
Matahari pagi yang menyinari wajah Gou Long, membuat ia membuka matanya dari kultivasi panjang semalaman.
Semalam, setelah mengisi perut, Gou Long melihat-lihat kembali pola segel dari Makam tersebut, namun itu terlihat sangat rumit, akhirnya dia berkultivasi kitab emas peri dan mempelajari kembali jurus segel pengunci jiwa serta segel lain dengan lebih teliti.
Yang membuat ia segera hanyut dalam kultivasi panjang dan baru tadi tersadar kembali.
Gou Long dapat merasakan kehadiran beberapa sosok lain di tempat tersebut, tapi itu dari sisi yang berbeda, hal ini diketahuinya ketika dia dapat melihat riak yang muncul dari penghalang gaib segel Makam.
Dia mengabaikan beberapa sosok lain itu dan berfokus pada cara membuka Segel Makam. Setelah berkutat dengan pola Array dan segel setengah harian, akhirnya Makam itu terbuka seluruhnya, baik dari sisi Gou Long ataupun dari sisi lain.
Namun itu hanyalah segel permulaan, setelah melewati gerbang besar di sana terdapat segel lainnya, inilah bentuk segel berlapis untuk melindungi sesuatu yang sangat berharga di dalamnya.
Menurut peta pemberian Hauri, Makam ini, menyimpan banyak artefak, harta dan juga Ilmu Alkimia yang berbeda dengan Ilmu Alkimia milik manusia pada umumnya.
Bagi orang lain peninggalan peri ini mungkin tidaklah terlalu menarik minat kecuali beberapa Artefak, akan tetapi bagi Gou Long semua ini menjadi sangat penting, jalan ilmu bela diri yang dilatih Gou Long bukanlah jalan Kultivator Ras Manusia.
Sehingga segala hal yang berkaitan dengan Peri menjadi menarik minat Gou Long, walaupun tujuan awal dia ikut ke Tanah Suci Para Pendekar ini bertujuan sama seperti orang lain, paling sedikit manfaat yang harus diperoleh adalah misteri dari penerobosan ranah.
Segel lapisan kedua ini berhasil dibuka Gou Long dalam waktu yang relatif singkat, dia hanya menghabiskan waktu 1 jam.
Makam ini dari luar terlihat seperti istana kecil, namun saat sudah berada di dalamnya, pemandangan yang berbeda dari luar terlihat. Susunan balok batu besar seperti gerbang masuk, kemudian terdapat sebuah tangga menurun yang mengarah masuk ke dalam tanah.
Tidak lupa dengan terus mengedarkan kesadaran spiritualnya, Gou Long terus masuk ke dalam yang kemudian dihadapkan dengan sebuah koridor besar, dari sana terlihat 12 pintu lainnya.
Di setiap 12 pintu itu juga memiliki segel tersendiri.
Penglihatan Gou Long tertarik pada sebuah pola segel Array yang terlihat sama seperti segel peti yang dulu pernah dibuka Gou Long saat di Hutan Seribu Ilusi yaitu Pola Segel Tujuh Lingkaran.
__ADS_1
Pola ini tercetak besar di lantai tengah-tengah koridor, Gou Long segera melesat ke sana, karena memiliki pengalaman cara membuka segel ini, juga Ranah Kultivasi dan fondasi tenaga dalamnya sudah meningkat banyak, mudah saja bagi Gou Long membukanya.
Getaran hebat terjadi ketika itu terbuka, bahkan debu dan kerikil yang ada dilangit-langit ikut berjatuhan, seperti makam ini akan roboh saja.
Lantai tempat tercetak pola segel itu kemudian terbuka, berikut munculnya tangga lain yang menjurus semakin jauh ke dalam tanah.
Dengan rasa penasaran yang kian meningkat, Gou Long terus masuk lebih jauh ke dalam kemudian berakhir di penghujung tangga yang terdapat sebuah gerbang pintu batu dengan memiliki pola segel yang sama.
Kembali Gou Long memeras tenaga dalam dan membuka segel itu, setelah terbuka, dia mendorong pintu batu tersebut, suara berderit terdengar. Ruangan ini sangat gelap dan juga karena obor yang tergantung di setiap dinding tidak dihidupkan.
