
Siauw Xiezy mengempos hawa energi siluman dengan panik dan gila-gilaan, ia berlari sekencang yang ia bisa. Tekanan yang ia rasakan tadi benar-benar sangat mengerikan, bulu-bulu di sekujur tubuh Siauw Xiezy merinding tegang, ini tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
Sekian lama berlari dan terus coba menjauh sejauh-jauhnya, usaha Siauw Xiezy terasa seperti buang-buang tenaga. Namun, siluman itu benarlah sudah sangat setia pada Gou Long, ia tidak peduli pada tekanan dahsyat yang mengejar mereka dengan ketat.
Siauw Xiezy tidak dapat membohongi hati, tekanan kuat itu semakin dekat saja. “Nyonya, kita sudah sangat terdesak, tidak ada jalan lari. Saat ini pilihan yang ada pada kita--” Siauw Xiezy meragu untuk menjelaskan pendapatnya.
Ding Jia Li paham apa yang ingin dikatakan Siauw Xiezy. Dengan menggigit bibir hingga berdarah, Ding Jia Li akhirnya bisa berkata-kata walau terbata-bata, “B-berhenti! K-kita akan bertarung.”
Lebih baik mati gagah daripada mati pengecut lari terbirit-birit.
Hal ini sangat sehati dengan Siauw Xiezy, lantas siluman kalajengking itu memasang rem mendadak, dan berhasil menghentikan laju lari berkecepatan tinggi dari kaki lincahnya. Siauw Xiezy berbalik, saat itu tekanan berat semakin terasa.
Lalu dari kejauhan, Siauw Xiezy melihat perawakan seperti manusia pada umumnya, yang unik dari siluman ini adalah kedua bahu yang ditumbuhi rotan rambat dan dedaunan lebat.
Ding Jia Li berusaha melawan tekanan yang berat itu, wajah Nyonya Gou ini semakin memucat saja, bahkan ia hampir saja memuntahkan sekepal darah.
Siauw Xiezy telah siap untuk bertempur, energi siluman yang ia keluarkan merupakan puncak energi siluman pada ranahnya saat ini. Kemudian hal yang tidak di duga sama sekali oleh Ding Jia Li dan Siauw Xiezy, tekanan itu melemah seiring siluman pohon yang kian mendekat.
Siluman pohon yang mengejar mereka menjadi sangat terkejut, kisah klasik kembali terpampang di depan mata Shu Cang. Bagaimana bisa? Kenapa selalu ada ras siluman dan ras manusia yang bisa berhubungan baik seperti apa yang terlihat di hutan ini sekarang?
__ADS_1
Saat ini, niat membunuh yang sebelumnya membuncah dalam diri Shu Cang telah berkurang dengan banyak. Tetap saja Siauw Xiezy dan Ding Jia Li belum berani bergerak, mereka hanya terus mengempos tenaga dalam secara gila-gilaan, siap bertarung kapan saja.
Tawa Shu Cang meledak keras, menggetarkan hutan. “Ha ha ha!” Siluman pohon itu menunjuk Siauw Xiezy, dengan sengit ia berkata, “Kau, apa tidak diajari sopan santun dan adat oleh pendahulu mu? Kenapa kau begitu gila dan bisa hidup berdampingan bersama dengan ras manusia yang hina?!”
Ding Jia Li telah turun dari punggungnya, Siauw Xiezy kembali mengambil bentuk manusia paruh baya dengan setelan hanfu hitam.
Siauw Xiezy tidak bisa menjawab, dan juga tidak berani menjawab. Pertama; Siluman di depan mereka membawa hawa yang sangat mengerikan dan jelas di atas ranah kultivasi Siauw Xiezy. Kedua; bagaimana mungkin ia menjelaskan perihal kontrak jiwa yang saling menguntungkan antara ia dan Gou Long.
Tapi kemudian hal yang sedikit menguntungkan Siauw Xiezy terjadi, siluman pohon menjadi tidak sabar. “Baik, kau tidak perlu menjawab. Akan aku ajari adat dan disiplin ras siluman pada jiwa kerdil mu terlebih dahulu.” Shu Cang sedikit menyampingkan pandangan tajam dan berapi-apinya, menunjuk Ding Jia Li. “Ras rendahan, tunggulah sebentar! Nyawamu akan melayang setelah aku ajarkan adat pada si tolol itu.”
