
Hauri terlihat mendatangi Gou Long, lalu dia menyodorkan ikan bakar yang sudah matang dan berbau harum pada Gou Long sambil berkata "Apa yang kau lamunkan? Ini makanlah, kau juga belum makan selama berhari-hari, ingat dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa dan akal yang sehat."
"Tidak terlalu penting, aku hanya memikirkan gadis tadi. Kalau memang sayang kenapa harus disembunyikan, tapi sudahlah kepercayaan orang tidak boleh kita khianati," Ujar Gou Long
"Terima kasih..!" Lanjut Gou Long lalu dia mengambil ikan dari tangan Hauri dan mulai melahapnya.
Hauri hanya memperhatikan saja Gou Long yang sedang asik makan dengan lahap, setelah menunggu sesaat akhirnya kembali dia berujar, "Sebaiknya aku kembali ke bentuk tato saja, sudah saatnya bagi dirimu untuk menuju ke pintu keluar portal Lantai Ke-3 Pagoda ini."
Lagi-lagi dia tidak menunggu tanggapan Gou Long, dan langsung kembali ke tempat favoritnya seperti biasa.
"Apa semua jenis perempuan seperti ini, selalu bertindak sesuka hati tanpa menunggu tanggapan dari lawan bicaranya. Apa memang mereka harus selalu diperhatikan? kalau diabaikan sebentar saja langsung bertindak seperti itu." Pikir Gou Long
Gou Long yang ditinggal sendirian kembali termenung, "Sudahlah...! Mungkin ini juga bagian dari misteri dunia ini." ujarnya pada diri sendiri. Kemudian Gou Long segera saja melesat ke arah portal pintu keluar, ini adalah hari janji pertemuan dengan saudara-saudari seperguruan di portal keluar.
***
He Fei, Ye Xuan, Murong Qiu dan Hua Mei sudah sampai di depan portal pintu keluar Pagoda Dimensi Lain sejak pagi tadi, diantara ke-empat orang ini hanya Hua Mei yang terlihat pucat, dia masih belum sembuh sepenuhnya dari luka dalam.
Ini bukanlah luka dalam akibat pukulan, luka dalam akibat pukulan akan mudah diobati dan cepat untuk sembuh kembali, ini adalah luka dalam karena kesedihan. Hua Mei menjadi terlalu sedih sejak pedang pemberian Gou Long patah, dia bahkan jadi lebih pendiam dan sering melamun sejak bangun dari pingsan beberapa hari yang lalu.
Mereka berempat sudah berkultivasi hampir 3 jam lebih di tempat itu sambil menunggu kedatangan Gou Long, namun yang ditunggui belum juga datang, yang datang malah orang-orang yang tidak diharapkan.
"Yoo..! Para pecundang kukira kalian sudah tersingkirkan dari pra kompetisi ini."
__ADS_1
Tak lama setelah suara itu terdengar, sekelompok lima orang muncul, kelompok ini dipimpin oleh pemuda parlente yang dianggap sebagai jenius paling tampan di Sekte Naga langit
"Wah, sangat disayangkan bunga yang indah harus menderita gara-gara ikut dan berada di bawah perlindungan kalian." ujar salah seorang yang ikut dengan kelompok itu.
Ye Xuan yang memang sedang dalam mood jelek, setelah kalah dengan kelompok yang seluruhnya perempuan menjadi tambah kesal, seperti ingin melampiaskan kekesalan hatinya lantas dia balas menyindir.
"Tampang pas-pasan dan hanya bermodalkan ikut-ikutan dalam kelompok jenius tertampan sekte berani omong besar, kita pesilat berbicara dengan pedang bukan dengan lidah. Kalau memang kau gagah ayu kita bertarung sampai ratusan jurus."
Sindiran ini betul-betul mengena di hati para pengikut kelompok itu, mereka seperti di buka bajunya oleh Ye Xuan di depan umum. Malunya sungguh tidak terhingga.
Orang yang tadi buka suara lantas menanggapi ucapan Ye Xuan, "Aku Liok Tayyu pantang bagiku untuk dihina, keluarkan pedangmu, bertarung ya bertarung atau sebaiknya kubunuh saja kau, biar mulutmu tak bisa berbicara untuk selamanya."
"Hahaha.....!"
"Phuuuuuh..! Sungguh aneh, peraturan macam apa itu, mulutmu menghina orang lain boleh, giliran dihina malah tidak mau terima, orang macammu lah yang harus dibinasakan, semakin lama dibiarkan hidup hanya merusak nama baik Sekte Naga Langit saja," Balas Ye Xuan Sengit.
