Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 245. Phoenix Es Suci


__ADS_3

Lima siluet bayangan lain kembali muncul di dalam jurang itu.


“Salam Patriark!” Guru Qian langsung mengenali yang datang ini adalah Patriark Sekte Lembah Es Utara. Dia membawa empat orang ahli Array Sekte ke jurang tersebut.


“Salam Patriark!” para murid juga mengikuti tindakan Guru Qian.


Pan Guang Yi adalah Patriark Sekte Lembah Es Utara, dia merupakan pria paruh baya, perawakan tinggi, berotot, dengan warna kulit seputih kapur, bahkan itu terlihat agak sedikit bening hampir seperti giok es. Itu menandakan iya telah berhasil melatih Elemen Yin sampai puncak tertinggi.


Orangnya sangat lah tampan, dalam usianya yang sudah paruh baya ia masih terlihat awet muda. Kemudian dipadukan dengan corak pakaian berwarna merah marun dan dilapisi dengan jubah kelabu, kesan wibawa yang jarang terlihat muncul dari Patriark Pan.


Terbiasa hidup di Daerah Utara, Patriark Pan tidak memakai pakaian dari kulit tebal sebagai penghangat badan. Begitu juga penduduk Utara lain.


“...” Pan Guang Yi mengangguk pelan, “Bagaimana situasi kali ini?” menatap Guru Qian.


Guru Qian atau Qian Liyu menjawab, “Penglihatanku tadi adanya retakan sangat kecil di sana, itu seakan-akan membuka ruang hampa. Bukan Array penyegel Roh Suci Phoenix Es kita yang lemah, ini faktor yang tidak bisa diperbaiki oleh master Array,  kita hanya bisa menunggu.” Tangan Qian Liyu menunjuk arah yang tadi dilihatnya muncul retakan kecil.


Patriark Pan mengerutkan dahi nya, “Apa mungkin Roh Suci lain dari Ras Phoenix Es coba membuka ruang hampa dan membebaskan Roh Suci milik kita?” Guman Patriark Pan.


“Itu tidak mungkin terjadi!” Qian Liyu menjawab cepat, “Kehadiran dari makhluk dengan ras yang sama pasti akan memperkuat cuaca dingin disini, setidaknya pasti akan ada resonansi energi dari mereka.”


“Tepat seperti yang diucapkan Penatua Qian, Patriark! Kami juga meyakini hal yang sama seperti apa yang diucapkan Penatua Qian.” Salah satu dari Ahli Array menimpali, tadi ia telah melihat gerak tubuh dari para Ahli Array lain, minta ia yang turun tangan dan menyampaikan ide.


“Lantas bagaimana pendapat kalian?” tanya Patriark Pan.


“Sebaiknya kita menunggu apa yang ada dibalik ini semua, aku menyarankan agar kita juga memanggil beberapa Penatua Sekte ke sini.” Qian Liyu memberi ide.


Patriark Pan berpikir sejenak, lalu ucapnya, “Panggil tiga orang Penatua terkuat ke sini!” perintahnya pada murid yang memimpin penjagaan jurang.

__ADS_1


Mengepalkan tangannya di dada, “Baik Patriark!” dia langsung melesat, gerakan kakinya saat menggunakan ilmu meringankan tubuh tidak meninggalkan bekas di atas tanah lembab bersalju.


Kemudian! “Pheenkkk!” kembali getaran keras terjadi layaknya seseorang memukul lempengan besi keras.


Retakan ruang kecil yang tadi dilihat Qian Liyu, sekarang tampak lebih besar dan nyata, semua mata para murid juga bisa melihatnya.


“Itu telah muncul lagi bahkan lebih besar!” ujar Qian Liyu.


Patriark Pan menatap Qian Liyu, “Retakan itukah yang Penatua Qian maksudkan?”


“Benar Patriark!” jawab Qian Liyu singkat, matanya tidak pernah dialihkan dari retakan yang kian membesar.


Menunggu jeda sepuluh tarikan nafas retakan itu kembali mengecil. Beriringan dengan itu siluet tiga bayangan manusia meluncur turun dan berdiri di sisi sang Patriark.


Itu adalah tiga orang tua gagah, dengan tingkat kultivasi Puncak Ranah Surgawi. Pakaian mereka ringkas, khas dengan dengan balutan jubah berwarna biru serta hiasan bunga es tergambar di dada. Pakaian seperti ini juga dipakai oleh Penatua Qian.


