Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 183. Orang Terusir


__ADS_3

Karena teriakan keras ini, nyali seniman bela diri yang sempat menciut kembali terbangkit, keberanian telah muncul di hati semua orang yang hadir di sana. Orang-orang yang tidak mengenal Gou Long jelas akan sependapat dengan orang-orang yang berteriak ini.


Sehingga hampir di setiap sudut terdengar teriakan-teriakan dan bisikkan yang mempertanyakan kredibilitas dari Asosiasi Alkemis serta mempertanyakan kapabilitas dari seorang Gou Long.


“Rekan-rekan praktisi bela diri! Bagaimana kalau kita menguji langsung pemuda itu untuk membuat pil di depan kita semua?”


“Tepat! Ini harus diuji, dan kami ingin melihat dia meracik pil di platform itu sekarang juga.”


“Iya benar! Kami ingin melihatnya!”


Sementara orang-orang yang mengenal Gou Long juga tidak mengangkat suara membela Gou Long, mereka memilih diam.


Tidak dapat dipungkiri, hati kecil mereka setuju dengan orang yang berteriak, mereka sangat ingin melihat bagaimana Gou Long meracik pil sehingga Asosiasi Alkemis dengan sangat percaya diri mau menobatkannya sebagai Penatua Luar.


Teriakan-teriakan yang terdengar di hampir setiap sudut, sekarang menjadi semakin ramai saja, Patriak Shi sekilas menatap pada Gou Long, ingin mengetahui bagaimana tanggapan dari pemuda itu.


Gou Long juga sudah membuka matanya karena teriakan-teriakan tersebut, kultivasi sesaat tadi sudah lebih dari cukup untuk dia. Mendapatkan tatapan dari Patriak Shi, Gou Long bangkit.


Dia maju satu langkah ke depan, sehingga semua hadirin yang ada di halaman itu bisa melihatnya, dengan mengepalkan tangan di depan dada, “Junior ini, bisa diangkat sebagai Penatua Luar Alkemis sudah pasti memiliki ketrampilan dalam meracik pil,” ucap Gou Long, keras karena diiringi dengan pengerahan tenaga dalam.


“Tapi... Kalau para rekan seniman bela diri ingin menguji ketrampilan junior ini dalam meracik pil, maka rekan seniman bela diri juga harus menyediakan kompensasi yang sesuai untuk junior ini.” Lanjut Gou Long, ucapannya tidak bernada sombong juga tidak merendahkan diri sendiri.


Sikap dan gerak tumbuh yang diperlihatkan saat berkata-kata tadi penuh keyakinan dan kepercayaan pada diri sendiri.

__ADS_1


“Sombong! Belum tentu juga bisa meracik pil, sudah berani meminta kompensasi! Apa kau pikir kami di sini sama bodohnya dengan orang-orang dari Asosiasi Alkemis yang bisa kau tipu dengan mudah?”


Teriakan provokatif menyahuti ucapan Gou Long, orang itu bahkan berani mengejek Asosiasi Alkemis.


Bagi praktisi bela diri, orang-orang yang berani mengejek Asosiasi Alkemis adalah kategori orang yang tidak membutuhkan pil dari para Alkemis yang terikat dengan Asosiasi Alkemis.


Boleh jadi orang tersebut juga seorang Alkemis, kemungkinan lainnya karena dia atau sekte tempatnya bernaung memiliki Alkemis Ranah Surgawi yang bekerja sama dengan mereka.


“Ha ha ha!...” Gou Long tertawa keras dan menggetarkan platform tempat dia berdiri, “Jadi maksud tuan, Junior harus meracik pil secara sia-sia di sini hanya untuk memuaskan hadirin semua? Kalau ini yang tuan inginkan, maka bagi tuan, junior ini persilahkan bermimpi.” Jawab Gou Long kasar, tidak terlihat penghormatan yang muncul dari sikapnya yang pertama kali tadi.


Siluet bayangan orang tua dengan usia berkisar 50-55 tahun keluar dari para hadirin, melesat ke atas platform tempat Gou Long dan Patriak Shi berada, orang ini tidak berkata-kata, namun mengeluarkan pot Alkimia miliknya sendiri.


“Bagaimana kalau kita bertanding!” suara orang inilah yang sejak tadi memprovokasi.


