Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 126. It Hong Taysu


__ADS_3

Gou Long terus mengikuti kelima Biksu tua yang membawanya berjalan menuju ruang lain di area Kuil tersebut, ini seperti ruang penyambutan tamu sekaligus tersedia beberapa kamar sederhana untuk digunakan bagi tamu yang akan menginap.


Salah satu dari lima orang Biksu tersebut kemudian melesat pergi, menurut perkiraan Gou Long dia pasti pergi untuk akan memanggil Ciangbunjin kuil itu.


Memang tepat seperti perkiraan Gou Long, pemimpin tertinggi dari Kuil Budha Emas saat ini adalah murid generasi yang sama dengan kelima orang ini.


Pada tingkatan generasi mereka memiliki 100 orang murid lebih, dengan nama generasi Hong, namun tidak semuanya menjadi kaum Biksu, ada sebagian yang kembali menumbuhkan rambut, dan ada yang malah tersesat.


Dan salah satu dari generasi ini adalah Pendeta Sesat Pembawa Petaka, tidak lama menunggu Biksu tua yang tadi memanggil Ciangbunjin kembali bersama dua orang lainnya.


Kedua Biksu yang baru datang ini terlihat lebih bijaksana dari Biksu lain baik dari gerak langkah ataupun raut wajah mereka berdua.


Lima orang yang pertama sekali dijumpai Gou Long adalah Sie Hong Taysu orang yang berwajah lembut, Beng Hong Taysu, Bun Hong Taysu, Leng Hong Taysu dan Cu hong Taysu yang berangasan.


Yang tadi melesat dan memanggil Ciangbunjin adalah Leng Hong Taysu, begitu sampai dia langsung menunjuk Gou Long dan berkata pada dua orang Biksu yang datang bersamanya, “Sicu Muda inilah yang telah merusak pola Array Hutan Bambu, juga minum arak di sana!”


“Lolap adalah wakil Ciangbunjin Kuil ini, murid-murid di sini menyapa lolap dengan Paman Guru Jin Hong Taysu, apa benar seperti yang saudara mudaku ceritakan tadi anak muda!” Biksu yang datang bersama Leng Hong Taysu bertanya pada Gou Long dengan lembut.


“Yang Taysu itu ceritakan sebagian benar, namun bukan maksud hati junior seperti itu, junior ini masih pendatang baru di dunia persilatan,”


“Dan tidak terlalu memahami ajaran dan kebijakan dari Taysu sekalian, termasuk telah minum arak di Gunung ini,” jawab Gou Long membela diri.


“Adapun maksud kedatangan junior ke Gunung ini hanya untuk menyampaikan permintaan maaf dari seseorang yang sudah meninggal.” Lanjut Gou Long, dia memperlihatkan Token Emas yang dimiliki Pendeta Sesat Pembawa Bencana di tangannya.


Melihat Token di tangan Gou Long, Cu Hong Taysu yang berangasan tidak dapat menahan diri, dia bergerak dan mengambil Token Emas tersebut, “Ini... Ini... Ini.. milik Gi Hong!...” raut wajahnya yang berangasan terlihat sedih untuk sesaat.

__ADS_1


Bukan kesedihan karena kematian, tapi karena ingatan saat-saat mereka sering berlatih bersama dahulu. Semua Biksu lain yang hadir di situ juga menunjukkan wajah keheranan.


Apalagi setelah mendengar gumaman Cu Hong Taysu, mereka jelas ingin mendapatkan kejelasan yang pasti dari Gou Long.


“Sicu! dari mana kau mendapatkan ini?” tanya Cu Hong Taysu, nada suaranya menjadi lebih lembut.


“Junior mendapatkan ini dari orangnya langsung sebelum dia meninggal, juga dengan pesan permintaan maaf darinya pada gurunya yang mulia.”


“Bisakah Sicu menceritakan kisahnya secara terperinci!” Sikap lunak kembali di tunjukkan Cu Hong Taysu saat menuntut penjelasan lebih ini.


“Cu Hong tahan dirimu! It Hong Ciangbunjin lebih berhak untuk bertanya secara lebih jelas!” Jin Hong Taysu memperingatkan Cu Hong Taysu dengan lembut.


Cu Hong Taysu tersadar dari sikap gegabah, mulutnya terlihat komat-kamit bergumam tidak jelas, Gou Long bahkan tidak dapat mendengar apa yang diucapkannya.


