Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Bab. 62. Akal Bulus


__ADS_3

“Satu ... dua ... tiga ... empat ....”


Suara Gou Long terus menghitung, yang dengan cepat menambah warna pucat di wajah sisa-sisa murid sekte naga langit di kebun bunga itu.


“Sembilan ... sepuluh ....”


“Bagaimana, apa kalian sudah memiliki jawabannya?” Gou Long bertanya, memperlihatkan raut wajah penuh dengan senyum nakal.


Murid-murid Sekte Naga Langit berdiri gemetar, putus asa. Salah satu dari mereka akhirnya berani bernegosiasi. “Apa kami tidak punya pilihan lain?”


Gou Long dengan santai berjalan ke arahnya lalu menepuk bahu murid yang berbicara tadi, ia berkata dengan mimik wajah yang serius. “Situasi di tempat ini bukan aku yang menciptakan, tapi kalian sendiri yang mencari penyakit–”


Gou Long menahan perkataannya.


“Ha ha ha ...” Gou Long, tertawa sangat keras lalu melanjutkan perkataannya, “Serius sekali tanggapan kalian ... hmm, selain harus memperbaiki kepribadian, kalian juga harus menambahkan sedikit selera humor.”


“Tinggalkan kristal esensi siluman yang sudah ditandai oleh Patriark sekte, kalian boleh pergi dari tempat ini ... untuk murid elite sekte di sana, aku tidak butuh tangan kalian, ha ha ha!”


Sebagian dari murid-murid itu seperti memperoleh lampu hijau, bergerak ke arah Gou Long dan memberikan kristal yang diminta si pemuda.


Lagi pula, mereka masih bisa mencari lagi kristal esensi yang sudah ditandai oleh Patriark sekte nantinya, karena pemikiran seperti itu, sedikit meringankan rasa keengganan di hati mereka.


Sejak tadi, kelompok yang dipimpin oleh Oey Gang hanya menonton saja drama yang diciptakan Gou Long dengan menahan rasa geram. Dia belum bisa menebak, alur apa yang akan terjadi saat akhir nanti. Setidaknya, wibawa sebagai murid elite sekte akan terus dijaga.


Lantas, Gou Long mengambil lima kristal esensi siluman dari lima kelompok berbeda, merek benar-benar terpaksa menyerahkan kristal seperti keinginan Gou Long.

__ADS_1


Gou Long melesat ke sisi Hua Mei, menghadap ke arah kelompok Oey Gang. “Bagaimana? Apakah kau ingin bertarung sekarang denganku atau kau akan merawat bayi besarmu itu? Aku tidak akan tergesa-gesa.”


Menunjuk Oey Yong yang sudah membaik, Gou Long mengolok-olok mereka.


“Mari bertarung saja, kau harus memberikan padaku buah dari Rumput Mahkota Dewa, juga harus merasakan akibat dari menganiaya sepupuku,” jawab Oey Gang, geram.


“Baik, lihat pukulan!” teriak Gou Long, seraya melepaskan Pukulan Telapak Arhat dengan tenaga dalam sebesar delapan puluh persen.


Topan dan petir prahara terlihat mengiringi telapak kebiruan dari energi murni yang tercetak di udara, melesat pesat ke arah Oey Gang. Tidak tinggal diam, seakan-akan ingin membuktikan kapasitas dari seorang elite sekte, Oey Gang menerima pukulan tenaga dalam Gou Long dengan jurus aneh.


Gerakan yang lembut, dan tenaga dalam yang tampak seperti menghisap Telapak Arhat. Oey Gang berputar tiga ratus enam puluh derajat putaran, dan suatu keanehan terlihat di kebun itu, Telapak Arhat yang dilepaskan Gou Long kembali berbalik ke arah semula.


Oey Gang mengunakan tenaga lembut, memanfaatkan tenaga besar lawan serta mengembalikannya, cara terbaik melawan tenaga keras dan besar. Apa yang di lakukan Oey Gang membuat murid-murid yang ada di kebun itu terpana, murid elite memang tidak bernama kosong belaka.


Namun, orang yang dituju oleh telapak itu entah kemana menghilang. Apa yang telah terjadi dan kemana Gou Long menghilang tidak ada yang tau, memang akal-akalan Gou Long yang mempermainkan mereka semua sudah sampai puncaknya.


