Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 190. Undangan Dari Gou Long


__ADS_3

Tiba di atas platform, Duan Hong Ya mengepalkan tangannya di depan dada, “Selamat bertemu kembali Penatua Gou!” ujarnya.


Gou Long balas mengepalkan tangan di depan dada, “Selamat berjumpa kembali!” Jawabnya, singkat.


Walaupun di dalam hati Duan Hong Ya ada keluhan tersendiri pada Gou Long karena dalam anggapan Duan Hong Ya Gou Long telah meracunnya, namun saat ini adalah hari penobatan Gou Long, dia tidak berani membicarakan masalah penawar racun untuk tiga bulan ini sementara waktu.


Dia juga tidak mau memprovokasi pemuda ini lagi, kapok akan kejadian terdahulu.


Begitu juga dengan Gou Long, dia sangat memahami keluhan yang tidak dapat diutarakan Duan Hong Ya, maju lebih dekat ke posisi Duan Hong Ya berdiri, “Saudara Tua sangat ingin melangkah ke Ranah Surgawi, junior ini lebih memahami dari siapa pun...” ujar Gou Long lirih, dia juga tersenyum licik.


Gou Long tidak melanjutkan ucapannya, Duan Hong Ya takut tidak bisa mendapatkan pil tersebut lantas angkat bicara cepat, “Apa yang Penatua Gou khawatirkan, bukankah aku telah menjual jiwaku pada penatua Gou sebelumnya, aku pasti akan setia selalu pada Penatua Gou.” Ucapan ini sangat blak-blakan, Duan Hong Ya tidak mau melepaskan kesempatan untuk melangkah ke Ranah Surgawi.


“Tidak perlu tergesa-gesa, Saudara Tua! Junior punya penawaran lain pada Saudara Tua, kuharap Saudara Tua akan mempertimbangkan sebaik mungkin...” Gou Long menepuk pundak Duan Hong Ya, “Pil ini tidak akan kujual, tapi...”


“Tapi apa?” tanya Duan Hong Ya cepat.


“Ha ha ha!...” Gou Long tertawa lepas, “Saudara Tua sangat terburu-buru! tapi untuk Saudara Tua akan kuberikan secara cuma-cuma, ya! Boleh dikatakan ini merupakan pertukaran yang adil...”


Semua tamu undangan sangat penasaran dengan percakapan kedua orang itu, namun sayang tidak dapat mendengarnya, mereka hanya melihat raut wajah Gou Long yang terus tersenyum, sedangkan Duan Hong Ya dan Patriak Shi terus berubah-ubah sesuai gerak mulut Gou Long.


“Bagaimana kalau Saudara Tua bergabung dengan Paviliunku di Gunung Teratai. Di sana tidak hanya aura Langit dan Bumi lebih melimpah, sumber daya pil dapat kupastikan tidak akan pernah kehabisan, hanya dalam dua tahun Saudara Tua bisa melangkah ke Ranah Surgawi Tahap Menengah. Dan yang paling penting...” Gou Long lagi-lagi menahan ucapannya, ingin melihat ekspresi dari Duan Hong Ya.


Mata berbinar, warna wajah yang terus berubah-ubah sesuai dengan setiap kalimat yang keluar dari mulut Gou Long, “Master Paviliun dapat melanjutkan!” ujar Duan Hong ya cepat, penasaran dengan kelanjutan dari ucapan Gou Long. Secara tidak langsung dia juga telah menyatakan diri bergabung dengan Paviliun Gunung Teratai, itu terlihat dari cara dia mengganti sapaan pada Gou Long.

__ADS_1


“Junior juga bersedia mengangkat racun yang pernah kuberikan pada Saudara Tua.” Gou Long mengakhiri ucapannya, tersenyum penuh arti pada Duan Hong Ya.


Bagi Duan Hong Ya, Gou Long bersedia mengangkat racun dalam tubuhnya itu merupakan berkah yang sangat besar, jiwa yang telah terikat dengan Gou Long sama saja telah dilepaskan begitu saja. Berkah, kebaikan, serta diberikan kesempatan untuk bergabung dengan Paviliun milik Gou Long, ini hanya bisa dibalas Duan Hong Ya dengan sebuah bakti dan kesetiaan tiada tara.


Dengan usia yang sudah beranjak tua, bakat yang biasa-biasa saja, sejak dahulu banyak klan dan sekte menolak dia, tapi saat ini Gou Long bagaikan tuan penolong yang mengangkatnya dari lumpur kehinaan.


