
Sementara itu, di Sekte Lembah Tengkorak ….
Saat ini, telah berkumpul banyak orang kuat dari berbagai daerah.
Tidak percuma Sepasang Iblis Hitam dan Putih menetap selama tiga tahun di Daratan Tengah, mereka berhasil menambah daftar orang-orang kuat yang mau beraliansi dengan mereka.
Itu, termasuk Organisasi Pembunuh Iblis Emas, dan Seorang Ahli Racun dari daerah Utara; Kui Bing Tok Ong.(Ch.244)
Dia bernama Ong Guan Pa, seorang pria tua yang culas dan licik.
Orang ini, entah bagaimana caranya dia berhasil dibujuk oleh Sepasang Iblis Hitam dan Putih, sehingga mau beraliansi dengan Organisasi Ordo Setan Hitam. Besar kemungkinannya, karena ilmu aliran Yin yang berhasil diyakinkan oleh si Iblis Putih, menjadi daya tarik paling besar bagi Kui Bing Tok Ong.
Dia sangat yakin, Iblis Putih bukan penduduk Utara, bagaimana orang itu berlatih Aliran Yin? Ingin ia mencari tahu rahasia dibalik kultivasi Iblis Putih.
Para petinggi Organisasi Pembunuh Iblis Emas yang hadir di Sekte Lembah Tengkorak, berjumlah sepuluh orang, semuanya di Puncak Ranah Surgawi, orang-orang ini tidak memberitahukan nama mereka.
Hanya mengurutkan dengan penomoran, tetua ke satu sampai dengan tetua kesepuluh. Itu tertera jelas di dada pakaian mereka.
Pada pertemuan ini, mereka membahas tanggal penyerangan dan membumi hanguskan Sekte Naga Langit, ketika Sekte Naga Langit hancur, maka bisa dikatakan, daerah Selatan telah seutuhnya mereka kuasai.
Cita-cita mereka bisa saja akan segera tercapai, akan tetapi ….
Pertemuan panjang mereka berakhir sudah, saat ledakan keras menghancurkan Array pertahanan Sekte Lembah Tengkorak.
“Duuaaarrr!”
Ledakan yang bahkan menggetarkan seluruh Lembah Tengkorak.
__ADS_1
Itu adalah hasil dari upaya Gou Long, anak muda tersebut telah mengirimkan kabar penyerangan pada Ye Xuan dan He Fei, dia tidak menunggu dan berkumpul dengan mereka. Dia langsung bergerak bersama dengan Hua Mei dan Ding Jia Li ke Sekte Lembah Tengkorak.
Siu Lan sendiri juga telah dikabari oleh Gou Long, tapi begitu juga, ia tidak menunggu kehadiran Siu Lan.
Array pertahanan Sekte Lembah Tengkorak memang kuat, itu tidak akan bisa ditembus dengan jenis pukulan biasa. Namun, Gou Long memperlihatkan sesuatu yang mengundang decak kagum dari kedua orang Istrinya.
Dia menghancurkan Array tersebut dengan Pukulan Gelap Ruang Hampa atau Teknik dari Kultivasi Ruang Angkasa.
Array hancur dan meninggalkan lubang besar, sekaligus merontokkan semua kubah gaib yang mengelilingi Sekte Lembah Tengkorak.
“Siapa yang berani mati? Telah membuat keributan di Sekte Lembah Tengkorak-ku. Anjing mana yang sangat mengantar nyawa ke sini?” Suara renyah, bahkan sangat renyah dan menggoda terdengar. Padahal itu suara bentakan namun masih sangat enak didengar.
Gou Long segera menyadari, ini adalah suara orang yang melempar amgi empat tahun lalu. Rupanya, orang yang di sapa dengan Nyonya Gila Berwajah Malaikat adalah si pelempar amgi.
Mengiringi suara bentakan tersebut, di depan Gou Long, Hua Mei dan Ding Jia Li, telah berdiri empat belas orang kuat Puncak Ranah Surgawi.
Di belakang mereka semua, mulai berdatangan satu persatu murid-murid kuat dari Sekte Lembah Tengkorak, dengan ranah kultivasi Puncak Ranah Langit. Termasuk di antara mereka saudari perguruan dari Siu Lan, empat orang murid sekaligus pelayan Nyonya Dong.