Tidak ada lencana apa pun pada jubah yang dipakainya, akan tetap orang-orang tahu, dari cara dia melesat dan pelepasan tenaga dalam saat melesat tadi orang memiliki tingkat kultivasi Puncak Ranah Surgawi.


Patriak Shi terus memperhatikan orang yang baru naik ke atas platform tersebut, dia berusaha mengingat dengan keras, tokoh-tokoh yang berpenampilan seperti orang tersebut.


Berbeda dengan Patriak Shi yang masih harus mengingat, para tetua lain yang duduk di platform utama, memperlihatkan raut wajah yang tidak bisa mereka jelaskan, mereka jelas tidak senang dengan kehadiran orang tua tersebut karena mereka mengenalinya dalam sekali penglihatan.


Gou Long mendapat tantangan seperti itu, tidak peduli, kepercayaan akan ketrampilan meracik pil diperlihatkan, lantas Gou Long menjawab ringan, “Baik! Mari kita bertan...” ucapan ini belum habis terucap tuntas.


“Rupanya Alkemis racun dari barat yang berkunjung dan menatang kami, tidak heran!” tanpa sadar Patriak Shi berteriak.

__ADS_1


Begitu teriakan itu tercetus, semua tatapan mata sekarang ditujukan pada orang tua berbaju hijau tersebut. orang ini juga salah satu dari legenda para Alkemis, ini merupakan kisah lama yang terjadi di Asosiasi Alkemis Daratan Tengah.


Bisa dikatakan ini kisah kelam dari Asosiasi Alkemis, mungkin orang-orang sudah melupakannya, tapi tidak bagi sebagian orang di Asosiasi Alkemis, orang tua ini boleh dikatakan sebagai salah satu dari tetua Asosiasi Alkemis generasi lama, atau paman guru dari Patriak Shi.


Tapi, Patriak generasi lama Asosiasi Alkemis telah memutuskan hubungan dengan orang tua itu, ya! Orang tua itu memilih jalan Alkimia yang berbeda dengan jalan Alkimia yang dipraktikkan oleh praktisi Alkimia pada umumnya.


Pada praktiknya orang ini telah mencampur adukkan Teknik Alkimia, Teknik Racun dan Teknik Ilmu Sihir, baginya ini merupakan sebuah terobosan baru dalam praktik Alkimia, namun bagi para Alkemis umum, jelas pencampuran teknik seperti itu akan sangat berbahaya terhadap Alkemis itu sendiri juga terhadap pil yang akan di hasilkan.


“Ho Peng! Patriak generasi lama sudah mengusirmu dari Asosiasi Alkemis, kau tidak sepantasnya menentang segala keputusan Asosiasi Alkemis Daratan Tengah ini, kebijakan yang kami buat tidak ada hubungan sama sekali denganmu.” Lanjut Patriak Shi, berang dan sengit setelah mengenali orang tersebut.


Tidak ada penghormatan sama sekali dari Patriak Shi pada orang itu, bagi Patriak Shi orang yang telah merusak jalan Alkimia adalah sampah paling busuk yang selayaknya untuk dimusnahkan.


“Pantas atau tidaknya aku ada di sini merupakan permasalahan nomor ke sekian, yang terpenting saat ini adalah pendapat khalayak ramai terhadap pantas atau tidaknya pemuda itu menjadi Penatua Luar Asosiasi Alkemis!” jawab Ho Peng, tangannya menunjuk Gou Long.


“Ha ha Ha!...” dia lalu tertawa berkakakan, “Bukankan tadi pemuda itu ingin diuji? Coba Patriak Shi pikirkan, siapakah orang di luar Asosiasi Alkemis yang pantas mengujinya? Ha ha ha... Sedangkan kalian orang-orang Asosiasi sudah pasti tidak akan serius dalam menguji.” Ho Peng dengan santainya membalas ucapan sengit dari Patriak Shi.


Patriak Shi tertegun sejenak, dia merasakan kebenaran dari apa yang diucapkan oleh Ho Peng. Berpikir pulang-pergi, tidak mendapatkan kata-kata yang tepat untuk membalas perkataan Ho Peng.


Patriak Shi menatap Gou Long, “Sekarang Penatua Gou sudah mengetahui siapa orang ini adanya, apa yakin masih mau bertanding?” tanya Patriak Shi.


______


Tolong ditandai Paragraf Typo nya yaa..  Sorry geludnya skip dulu, karena ini teknik alkimia bukan teknik bela diri.

__ADS_1


__ADS_2