Gou Long memanfaatkan kesempatan, dia dengan cepat mengendong Hua Mei dalam mode bridal style. “Jangan terkejut, jangan berteriak, ini gabungan dari dua teknik luar biasa!”


Hua Mei menganggukkan kepala, dengan wajah memerah seperti kepiting rebus.


Gou Long menggunakan Teknik Memindah Jasad, bergerak dan berpindah-pindah arah, lalu dikembangkannya Ilmu Meringankan Tubuh Walet Menunggang Angin, dua kali dia menendang udara kosong. Tubuh si Pemuda dan gadis itu melambung tinggi ratusan tombak ke langit tinggi.


Gou Long sengaja melarikan diri dari pertarungan, setelah orang yang dikipasi sejak awal benar-benar serius menanggapi setiap perkataan Gou Long.


Senyum kepuasan terlihat jelas di wajah Gou Long setelah berhasil menakuti dan menipu murid-murid Sekte Naga Langit yang tamak, dan murid elite yang sombong.

__ADS_1


Oey Gang yang tertipu oleh tindakan Gou Long sangat marah dan geram, kemudian dia melampiaskan rasa marah pada sisa-sisa murid Sekte Naga Langit yang hadir di tempat itu, dia menghajar mereka semua dan menghancurkan token teleportasi mereka.


Sore hari itu, dua ratus lima puluh murid tereliminasi, baik karena tangan Gou Long sendiri juga karena ulah isengnya.


Gou Long terus bergerak terbang sampai jarak yang ditempuh sudah lebih dari tiga mil, baru kemudian dia turun hinggap di salah satu pohon yang paling besar, saat itu hari memang sudah senja.


Setelah menurunkan Hua Mei dia bertanya karena wajah Hua Mei yang terlalu merah. “Apa Mei ‘er terluka atau terkena racun? Tapi tidak mungkin mereka menggunakan racun, kita sekte lurus golongan putih.”


“Tidak ... t-tidak ... Long Gege, Mei ‘er baik-baik saja,” jawab Hua Mei, tergagap.


“Dasar, tidak peka ... ha ha ha.” Eira ikut berceloteh. “Bocah, teknik yang kau gunakan tadi sangatlah luar biasa! Aku kagum padamu,” lanjut Eira.


“Setelah mengancam dan menekan mental yang lemah, kau kemudian mengompori yang kuat. Kemudian, melarikan diri, sangat kagum! Teknikmu itu harus diberi nama.” Eira terus mengolok, Gou Long.


“Jurus babi takut halilintar, ha ha ha ... bagaimana cocok tidak?!” Eira, dia sangat puas setelah mengejek Gou Long.


“Kau! ... teruslah mengolok-olok ku, nanti kita tak usah makan malam saja ...” balas Gou Long, yang segera membuat Eira terdiam.


“Sudahlah! lupakan saja, nanti kita makan enak, aku hanya bercanda. Itu tadi namanya 'Teknik Akal Bulus' ... ha ha ha, keren, kan!” Gou Long menyemangati Eira kembali.


Seperti mengingat sesuatu, lantas Gou Long bertanya pada Hua Mei. “Mei ‘er Apakah Mei ‘er merasakan adanya tanda-tanda akan segera menerobos ranah?”


“Iya Long Gege, setelah kultivasi dan pertarungan hari ini rasanya pemahaman akan ilmu silat bertambah banyak, hanya kekurangan aura Langit dan Bumi yang menghalangi Mei ‘er untuk segera menerobos ranah.”


“Oo ... begitu! Apa masih bisa ditahan sampai pra kompetisi ini berakhir?” kembali Gou Long bertanya.

__ADS_1


“Long Gege tenang saja, ini masih bisa bertahan lama, bahkan sampai kompetisi nanti berakhir juga tidak tergesa-gesa,” jawab Hua mei, menjelaskan singkat.


Lantas, Gou Long menyerahkan kristal esensi siluman kelas ketiga pada Hua Mei dan berpesan untuk menyerapnya kelak andai penerobosan tidak bisa ditunda nanti.


__ADS_2