Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 179. Restu


__ADS_3

“Jia Li ‘er terus merasakan peningkatan pada tenaga dalam dan kultivasi selama seminggu ini, Jia Li ‘er juga tidak merasakan adanya kendala dalam berlatih,”


“Namun, ada semacam kekuatan lain yang terus meningkat tapi tidak sampai menerobos ke Ranah Surgawi, ini tidak Jia Li ‘er pahami. Mohon petunjuk Guru terhadap latihan Jia Li ‘er!” jawab Ding Jia Li.


Gadis ini telah melupakan sepenuhnya kristal kuning yang masuk ke dalam dantian, tapi wajah Gou Long yang tampan, cara turun tangan dan analisa situasi yang diperlihatkan Gou Long, tentu saja yang paling fenomenal yaitu saat Gou Long menerobos ke Ranah Surgawi, semua itu tidak mau hilang dari ingatannya.


Bayang-bayang dari pemuda itu selalu muncul dalam benaknya, andai Ding Jia Li bukan gadis dunia persilatan yang tidak memiliki kesibukan berlatih dan berkultivasi, maka dia akan mati gila dan muntah darah memikirkan pemuda tersebut.


Li Lan Sian tersenyum lembut, dia sangat menyukai muridnya ini yang selalu jujur dalam hal apa pun, “Sebelum Guru memberi Jia Li ‘er petunjuk, Guru ingin mengetahui hal lain darimu...” Li Lan Sian tersenyum semakin lebar, “Apakah Jia Li ‘er sedang memiliki hati yang bercabang?(mengendurnya tekad ilmu bela diri karena memikirkan hal lain)” tanya Li Lan Sian.


Jantung Ding Jia Li berpacu lebih keras seperti derap kaki kuda yang berlari di dalam arena lomba, sekilas gerakan tubuh yang tersentak tidak dapat disembunyikannya dari sang Guru.


“....” tak ada jawaban dari gadis tersebut.


“Jia Li ‘er tak perlu khawatir! Guru tidak mempermasalahkannya, namun demi peningkatan dalam kultivasimu, guru tidak bisa memberi nasihat padamu seandainya Jia Li ‘er tidak berkata yang sejujurnya!” Li Lan Sian menekankan dengan nada yang lembut.


Wajah yang memerah merona tidak dapat disembunyikan Ding Jia Li, ia tidak berani menatap wajah Gurunya, “Jia Li ‘er tidak tahu apa yang telah terjadi pada pikiran dan hati Jia Li ‘er sendiri...”


“Guru!...” dengan manja gadis itu berlari ke dalam pelukan gurunya serta menyembunyikan wajah yang memerah di bulatan besar dada gurunya yang sedikit menyembul, “Masihkah Guru mengingat pada pemuda yang menerobos Ranah Surgawi saat baru keluar dari Tanah Suci Para Pendekar?” tanya Ding Jia Li lirih, menyembunyikan rasa malunya.


“Hemm!...” senyum cerah mengembang di wajah Li Lan Sian, sayang! Ding Jia Li tidak melihat senyuman itu, “Apa Jia Li ‘er menyukai pemuda itu?” tanya Li Lan Sian lembut.

__ADS_1


Ding Jia Li mengangkat wajahnya dan menatap pada sang Guru, “Guru tidak marah? Jia Li ‘er jadi tidak fokus berlatih karena itu!”


“Gadis bodoh!...” Li Lan Sian menyentil lembut kening Ding Jia Li, “Guru tidak membesarkan kalian untuk menjadi Biksuni, yang takut laki dan tidak mau menikah!...”


“Tapi... Jia Li ‘er belum menjawab pertanyaan Guru, Jia Li ‘er menyukai pemuda itu kah?” lanjut Li Lan Sian, kembali bertanya, nada suaranya sangat lembut.


“...” Ding Jia Li tidak lantas menjawab, setelah berpikir sejenak, “Jia Li er juga tidak tahu Guru, namun...” gadis itu kembali terlihat ragu, Li Lan Sian melihat Ding Jia Li menggigit bibirnya, saat Li Lan Sian akan berkata-kata, Ding Jia Li melanjutkan ucapannya, “Namun, hati dan pikiran Jia Li ‘er selalu terbayang akan segala gerak-gerik dan wajah pemuda itu...”


