Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 267. Pelelangan Di Paviliun Gunung Teratai


__ADS_3

“...” Ye Xuan tidak dapat membantah, harus ia akui,  nasihat yang diberikan Kakak Perguruannya, He Fei sangat benar, dan tepat. Hal itu mengena betul di hatinya.


Nasihat itu, mengurangi sifat banyak bicara Ye Xuan untuk sementara waktu, walau He Fei sangat yakin, Ye Xuan akan kembali ke kebiasaannya nanti.


“He Twako! Sudah seminggu kita berkeliaran di Daratan Tengah ini, orang yang ingin kita temui juga belum pernah kita dengar kabarnya sama sekali, padahal dia orang yang bertipikal pembuat onar. Apa Twako tidak penasaran dengan hal-hal yang terjadi padanya?” Ye Xuan kembali buka suara, ia benar-benar tidak tahan kalau tidak berbicara. Namun, kali ini ia tidak berani menggoda He Fei.


Terus meneguk tehnya, He Fei belum menjawab, putri pemilik warung yang cantik datang mengantarkan makanan yang mereka pesan, “Nona! Maaf mengganggu aktivitas Nona. Apa Nona tahu tempat bernaungnya Klan Hua di Daratan Tengah ini?” tanya He Fei pada si Nona cantik tersebut.


Terus meletakkan pesanan keduanya di atas meja, Nona itu menjawab, “Klan Hua tidak bernaung di Kota ini Tuan Muda, mereka memupuk, menguasai dan menancapkan kaki dengan Kota Zhenzu, sedangkan Kota ini lebih terkenal dengan Kota Perdagangan, karena kekuatan bahan sumber daya utama dikuasai oleh Asosiasi Alkemis dan Paviliun Gunung Teratai…” si Nona Cantik menarik nafas sejenak.


Kemudian ia melanjutkan, “Perjalanan ke Kota Zhenzu tidak terlalu lama Tuan Muda, hanya dua sampai tiga hari perjalanan dari kota ini bagi kami masyarakat biasa, namun akan lebih cepat bagi para Kultivator.”


“Terima kasih atas penjelasannya Nona.” He Fei bangkit dari kursinya dan mengepalkan tangan di depan dada, ia kemudian duduk kembali. Ini bentuk ucapan terima kasih yang sangat tulus, tindakan yang juga diikuti oleh Ye Xuan.


Si Nona tersenyum indah, dan segera berlalu dari hadapan mereka berdua, melanjutkan aktivitas melayani tamu-tamu yang lain.


“Junior Gou tidak perlu dikhawatirkan, dia selalu dinaungi keberuntungan, sebelum kita pergi ke Klan Hua, apa Junior Ye tidak tertarik untuk membeli Artefak bagus, bagaimana kalau kita berkunjung ke Paviliun Gunung Teratai?” tanya He Fei. Ia dan Ye Xuan memang belum memiliki Artefak Ranah Surgawi.


“Tepat sekali, Tuan Muda berdua sebaiknya berkunjung ke sana, akan ada pelelangan di sana dalam waktu dekat ini,” gadis pelayan yang sedang mengantar pesanan pelanggan lain, kebetulan lewat di samping meja mereka, ia mendengar pembicaraan keduanya, lantas ikut menimpali.

__ADS_1


“Tunggu Nona! Apa ada syarat tertentu untuk ikut pada pelelangan yang mereka selenggarakan?” Ye Xuan tergesa-gesa, menghentikan si Nona, bahkan ia secara tidak sadar memegang pergelangan tangan Nona itu.


Nona putri pemilik warung tersenyum, ia tidak berusaha melepaskan pegangan Ye Xuan. Tapi si pemuda telah sadar, “Maafkan kelancangan ku, Nona,” ujarnya.


Nona tersebut mengangguk kecil, “Untuk ikut pelelangan mereka sangat mudah, Paviliun Gunung Teratai tidak pernah membedakan orang-orang yang masuk ke sana, semua orang bisa masuk, termasuk itu bahkan golongan pengemis yang tidak memiliki uang sepeserpun.”


Selesai menjawab si Nona berlalu, meninggalkan kedua pemuda yang melongo di tempat, baru kali ini mereka menemukan pelelangan yang boleh dimasuki siapa saja, dan tanpa syarat.