Kondisi Ding Jia Li lebih parah dari Siauw Xiezy, andai ia membuka mulut walau hanya sedikit saja, sudah pasti darah kental akan meloncat keluar dari mulut mungil ceri itu. Baik Siauw Xiezy dan Ding Jia Li sadar, mereka hanya bertahan tujuh ... tidak, tapi sepuluh gerakan. Itu pun jika mereka memaksa dan bertarung segigih mungkin.
Tidak ada waktu berpikir, tanpa peringatan dan aba-aba, sosok tubuh Shu Cang menghilang dari tempat ia berdiri. Berada tepat di samping Siauw Xiezy, setelah ia memperlihat seringai kejam. “Swhoosh!” kesiur angin pukulan tapak keras menghantam Siauw Xiezy.
“Sangat baik, refleks dan tenaga dalam mu juga sudah sangat sempurna di ranah kultivasi dengan siluman lain yang setara denganmu.” Shu Cang, mau tidak mau sedikit memuji dasar tenaga dalam Siauw Xiezy.
Pasca ledakan dan adu pukulan, Siauw Xiezy terhempas jauh mencapai sepuluh tombak, darah berwarna kehijauan juga ikut merembes dari sudut bibir siluman kalajengking itu. Ding Jia Li, saat terjadi adu pukulan secara mendadak tadi, juga ikut terhempas ke sisi kiri sejauh lima tombok.
Wajah Nyonya Gou kian memucat pasi ....
__ADS_1
Tapi kemudian tidak ada waktu bagi mereka untuk berpikir, bahkan Siauw Xiezy yang masih gontai kembali dikejutkan dengan gerakan cepat Shu Cang. Siluet bayangan siluman pohon tersebut kembali telah berada di sisi Siauw Xiezy.
Ding Jia Li tidak bisa berdiam diri saja, ia ikut terjun membantu Siauw Xiezy, tapi gerakannya jelas lebih lambat daripada Shu Cang.
Siluman pohon itu, Kali ini melakukan dua kali tamparan beruntun pada Siauw Xiezy, satu tamparan bisa dielakkan Siauw Xiezy. Namun tamparan kedua mengenai dengan telah ruas-ruas rusuk kirinya.
Siluman kalajengking itu dapat merasakan satu dan dua atau bahkan tiga tulang rusuknya patah.
Setelah memukul Siauw Xiezy, dia juga membagi satu telapak keras pada Ding Jia Li, “Swoosshh!” daya luncur tubuh cepat Nyonya Gou seakan menyongsong pukulan tersebut. terpaksa Ding Jia Li membalas dengan keras.
“Boomm!” ledakan keras lain kembali terjadi. Tubuh Ding Jia Li terhempas sepuluh tombak, tergeletak tidak bisa bangkit lagi. Nyonya Gou tidak mati, hanya terluka dalam yang sangat parah, darah meluncur deras dari hidung dan mulutnya.
Siauw Xiezy yang terkena pukulan telak di rusuk kiri juga tidak lebih baik dari Ding Jia Li, darah kental kembali merembes dari sudut bibir Siauw Xiezy. Meraung keras, Siluman kalajengking itu tiba-tiba mendapat kekuatan lebih saat melihat tubuh Nyonya Gou tergeletak tidak bergerak.
Coba melakukan perlawanan yang lebih sengit, serta tidak mau dijadikan sasaran pukulan empuk secara terus-menerus Siauw Xiezy coba membalas.
“Bagus! Kau memang harus membalas, kalau tidak ini menjadi tidak seru sama sekali.”
Ya walau bagaimanapun usaha Siauw Xiezy, Shu Cang terlalu kuat, pertarungan itu sudah berlalu lebih dari tujuh gerakan. Tubuh manusia Siauw Xiezy sudah tidak berbentuk sama sekali. Pakaian dari hawa siluman rusak parah, darah berwarna kehijauan telah memenuhi seluruh tubuh. Sebelah tangan patah, ruas tulang rusuk sebagian besar juga patah.
__ADS_1
Siauw Xiezy terkapar di atas tanah, tidak berdaya. Puas mengajar adat dan disiplin pada Siauw Xiezy, Shu Chang berbalik berjalan santai ke arah tubuh Ding Jia Li yang tergeletak tidak bergerak.
Niat membunuh dan hawa siluman sangat besar keluar dari tubuh siluman pohon yang mengerakkan kaki secara perlahan itu.