“Kemudian, peningkatan kultivasi Jia Li ‘er yang terjadi dengan pesat selama ini juga gara-gara pemuda itu...” wajahnya yang sudah memerah sejak awal, sekarang terlihat tambah merah, “Saat di Tanah Suci Para Pendekar, Jia Li ‘er dan dia mengalami suatu keajaiban dan berakhir dengan itu...” Ding Jia Li tidak bisa menjelaskan lebih lanjut.


Tapi, kedua tangannya mengepal dan menyisakan kedua jari telunjuk menyatu serta melakukan gerakan maju mundur-maju mundur. Persis seperti anak gadis yang baru dilamar dan juga kepingin kawin.


“Guru tidak marahkah?” tanya Ding Jia Li, keheranan setelah melihat senyuman lebar dan merekah di wajah Gurunya.


“...” tidak ada jawaban dari Li Lan Sian, sang Guru membuka kembali selebaran undangan penobatan Penatua Luar Asosiasi Alkemis. Detak jantung Ding Jia Li berdegup keras, dia seperti dapat mendengar suara detak jantungnya sendiri.


Puas melihat selebaran serta membuat murid tertuanya terlihat gugup, “Bukankah pemuda yang Jia Li ‘er maksudkan dia adanya?” tanya Li Lan Sian, sambil menyodorkan selebaran itu pada Ding Jia Li.


“...” Ding Jia Li menganggukkan kepalanya beberapa kali.


Kembali Li Lan Sian tersenyum, “Ajak beberapa orang adik perguruanmu, minta mereka mempersiapkan diri dan perbekalan, kita akan menghadiri penobatan ini, dan juga...” Li Lan Sian dengan sengaja menghentikan ucapannya, dia menggoda muridnya.

__ADS_1


“Dan juga, mengobati penyakit hatimu! Hi hi hi...” lanjut sang Guru lembut, lalu mengikik senang, “Guru sangat merestui hubungan kalian! Jia Li ‘er cobalah berbicara dengannya di sana nanti! Jia Li ‘er sekarang boleh kembali ke kamarmu!” perintah Li Lan Sian lembut, dan mengakhir percakapan mereka.


Dengan kelegaan hati dan wajah berseri-seri, Ding Jia Li melakukan sembah murid pada guru, baru berpamitan dan beranjak pergi dari kamar pribadi gurunya.


***


Saat itu, hari-hari di mana bunga-bunga es mulai turun dari langit. Itu adalah hari-hari awal dari permulaan musim salju di Benua Hijau. Salju tebal berwarna putih yang turun tiada henti selama dua hari yang lalu, telah menutupi jalanan dan atap-atap bangunan kota Tian Yu.


Garis lurus bekas roda kereta dan telapak kaki kuda yang membekas di sepanjang jalanan kota Tian Yu terlihat hampir di semua sudut jalan dan gang sempit Kota tersebut.


Cuaca musim salju yang belum terlalu ganas memberikan kesenangan tersendiri bagi anak-anak di Kota tersebut, mereka terlihat bermain lempar-lemparan bola salju di tengah dinginnya cuaca.


Cuaca dingin musim salju juga tidak menghentikan aktivitas harian para kultivator, kesibukan yang nyata terlihat di Asosiasi Alkemis sejak seminggu lalu.


Di sana sudah didirikan platform panggung sementara, sebagai tempat penyelenggaraan acara penobatan Penatua Luar. Di sekeliling platform itu juga sudah didirikan tempat duduk khusus, lengkap dengan papan pamflet nama Sekte dan Klan tertera di sana.


Persiapan tempat yang dilakukan oleh Asosiasi Alkemis ini, sangat mewah dan megah sesuai dengan pamor Asosiasi Alkemis sendiri.


Pada kesempatan itu, Asosiasi Alkemis juga mengumumkan; akan memperkenalkan produk pil terbaru yang akan dijual di gedung Paviliun Harta nantinya.


Kabar angin mengatakan, pil terbaru itu adalah jenis pil langka dengan Nadi Pil dan juga dapat menyerap hawa Langit dan Bumi, konon jumlah pil ini sangat terbatas. Sehingga Kota Tian Yu menjadi sangat ramai karena kabar tersebut, itu adalah Pil Yuandan Super.(Ch. 110 dan Ch. 90)

__ADS_1


__ADS_2