Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 159. Magnet Nadi Bumi


__ADS_3

“Coba Saudara Gou jelaskan dengan lebih rinci!” pinta Murong Qiu.


“Iya! Tepat sekali Cici Qiu, Long Gege masih bermain rahasia-rahasiaan dengan kita.” Kembali Hua Mei menimpali.


“Dari pada terus berspekulasi yang tidak jelas mari kita melihatnya secara langsung! Ha ha ha...” ajak Gou Long sambil tertawa lepas.


“Ini makanlah! Sebagai pertahanan terhadap racun dari balik kabut yang membuat siluman itu bisa berkamuflase dengan baik.”


Gou Long memberikan masing-masing mereka satu botol giok, yang berisi penawar racun.


“Sejak kapan Long Gege belajar tentang racun dan penawarnya?” tanya Hua Mei seraya mengambil botol giok berisi penawar racun.


“Semenjak Gege membeli lahan Gunung Teratai dari penguasa kota Tian Yu tempo hari... Kalau diceritakan ini akan menghabiskan waktu seminggu lagi hanya untuk cerita ini saja.” Jawab Gou Long mengelak untuk sementara waktu.


Setelah menjawab sekenanya, Gou Long melesat cepat ke arah kabut yang sudah ditandainya dengan kesadaran spiritual.


Tidak lupa memasukkan penawar ke dalam mulut, Murong Qiu dan Hua Mei melesat mengikuti Gou Long dan menghilang di balik kabut beracun.


“Ha ha ha! Anak manusia! Di saat orang lain menjauh dari sini kau malah mendekat dan mengantar nyawa...” suara serak dapat didengar dengan jelas oleh Hua Mei dan Murong Qiu.


Di depan mereka Gou Long berdiri gagah, menatap pada Siluman Kalajengking yang hanya bisa bergerak dalam jarak 10x10 tombak, Pergerakannya sangat terbatas dengan ukuran tubuh yang besar, di bawah dada dari siluman itu terlihat seperti sebongkah batu yang tertanam ke dalam tanah.


Sedangkan di sekitar lainnya terlihat lubang-lubang gua tanah yang bisa dimasuki manusia dewasa.


“Mengantar nyawa? Ha ha ha...”


“Di antara para Roh Suci... Siluman macam kau ini masuk kategori yang mana? Bagaimana kekuatanmu kalau dibandingkan dengan Roh Suci Siluman Naga Hitam?”


“Atau bagaimana kalau kubandingkan dengan peranakan Roh Suci Rubah Berekor Sembilan? Ha ha ha...”


“Mungkin Siluman Roh Suci ini terlalu tinggi jika dibandingkan dengan kau, baiklah! Ini tingkatan yang lebih rendah, bagaimana kalau diadu antara kau dengan Siluman Serigala Bulan dengan atribut khusus Pengontrol Petir Hitam?”

__ADS_1


“Kau! Manusia macam kau pernah bertemu dengan Ras Siluman seperti itu? Ha ha ha... Itu tidak mungkin!” jawab Siluman Kalajengking, mencoba menutupi keterkejutannya.


“Tidak masalah! Kau mau percaya atau tidak, itu terserah. Lalu bagaimana kekuatanmu jika dibandingkan dengan Roh Iblis Salju ratusan tahun tanpa wadah? Aku tidak berniat membunuhmu, bagiku membunuhmu hanya butuh satu sentilan,”


“Kau pasti dapat melihat pertarunganku tujuh hari yang lalu... Bagaimana kau menilai kekuatan Elemen Es yang kukeluarkan?” Gou Long balas mengancam serta mencoba bernegosiasi dengan Siluman itu.


Murong Qiu dan Hua Mei hanya diam saja di kedua sisi Gou Long, namun tiap kali kata-kata Gou Long yang menyebutkan berbagai macam siluman dan makhluk aneh, wajah mereka memperlihatkan keterkejutan, dengan sorot mata yang berubah setiap saat.


“Melihat ruang gerakmu yang sangat terbatas... Ha ha ha!” Gou Long tertawa lepas, serta memperlihatkan sudut bibir penuh ejekan pada Siluman kalajengking, “Kau pastilah jenis siluman kecil yang ingin cepat naik serta meningkatkan ranah secara instan!...” Gou Long mengakhiri ucapannya dengan tebakan yang sangat jitu, dengan telak membuat Siluman Kalajengking terkejut.


“Ka-kau! Kau! Bagaimana kau mengetahuinya?” tanya Siluman Kalajengking.


Siluman ini sejak Gou Long menyebutkan Siluman dengan kategori Roh Suci memang sudah tidak mau mencari perkara dengannya, kemudian Gou Long juga menjabarkan tentang Roh Iblis Salju tanpa wadah.


Dia juga sudah melihat pertarungan Gou Long yang menggunakan Elemen Es.


