juga melesat ke arah yang ditujunya sejak awal.
Selama perjalanan ini, wajah Gou Long terlihat tersenyum, dia teringat apa yang sudah diperbuatnya pada orang tua yang bernama Duan Hong Ya tadi, jaminan dari Alkemis tingkat tinggi tidak hanya membuat dia dikejar-kejar orang lain, tapi juga bisa untuk mengancam.
Hanya perlu sedikit improvisasi pada mimik wajah saat mengancam, serta penjelasan dan penamaan yang tepat pada pil, Duan Hong Ya begitu mudahnya percaya.
Padahal yang dia paksa Duan Hong Ya telan bukanlah racun, itu adalah pil yang sama seperti yang dibawa lari si Kucing Malam, campuran upil, daki dan tanah liat serta ide nama dari serangga peliharaan Pengurus Bei.
Berpikir seperti itu, Gou Long merasa setelah keluar dari Tanah Suci Para Pendekar ini kelak perlu mengikuti ujian serta memperoleh pengakuan dan jubah resmi Alkemis.
Tepat ketika matahari telah tenggelam akhirnya Gou Long sampai di depan sebuah hamparan susunan batu makam kuno dari Ras Peri, termasuk Makam Panglima Peri. Itu seperti sebuah bangunan dan reruntuhan dari istana kecil.
Gou Long terus saja melesat ke dalam, namun.
“Dukk!”
Tubuhnya yang akan memasuki susunan tersebut terhempas melayang dan terpental ke belakang, Gou Long bersalto indah, lalu mendarat dengan baik di atas tanah.
Ia menyadari segel itu bahkan tidak hanya menyegel makam kuno, tapi juga area keseluruhan dari makam. Ini akan sangat menguras energi dan membutuhkan waktu yang lama untuk menguraikan segel tersebut.
Berdamai dengan keadaan, Gou Long memutuskan esoklah waktu yang tepat untuk membuka segel ini, terlebih saat ini perutnya sudah sangat tidak bersahabat minta di isi.
___________
Satu saja ya kak!
Maaf! ini adalah titik terjenuh, bahkan pikiran terasa mandek seperti kultivasi Gou Long yang sedang mandek, ide yang sudah terpikirkan bahkan terasa ragu untuk dituangkan dalam kata-kata.
Jari-jari yang biasanya bergerak lincah di atas keyboard laptop pun terus melakukan kesalahan yang sama dan bergerak tidak dengan semestinya.
__ADS_1
Besok diusahakan 3 Chapter kok!