“Sanchai... Sanchai... Sanchai... Mawas diri saat tersesat hati, Ingat budi tak perlu tergesa diri, orang mati tak perlu ditangisi, karena hati yang tak rela ditinggal pergi... Sanchai!” Ciangbunjin Kuil Budha Emas berujar sebagai pengingat dengan bersajak.


Baik tatapan mata, maupun suaranya terdengar sangat bijak serta tanpa emosi duniawi sedikit pun, dari sikap yang ditunjukkannya ini maka sangat pantas dia menjadi Ciangbunjin dari kaum biksu.


Dia menatap Gou Long lama, “Lolap It Hong Taysu, anak muda! Sicu siapakah?” Ciangbunjin Kuil Budha Emas buka suara. Setelah melihat Gou Long dia menyadari anak muda ini tidak sesimpel yang mereka pikirkan.


Dia dapat melihat aura ketenangan dan fondasi tenaga dalam yang dimiliki pemuda ini seperti seseorang yang sudah hidup seratus tahun lebih, akan tetapi tingkatan kultivasinya masih di Ranah Langit tahap menengah.


“Apakah Sicu seorang senior yang telah berhasil lepas dari belenggu Ranah Surgawi sehingga bisa mempertahankan struktur tubuh dan wajah tetap muda? Bolehkah Lolap memegang pergelangan tanganmu?” It Hong Taysu melanjutkan ucapannya, beliau bertanya penasaran.


Namun, ketenangan dari kata-kata dan raut wajahnya menutupi rasa penasarannya dengan sangat sempurna. Gou Long ikut tersihir terbawa dengan pembawaan It Hong Taysu yang tenang seperti tidak ada yang bisa membantah ucapannya.

__ADS_1


Para Biksu lain yang mendengarkan perkataan dari Ciangbunjin mereka, ikut meneliti Gou Long dari ujung kaki sampai ke ujung kepala, saat itulah mereka baru menyadari apa yang diucapkan It Hong Taysu.


Setelah terlebih dahulu membungkuk hormat, “Junior bernama Gou Long, junior hanya pendatang baru. Silahkan Taysu!” ujar Gou Long seraya menyodorkan tangannya pada It Hong Taysu agar dipegang pergelangannya oleh Biksu tersebut.


Walaupun Gou Long tidak tahu niat Biksu itu memegang pergelangan tangannya.


It Hong Taysu mendekat dan memegang lengan Gou Long, setelah tiga tarikan nafas, wajah It Hong Taysu yang sebelumnya terlihat tenang sedikit berubah, rona keterkejutan sedikit terlihat.


Beliau mundur kembali, “Sanchai... Sanchai... Sicu benar-benar Naga di antara manusia, padahal usia sicu masih sangat muda!” ujar It Hong Taysu yang kembali tenang.


Permintaan memegang pergelangan Gou Long, dilakukannya untuk melihat struktur tulang Gou Long.


Usia tulang tidak berubah dan akan selalu sama dengan usia asli seseorang, walaupun orang itu berubah dari segi wajah yang menua atau wajah yang menjadi lebih muda.


It Hong Taysu segera mengetahui usia Gou Long hanya baru beranjak 18 tahun, hal yang sangat tidak selaras dengan fondasi kultivasinya yang sangat luas.


“Junior hanya pemula yang baru belajar beberapa gerakan untuk membela diri, dengan ilmu masih sangat cetek, sangat tidak pantas untuk disandingkan dengan Naga.” Ujar Gou Long merendah.


It Hong Taysu kemudian mengalihkan pembicaraan, “Maukah Sicu menjelaskan bagaimana sicu memperoleh Token ini?” tanya Biksu tersebut sambil menunjukkan Token Emas.


Karena permintaan ini dimintai langsung oleh Biksu Agung tersebut. Mau tidak mau, Gou Long mulai menceritakan segala kejadian di Daerah Selatan secara menyeluruh.


Baik itu intrik dari Organisasi Ordo Setan Hitam, termasuk beberapa orang petinggi mereka. Kemudian baru mengakhiri cerita dengan menjelaskan kematian Pendeta Sesat, yang disapa dengan Gi Hong oleh Cu Hong Taysu.


It Hong Taysu percaya sepenuhnya terhadap apa yang diceritakan Gou Long, sementara Biksu lain tidak semuanya bersikap seperti It Hong Taysu, namun mereka hanya diam, menyerahkan semua keputusan akhir pada Sang Ciangbunjin.

__ADS_1


__ADS_2