Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 270. Kelemahan Domain Array


__ADS_3

Dalam kebingungan itu, suara Leng Kun terdengar, “Bukankah ini sangat luar biasa? Kalian terlalu memandang remeh orang-orang yang tidak berlatih ilmu pukulan ataupun ilmu senjata. Padahal di kehidupan para Kultivator banyak hal yang tidak pernah terbayangkan bisa saja muncul.”


“Ha ha ha…”


Siluet bayangan Leng Kun terlihat, namun itu sangat samar, dan bukan hanya satu bayangan saja, tapi itu berjumlah tiga bayangan.


“Simpan dulu rasa penasaran dan heran kalian bertiga, sekarang coba salurkan hawa murni dan rasakan tingkat kultivasi kalian. Setelah kalian mencobanya baru kalian boleh penasaran dan terkejut.” Ketiga sosok bayangan Leng Kun berkata-kata serentak, seringai ejekan terlihat dari bayangan tersebut.


Keempat orang tua itu, coba melakukan seperti yang diucapkan Leng Kun, “Aih! Tingkat kultivasi-ku, menurun dan tertekan di Ranah Langit Tahap menengah,” batin mereka berkata-kata, terkejut dengan kenyataan yang mereka rasakan.


Sadar dalam keadaan terdesak, walau raut wajah marah dan kesal, namun kata-kata yang diucapkan si pemimpin terdengar lebih melunak, “A-apa yang telah kau lakukan pada kami? Kenapa ranah kultivasi kami menurun secara signifikan?”


“Tidak banyak! Ini adalah dimensi dimana aku yang menjadi penguasanya. Terjebak di sini, hanya kematian jalan keluarnya,” santai, Leng Kun menjawab, di tertawa kecil, “He he he… Orang-orang Paviliun Gunung Teratai bukan hanya terdiri dari ahli seniman bela diri, Master Array dan Artefak seperti aku ini juga punya keahlian khusus…”


“Tempat ini adalah Domain Dunia Array! Kultivasi kalian bahkan bisa aku tekan sampai titik terendah, aku tidak harus bersusah payah bertarung dengan kalian…” Leng Kun mengakhiri penjelasan yang mendatangkan perasaan seram di hati keempat orang tersebut.


Sekian tahun berpetualang di dunia persilatan, belum pernah mereka menghadapi keanehan seperti ini, kebanyakan Master Array yang mereka jumpai juga seorang ahli petarung, dan bukan orang yang bertipikal seperti Leng Kun ini.


Keempat orang tua tersebut melihat tiga bayangan Leng Kun perlahan-lahan menjadi satu, lalu dengan sedikit gerakan tangan dari bayangan tersebut, meja dan kursi lengkap dengan gelas dan arak muncul di sana. Leng Kun duduk dan menikmati araknya, sikap yang benar-benar tidak peduli pada empat orang tua itu.


Percuma saja bernegosiasi kembali, Pemuda tersebut tidak berniat memberi muka pada mereka. Kesal dan marah, si pemimpin berkata, “Siapa yang percaya terhadap semua bualanmu! Domain Dunia Array? Huh, kau hanya menggertak, walau ini terlihat sangat sempurna, ini pasti ada kekurangannya…”

__ADS_1


Selagi membentak, ia bergerak melepaskan pukulan ke arah Leng Kun yang sedang menikmati arak.


“Ha ha ha… Kau berani!” Leng Kun sama sekali tidak melihat mereka berempat, ia tetap sibuk dengan araknya saat berkata seperti itu, “Baiklah! Pertunjukan Domain Dunia Array ini sudah lebih dari cukup untuk kalian lihat…”


Jari telunjuk Leng Kun digerakkan dari atas kebawah, menunjuk keempat orang itu satu persatu.


Daya tekanan berat segera menekan mereka, si Pemimpin yang tadi melesat dan melepaskan pukulan, tiba-tiba terjatuh berdebuk di tanah. Ia tidak bisa bangkit lagi, tekanan yang menekannya terasa lebih berat dari ketiga kawannya yang lain.


“Iya! Tepat seperti yang kau katakan, ini memang masih banyak kekurangannya, karena kau sudah menebak seperti itu, maka ajal kalian dengan berat hati terpaksa aku percepat,” Leng Kun bangkit dari tempat duduknya, jari-jari tangannya beberapa kali digerakkan lagi, tekanan yang dirasakan keempat orang itu semakin berat bahkan mereka tidak sanggup untuk berdiri dan mengambil nafas.