Ye Xuan melihat ke arah He Fei, “He Twako! Ide Twako berkunjung ke sana rasanya sangat tepat, pendekar pedang sepertiku, namun tidak memiliki Artefak Pedang yang bagus, sama seperti menyia-nyiakan kehebatan saja. Ayuk lah kita pergi ke sana!”


“Habiskan dulu makananmu! Tidak perlu tergesa-gesa!” perintah He Fei.


Keduanya segera meninggalkan warung tersebut setelah membayar sepuluh keping perak, untuk biaya makan dan minum mereka berdua. Tidak lupa memberi hadiah lebih untuk si Nona yang terus sabar menjelaskan segala hal yang mereka berdua tanyakan, tidak lupa pula mereka bertanya arah Paviliun Gunung Teratai.


Kedatangan Ye Xuan dan He Fei, tepat sehari sebelum pelelangan yang diselenggarakan oleh Paviliun Gunung Teratai dimulai, orang-orang yang datang sangat ramai, hal ini tidak lain karena apa yang dilelang kali ini sangat menarik perhatian seniman bela diri Daratan Tengah.


Yang paling menarik yaitu, seperangkat Array pertahanan yang tidak kalah dengan array pertahanan milik Gunung Teratai itu sendiri.


Kemudian Artefak Pedang Ranah Surgawi, yang unik dari pedang ini yaitu, ia dibuat dari pencampuran batu meteor dan batu inti api. Sehingga akan sangat cocok digunakan oleh Pendekar pedang yang menggunakan tenaga dalam beratribut api.

__ADS_1


Dan yang terakhir adalah Pil Peningkat Tenaga Dalam. Pil ini bukanlah pil peningkat tenaga dalam biasa, ini lebih seperti pil anjing gila yang bisa meningkatkan tenaga dalam saat pertarungan dan kemudian memberikan efek kelelahan yang berlebihan bagi penggunanya.


Namun Pil Peningkat Tenaga Dalam, ini tidak memiliki efek apapun, inilah yang membedakan antara pil tersebut dengan Pil Anjing Gila. Yang dilelang kali ini berjumlah sepuluh pil dan semuanya memiliki nadi pil.


Ketiga hal utama itu sangat menarik minat setiap seniman bela diri Daratan Tengah.


Ye Xuan, begitu ia tahu salah satu dari barang-barang yang dilelang kali ini terdapat Artefak pedang yang sangat cocok dengannya, ia menjadi sangat antusias.


Ia telah bertekad akan mendapatkan pedang tersebut, bahkan ia rela meminjam kepingan perak dan emas milik He Fei demi Artefak pedang tersebut.


Hari pelelangan yang ditunggu tiba juga, He Fei dan Ye Xuan begitu masuk langsung dilayani dengan baik oleh pengurus rumah tangga Paviliun Gunung Teratai.


Tepat seperti yang dijelaskan si Nona putri pemilik warung makan, Paviliun Gunung Teratai benar-benar membolehkan siapa saja berpartisipasi dalam pelelangan mereka.


Dan uniknya, pelelangan yang mereka langsungkan tidak menyediakan ruang VIP, semua peserta lelang ditempatkan di halaman depan dengan tempat lelang berupa platform utama, kemudian pelelangan langsung di pandu oleh orang yang bernama Leng Kun.


Setelah bertanya-tanya, He Fei dan Ye Xuan tahu, Leng Kun ini merupakan orang yang sangat berpengaruh di Paviliun Gunung Teratai, dan karena pelelangan ini begitu terbuka oleh sebab itu dipandu langsung oleh salah satu pemimpin Paviliun.


Sayangnya He Fei dan Ye Xuan tidak tahu bahwa Paviliun Gunung Teratai ini pada hakikatnya milik Gou Long, begitu juga sebaliknya orang-orang Paviliun juga tidak ada yang tahu dan mengenal mereka berdua, andai ada yang kenal, maka keduanya mungkin tidak perlu repot-repot untuk ikut dalam pelelangan ini.

__ADS_1


Dan hal lainnya yang patut disayangkan adalah, pelelangan ini sendiri, walaupun terbuka untuk umum, namun, ini tidak dihadiri oleh para pembesar dari Enam Sekte Utama dan Tujuh Klan Besar. Yang hadir disini yaitu para seniman bela diri lepas, dan juga murid-murid sekte ataupun klan yang sedang mengambil tugas dari klan atau sekte.


__ADS_2