Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 291. Rekan Perjuangan


__ADS_3

Siu Lan hanyalah gadis biasa dari keluarga biasa-biasa saja yang terjebak ke dalam dunia Kultivator, hanya karena ambisi besar dari si Nyonya Gila Berwajah Malaikat.


Lalu, saat Siu Lan menguasai beberapa gerakan ilmu bela diri dan tenaga dalam yang mumpuni, bukan berarti gadis itu bisa melakukan upaya balas dendam tanpa bantuan orang lain. Dia tetap saja gadis yang tidak memiliki siapapun untuk dijadikan sandaran. 


Apalagi orang yang menjadi sumber masalah dalam hidup gadis itu jelas lebih kuat dari dirinya. Jangankan Gou Long, siapapun pasti akan luluh hati jika tahu seluk beluk dari kisah si Nona


Tatapan mata penuh permohonan dari Siu Lan dibalas Gou Long dengan tatapan lembut, “Aku sangat mengerti penderitaan dan perasaan dendam yang muncul dalam hati Nona Lan … lalu, perihal Ordo Setan Hitam dan ketiga Iblis yang berada pada puncak pimpinannya jelas aku berniat menumpas mereka semua.”


Kepercayaan diri yang tinggi serta keyakinan akan keberhasilan saat menumpas Organisasi jahat tersebut tergambar jelas dari sorot mata, kepribadian dan pembawaan Gou Long saat ia mengeluarkan ucapan tersebut.


Siu Lan terpana, ia menjadi kagum pada pemuda di depannya, ada kehangatan yang tiba-tiba saja muncul di relung dada berisi gadis itu, itu terasa manis dan candu.


“Namun begitu, Nona Lan tidak boleh menyimpan dendam di dalam hati, terlalu berat mendendam hanya akan menjadi penyakit hati dan menyesatkan jalan kultivasi.” Gou Long menasehati, semoga saja sedikit nasehat itu dapat meringankan beban di hati Nona tersebut, sehingga ia tidak menyakiti diri sendiri dengan dendam.


“...” Siu Lan mengangguk berkali-kali.


Gou Long berpikir sejenak, “Nona Lan!” sapaan pemuda tampan itu kembali membuat si Nona menatapnya, “Hmm, terkait Organisasi Ordo Setan Hitam, aku memiliki beberapa hal yang kurang jelas...”


Kata-kata Gou Long terputus, “Tuan Muda Gou, silahkan menyampaikan apa saja yang kurang jelas, hal-hal yang berkaitan dengan Organisasi aku memiliki banyak informasi yang bisa diperjelas.” Siu Lan, berinisiatif cepat, ia mengeluarkan bundelan kertas kulit binatang dari dalam cincin penyimpanan.


Gou Long tersenyum lebar, sejak awal tujuannya ke sini memang mencari informasi, lalu sekarang dia bahkan tidak perlu bersusah payah, tidak perlu memata-matai, informasi yang ingin diketahuinya datang sendiri.

__ADS_1


Eira mengutuk dalam hati, “Kau pasti sangat senang, semua masalah yang akan kau hadapi kedepannya menjadi sangat mulus. Cih! Tidak ada tantangan sama sekali.”


Mata pemuda itu berbinar terang, melihat bundelan kertas kulit di atas meja, ingin rasanya segera melihat isi di dalam, tapi ditahan Gou Long sebisa mungkin, “Nona Lan! Hal pertama yang sangat aneh bagiku adalah toko ini, tiga tahun lalu yang menjadi Manager di sini bukanlah dirimu. Kemana Manager tua itu? Kemudian letak markas besar Organisasi kalian aku juga tidak tahu secara tepat…”


Gou Long bermain-main dengan retorika, sorot mata dan kata-kata yang terucap di mulut berbanding terbalik, dia bisa menyembunyikan rasa senang di hati dengan baik.


Setelah menghela nafas panjang, ia melanjutkan, “Hal terakhir yang kuinginkan ….” Gou Long menjeda kata, ia ingin melihat tekad yang sebelumnya pernah diperlihatkan Siu Lan melalui sorot matanya, dan ia menemukan tekad itu tidak kendur sedikitpun, “Aihh! … Tekad Nona Lan yang berapi-api, membuat orang lain juga ikut merasakan perasaan dari Nona. Baiklah, kalau begitu aku tidak akan menahan diri, ini akan sedikit menyusahkan Nona Lan…”


“Aku ingin Nona Lan menjadi mata-mata bagiku, selama enam bulan kedepan dan menyampaikan segala informasi serta perkembangan yang terjadi dalam rentang waktu itu.”