Saat nyonya Dong melihat Gou Long, dia segera menyadari itu adalah si Pemuda yang ia permainkan dulu. “Ha ha ha … tampan! Apa kau ingin bergabung dengan ku sekarang.”
“Nyonya mengenal, dia?” beberapa orang di samping dan di belakang si Nyonya mulai bertanya-tanya.
Saat itu, bukan hanya si Nyonya yang terlihat senang, sepasang Iblis Hitam dan Putih juga terlihat senang dan geram. Mereka telah mengenali Ding Jia Li dan Gou Long.
“He he he … si Angsa dan si Bocah unik datang sendiri pada kita, benar-benar rusa yang mendatangi kandang harimau.” Iblis Hitam berkata-kata, menatap Ding Jia Li liar.
“Kau benar, bahkan kali ini dia juga mengantar angsa lain.” Iblis Putih ikut menambahkan, tidak mau kalah dengan saudaranya, ia melihat Hua Mei dengan ganas.
__ADS_1
Gou Long tidak menjawab, begitu juga Ding Jia Li dan Hua Mei, mereka melihat jejeran lawan kuat yang berdiri di depan mereka satu persatu, yang menarik perhatian Gou Long adalah si orang tua yang terlihat cuek, Kui Bing Tok Ong.
Ia belum mengenal orang tersebut.
Puas melihat mereka semua, Gou Long tersenyum lebar. “Kalian?! Ingin bersahabat dengan Tuan Muda ini? Hal ini jelas tidak akan pernah terjadi. Kalian hanya sekumpulan sampah di mata Tuan Muda ini.”
“Kau berani berka–” Saat Nyonya Dong ingin mengancam Gou Long.
Anak muda itu lebih cepat membentak keras. “Diam!” bentakan yang menggetarkan hati mereka semua, pembawaan Gou Long menjadi sangat berbeda, dari senyum ramah berubah menjadi tatapan gila, tajam dan menusuk.
Ia menunjuk mereka satu persatu. “Kau, keparat gila yang berniat menjadi Raja Dunia Persilatan, dan kalian berdua selalu setia membantunya, bahkan kalian tega menyiksa guru sendiri. Orang-orang seperti kalian ini, apa yang cocok untuk disematkan? Anjing atau Iblis? Kalian lebih hina daripada sampah di mataku.”
Nyonya Dong menjadi sangat marah, dia mengepalkan tinjunya dengan erat. Begitu juga dengan kedua Iblis Hitam dan Putih, tidak mereka sangka sama sekali, rahasia penyiksaan Sang Guru telah diketahui orang lain.
Gou Long seperti menyadari orang-orang itu akan segera menyerangnya. “Orang tua itu telah menjelaskan rahasia Kitab Kian Kun Bu Tek Keng padaku, apa yang orang tua itu cita-citakan pasti akan ku penuhi.” Ia sengaja bergumam lirih.
Itu sebentuk pancingan, dan benar saja, ketiga Iblis tersebut menahan gerakan. Mereka saling tatap. “Bocah itu mengetahui rahasia kitab yang kita idam-idamkan, tunggu sampai ia berbicara semua yang ia ketahui. Itu belum terlambat untuk meringkusnya nanti.” Si Nyonya Dong mentransmisikan suara tenaga dalam pada Sepasang Iblis Hitam dan Putih.
Sementara itu, Gou Long kembali melanjutkan ucapannya, dia menunjuk tajam pada sepuluh orang yang berpakaian warna emas serta memakai topeng emas.
Gou Long telah mengenali mereka dari pakaian yang dipakai. “Dan kalian … Ha ha ha, aku tahu kalian, ini benar-benar pertemuan yang aku harapkan, tidak perlu aku mencari-cari kalian lagi–”
“Tunggu, Saudara muda! Apa maksud mu? Rasanya kami tidak mengenal saudara muda.” Suara serak yang keluar dari orang bernomor urut satu di dadanya, memotong perkataan Gou Long penuh dengan keheranan.
“Tidak perlu berpura-pura baik, kalian adalah perkumpulan Pembunuhan Bayaran Iblis Emas. Tiga tahun yang lalu di Daratan Tengah, kalian pernah memburuku habis-habisan. Hutang ini, juga harus lunas sekarang."
Si nomor urut sepuluh, bukanlah orang yang mau menahan diri. “Keparat, kalian hanya bertiga, mau menghancurkan kami semua … mimpimu terlalu indah anak muda. Ha ha ha ….”
__ADS_1