Patriark Pan melambaikan tangan, “Tidak perlu terlalu formal, kita dalam situasi genting, entah makhluk apa yang akan keluar dari sana, fokus dan bersiaplah!” tegur Patriark Pan.


“...” ketiganya mengangguk kepala pelan, mata ditujukan ke arah retakan ruang yang kian mengecil.


***


Menurut perhitungan Gou Long saat ini sudah tiga tahun dia terjebak dalam kegelapan hampa, hari ini Gou Long telah bertekad untuk keluar, benang penghubung telah diperolehnya, mengikuti benang penghubung tersebut akhirnya Gou Long menemukan dimensi segel lain.


Yang menarik minat Gou Long bukanlah dimensi tersebut, namun makhluk yang ada di dalamnya.


Itu sejenis Roh Suci Phoenix Es, namun Phoenix Es ini hampir mati, ia sudah sangat lemah. Entah berapa lama makhluk itu terkurung di dalam dimensi segel tersebut, segel rantai gaib menyelimuti seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Phoenix tersebut dapat merasakan kehadiran Gou Long, ia membuka matanya, melihat Gou Long sekilas, menutup kembali matanya.


“Sangat kasihan! Lebih baik ia mengikat kontrak jiwa denganku daripada terikat disini selamanya.” Batin Gou Long.


Niat tamak muncul dalam hati Gou Long, ia ingin makhluk ini menjadi miliknya, Gou Long tahu burung Phoenix setelah kematiannya pasti akan terjadi kelahiran kembali. 


Lantas dia mendekati dimensi segel tersebut, “Phoenix Suci! Setelah sekian lama aku tidak bisa membebaskan diri dari kehampaan ini, Kau lah makhluk pertama yang kutemui. Bagaimana kalau kita bercakap-cakap sejenak?” Gou Long coba bernegosiasi, menyembunyikan maksud hati yang sebenarnya.


Phoenix yang terlihat sangat lemah itu kembali membuka matanya, “Kukira kau generasi muda lain dari Sekte Lembah Es Utara yang berhasil menembus dimensi ini. Banyak dari mereka telah mati! Mereka terlalu tamak ingin mengambil alih tenagaku!” ia kembali menutup matanya, malas meladeni Gou Long.


“Phoenix Suci kau sungguh tidak suka berbasa-basi, baiklah! Bagaimana kalau aku memberi penawaran khusus padamu!...” Gou Long ingin melihat tanggapan dari Phoenix tersebut, sehingga tidak melanjutkan perkataannya.


Mata tajam Gou Long melihat gerakan kecil dari kelopak mata Phoenix Suci yang tertutup.


“Kau teruslah jual mahal seperti itu, akan kulihat berapa lama kau tidak akan tergoda.” Batin Gou Long.


Pemuda ini melanjutkan ucapannya, “Kutahu kau sudah ribuan tahun terikat dalam segel gaib ini, dan aku juga tahu, saat ini kau sudah di ambang kematian, kemudian akan terlahir kembali. Lalu tetap terikat di dalam segel gaib ini, terus seperti ini… entah sampai kapan akan berakhir…”


“Kuberi tahu kau suatu rahasia yang jarang diketahui orang lain, aku seorang Master segel.” Gou Long mengakhiri rayuannya. 


Mendengar perkataan terakhir Gou Long, minat Phoenix Es itu tergugah, ia membuka mata, “Bocah manusia, kalau kau Master segel! Apakah kau tahu segel yang mengurungku ini selama ribuan tahun? Segel ini tidak pernah melemah.”


Saat Gou Long berkata ia seorang Master Segel, ia memang tidak berbohong, sejak di Hutan Seribu Ilusi, Ilmu Segel menjadi ilmu ketiga yang dapat dikuasai Gou Long secara sempurna.


“Itu hanyalah segel tingkat menengah yang sangat mudah untuk dilepaskan,” Gou Long mengacungkan dua jarinya, “Bagiku segel itu bisa kulepaskan hanya dalam dua ratus tarikan nafas.” Gou Long menyombong.


“He he he… Kau terlalu sombong anak muda, segel ini telah memenjarakanku selama ribuan tahun, dan kau berkata segel ini adalah jenis kelas menengah. Bukankah bualanmu terlalu berlebihan!” Phoenix Es Suci itu tidak percaya, bahkan ia mengejek Gou Long.

__ADS_1


__ADS_2