Dan yang terakhir, anak manusia itu bisa menebak dengan jitu kondisi yang terjadi padanya, hal itu membuat Siluman ini menyerah sepenuhnya. Namun, Siluman ini masih penasaran bagaimana Gou Long mengetahui kondisinya.


“Aku pilih yang pertama.” Jawab Siluman tersebut dengan cepat.


“Pilihan yang cerdas,” ujar Gou Long.


“Pertama; herbal yang tumbuh di sini, itu memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi. Kedua; Kau sendiri, jenis Siluman Kecil sepertimu dengan cepat naik tingkatan ke Ranah Siluman Kelas ke-1 padahal fondasi kultivasimu masih Ranah Siluman Kelas ke-2.” Lanjut Gou Long.


Penjelasan ini sangat tepat, tidak hanya mengejutkan Siluman tersebut, namun juga mengejutkan Hua Mei dan Murong Qiu.


“I-ini... Bagaimana bisa terjadi?” Murong Qiu tanpa sadar bergumam. Namun suaranya telah terdengar jelas di telinga mereka semua.


“Ha ha ha! Sebentar masih ada poin ketiga, Tubuh dan kulit besi dari Siluman kecil ini tidak bisa digerakkan dengan leluasa, dia tertahan dalam jangkauan 10x10 tombak, karena batu besar di bawah dadanya,”


“Baik, itu bisa kita lanjutkan nanti saja, sekarang saatnya bagimu Siluman Kecil untuk mengikat Kontrak Jiwa denganku.” Ujar Gou Long.

__ADS_1


Tangannya bergerak cepat dan membuat segel kontrak jiwa. Lalu Gou Long meloncat tinggi dan mengayunkan telapaknya tepat di kepala Siluman tersebut, segel berwarna hijau muncul dan tergambar di kepala Siluman ini, kemudian terus meresap masuk dan menghilang.


Setelah mengikat Kontrak Jiwa, Gou Long berjalan santai menuju bongkahan batu yang tertanam di dalam tanah di bawah dada Siluman Kalajengking. Dia mengetuk-getuknya beberapa kali, raut kebahagiaan dan senyuman tipis mengembang di wajah Gou Long.


“Kenapa Gege sangat bahagia? Apa ada keanehan dari batu itu?” tanya Hua Mei.


“Gadis kecil! Tepat seperti ucapanmu, sumber berkah dan malapetaka bagiku, batu itulah penyebabnya.”


“Memangnya ada apa dengan batu ini?”


“Aku juga tidak tahu, yang kurasakan batu ini dengan cepat meningkatkan Ranah Kultivasiku, batu ini juga yang mempercepat proses pertumbuhan dari herbal-herbal yang ada di kebun ini.” Siluman Kalajengking menjelaskan.


“Ini adalah Batu Magnet Nadi Bumi, kegunaannya, tepat seperti yang dia jelaskan,” Gou Long menimpali, seraya menunjuk Siluman Kalajengking


“Kalian tunggu di sini, dan kau bersabarlah sebentar, sesaat lagi kau bisa bergerak bebas. Dan aku ingin kau mengecilkan wujudmu sebesar ini.” Lanjut Gou Long, serta dua jari tangannya membentuk ukuran sebesar kepingan emas.


Dia kemudian masuk ke dalam salah satu lubang tanah yang ada di sisi Siluman Kalajengking. Dari lubang itu kemudian membentuk seperti lorong bawah tanah yang kemudian berakhir tepat di sebuah bongkah batu besar, itu berukuran sebesar 5x5 tombak.


Gou Long kemudian memadatkan energi petir hitam ke tangannya, dia tidak membentuk pedang energi, hanya dengan tangan kosong.


Batu tersebut kemudian dibelahnya secara perlahan-lahan, dan tidak dihancurkan sekaligus. Kegiatan ini terasa sangat lama bagi mereka yang menunggu Gou Long di atas sana, tapi apalah daya, Gou Long hanya sendirian.


Setelah bergelut memecah batu satu jam lamanya, akhirnya bongkahan batu besar itu semuanya masuk ke dalam cincin penyimpanan Gou Long.


Dia segera bergerak melesat keluar dari lubang tanah, saat muncul, sosok tubuh bayangan perempuan melesat cepat ke dalam pelukan Gou Long, sorot mata yang penuh dengan kekhawatiran, setelah hampir satu jam Gou Long tidak kunjung muncul.


“Kukira Gege dalam bahaya, sebentarnya Gege sejam kami di sini.” Hua Mei menggerutu, pelukan cepatnya tadi juga sudah di lepaskan.


Sementara Siluman kalajengking tidak tampak ada di sana. Murong Qiu mendatangi, “Ini peliharaan barumu.” Menyerahkan kalajengking kecil yang ada dalam telapak tangannya.


Begitu bongkahan batu besar masuk seluruhnya ke dalam cincin penyimpanan Gou Long, siluman itu juga terbebas seutuhnya, kemudian dia mengecilkan diri seperti yang Gou Long pinta sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2