Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 345. Dianggap Mati


__ADS_3

Tan Yun terus melanjutkan pemantauannya itu, hingga menjelang sore hari, nafas Gou Long kembali dapat ia rasakan. 


Tapi itu sangat lemah seperti orang yang baru saja melakukan pertarungan hidup dan mati. Namun kemudian setelah beberapa saat, nafas anak muda itu kian membaik dan kembali segar. 


“Ada apa ini? Kenapa delapan orang malah berniat mundur?” Tan Yun merasakan nafas dari delapan orang lain mulai bergerak mundur satu dua langkah. 


Sekarang, Tan Yun benar-benar menyesalkan kecerobohan diri sendiri. “Kenapa aku mengajukan diri untuk menguji bocah pemula itu?” Sambil bersila dan mengedarkan kesadaran spiritual, laki-laki itu menghela nafas. “Memantau bocah itu, benar-benar sangat menguras tenaga dan pikiran.”


Tan Yun terus menunggu hingga satu hari dua malam, kesembilan nafas malah tidak bergerak sama sekali. Namun, tepat di pagi hari selanjutnya, sembilan nafas dan aura dari orang-orang yang ia pantau telah menghilang semuanya.


Saat itu, Tan Yun benar-benar melengak di tempat. Ini tidak bisa masuk ke dalam akalnya sama sekali, kenapa semua orang telah menghilang. Tapi, ia coba berpikir layaknya Nona Xue, dan menunggu di sana seharian lagi.


Bahkan hingga tengah malam, tetap hilang dan tidak berbekas. “Sudahlah, misi ini telah berakhir. Besar kemungkinan mereka semua telah tewas terhisap ke dalam retakan ruang hampa.” 


Tan Yun coba untuk menjadi lebih realistis, ia berbalik dan melesat memberikan laporan pada Nona Xue.


Ketika Nona Xue mendapatkan kabar itu, dia bergerak cepat dan berhenti di tebing batas Tanah Kematian, Tan Yun setia mengikuti. Mereka terus menyebarkan kesadaran spiritual seharian itu. Tapi, Gou Long dan delapan orang lain tidak terdeteksi oleh kesadaran spiritual sama sekali.


Nona Xue berpikir sejenak. “Apa kita coba susul saja? Tapi ini sama seperti mengantar nyawa. Siapa yang tidak tahu, serangan retakan ruang yang terjadi di dalam sana lebih ganas saat berada di ketinggian. Bahkan kultivator tidak ada yang berani terbang dengan atau tanpa artefak melewati tempat ini.” 


“Lagi pula mereka bukan siapa-siapa! Pemburu yang seperti mereka dan lebih hebat sangat banyak di Guild. kematian saat menjalankan misi merupakan hal yang biasa,” berpikir seperti itu, Nona Xue mengalihkan pandangan pada Tan Yun. 


“Haaah, sangat disayangkan, orang hebat sering mati di usia muda. Mari kita kembali saja,” ajak Nona Xue. 

__ADS_1


Tapi kemudian ia berhenti sejenak. “Untuk sementara waktu penginapan milikku, kau yang urus. Terkait Rumput Naga Bumi, aku perlu berbicara lagi pada orang yang meminta. Andai itu sangat mendesak, terpaksa kau yang harus mengambilnya, tapi andai itu bisa diganti dengan jenis herbal lain. Maka tidak perlu meresikokan nyawamu.” 


“Sejak awal menurutku misi ini terlalu berbahaya, bahkan termasuk itu dilakukan oleh Pemburu Lencana Perak. Tapi karena ini ujian promosi dan mereka juga tidak satu dua orang, aku mengizinkan engkau mengatur misi ini. Sambil menunggu perintah selanjutnya, kau tuliskan laporan lengkap terkait hal ini.” Nona Xue langsung melesat pergi setelah memberikan perintah.


***


Domain Kaisar Peri ….


Ini adalah Ibukota kekaisaran Bangsa Peri, Kota ini dinamakan Green Clover atau Kota Semanggi Hijau. 


Suasana di Kota ini lebih asri, indah dan natural jika dibandingkan dengan tempat mana pun. Bentuk rumah penduduk yang unik juga menambahkan kesan natural dari kota ini. Pohon-pohon cemara besar dan tinggi tertata rapi di pinggir jalan Kota itu. 