Siu Lan mengibas-kibaskan telapak tangannya berkali-kali, “Tidak! Tidak! Hal itu tidak merepotkan sama sekali, aku bersedia melakukannya.” Gadis itu menjawab cepat.


“Ketiga Iblis itu telah bersepakat, bahwa Sekte Lembah Tengkorak harus menjadi satu-satunya Sekte terkuat di daerah Selatan, jadi dalam rentang waktu satu tahun ini, mereka sedang memperkuat segala sektor dan bidang-bidang yang terkait dengan Sekte … setelah semuanya cukup, mereka akan melaksanakan rencana penyerangan pada Sekte Naga Langit.”


Tenang, mencerna secara tepat penjelasan dari Siu Lan, Gou Long membuat perhitungan cepat dalam kepalanya, “Satu tahun, waktunya yang terasa sangat cepat, akan tetapi itu sudah lebih dari cukup bagiku. Bulan ketujuh dari sekarang adalah saatnya kalian iblis-iblis tua merasakan akibat dari perbuatan semena-mena yang telah kalian lakukan.”


Apa yang ada di kepalanya tidak disampaikan oleh Gou Long pada Siu Lan, Pemuda ini malah berkata, “Lalu! Apakah itu peta letak Sekte Lembah Tengkorak?” ia menunjuk bundelan kertas dari kulit di atas meja yang tadi di keluarkan Siu Lan dari cincin penyimpanan.


“Iya!...” 


Siu Lan membuka bundel tersebut. Dia menjelaskan secara rinci arah dan menunjukkan jebakan-jebakan tersembunyi yang harus diwaspadai saat sudah berada di dalam area Sekte.

__ADS_1


Pembicaraan mereka terus berlanjut, dan berkembang. 


Gou Long berjanji, dalam waktu dekat akan ke daerah Selatan, dan menumpas habis Sekte Lembah Tengkorak.


Pedang Hati Suci, dibeli Gou Long karena permintaan Eira, walau saat itu Siu Lan berniat memberikan pedang itu secara cuma-cuma, tapi Gou Long tidak dapat menerimanya.


Dia beralasan, itu akan mengundang tanya dan kecurigaan dari Organisasi terhadap loyalitas dari Siu Lan.


Siu Lan dapat menerima alasan yang dikemukakan Gou Long, ia semakin kagum pada kepribadian pemuda itu, setiap apa yang dilakukan pemuda tersebut benar-benar telah dipikirkan secara matang.


Sebelum benar-benar berpamitan, Gou Long mengeluarkan mayat Kakek Kwee yang telah ia bekukan dari dalam cincin penyimpanan. Ini juga mendatangkan rasa penasaran dan heran dalam diri Siu Lan, baru kemudian saat Gou Long menjelaskan, sikap itu berubah menjadi sikap penghormatan.


“Beliau adalah Kakek Kwee, boleh dikatakan juga Kakek Gurumu secara langsung. Kalau dilihat dari silsilah berdasarkan Gurumu yang merupakan murid pertama dari si Kakek,” Gou Long tidak membiarkan Siu Lan bertanya, “Aku tidak bisa menceritakan tentang beliau secara menyeluruh, bahkan saat kematiannya, beliau tidak berharap aku menjaga keutuhan jasad beliau…”


“Namun, aku telah berjanji akan menguburkan jasad beliau secara layak, serta menjaga keutuhan jasad beliau, nah! hal ini kuserahkan pada pada Nona. Nona lebih pantas untuk menguburnya.”


Siu Lan mengangguk, serta memberikan penghormatan khidmat pada jasad Kakek Kwee. Dia tidak bertanya, Nona ini yakin, orang yang rela di jaga keutuhan jasadnya oleh Gou Long pastilah orang yang baik.


Gou Long dan Eira juga memberikan penghormatan terakhir pada jasad itu, kemudian mereka berpamitan.


Mampir di Toko Mantan Pendekar dalam perjalanan pulang ini, benarlah tidak sia-sia, bahkan manfaat besar serta tokoh penting sebagai rekan perjuangan juga ia dapatkan.

__ADS_1


__ADS_2