Tiba-tiba, kesadaran spiritual Gou Long yang tidak pernah berhenti dipancarkan sejak awal, merasakan kehadiran beberapa sosok lain di lantai atas, dan sedang menuju ke tangga menurun itu.
Gou Long lantas segera masuk ke dalam ruangan yang tadi dibukanya, terus mencari tempat persembunyian tanpa melihat secara jelas bentuk ruangan ini, dia menemukan beberapa peti kosong seperti peti tempat menyimpan jasad dalam keadaan bersender di dinding.
Tanpa pikir panjang Gou Long masuk ke dalam peti itu, dia juga melubangi area mata agar bisa melihat siapa yang datang, kemudian baru menyembunyikan aura dan menahan nafas.
Tak lama menunggu, derap langkah-langkah kaki yang menuruni tangga terdengar.
Karena kondisi Gou Long dalam keadaan sedang menyembunyikan aura, suara percakapan orang-orang di tangga yang sebenarnya bisa terdengar jelas, menjadi samar-samar di telinga Gou Long.
“Lihat! Bahkan pintu itu sudah terbuka, semoga saja benda itu belum diketahui orang lain,”
“Seandainya kita tidak bergegas kemarin pagi, aku takut kita semua akan mendapatkan murka Guru.”
“Kau benar Jia Li! Bagusnya kami tidak membantah ucapanmu yang terlihat sedang kesal saat itu.”
“Bwee Siang! Siapkan penerangan!”
__ADS_1
Gou Long yang sedang bersembunyi samar-samar mendengar percakapan para gadis di tangga luar.
Salah satu suara itu bahkan seperti pernah didengarnya.
Tak lama kemudian, di bawah penerangan yang di bawa gadis dengan nama Bwee Siang, dari balik peti Gou Long dapat melihat enam orang gadis memasuki ruangan ini.
Mereka semua adalah murid-murid dari Sekte Teratai Biru. Salah satu dari gadis-gadis itu kemudian menggerakkan tangannya yang meluncurkan api lalu dengan tepat menghidupkan sebagian besar obor yang tergantung di dinding.
“Hong-hong coba kau perhatikan peta, benarkah tempat ini yang ditandai guru!” Perintah salah satu gadis itu pada temannya, suara gadis inilah yang pernah di dengar Gou Long sebelumnya.
“Iya Jia Li! Benar ini tempatnya.” Jawab Hong-hong.
Yang sedang bercakap-cakap ini adalah Ding Jia Li dan Na Hong-Hong.
Setelah mendapatkan kepastian, Ding Jia Li kemudian membuat gerakan seperti melempar, deru angin yang keluar dari tangannya seperti hidup, memindahkan api-api yang ada di obor-obor di sana ke obor lainnya yang belum hidup.
Dalam sekejap saja, semua obor di ruangan telah menyala seluruhnya, ruangan itu menjadi terang benderang.
Gou Long dapat melihat cara gadis itu memainkan gerak tangannya tadi, itu adalah jurus yang sama dengan gadis di dalam sungai kemarin. Dan suaranya jelas suara gadis tersebut.
Hati Gou Long menjadi ketar-ketir serba salah ketika teringat dan memikirkan gadis ini
“Mati aku! Seandainya dia mengetahui aku bersembunyi di sini, pertarungan pasti tidak dapat dihindari.”
Beruntungnya apa yang dipikirkan Gou Long tidak terjadi, karena saat ini fokus semua gadis itu teralihkan dengan apa yang mereka lihat di ujung ruangan.
Keenam gadis tersebut melesat ke sana, “Benda di dalam peti inilah yang sangat dibutuhkan guru.” Ujar Jia Li.
__ADS_1
Benda yang mereka sebut-sebutkan itu adalah sebuah peti berwarna keemasan yang melayang di udara.
Itu melayang karena tersegel, di lantai terdapat pola array, kemudian di empat sisi Array terdapat tiang, dari tiang-tiang ini muncul rantai gaib samar yang mengikat peti, sehingga sekilas terlihat peti itu seperti melayang.