
Keras, gigitan pada bibir itu mengalirkan darah dengan deras dan Gou Long bisa bergerak. Kembali ia menggerakkan tubuh menjauh sepuluh tombak.
Manusia raksasa yang berdiri delapan belas tombak di depan Gou Long menyeringai. Dari jarak itu dia melanjutkan perkataan yang tidak dimengerti Gou Long. Itu sangat jelas ditujukan pada dua orang lain di sana. “Kalian berdua tetaplah di tempat, terus rawat Rumput Naga Bumi, setelah berbulan-bulan merawat tapi belum mampu menjinakkan bayangan Naga itu, bukankah ini semacam lelucon yang akan dijadikan bahan tawa oleh seluruh suku kita?!”
“Kurcaci ini bisa aku musnahkan dengan beberapa ayunan telapak ku.” Si manusia raksasa menyombong pada kedua rekannya yang lain.
Gou Long jelas melihat dua orang lainnya di sana berbalik dan menjaga Rumput Naga Bumi kembali.
Walau ia tidak paham apa yang diucapkan oleh Raksasa di depannya ini. Namun, dari tekanan yang dilepaskan si raksasa, Gou Long tahu makhluk besar ini akan kembali menyerang.
Ini setidaknya lebih ringan dari dua tekanan jarak jauh tadi, sekalipun masih berat tapi Gou Long tidak merasakan getaran pada kedua lutut. Ia juga bisa bergerak bebas.
“Keparat! Kau pikir aku takut, hah!” Gou Long memaksakan diri, secara gila-gilaan dia meningkatkan tenaga dalam.
Pedang hijau beracun terpegang di tangan kanan, dalam gerakan cepat, Teknik Memindah Jasad dikembangkannya. “Slashh!” Hawa pedang ganas mengawali serangan cepat Gou Long.
Dia tidak asal menyerang, dengan postur besar manusia raksasa, banyak sudut dan titik kelemahan terlihat jelas. Namun, untuk mendekatkan diri dengan manusia itu saja sangat susah.
Padahal Gou Long telah menyerang dengan bergerak ke arah yang tidak bisa ditebak, tapi manusia dengan tubuh besar itu memang terlihat sangat lambat, Gou Long bahkan sudah mulai menyunggingkan senyum. Namun, entah bagaimana si raksasa bergerak, serangan cepat Gou Long bisa ditangkis melalui serangan bilah udara yang tidak kalah tajam dengan hawa pedang Gou Long.
“Boomm!” Hawa pedang dan bilah udara yang beradu membawa dentuman besar, beruntung Gou Long telah berpindah ke arah lain, ia melambung tinggi, dan melepaskan tebasan ke arah leher manusia raksasa.
Sekali lagi, dengan ayunan keras bilah udara tercipta, dan itu berhasil menangkis serangan Gou Long. Tangkisan ini, belum sempat si pemuda berpindah tempat, dia terhempas di udara sejauh sepuluh tombak.
Setelah melakukan tendangan voli indah, Gou Long masih melayang dan berhasil menghentikan daya keras hempasan pada tubuhnya, tapi raut wajah Gou Long berwarna putih pucat. “Sangat kuat! Bagaimana ia melepaskan serangan dari bilah udara?! Andai aku bisa melakukan jurus seperti ini.”
__ADS_1
Sangat aneh pola pikir si pemuda, padahal ia sedang dalam kondisi terdesak dan kalah banyak dari segi tenaga dalam serta reflek. Tapi, dia masih berpikir untuk bisa melakukan jurus memukul udara serta mengeluarkan bilah-bilah angin seperti yang dilakukan si manusia raksasa.
Seringai ejekan diperlihatkan oleh manusia raksasa yang hanya memakai celana sebatas lutut itu. “Kurcaci kecil, kau rupanya sangat lincah. Sekarang rasakan serangan dariku.”
Gou Long yang tidak tahu apa arti dari ucapan manusia raksasa, kembali merasakan tekanan hebat. Bahkan tubuhnya yang melayang tertekan hingga jatuh ke tanah walau dalam keadaan masih berdiri.
Tidak sempat berpikir, telapak besar meluncur dari atas dan akan langsung melindasnya andai ia tidak segera bergerak mengelak.