"Baik.. ! Sekarang jangan menyesal, Lihat Serangan..!" Teriak Ye Xuan.
Dia tidak menunggu orang yang bernama Liok Tayyu itu kembali menyahutinya, Ye Xuan langsung saja bergerak dengan gesit menyerang orang tersebut.
Gerakan pedang Ye Xuan memang hebat, deru anginnya saja sudah terasa dingin bagi orang yang diserang oleh Ye Xuan. Tepat ketika pedang Ye Xuan hampir mengenai dada Liok Tayyu, "Traaaaaaang...!!" Bunyi beradu pedang dengan keras terdengar. Pedang dalam genggaman Ye Xuan terlempar ke atas, ini membuktikan tenaga dalam Ye Xuan kalah dengan si penangkis tadi.
Yang menangkis serangan Ye Xuan adalah pemuda parlente yang menjadi Tuan Muda tertampan Sekte Naga Langit. Entah sejak kapan pemuda itu mengeluarkan pedangnya tidak ada yang melihat. Baik akurasi gerakan serta prediksi arah tebasan pedang yang diperlihatkan pemuda parlente ini menjelaskan bahwa dia juga pendekar pedang sejati.
__ADS_1
"Apakah aku sudah memberi persetujuan bagi kalian untuk saling bertarung di hadapanku. Lagi pula.. Wajahmu sangat kuingat, kau adalah si mulut ember yang harus sedikit kuberi pelajaran,"
"Aku Tuan Muda Siangkoan Hong pantang dihina, mulutmu yang pernah menghinaku pasti akan ku balas, hehehe. Nah sekarang kau ingin aku merontokkan gigimu atau aku hilangkan saja kepalamu, silahkan kau pilih sendiri." Ucap Tuan Muda Siangkoan dingin.
Dalam hal ini dia jelas masih mengingat dan dendam pada Ye Xuan yang menghina dia 14 hari yang lalu sebelum masuk ke Lantai ke-3 Pagoda Dimensi Lain.
"Kau ingin menebas kepalaku? Kau harus memiliki kemampuannya terlebih dahulu." Balas Ye Xuan sengit sambil bergerak mundur dalam satu lompatan ke tempat dia berdiri semula.
"Baik, Kau boleh membuktikannya. Kau akan kubiarkan menyerangku dalam 10 gerakan, aku tidak akan membalasmu sama sekali, aku hanya menangkis, lalu kemudian kau bersiaplah untuk mampus."
Mendengar ucapan Siangkoan Hong yang terlalu meremehkan, perasaan Ye Xuan sedikit terbawa emosi, lantas dia memungut pedang yang tadi terlempar. Ye Xuan langsung menyerang Siangkoan Hong dengan Jurus Ilmu Pedang Pengejar Roh, Ye Xuan menyerang dengan cepat dan indah tanpa celah dan tanpa ada jeda.
Seperti ingin membuktikan ucapannya sendiri, benar saja Siangkoan Hong hanya menangkis setiap serang Ye Xuan dengan sangat santai, dia tidak membalas sama sekali serangan Ye Xuan.
"Bahaya.. Tuan Muda Siangkoan ini sangat tenang dalam memainkan ilmu pedang, orang ini akan sangat berbahaya kalau kita menyinggungnya. Sorot matanya kejam, sikapnya sangat tenang dan tidak nampak penyesalan setelah menindas bawahannya sendiri, aku harus segera memberi peringatan pada saudara Ye sebelum semuanya terlambat" Begitulah pikir He Fei yang menonton pertarungan itu dari samping.
Siangkoan Hong yang menangkis setiap serangan Ye Xuan terlihat menghitung setiap gerakan serangan Ye Xuan.
"Tujuh.. Delapan.. Sembilan.. Sepuluh..., Bersiaplah untuk mampus..!" Di akhir hitungannya dia berteriak mengancam.
Siangkoan Hong mulai menyerang Ye Xuan, Gerakannya sangat gesit serta membawa hawa pedang yang menderu-deru. Dia menyerang tanpa memberi kesempatan untuk Ye Xuan mengambil nafas.
Dalam sekejap saja, Ye Xuan sudah terdesak hebat, wajar Siangkoan Hong ini berbicara dengan Sombong, kesombongan yang selaras dengan kualitas ilmu silatnya.
__ADS_1