Raut kejam yang selama bertahun-tahun tidak pernah terlihat di wajah Leng Kun tiba-tiba menebal, “Sebelum kalian mati, agar tidak penasaran kuberi tahu kalian ini adalah tekanan gravitasi dari Domain Dunia Array.” Pelan, dengan pedang di tangan, Leng Kun berjalan, setiap langkah kakinya membawa perasaan seram di hati empat orang tua tersebut.


“Aihh! Paviliun Gunung Teratai ini bukanlah nama kosong belaka, bahkan tanpa Master utama mereka tetap saja mengerikan. Kenapa kami mau saja menerima pekerjaan yang mendatang petaka buat sendiri ini… Aih! Rasanya emas dan perak benar-benar tidak berharga kalau nyawa harus melayang secara percuma.”


Tanpa bisa berkata-kata, ataupun bergerak melawan sedikitpun, mata pedang dingin Leng Kun cepat menebas kepala keempat orang tua tersebut.


“Crasshh!”


“Crasshh!”


Darah deras merembes dari leher tanpa kepala. Mereka berempat mati tanpa sempat berbuat banyak, bahkan jurus-jurus terhebat dari keempatnya belum sempat dimainkan.

__ADS_1


Leng Kun sendiri kemudian terduduk lemas kehabisan tenaga, inilah kelemahan terbesar dari Domain Dunia Array. Leng Kun belum bisa mempertahankan Domain ini dalam waktu yang lama, andai ia menahannya sedikit lebih lama, bukan empat orang tua itu yang menjadi mayat, tapi dialah yang mati kehabisan tenaga dalam.


Perlahan-lahan, Domain Dunia Array menghilang. Itu masih di atas platform yang sama, semua orang yang ada di atas platform sekarang telah melihat kembali orang-orang yang tadi menghilang.


Leng Kun tidak peduli dengan pakaiannya kotor dan berceceran darah, ia tetap duduk begitu saja di antara mayat-mayat keempat orang tersebut.


Feng Yueyin, bergerak sigap memapah Leng Kun yang terlihat sangat kelelahan, “Mari Leng Twako, Yueyin antar Twako ke kamar,” sambil memapah Leng Kun, ia menatap Duan Hong Ya, “Tolong, Paman Duan saja yang menutup pelelangan ini!” pintanya.


Duan Hong Ya mengangguk pelan, ia mengambil alih kuasa pelelangan dan mengurus segala keperluan administrasi pelelangan. Sementara He Fei dan Ye Xuan, diminta tinggal di Paviliun Gunung Teratai selama dua hari jika mereka berdua ingin melanjutkan apa-apa yang ingin mereka dengar dari Feng Yueyin.


***


Perjalanan menuju Kota Es Spiritual, berjalan lancar, tidak ada rintangan berarti yang mengganggu pelayaran Kapal Perahu yang ditumpangi Gou Long. 


Walau itu sempat terhenti sejenak, karena perompak yang menghadang, namun pemilik kapal ini seperti telah mendapat jaminan keselamatan setiap perjalanan kapalnya dari para perompak.


Mungkin saja para pemimpin perompak dan pemilik kapal ini telah terlebih dahulu membayar biaya jaminan, sehingga ketika si Kapten menyebut nama pemilik kapal pada perompak yang menghadang, mereka dibiarkan lewat begitu saja, tanpa adanya gangguan.


Gou Long benar-benar tidak keluar dari kamarnya, dia tidak tahu apa-apa kondisi dan kejadian di luar, Gou Long terlalu hanyut dalam Kultivasi Ruang Angkasa, makanan yang disediakan oleh pelayan bahkan dihabiskan oleh Eira dan Hauri.


Padahal, dua orang pemuda dan pemudi yang dibantu Gou Long sebelumnya sangat ingin berbicara dan beramah-tamah dengannya lagi. Keduanya merasakan keakraban yang tidak biasa ada pada diri Gou Long.

__ADS_1


Saat berjumpa Gou Long kemarin, mereka merasa seperti bersama seorang Kakak yang telah lama tidak tidak berjumpa, padahal itu hanya pertolongan kecil yang mereka terima dari Gou Long.


__ADS_2