“Whoosshh!” Itu hanya beberapa inci saja. Hampir saja Gou Long gepeng terkena telapak, tapi beruntung ia berhasil menggerakkan kaki di saat-saat terakhir.
Kelegaan itu hanya sesaat saja, ayunan tamparan tangan lain segera melayang cepat dari sisi kanan Gou Long. Besar tapak tangan itu saja sudah hampir setinggi dia, tidak sempat mengelak. “Tidak baik!” Si pemuda meraung keras.
“Transformasi Roh!”
“Swhoosshh!”
“Dhuuaarr!”
Dua bayangan tapak besar dan kecil saling beradu. Tubuh Gou Long kembali terlempar jauh, padahal ia telah memakai transformasi roh ketiga, tapi perbedaan kekuatan masih sangat lah jauh dengan si raksasa.
“Khuk! Khuk! Khuk!”
Gou Long berdiri gontai, dan terbatuk-batuk. Wajahnya pucat pasi lelehan darah mengalir di sudut bibir, darah yang tadi ingin dimuntahkan telah ia telan kembali secara paksa.
Sementara, setelah Gou Long melakukan Teknik Transformasi Roh, dua raksasa yang merawat Rumput Naga Bumi berbalik dan memperhatikan Gou Long. Sorot mata mengancam dan raut wajah bengis tergambar jelas, mereka kembali melepaskan aura tekanan.
__ADS_1
Tidak jauh berbeda, raksasa yang bertarung dengannya juga memperlihatkan kebengisan yang sama.
Gou Long tidak sanggup bertahan, tiga tegukan darah kental menyembur dari mulutnya. “Tekanan macam apa ini, kenapa tiba-tiba raksasa dongol ini menjadi tambah brutal?” Gou Long bermonolog di dalam hati.
Hawa membunuh semakin hebat menekan Gou Long, padahal ini hanya tatapan dari tiga raksasa secara bersamaan. Kondisi ini benar-benar tidak menguntungkan si pemuda, tangan kanan yang memegang pedang bergetar hebat.
“Kalian berani ikut campur, aku juga akan bertarung dengan kalian berdua!” Si raksasa yang bertarung dengan Gou Long memperingatkan dua kawannya di kejauhan.
Dia mencium bau-bau kedua kawannya akan ikut bertarung saat melihat Teknik Transformasi Roh yang dikeluarkan Gou Long.
Merasakan tekanan yang sedikit mengendur. “Kesempatan,” batin Gou Long. Dalam gerakan cepat, Gou Long menusuk keras pahanya sendiri.
“Bergeraklah tubuhku ini!” Gou Long meraung keras. Begitu darah mengalir dari paha dan rasa sakit tulang paha yang tertusuk pedang, Gou Long segera bisa bergerak dan melepaskan diri dari tekanan.
Cepat! Ia memindahkan jasad ke retakan kecil ruang hampa, dua kali tangan Gou Long membuat gerakan menyilang, retakan itu membesar. Seperti orang yang menyelam, Gou Long telah menghilang dari pandangan tiga pasang mata manusia raksasa.
Para raksasa, masih sempat melihat tangan si pemuda membuat gerakan seperti orang menutup pintu, kemudian tangan itu juga menghilang dan hanya menyisakan void crack yang kian mengecil.
“Kurcaci kerdil pengecut, akhirnya ia melarikan diri. Salah kalian berdua, bukannya fokus pada Rumput Naga Bumi, kalian malah berniat mencari pahala yang seharusnya menjadi milikku.” Raksasa yang tadinya bertarung dengan Gou Long menjadi sangat kesal, mangsa yang tinggal dibunuh dalam beberapa tamparan, malah berhasil melarikan diri saat-saat terakhir.
“Ha ha ha ….” di kejauhan, salah satu dari dua raksasa lain tertawa. “Jangan khawatir, kalau dia sangat ingin memiliki Rumput Naga Bumi ini, dia pasti akan kembali.”
“Hufft!” mendengus kesal, ia bergabung kembali dengan dua rekan, dan kembali merawat Rumput Naga Bumi.
“Merawat dalam konteks manusia raksasa adalah berusaha menjalin hubungan dengan Rumput Naga Bumi dalam konteks Gou Long, Huo Cin Lam dan kawan-kawannya.”
__ADS_1