Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 369. Artefak Tak Terukur


__ADS_3

“Tidak perlu, kau boleh melanjutkan pekerjaanmu. Saat aku keluar nanti, jika aku membutuhkan mu, aku pasti akan mencarimu di atas.” Gou Long mengeluarkan sebijih kristal kaisar kelas menengah. “Tolong tukarkan sebijih kristal ini dengan botol giok, semuanya botol giok kosong jangan yang lain.”


Setelah menyerahkan kristal kaisar kelas menengah pada pelayan tersebut, Gou Long tidak langsung meminta ia pergi. “Aku tidak memiliki terlalu banyak kristal kaisar. Sehingga aku tidak bisa memberimu tips yang seperti itu.”


Dia mengeluarkan dua botol giok berisi Pil Kondensat dan Pil Penguat Jiwa. Dari botol itu Gou Long mengeluarkan masing-masing satu pil. “Jika dibandingkan dengan kristal kaisar, mungkin kedua pil ini lebih berguna bagimu.”


“Terima kasih banyak atas pelayanan darimu hari ini.”


Pelayan tersebut tampak sangat senang, matanya bersinar terang. “Terima kasih banyak tuan!” Dia langsung berbalik meninggalkan Gou Long di depan pintu.


Gou Long mengulang baca peringatan di depan pintu batu. “Apa yang luar biasa di sana, kenapa mesti ada peringatan seperti itu?” batin si pemuda.


Dengan sedikit pengerahan Kaisar Qi, pintu batu di dorong Gou Long, dan itu langsung terbuka sedikit.


“Swosshh!” Hawa panas menyambar-sambar dengan keras menerpa wajah Gou Long. Ini sangat memerihkan. “Kenapa berdiri di depan pintu anak muda? Masuklah ke dalam.” Suara berat berkata-kata dari dalam.


Gou Long mempertebal Kaisar Qi yang menyelimuti tubuh, tapi itu masih tidak cukup kuat untuk bertahan dari hawa panas di dalam ruangan. 


Suara berat kembali terdengar, kali ini bernada berangasan. “Ada apa? Kau tidak tahan hawa panas ini? Apa matamu buta dan tidak bisa membaca tulisan di depan pintu?!” 


Gou Long merasa tertantang, Kaisar Qi dalam tubuh dipompa secara gila-gilaan. Sehingga muncul warna kuning pucat di sekitar tubuhnya. Dengan perlahan, langkah pertama ia masuk ke dalam ruang tersebut. Awalnya masih biasa-biasa saja, kemudian saat Gou Long telah menutup pintu batu itu, hawa penindasan yang sangat tebal melanda.

__ADS_1


“Apa-apaan ini, kenapa terasa sangat panas dan menindas, bahkan ini terasa menekan elemen petir milikku.” Gou Long lantas semakin kuat memompa tenaga dalam dan Kaisar Qi, sekarang warna emas serta kilatan petir juga telah muncul dan mengelilingi tubuhnya.


“Bagus, kau bisa bertahan. Ujian dariku sudah selesai, sekarang majulah mendekat ke sini!” perintah suara berat itu pada Gou Long. 


Gou Long merasakan tekanan yang menindasnya telah hilang tapi hawa panas yang meledak-ledak masih terasa. Saat Gou Long berjalan beberapa langkah lagi, lima tombak di depannya, dia melihat pot besar penyulingan Artefak. Sedangkan di bawah pantat pot itu api yang membakar dan sangat menyengat terasa bahkan itu seperti akan melelehkan kulit saja.


Berjarak tiga tombak lagi setelah api dan pot besar, seorang pria dengan usia berkisar tiga puluh-tiga puluh tiga tahunan, tanpa memakai pakaian atas. 


Cambang bauk yang dibiarkan terurai memenuhi wajahnya, begitu juga dengan rambut panjang sebahu yang tidak diikat sama sekali. 


Otot-otot badan yang kokoh berkilat dan berkilau karena diselimuti keringat yang berminyak serta terpapar cahaya api yang meluap-luap.


Kultivasi orang itu tidak bisa diukur Gou Long. Dengan ranah kultivasi seperti itu, menjadi wajar saat dia tahan terhadap panas api, bahkan dia tidak memakai baju sama sekali.


“Anak muda, kelihatannya kau sangat tertarik dengan api itu?!” tanya laki-laki tanpa pakaian tersebut.