Mata Duan Hong Ya terlihat tambah berbinar, “Master Paviliun! Duan Tua ini akan menjadi pengikut paling setia dari Master Paviliun!” teriak Duan Hong Ya mengikrarkan kesetiaannya.


Dengan teriakan itu, penonton tambah penasaran, terlebih orang-orang yang tidak hadir di Lembah Gunung Berkabut sebulan lalu, “Sejak kapan pemuda itu memiliki Paviliun?” batin mereka bertanya-tanya.


Mereka tidak tahu apa yang dibicarakan, namun di penghujung, Duan Hong Ya malah mengikrarkan kesetiaan, sedangkan Pil yang ingin dibeli  Duan Hong Ya juga tidak terlihat Gou Long menyerahkan Pil tersebut.


Gou Long tersenyum semakin lebar, “Andai dia tahu aku tidak pernah meracunnya! Ha ha ha...” batin Gou Long.


Duan Hong Ya berbalik dan melesat ke tempat semula.


Gou Long yang masih menjadi fokus dari para hadirin, mengepalkan tangan di depan dada lalu berteriak keras, “Saudara-saudara sekalian rekan seniman bela diri, pada kesempatan ini Junior juga mengundang semua rekan seniman bela diri di sini untuk dapat berhadir di Gunung Teratai pada tanggal empat belas terang bulan, bulan keempat dari sekarang!”


Terjawab sudah keheranan dari semua orang dengan adanya pengumuman dan undangan tersebut.


Patriak Shi juga ikut maju sejajar dengan Gou Long, berteriak keras memberikan pengumuman lain, “Hadirin dan tamu undangan sekalian, terima kasih kami ucapkan atas kehadiran tamu undangan sekalian, dan untuk mengakhiri acara ini kami juga menyediakan makanan ala kadarnya, silahkan dinikmati sesuai selera masing-masing!”


Patriak Shi kembali menepuk tangan keras beberapa kali, mendapatkan isyarat tepukan tangan, murid-murid Asosiasi Alkemis mengeluarkan berbagai hidangan mewah agar bisa dinikmati oleh setiap tamu undangan.

__ADS_1


Sebagian tamu undangan langsung menikmati makanan yang telah dihidangkan, sedang yang lainnya, terlebih orang-orang yang mengenal Gou Long satu persatu memberikan ucapan selamat pada Gou Long.


Itu dimulai dari generasi tua terlebih dahulu, baru kemudian menyusul para generasi muda, Hu Kong Taysu, Huan Tay Seng, dan para murid Kuil Budha Emas Lainnya, terus berlanjut dengan Gak In Liang dan lain-lain dari generasi muda yang kenal dengan Gou Long.


Sampai pada akhirinya, Hua Mei dan Ding Jia Li juga ikut naik ke hadapan Gou Long.


“Mei ‘er! Jia Li er!” sapa Gou Long, dia tidak menyangka kedua gadis ini akan bersamaan menjumpainya.


Hua Mei, begitu tiba di hadapan Gou Long langsung melesat memeluk Gou Long erat, serta membenamkan wajahnya di sana, Gou Long dengan lembut melepaskan pelukan, “Di sini sangat ramai, kita harus selalu menjaga moralitas dan norma-norma sosial!” ujar Gou Long lembut.


Hua Mei menuruti kehendak Gou Long, tak mau berjauhan, dia dengan erat menggenggam tangan kanan Gou Long.


Ding Jia Li, mendengar Gou Long menyapa gadis lain, hatinya kembali terasa hancur dan remuk, namun ketika sapaan Gou Long berlanjut pada dirinya, sedikit kehangatan juga muncul dihatinya.


Tapi itu tidaklah bertahan lama, pemandangan di depan mata menjelaskan segalanya, sebuah pelukan hangat dari gadis lain pada Gou Long membutakan matanya.


Dasar hatinya yang sudah sedih dan remuk sejak awal, “Haaah!...” menghela nafas panjang, wajah yang pucat, kelopak mata yang berlinang air mata walau belum benar-benar mengalir, Ding Jia Li tanpa berkata-kata melesat pergi begitu saja.


Mengembangkan ilmu meringankan tubuh dan melesat cepat meninggalkan halaman dari Asosiasi Alkemis.


Tindakan dari Ding Jia Li tidak lepas dari penglihatan mata Li Lan Sian, Sang Guru membiarkan begitu saja kepergian dari muridnya, dia ingin melihat bagaimana tanggapan dan tindakan dari anak muda yang dicintai oleh muridnya.


______

__ADS_1


Khusus yang punya Jurus Mata Elang, tolong tandai Typonya yaa!


__ADS_2