Tatanan dan gaya bentuk rumah di sini, akan mengherankan banyak orang, tapi tidak akan mengherankan Gou Long, tentu saja andai ia melihatnya. Ini sama persis dengan gaya bangunan di Paviliun Gunung Teratai. 


Ya! Yang namanya Kota, sudah pasti banyak manusia berlalu-lalang di sana.


Di ujung jauh pusat kota, dan jalan besar perkotaan itu, di sana terlihat bukit indah dengan hiasan dan pernak-pernik yang berbeda dari bukit lainnya. Jika dilihat dari tata ukir dan bentuk bangunan serta tata letak keseluruhan dari bukit ini, sembilan puluh persen menyerupai Paviliun Gunung Teratai. Salah! Itu sebaliknya, Paviliun Gunung Teratai yang mencontoh bentuk dari bukit ini seluruhnya.


Bukit ini adalah tempat tinggal orang-orang terhebat di Domain Kaisar Peri, inilah istana megah dan indah dari Sang Kaisar. Juga tempat tinggal sekaligus rumah Hauri yang sebenarnya. 


“Ayah kenapa engkau masih terlihat begini santai? Padahal engkau tahu, baru-baru ini portal penghubung antar dunia terbuka.” Wajah cantik dari sosok gadis peri terlihat kesal dan manja di saat bersamaan. Ia sedang mengeluhkan tindakan santai dari sang ayah.


Wajah itu, andai dilihat Gou Long dan orang-orang yang mengenal Hauri, maka mereka akan mengira itu adalah Hauri. Wajah itu terlihat sangat sama dengan Hauri, yang membedakan hanya pada setitik tahi lalat kecil yang terdapat di dagunya. Hal lainnya yang sangat mencolok adalah sorot mata berkesan licik dari gadis itu akan dapat dirasakan setiap orang yang menatap matanya tajam.

__ADS_1


“Apa yang engkau khawatirkan, Eleanor! Bukankah setiap saat portal penghubung juga terbuka dari berbagai dimensi serta banyak ras manusia dan ras lainnya yang masuk ke dunia ini?” Sosok perempuan cantik dengan gambaran wajah yang sama menyahut.


Perempuan ini hanya terlihat lebih tua dan anggun jika dibandingkan dengan gadis yang bernama Eleanor. Perempuan itu duduk di atas singgasana megah di samping laki-laki yang disapa ‘Ayah’ oleh gadis bernama Eleanor.


Wanita paruh baya ini bernama Florian, dia istri sekaligus Permaisuri dari Kaisar Peri saat itu, King Erwin.


Sementara laki-laki yang disapa Ayah masih duduk tenang berwibawa, ia tidak menjawab. Namun ia paham apa yang dimaksudkan oleh gadis bernama Eleanor itu.


“Bagaimana anak tidak khawatir Ibu?! Portal yang terbuka kali ini berasal dari dimensi tempat Kakak jahat menerima hukuman. Aku tahu, Ayah sayang pada kakak, sehingga ayah tidak benar-benar menjatuhkan hukuman mati pada kakak.” Eleanor menuding ayahnya masih pilih kasih.


Wanita yang disapa ibu kembali berkata, “Bukankah ini baik, bisa jadi kakakmu setelah merasakan hukuman berat dia telah berubah. Sekarang menjadi pribadi yang lebih baik.”


“Tapi Ibu–”


“Tidak, dia tidak bersalah! Begitu bencikah engkau pada kakak mu?” Sang Ayah menyela perkataan dari gadis bernama Eleanor. “Ini sudah takdir kakak mu, dia bisa kembali lagi ke sini, itu adalah takdir yang telah digariskan padanya. Siapa yang mengira dia bisa kembali ke sini. Biarkan saja ia kembali memapak takdirnya.” 


Nada suara dari sang ayah terdengar keras, sehingga menyurutkan nyali dari si gadis. “Iya, semoga kakak telah berubah banyak seperti yang ayah dan ibu harapkan,” ujar Eleanor.


_________


Begini ya ilustrasi perumahan di Domain Peri


__ADS_1


__ADS_2