Gou Long berbalik, ia mengepalkan tangan di depan dada. “Maafkan ketidaksopanan junior! Junior bernama Gou Long. Iya, api ini sangat menyengat. Senior pasti telah melihat percikan kilatan petir dalam sinar kuning yang menyelimuti tubuhku. Junior yakin, Senior pasti dapat menebak tenaga dalamku memiliki elemen khusus, tapi api itu masih saja terasa membakar kulit junior.”


Master Artefak itu tertawa lantang. “Anak muda, kau benar, aku memang sudah melihat elemen petir milikmu. Tapi, api ini jelas lebih panas, ini adalah api yang dihadiahkan oleh salah satu Kaisar Agung Tahap Puncak pada ku.”


“Baiklah, engkau telah lulus ujian tekanan dari ku dan tekanan dari api ini, sekarang aku akan menyediakan layanan khusus pada mu, ini tidak perlu bayaran. Apa yang kau ingin tempa dengan keterampilan master ini?”

__ADS_1


Sekali lagi Gou Long memberi penghormatan. “Junior memiliki beberapa Artefak yang sudah lama berteman baik dengan junior, tapi menurut junior terka, Artefak ini hanya berada pada tingkatan ranah surgawi. Apa memungkinkan untuk meningkatkan kembali tingkatan Artefak ini.”


“Hemm, sebagian Artefak tidak bisa ditingkatkan, sebagian lain bisa. Coba keluarkan Artefak milikmu, biarkan master ini menilainya!” Master Artefak itu minta melihat Artefak milik Gou Long.


“Oiya, aku belum memperkenalkan diri padamu. Engkau bisa memanggilku dengan nama saja, aku Khong Guan.” Master Khong memperkenalkan diri.


Gou Long, mulai mengeluarkan Artefak yang telah menemaninya selama ini satu-persatu. Yang pertama sekali dikeluarkan adalah golok berat dan besar bagai papan besi, berlanjut pada pedang hijau beracun, kendi arak anggur surgawi, palu hitam besar dan berat, dan yang terakhir Pedang Peri Ilusi.


Dia menjejerkan semua Artefak tersebut dengan rapi di atas lantai batu.


Master Khong berjalan mendekati Gou Long, duduk menjeplok begitu saja di atas lantai dan mulai menilai Artefak milik Gou Long satu persatu.


Setiap Artefak yang ia nilai dan pegang, Master Khong terlihat mengangguk-angguk kecil, kadang ia tersenyum dan kadang ia menggelengkan kepala. Namun, saat ia memegang Palu Hitam besar dan berat. 


Master Khong mengerutkan dahi, raut wajahnya berubah-ubah, dia belum pernah melihat Artefak seperti itu. Untuk ranah Artefak palu ini juga ia tidak tahu berada pada tingkatan apa. Ini adalah puncak kerumitan pikiran dari seorang Master Artefak.


Bahkan helaan nafas beberapa kali terdengar dari mulut Master Khong, Artefak yang sangat unik seperti ini akan menjadi daya tarik dan tantangan tersendiri bagi Master Artefak. Hingga akhirnya, ia menyerah dan kalah.


“Anak muda, pedang hijau, kendi arak, tidak dapat ditingkatkan lagi, sedangkan golok berat seperti papan besi ini masih bisa ditingkatkan.” Master Khong kembali menarik nafas panjang, pamornya sebagai Master Artefak hari telah jatuh di depan Gou Long gara-gara Palu Hitam milik Gou Long.


Kemudian, dia mengambil Pedang Peri Ilusi. “Sedangkan pedang ini, tidak perlu ditingkatkan lagi. Ini adalah pedang yang sangat sempurna. Saat kau berada di Ranah Surgawi, maka pedang ini hanya sebatas pedang Ranah Surgawi. Saat engkau berada di Ranah Kaisar, maka pedang ini juga akan naik menjadi pedang Ranah Kaisar.”

__ADS_1


“Dengan kata lain, pedang ini adalah Artefak yang sangat sempurna–”


“Master Khong, lantas bagaimana dengan Artefak Palu Hitam besar dan berat ini?” Gou Long memotong ucapan Master Khong dengan pertanyaan yang sebenarnya sangat ingin dihindari oleh Master Khong sendiri.


__ADS_2